Ini sudah hari ke-3 Zoey di rawat di rumah sakit dan selama itu pula Ziana selalu mendampinginya.
Bahkan perempuan itu pun melimpahkan semua pekerjaannya kepada Dita sang sekertaris yang kini juga merangkap sebagai asisten.
Sebagai bawahan Dita hanya bisa pasrah, sebab tidak ada yang bisa menentang keputusan seorang Ziana yang merupakan CEO sekaligus pendiri Calista Group.
Namun ada kabar gembira bagi Dita, sebab hari ini pula Zoey sudah di perbolehkan untuk pulang, yang artinya teman sekaligus bosnya itu akan kembali masuk kantor lagi.
Siang harinya Dita telah sampai ke rumah sakit untuk menjemput Ziana dan keluarganya atas perintah sang bos tentunya.
Belum turun dari mobil handphone Dita sudah berdering tanda panggilan masuk dari Ziana.
"Halo" sapa Dita terlebih dahulu.
"Udah dimana" ujar Ziana di seberang telepon tanpa basa-basi.
"Saya sudah di luar Bu, baru aja nyampe" beritahu Dita.
"Yasudah kalo begitu saya segera kesana" ucap Ziana.
Tut
Setelah mengucapkan itu Ziana langsung memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak.
"Mentang-mentang bos main matiin telepon aja sesukanya" gerutu Dita mengusap dadanya.
15 menit kemudian terlihat Ziana keluar dari pintu rumah sakit sambil menggendong Zoey diikuti oleh Claudia dan Bagas di belakang.
Dengan sigap Dita langsung turun guna membukakan pintu untuk sang bos tidak lupa juga ingin membukakan untuk kedua orangtua Ziana namun Claudia menggeleng.
Selama perjalanan hanya suara Zoey dengan semua pertanyaannya yang terdengar dan juga Ziana yang dengan setia menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan sang adik.
Sesampainya di kediaman Bagaskara Dita lebih dulu turun membukakan pintu untuk Ziana sebab Zoey yang sedari tadi duduk dipangkuan Ziana itu tertidur.
Setelah mengangkat Zoey kedalam gendongannya Ziana terlebih dahulu masuk diikuti oleh Claudia dan Bagas sedangkan Dita hanya menunggu di mobil.
Ziana langsung membaringkan adiknya itu keatas kasur sesampainya di kamar.
Ziana melakukan semuanya dengan sangat pelan takut membangunkan sang adik.
Cup
Sebelum keluar tidak lupa perempuan itu mengecup kepala sang adik.
Diluar kamar ternyata sudah ada Claudia yang menunggunya.
"Makasih ya Zi, mama minta maaf kalo beberapa hari ini Zoey selalu merepotkan kamu" ucap Claudia merasa tak enak kepada anak sambungnya itu.
Ziana tersenyum sangat tipis
"Gapapa Ma, aku gak merasa di repotin kok, aku seneng lakuin ini buat Zoey" ujar Ziana.
"Aku mau langsung ke kantor ya, kasian Dita sendirian ngurusin kantor" beritahu Ziana.
" Loh gak mau makan dulu Zi" ujar Claudia.
"Aku makan di luar aja"
Claudia yang tidak ingin terlalu memaksa Ziana pun akhirnya mengangguk takut anak tirinya itu tidak nyaman.
"Aku pergi dulu, nanti malam aku akan kesini lagi buat liat Zoey" ucap Ziana.
"Iya kamu hati-hati jangan lupa makan" ujar Dita mengingatkan anak sambungnya dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya.
Lagi-lagi Ziana tersenyum sangat tipis mendapat perhatian kecil dari Claudia ibu sambungnya.
Saking tipisnya bahkan Claudia pun tidak bisa melihat senyum itu.
Setelah obrolan singkat itu Ziana pun meninggalkan kediaman Bagaskara dan menuju Calista Group bersama dengan Dita.
_____________________________________
Ditempat lain perusahaan Alex baru saja meluncurkan sebuah produk kosmetik pemutih yang begitu diminati oleh para konsumen.
Bahkan baru hari pertama penjualan Alex sudah mendapatkan banyak keuntungan.
"Hahaha akhirnya produk yang aku luncurkan laku keras dipasaran" ujar Alex tertawa puas di ruangannya setelah melihat antusiasme dari para konsumennya.
Setelah penolakan kerjasama yang dilakukan oleh Ziana waktu itu Alex melakukan cara curang dengan mengirim beberapa mata-mata ke perusahaan-perusahaan besar salah satunya yang menjadi korban kecurangan Alex adalah Wijaya Group.
Bahkan produk terbaru yang di luncurkan Alex adalah data hasil curiannya di Wijaya Group.
"Wah wah wah Alex Fernandez selamat atas kesuksesannya" ucap seseorang yang tiba-tiba masuk.
"Tu..tuan Agler anda disini" sapa Alex dengan ekspresi terkejutnya.
"Tentu saja.. saya disini untuk mengambil bagian...
Jangan lupa Alex dengan perjanjian kita" peringat Agler dengan senyum smirk di bibirnya.
"Anda tenang saja tuan sa..saya tidak akan melupakan perjanjian kita" ucap Alex terbata.
Setelah itu Alex menelpon asistennya untuk membawakan sejumlah uang yang sudah di janjikan.
"Permisi tuan.. ini yang anda minta" ucap sang asisten meletakkan sebuah koper yang berisi sejumlah uang diatas meja dengan sopan.
"Kamu boleh keluar" ucap Alex.
"Baik tuan saya permisi"
Setelah asistennya keluar, Alex langsung membuka koper itu dan memperlihatkannya kepada tuan Agler.
"Ini tuan sesuai yang saya janjikan, saya harap anda juga melakukan sesuai yang anda janjikan" ucap Alex.
"Saya dan kelompok saya tidak pernah mengingkari janji"
Setelah mengatakan itu Agler langsung meraih koper kemudian menutupnya dan pergi begitu saja.
"Aarrghh sial" teriak Alex setelah Agler pergi beberapa menit yang lalu.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Astuti tutik2022
Si kelex cari masalah dia
2023-12-12
1
Arin
ternyt dugaanku benar klo itu ulah alex,tunggu aja khncrn kmu lex
2023-12-08
0
Diah Susanti
Claudia thor
2023-07-08
0