Bagian 17 • Kejutan

Jangan buat aku melayang tinggi!

~•~•~

Sejak tadi Haura sangat gelisah--dia hanya bisa berbaring menatap langit-langit kamarnya. Besok hari minggu, Haura berpikir apakah dia harus membawa mobilnya ke bengkel. Dia tidak harus mencari alasan ketika dirinya bertemu dengan Alden, dan pria itu pasti akan menawarkan tumpangan untuknya lagi, dan hal yang sama akan terjadi, semua karyawan akan menganggap dia ada hubungan spesial dengan bosnya itu.

Tiba-tiba dirinya dikagetkan suara bel pintu yang berbunyi. Haura tersentak, seolah jantungnya ingin lepas dari tempatnya. Ia menyambar ponselnya di atas nakas. Sialnya benda itu mati, dan Haura lupa mengisi daya baterai di ponsel lawasnya itu. Yang benar saja, waktu sudah menunjukkan jam satu pagi, apa mungkin ada orang asing yang akan berbuat jahat pada dirinya? Tapi itu tidak mungkin, karena keamanan di apartemen ini berlapis-lapis.

Haura beringsut di dalam selimut tebalnya dan mencoba memejamkan mata, seolah pura-pura tertidur, dan mungkin saja tamu itu akan pergi dengan sendirinya. Tapi dugaan Haura salah. Bel berbunyi semakin masif, dan seolah seseorang di luar sana tidak akan menyerah sampai Haura benar-benar membuka pintunya.

Haura bergerak turun dari kasurnya yang nyaman, berjalan mendekati pintu--dia berinisiatif untuk mengintip dari balik lubang pintu, ketika dia tahu bosnya yang berdiri di depan sana mengenakan jogger pants berwarna hitam, dengan kaos putih—wajahnya pun nampak terlihat khawatir, ia masih terus memencet bel berharap Haura membuka pintu unit apartemennya.

Wanita yang sejak tadi tidak bisa memejamkan mata itu, membuka pintu dengan tenang. Namun, alangkah terkejutnya dia ketika Alden langsung menarik tubuhnya dan memeluknya dengan erat, keduanya nampak diam sesaat—Haura sendiri tidak percaya, matanya hampir saja lepas karena saking kagetnya dan tidak bisa berkata apa-apa.

"Apakah kau baik-baik saja?!" serunya setelah melepaskan pelukannya pada Haura, tapi kedua tangan pria itu masih menggenggam erat kedua lengan wanita itu, seolah tidak ingin melepaskannya. "Aku tidak bisa tidur, karena memikirkan dirimu yang pulang mengantarkan mantan suamimu, dan ditambah lagi ponselmu mati," imbuh pria itu.

"A–aku–baik-baik saja, bos." Suara Haura sangat pelan, tapi tetap bisa terdengar di telinga Alden. Lagi pula mengapa pria ini sangat aneh, dia mengkhawatirkan Haura? Tidak mungkin, bukan. Jika ia sedang menaruh hati pada Haura, tidak pernah sedikit pun terbersit di pikiran Haura, jika tuan sempurna di hadapannya ini jatuh hati dengan wanita seperti Haura.

Tiba-tiba suasana hening, Alden seolah tersadar oleh sesuatu, hingga membuatnya kikuk. "Besok jika ada pria itu datang lagi. Kau harus meminta bantuanku, ok!" hardik Alden, tapi kini suaranya terlihat malu.

"Tadi kau yang meninggalkan aku lebih dulu, bagaimana bisa aku meminta bantuan padamu, lagi pula kau sangat garang dan dingin. Mana berani aku memintamu untuk ikut serta mengantarkan Theo sampai ke rumahnya," balas Haura tidak kalah canggung.

"Ehm... baiklah, maaf aku telah mengganggu istirahatmu, aku melakukan ini karena kau adalah kekasih kontrakku," sanggahnya, lalu berjalan pergi ke samping menuju unit apartemennya. Hal itu membuat Haura merasa aneh. Sebenarnya ada apa dengan Alden?

Alden menutup pintu, lalu bersandar di sana. Jantungnya berdetak lebih cepat. Apakah perasaannya pada Haura telah tumbuh semakin subur? Sehingga ketika ia bertatap muka dengan wanita yang telah lama ia sukai itu—membuatnya berdebar.

