Seminggu berlalu setelah pertemuan itu kini Ziana kembali ke rutinitasnya di kantor. Masih dengan sikap dingin yang selalu mendominasi ketika menyangkut urusan kerjaan.
"Dita keruangan saya sekarang" ucapnya melalui sambungan interkom nya.
tok tok tok
"permisi bu"
"masuk" ucap Ziana.
baru saja Dita ingin bertanya Ziana sudah lebih dulu melempar sebuah berkas ke depan Dita yang membuat sang sekretaris kaget.
"jelaskan" titahnya.
setelah membacanya sang sekretaris menghela nafas kemudian angkat suara "begini bu saya mendapat laporan bahwa ada penggelapan dana dengan proyek pembangunan cabang baru kita di kota B bu" jelas Dita.
"lalu?" tanyanya lagi.
"mohon maaf bu kami belum menemukan pelakunya jadi untuk sementara waktu pembangunannya di berhentikan dulu" ungkap sang sekretaris.
"kenapa pekerjaan kalian sangat lamban sekali" geram Ziana.
"mohon maaf bu" ucap Dita lagi.
"yasudah atur pertemuan dengan seluruh pihak yang bersangkutan, kita akan berangkat ke kota B. sepertinya orang itu ingin bermain main denganku" seringai Ziana.
"baik bu" jawab Dita kemudian berlalu dari ruangan Ziana.
setelah semuanya selesai diurus siang itu juga mereka berangkat ke kota B.
*****
Sementara itu di kediaman Wijaya nampak si kecil Attar masih murung namun tidak semurung biasanya sebab sang Aunty telah kembali dan berjanji akan membantunya mencari aunty Zi nya.
"Aunty Aruna kapan kita akan mencari Aunty Zi?" jiwanya sudah tidak sabar untuk bertemu kembali dengan aunty Zi yang di rindukannya.
"sabar ya sayang tunggu setelah semua tugas sekolah aunty ini selesai" ucap Aruna memberi pengertian.
"baiklah aunty tapi janji ya kita akan mencari aunty Zi" tanyanya dengan penuh harap.
"iyaa Attar kapan sih aunty membohongimu" ujarnya.
"Yeeaaayy terimakasih aunty" sorak Attar sambil memeluk leher Aruna dari belakang karna posisinya yang sedang duduk lesehan diruang tamu mengerjakan tugas sekolahnya.
"yasudah Attar main dulu ya jangan mengganggu Aunty terus, kalau tidak tugas aunty tidak akan selesai." ujar Aruna.
"Siap Aunty" ucap Attar sembari memberikan hormat dan berjalan seperti pasukan tentara yang pernah di liatnya.
"ckck dasar anak itu. jika menyangkut tentang Aunty Zi nya pasti sangat bersemangat. tapi aku penasaran seperti apa sih Aunty Zi itu melihatnya saja tidak pernah bagaimana bisa aku mencarinya tanpa info apapun huuuaaa" desahnya membuang nafas.
"info siapa yang ingin kau cari Aruna?" ucap Arianna tiba-tiba membuat Aruna melonjak kaget.
"eehh.. mama ngagetin aja deh ishh" rengeknya.
"hahaha..maaf sayang habisnya mama liat kamu serius banget sih bergumam sendiri" bujuk sang mama membelai lembut kepala putri semata wayangnya.
Mendengar mama menertawainya membuat Aruna manyun dan haapp alangkah kagetnya dia ketika bibir manyunnya tiba-tiba saja di tarik oleh tangan seorang laki laki yang tak lain adalah Arash kakaknya.
"iishhh kakaaakk" teriaknya ketika Arash melepaskan tangannya. "sakit tauuu" rengeknya.
"utututu adik manisku kasian banget sakit ya" godanya kepada sang adik.
sementara Aruna masih terlihat diam dan menatap kakaknya kesal.
"kakak bercanda sayang maaf yaa" ujarnya mengelus kepala sang adik dengan sayang.
"bercanda sih bercanda tapi ini sakit tau kak ishh" keluhnya lagi.
"kemarilah" ucap Arash dan menarik adik kesayangannya itu kedalam pelukannya.
meskipun dengan wajah cemberut Aruna tetap membalas pelukan kakaknya. namun tiba-tiba Aruna memiliki ide cemerlang untuk membalas keusilan Arash.
saat Arash akan melepaskan pelukannya tiba tiba saja gigi tajam Aruna sudah bertengger indah di bahu kakaknya itu.
"aaarrgghhh" teriak Arash kaget.
dibalas tawa renyah dari adik tercintanya.
"ahahaha bagaimana kak, kita impas kan?" ujarnya menaik turunkan kedua alisnya sambil berlari menuju kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Arianna yang sedari tadi menyaksikan kelakuan kedua anaknya hanya geleng-geleng kepala sebab dia sudah terbiasa melihat keusilan kedua anaknya.
"makanya kak jangan suka usil sama adeknya, tau rasa kan" goda mama Arianna.
"sakit banget ini Ma, kayaknya berdarah deh" adu kepada sang mama.
"Alah lebay kamu" sela mamanya. "tapi tumben kamu pulang jam segini ada apa?" tanya mama serius.
"oh itu tadi Arash mau ambil berkas di ruang kerja papa ada yang lupa." jelasnya.
"yasudah kamu buruan ambil nanti papamu kelamaan nungguinnya" ucap mama.
"iyaa ma." jawabnya setelah itu berjalan menuju tangga sebab ruang kerja sang papa berada di lantai dua.
setelah beberapa saat Arash kembali menuruni tangga "gimana rash ketemu berkasnya?" tanya mama ketika melihat Arash sudah berjalan mendekat.
"iya Ma, Arash jalan dulu ya dahh" ujarnya berjalan kearah sang mama kemudian mencium pipinya.
"iyaa hati-hati jangan ngebut" pesan mama Di balas dengan anggukan dan Arash pun menghilang dari balik pintu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Astuti tutik2022
Mommynya si Attar kmna thoor?
2023-12-12
0