Setelah acara pengenalan untuk Arash di lanjut dengan acara makan-makan sebagai bentuk perayaan karena kembalinya pemimpin utama The Braves.
Kini pria itu kembali mengemudikan mobilnya untuk pulang kerumah terlebih dahulu untuk mandi dan berganti pakaian.
Setelah mandi dan ganti pakaian tidak lupa Arash mengecek kamar Attar anaknya.
Arash perlahan masuk dan duduk di ranjang anaknya sembari tangannya memperbaiki selimut sang anak.
Setelah mengucapkan ucapan selamat tidur tidak lupa pria itu mengecup kening Attar dengan sayang, kemudian mematikan lampu kamar dan keluar dari sana.
Kini Arash beralih ke kamar adiknya yaitu Aruna.
Pria itu mengetuk pintu kamar sang adik.
"Siapa.." tanya seseorang yang ada di dalam.
Cklek
"Kakak.. kapan pulang ?" Tanya Aruna karena tidak mendengar deru mobil sang kakak tadi.
"Baru aja"
"Kakak mau kerumah sakit, kamu baik-baik dirumah, jagain Attar, kalau ada apa-apa telepon kakak" ucap Arash.
" Siap kak" ujar Aruna dengan bergaya hormat seperti yang di lakukan saat upacara di hari Senin.
Arash mengacak rambut Aruna gemas melihat kelakuan adiknya.
"Kakak ishh berantakan rambut aku" protes Aruna, gadis itu paling tidak suka jika rambutnya yang menjadi sasaran.
"Hahaha Kakak jalan ya" tawa Arash melihat wajah cemberut Aruna.
"Hemm hati-hati" ucap Aruna kemudian kembali masuk ke kamarnya setelah punggung kakaknya sudah tak terlihat lagi.
Sesampainya dirumah sakit Arash tidak sengaja bertabrakan dengan seorang perempuan didepan ruangan dimana papanya dirawat.
"Maaf maaf saya gak sengaja" ucap perempuan tersebut panik.
Semetara Arash menggeram kesal sebab minuman yang di pegang perempuan itu tumpah dan mengotori bajunya.
"Punya mata gak? Liat baju saya jadi kotor" omel Arash
"Saya benar-benar tidak sengaja, tadi saya lagi buru-buru" sesal perempuan itu yang tidak lain adalah Ziana.
Ya Ziana sedang di rumah sakit menjenguk ibu Dewi, saat baru membeli minum dan meneguk minuman di tangannya tiba-tiba saja handphone nya berdering tanda panggilan masuk.
Ternyata yang menelpon adalah Claudia.
Ibu sambungnya itu mengabarkan kalau Zoey demam tinggi dan tengah di rawat di rumah sakit yang sama dengan yang ditempati oleh Ibu Dewi.
"Makanya kalo jalan pakai mata" ketus Arash lagi.
"Kok anda jadi nyolot sih, kan saya sudah minta maaf" balas Ziana yang mulai tersulut emosi.
"Anda pikir dengan maaf bisa membuat baju saya jadi bersih lagi?" Cerocos Arash.
Dita yang hendak keluar untuk mencari Ziana pun melihat bosnya itu tengah bersitegang dengan seorang laki-laki yang menurutnya tidak asing.
"Ada apa ini?" Timpal Dita tiba-tiba dari arah belakang.
"Kenapa anda membentak saudara saya?" Ujar Dita menatap tajam Arash.
Arash merasa sedikit terintimidasi dengan tatapan tajam dan dingin yang di berikan oleh Dita, namun sebisa mungkin mencoba tetap tenang.
"Kakak gapapa kan?" Ujar Dita beralih menatap Ziana.
"Gue gapapa, tapi gue harus pergi" ucap Ziana cepat.
"Mau kemana?" Tanya Dita.
"Nanti gue ceritain, urgent" ucap Ziana berlalu begitu saja dengan panik.
"Kak.." Baru saja Dita ingin mengejar Ziana tapi instruksi dari pria dibelakang menghentikannya.
"Tunggu.. dimana bentuk tanggung jawab Anda, disini saya korban" cekal Arash pada pergelangan tangan Dita.
"Lepas" sentak Dita melepaskan cekalan tangan Arash.
"Saya tidak akan kabur, ini kartu nama saya" ucap Dita menyodorkan sebuah kartu kecil.
Arash langsung mengambil kartu tersebut dan membacanya.
Deg
'sekertaris di Calista Group' batin Arash.
"Tapi saya harus pergi sekarang, besok anda bisa datang ke alamat kantor saya untuk meminta pertanggungjawaban, permisi" kata Dita panjang lebar kemudian berlalu mengejar Ziana.
Arash yang termenung tidak menyadari kepergian perempuan tadi.
Arianna yang baru datang dari arah luar sehabis membeli sesuatu, melihat Arash termenung di depan ruangan Arnan suaminya, papa dari Arash.
Perempuan paruh baya itu langsung mendekati Arash dan menepuk bahu putra sulungnya.
"Ngapain bengong disitu rash" ujar Arianna.
Merasakan tepukan di bahunya membuat Arash sontak menoleh saking kagetnya.
"Astaghfirullah mama ngagetin aja" ujar Arash ketika menoleh dan mendapati sang mama sudah berdiri di belakangnya.
"loh.. mana perempuan tadi" Arash celingukan mencari sosok Dita yang tadi berdiri di hadapannya.
"kamu ngapain bengong disitu bukannya langsung masuk. Perempuan yang mana? disini gak ada siapa-siapa" ucap Arianna menatap anaknya.
"Ya ampun ini baju kamu kotor begini kenapa?" Tanya Arianna heboh melihat penampakan putra sulungnya.
"Ehh ini tadi tidak sengaja menabrak seseorang dan minumannya tumpah ke baju aku" jawab Arash.
"Ya sudah ayo masuk, kemejanya lepas aja biar mama bersihin di kamar mandi" perintah Arianna.
"Iya ma" ucap Arash mengangguk.
Kemudian keduanya pun masuk kedalam ruangan dimana Arnan di rawat.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Astuti tutik2022
Hahahah ntar ketemu ma CEO Calista grup gimna tuch
2023-12-12
0