~•~•~

Waktu telah menunjukkan pukul sepuluh pagi, Haura sudah menelepon mobil derek untuk membawa mobil bututnya ke bengkel. Haura berharap dia bisa memperbaiki mobil itu, dan bisa dipakai kembali tentunya. Meski benda itu memiliki kenangan pahit bersama Theo, akan tetapi hanya kendaraan itu saja yang dia punya untuk pulang dan pergi.

Haura keluar mengenakan pakaian kasual, celana jeans hitam dan kaos berwarna biru muda yang bergambar logo merk yang pernah dibelinya bersama Angeline waktu itu. Dia keluar dan berjalan santai, sepatu sneaker yang ia kenakan, benar-benar tidak memiliki suara ketika ia berjalan di lantai lorong apartemen. Ketika sampai di depan lift, lagi-lagi Haura bertemu dengan Alden, seolah pria itu benar-benar ada di mana-mana, kejadian semalam membuat Alden hanya melirik ke arah Haura dan bahkan tidak menyapanya, hingga sampai keduanya masuk—Alden tetap saja diam.

Haura yang tidak merasa melakukan salah apa pun, sangat bingung hingga ia memberanikan diri menyapa bosnya itu terlebih dahulu. "Hai... bos, kau mau ke mana?" sapanya mencoba santai. Akan tetapi jawaban Alden benar-benar di luar dugaan. Pria itu kali ini nampak ketus membuat Haura memilih untuk diam dan tidak ingin sok akrab dengan pria dengan mood swing seperti Alden.

"Apa urusanmu aku mau pergi ke mana? Apakah aku harus laporan padamu, Haura?"

Haura menelan ludah, dan seketika mengatupkan kedua bibirnya.

Keduanya kembali terdiam, seolah menjadi saling tidak kenal.

Tak lama lift yang mereka tumpangi, turun hingga basemen, Alden keluar dan diikuti Haura dari belakang. Saat Haura melihat mobil derek yang sudah berhenti tidak jauh dari mobilnya, wanita itu langsung membukuk ke arah Alden, memberi hormat, lalu berjalan menjauh setengah berlari menuju mobil derek.

Alden yang melihat tingkah karyawannya itu, menekuk alisnya ke dalam seraya berpikir aneh, ia menghentikan langkahnya menuju mobil hitam kesayangannya, dan berbalik berjalan mengikuti Haura, wanita itu seperti mengobrol kepada dua orang petugas mobil derek yang akan membawa mobilnya ke bengkel terdekat. Alden mendengar percakapan tentang tawar menawar pembayaran jasa mobil derek yang akan membawa mobil Haura. Haura beranggapan jika uang yang harus dibayar Haura sangat mahal, dan dia berniat menawarnya

"Ada apa ini?" Suara Alden menggema di telinga Haura, pria ini benar-benar aneh, tadi ia terlihat sangat garang. Tapi kini ia kembali ingin ikut campur dengan apa pun yang Haura lakukan. Tapi Haura tidak bisa membalas pertanyaannya dengan ketus, karena pria ini adalah bosnya.

"Aku akan membawa mobilku ke bengkel, bos." Haura berkata sembari melirik ke arah mobil tua berwarna silver yang terparkir berhari-hari di basemen gedung apartemen ini.

"Mr. Bawa mobil Nona ini, dan saya akan mengurus semua pembayarannya," cetus bos Haura.

"Jangan bos! Aku masih memiliki uang untuk membayar ini semua," tolak Haura, yang tidak ingin kembali merepotkan pria itu.

"Kau tidak dalam keadaan bisa menolak atau menerima keputusanku, Haura!" sungut Alden, membuat Haura mengatupkan bibir.

Kedua pekerja itu mengangguk dan mengerti dan mulai mengerjakan apa yang dikatakan oleh Alden.

Alden meraih tangan Haura, dan membawa wanita itu ikut serta menuju mobilnya, Alden mengeluarkan ponselnya untuk menelepon seseorang.

"Kakek... nenek, aku akan sedikit terlambat, aku akan membawa seorang nenek-nenek yang tidak sengaja kutabrak menuju rumah sakit," ujarnya dari balik telepon.

