Sementara itu di tempat lain terlihat seorang laki-laki setengah baya mengacak acak ruang kerjanya karena kesal.
laki-laki itu tidak lain adalah Alex.
"sial kenapa bisa orang suruhan kamu itu sampai gagal ha?” maki Alex kepada asistennya.
"maaf pak Nona Ziana dan sekertaris nya sangat pintar, orang suruhan saya gagal mengelabuinya" sesal Lian asisten Alex.
"bodoh.. mengelabui dua orang wanita saja tidak becus"
"maafkan saya pak"
"kamu pikir dengan meminta maaf masalah akan selesai?" geram Alex.
Lian hanya bisa menunduk tidak berani mengatakan apa-apa lagi, pria berusia 29 tahun itu tidak berani menatap atasannya. pasalnya Alex sangat menyeramkan saat sedang marah.
"Tunggu apalagi? sekarang juga tinggalkan kota ini dan pergi sejauh mungkin sebelum orang suruhan kamu buka mulut. Saya tidak mau nama saya sampai terseret juga" ujar Alex final.
"tapi pak bagaimana dengan keluarga saya"
"masih berani kamu membantah setelah melakukan kesalahan fatal" geram Alex
"maaf pak, kalau begitu saya permisi". pamit Lian.
******
Lain Alex lain pula dengan Ziana dan Dita, atasan dan bawahan itu terlihat asyik mengobrol di perjalanan pulang.
"Oh iya Dit gimana keadaan ibu? aku udah lama gak ngejenguk ibu" tanya Ziana.
"Alhamdulillah bos ibu udah lebih baik"
"gak usah panggil bos bisa, risih gue lama-lama" delik Ziana.
"hehe maaf kak udah kebiasaan" balas Dita cengengesan.
Dita dulu adalah adik kelas Ziana ketika masih di bangku sekolah.
Dita yang berasal dari keluarga kurang mampu dan berhasil masuk ke sekolah swasta elit karena beasiswa membuat nya selalu mendapat ejekan.
Sementara Ziana terlahir dari keluarga terhormat dan memiliki segalanya.
Jika yang semula hanya ejekan perlahan menjadi Bullyan karna tingkah cuek Dita ketika diejek membuat mereka jadi geram dan akhirnya bermain tangan.
hampir setiap hari Dita di bully, secara fisik maupun mental.
Ziana yang saat itu duduk di kelas 12 dan merupakan kakak kelas Dita tidak sengaja melihat aksi bullying yang dilakukan kepada Dita di halaman belakang sekolah.
Flashback On
"woi ngapain kalian" teriak Ziana.
"mampus ada kak Ziana cabut" ucap ketua geng yang tengah membully Dita.
Ziana memang merupakan murid populer disekolah hampir semua siswa-siswi mengenalnya, namun karna sifatnya yang dingin dan cuek hingga tidak ada yang berani berurusan dengannya.
"kamu gapapa?" tanya Ziana sambil berusaha membantu Dita berdiri.
"saya gapapa kak, terimakasih" jawab Dita datar.
"ayo saya bantu ke UKS kamu luka" ucapnya dingin setelah memeriksa tubuh Dita yang memiliki beberapa luka di tubuhnya.
"iii..iya kak" ujar Dita terbata.
Ziana mengantarkan Dita ke ruang UKS dan bahkan mengantarkan nya pulang.
"Astaghfirullah Dita kamu kenapa nak?" tanya ibu Dita panik melihat kedatangan anaknya yang tidak baik-baik saja.
"Dita gapapa Bu, jangan khawatir" sahut Dita singkat.
"tapi nak kenapa kamu bisa luka-luka begini"
"Dita gapapa Bu, Dita mau istirahat". pamitnya di angguki sang ibu.
Setelahnya Dita langsung kekamar tanpa mengucapkan apa-apa lagi.
"nak terimakasih ya sudah mengantarkan Anak ibu pulang, maaf kan kelakuan Dita ya, dia sebenarnya anak yang ceria tapi akhir-akhir ini dia menjadi pendiam dan terlihat murung" ujar Ibunya Dita sedih.
"iya Bu kalau begitu saya pamit" pamit Ziana.
"iya nak sekali lagi terimakasih banyak sudah mau repot-repot mengantarkan Dita"
Ziana hanya mengangguk kemudian berlalu dari rumah Dita.
Setelah kejadian itu Ziana pun sering memperhatikan Dita karena kasian dengan ibunya Dita yang sedih atas perubahan anaknya.
Ziana sering ke kelas Dita dan mengajaknya ke kantin untuk makan bersama, berkat Ziana juga tukang bully yang sering membully Dita di keluarkan dari sekolah.
Berkat Ziana pula sifat asli Dita yang ceria akhirnya kembali lagi.
semenjak saat itu mereka akhirnya menjadi sahabat, bahkan Ziana pun membantu Dita untuk masuk ke kampus terbaik di kota itu.
Flashback off
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Astuti tutik2022
Oooh memang orkay Toh Ziana ini...... tpi bisa bangun bisnis sendiri hebaaat
2023-12-12
0