Haura merengut, ketika ia dijadikan alasan keterlambatan Alden, bahkan dia dikatakan sebagai nenek-nenek oleh Alden, dan dalam keadaan tertabrak pula. Haura juga tidak mau bertanya tentang telepon Alden barusan. Karena pasti pria itu akan menjawab dengan mode menakutkan.

~•~

Haura benar-benar terkejut ketika Alden membawa dirinya ke sebuah showroom mobil mewah, yang membuat Haura kembali ternganga tidak percaya.

"Pilihlah salah satu untukmu!" Alden berucap santai, kemudian duduk di sofa tunggu.

"Pi–pi-pilih?" Haura tergagap menanggapi ucapan Alden, apakah pria ini benar-benar tidak waras?

"Jangan terlalu percaya diri! Aku membelikan ini sebagai kekasih kontrakmu, jangan berharap perasaan lebih," papar pria itu dengan ekspresi menyebalkan.

To be continue~

Terima kasih atas koreksi beberapa typo-nya, sudah direvisi, dan aku akan berusaha lebih baik 💜

Semoga tulisan ini masih bisa dinikmati dengan asyik oleh Bestie semua~

Luv,

Novi Wu

Terpopuler

Comments

💕febhy ajah💕

💕febhy ajah💕

aku suka gayamu alden
I miss you so much ❤❤❤
🤭🤭🤭🤭🤭🤭

2023-05-11

0

Rin's

Rin's

gillllaaakk,,mobil mewahhh,,Alden no kalenggg2

2022-11-10

0

Roro Ireng Rahayu

Roro Ireng Rahayu

hadeeeehh bozz.....jujur z bozz.....heeee

2022-11-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bagian 1 • Prahara
2 Bagian 2 • Mengakhiri Hidup
3 Bagian 3 • Bertemu Kembali
4 Bagian 4 • Diusir
5 Bagian 5 • Bekerja
6 Bagian 6 • Berubah
7 Bagian 7 • Tidak Tentu Arah
8 Bagian 8 • Rahasia
9 Bagian 9 • Pengakuan
10 Bagian 10 • Bertemu
11 Bagian 11 • Mengikuti
12 Bagian 12 • Tangan Hangat itu Lagi
13 Bagian 13 • Bak Wanita istimewa
14 Bagian 14 • Penawaran
15 Bagian 15 • Bak Malaikat
16 Bagian 16 • Memprovokasi
17 Bagian 17 • Kejutan
18 Bagian 18 • Haura Vs Alden
19 Bagian 19 • Orang Kaya
20 Bagian 20 • Tidak Ada Ampun
21 Bagian 21 • Mantan Mama Mertua
22 Bagian 22 • Pria Berpengaruh
23 Bagian 23 • Aku Mencintaimu
24 Bagian 24 • Pemecatan
25 Bagian 25 • Terusik
26 Bagian 26 • Cemburu
27 Bagian 27 • Percaya Padaku
28 Bagian 28 • Panik
29 Bagian 29 • Seolah Seperti Sepasang Sejoli
30 Bagian 30 • Kau Milikku
31 Bagian 31 • Memaafkan
32 Bagian 32 • Tidak Peka
33 Bagian 33 • Aku Merindukanmu
34 Bagian 34 • Mencintai Setulus Hati
35 Bagian 35 • Tidak Percaya Diri
36 Bagian 36 • Will You Marry Me, Haura?
37 Bagian 37 • Tertangkap Basah
38 Bagian 38 • Karena Kau Bukan Haura!
39 Bagian 39 • Kesalahan
40 Bagian 40 • Penyakit Angeline
41 Bagian 41 • Perasaan Aneh
42 Bagian 42 • Kemarahan Alden
43 Bagian 43 • Menyatu
44 Bagian 44 • Kali Pertama
45 Bagian 45 • Pria Pengganggu
46 Bagian 46 • Terprovokasi
47 Bagian 47 • Membeku
48 Bagian 48 • Terpojok
49 Bagian 49 • Permintaan Maaf
50 Pengumuman
51 Bagian 50 • Intervensi Josep
52 Bagian 51 • Rencana Haura
53 Bagian 52 • Pulang ke Tempat Ternyaman
54 Bagian 53 • Pengakuan Mencengangkan
55 Bagian 54 • Melamar Sekali Lagi
56 Bagian 55 • Menerima
57 Bagian 56 • Kekacauan
58 Bagian 57 • Masalah Lain
59 Bagian 58 • Pengumuman Mencengangkan
60 Bagian 59 • Angeline vs Josep
61 Bagian 60 • Keadaan Delarosa
62 Bagian 61 • Akhir Hayat
63 Bagian 62 • Pemakaman
64 Bagian 63 • Membuat Bahagia
65 Bagian 64 • Penyesalan Terdalam
66 Bagian 65 • Penyatuan
67 Bagian 66 • Terakhir Kali
68 Bagian 67 ~ Akhir Waktu
69 Novel Baru Novi Wu
70 Novel Baru, Bestie
71 Ekstra Part Kepergian Theo
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bagian 1 • Prahara
2
Bagian 2 • Mengakhiri Hidup
3
Bagian 3 • Bertemu Kembali
4
Bagian 4 • Diusir
5
Bagian 5 • Bekerja
6
Bagian 6 • Berubah
7
Bagian 7 • Tidak Tentu Arah
8
Bagian 8 • Rahasia
9
Bagian 9 • Pengakuan
10
Bagian 10 • Bertemu
11
Bagian 11 • Mengikuti
12
Bagian 12 • Tangan Hangat itu Lagi
13
Bagian 13 • Bak Wanita istimewa
14
Bagian 14 • Penawaran
15
Bagian 15 • Bak Malaikat
16
Bagian 16 • Memprovokasi
17
Bagian 17 • Kejutan
18
Bagian 18 • Haura Vs Alden
19
Bagian 19 • Orang Kaya
20
Bagian 20 • Tidak Ada Ampun
21
Bagian 21 • Mantan Mama Mertua
22
Bagian 22 • Pria Berpengaruh
23
Bagian 23 • Aku Mencintaimu
24
Bagian 24 • Pemecatan
25
Bagian 25 • Terusik
26
Bagian 26 • Cemburu
27
Bagian 27 • Percaya Padaku
28
Bagian 28 • Panik
29
Bagian 29 • Seolah Seperti Sepasang Sejoli
30
Bagian 30 • Kau Milikku
31
Bagian 31 • Memaafkan
32
Bagian 32 • Tidak Peka
33
Bagian 33 • Aku Merindukanmu
34
Bagian 34 • Mencintai Setulus Hati
35
Bagian 35 • Tidak Percaya Diri
36
Bagian 36 • Will You Marry Me, Haura?
37
Bagian 37 • Tertangkap Basah
38
Bagian 38 • Karena Kau Bukan Haura!
39
Bagian 39 • Kesalahan
40
Bagian 40 • Penyakit Angeline
41
Bagian 41 • Perasaan Aneh
42
Bagian 42 • Kemarahan Alden
43
Bagian 43 • Menyatu
44
Bagian 44 • Kali Pertama
45
Bagian 45 • Pria Pengganggu
46
Bagian 46 • Terprovokasi
47
Bagian 47 • Membeku
48
Bagian 48 • Terpojok
49
Bagian 49 • Permintaan Maaf
50
Pengumuman
51
Bagian 50 • Intervensi Josep
52
Bagian 51 • Rencana Haura
53
Bagian 52 • Pulang ke Tempat Ternyaman
54
Bagian 53 • Pengakuan Mencengangkan
55
Bagian 54 • Melamar Sekali Lagi
56
Bagian 55 • Menerima
57
Bagian 56 • Kekacauan
58
Bagian 57 • Masalah Lain
59
Bagian 58 • Pengumuman Mencengangkan
60
Bagian 59 • Angeline vs Josep
61
Bagian 60 • Keadaan Delarosa
62
Bagian 61 • Akhir Hayat
63
Bagian 62 • Pemakaman
64
Bagian 63 • Membuat Bahagia
65
Bagian 64 • Penyesalan Terdalam
66
Bagian 65 • Penyatuan
67
Bagian 66 • Terakhir Kali
68
Bagian 67 ~ Akhir Waktu
69
Novel Baru Novi Wu
70
Novel Baru, Bestie
71
Ekstra Part Kepergian Theo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!