Mengapa kalian selalu membuat diriku terluka
~•~•~
Theo tersentak kaget, saat ibunya sudah berada di depan matanya dengan ekspresi seolah ingin menguliti anak kandungnya yang ia anggap benar-benar tidak berguna itu.
"Apa yang telah kau lakukan, 'ha?!"
Delarosa sudah tidak bisa mentolerir perbuatan Theo yang dengan sengaja menemui mantan istrinya yang dianggapnya mandul itu.
"Apa kau mau kembali dengan wanita mandul itu?!"
"Ma... bukan wanita itu yang mandul, tapi anakmu yang bermasalah!" sela Alila, melepaskan tangannya yang sejak tadi bersedekap.
"Apa maksudmu?" Delarosa mengerang tidak suka mendengar ucapan menantunya.
"Ya, Haura berkata jika Theo tidak pernah mau memeriksakan diri ke dokter," jawab Alila, tentu saja dengan nada tidak suka. Bagaimana bisa dia menerima kenyataan jika dia menikahi pria mandul.
"Pembohong! Kau mau saja dibodohi oleh penyihir itu! Dia hanya sakit hati dengan kalian, karena Theo telah meninggalkan dirinya, dan memilih wanita sempurna seperti dirimu!" elak Delarosa, ia hanya tidak bisa menerima kenyataan, anaknya yang tidak berguna ini—akan ditinggalkan istrinya, jika dia tidak segera bertindak. "Di mana kau menemui wanita itu, Theo?!" Kini mata Delarosa kembali mengintimidasi sang buah hati, yang masih terlihat berantakan, dengan wajah kusut dan basah.
"Untuk apa aku memberitahunya? Mama akan menemui Haura, dan membuat dia sedih lagi?!" Theo mencoba menghentikan sang ibu untuk menemui mantan istrinya yang menyedihkan itu.
"Tentu tidak, aku hanya ingin memperingatkan dia, agar tidak mendekatimu lagi."
"Bukan!" Theo memegang kepalanya yang terasa berat. "Bukan dia yang mengejarku, tapi aku yang mengejar dia!" tandasnya lagi, menjelaskan semua pada Delarosa dan Alila.
"Apakah kau tidak waras, 'ha?!" Ibunya kembali murka mendengar pengakuan anaknya yang meruntuhkan harga dirinya. Pasti sekarang Haura tengah menari-nari di atas awan, karena Theo masih menginginkan dirinya.
"Dia sudah bahagia, Ma. Dia hidup dengan layak di sebuah apartemen mewah, dan perlu Mama tahu, Haura sudah memiliki kekasih," jawab Theo, beranjak berdiri berjalan mendekati meja makan dan menuangkan air putih ke gelas dan meminumnya.
"Mana ada lelaki yang mau dengan wanita berantakan seperti dirinya! Wanita kumal dan bau dapur!" Delarosa membayangkan keadaan terakhir kali ketika ia melihat mantan menantunya yang pergi dari rumah ini dalam keadaan seperti gelandangan.
"Tidak ... dia suka berubah, Ma. Haura sudah tidak seperti perempuan bodoh lagi. " Alila kembali mengeluarkan suara, meskipun dengan nada tidak suka, dia menjawab kalimat Delarosa.
"Maksudmu?"
"Dia tinggal di apartemen pusat kota, yang menyatu dengan pusat perbelanjaan tempatku bekerja," timpal Theo, berjalan pergi menuju kamar berniat untuk kembali tidur.
"Apa?!" Kedua wanita itu memekik secara bersamaan. Tidak main-main, Theo menyebutkan salah satu hunian mewah di pusat kota Tadpole. Harga sewa perbulannya saja lebih dari sepuluh ribu dollar, dan dengan uang siapa Haura bisa tinggal di sana? Hal itulah yang membuat sepasang mertua dan menantu itu terkejut bukan main.
"Unit nomor berapa?" Delarosa mencegah anak kandungnya itu masuk ke dalam kamar, sebelum menjawab pertanyaannya, wanita paruh baya itu tidak akan melepaskannya.
"Ma... aku lupa, tapi kalau tidak salah 310, coba saja cari satu persatu!" Theo menghempaskan tangan ibunya, dan masuk ke kamar untuk kembali tidur.
Alila dan Delarosa saling menatap satu sama lain, seolah keduanya memiliki pemikiran yang sama, mereka akan menemui Haura di sana.
~•~•~
"Terima kasih sudah mau berbohong untukku." Alden berhenti di depan pintu Unit apartemen Haura.
"Terima kasih untuk semuanya juga, kau telah benar-benar mengubah hidupku," pungkas Haura tidak mau kalah.
Alden berbalik badan, akan masuk ke dalam apartemennya, tapi cepat-cepat Haura menghentikan langkah pria itu.
"Bos...."
"Ya?" Pria itu menoleh.
"Apakah kau bersedia mampir ke apartemenku? Aku akan membuatkan camilan untukmu jika kau mau."
Alden mengangguk ragu, tapi malah dia berbalik badan dan berjalan mendekat ke arah pintu Unit Haura, dan masuk begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun.
Wanita itu menutup pintu, kemudian berjalan ke arah dapur. Ia melihat Alden sudah duduk di atas sofa depan televisi, dan duduk seolah sedang berada di dalam rumahnya sendiri.
Haura mengambil menuangkan jus cranberry yang ia ambil dari dalam lemari pendingin. Jus yang dibuat dari cranberry mengandung proanthocyanidins yang telah terbukti dapat membantu menghentikan bakteri dengan cara mengikat diri ke dinding kandung kemih. Hal tersebut juga dapat menghentikan berkembang biaknya bakteri dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
"Kau suka cranberry?" tanya Haura, sebelum ia menuangkan ke gelas kedua, yang akan dia peruntukkan untuk Alden.
"Ya, aku suka. Cranberry sangat bagus untuk kesehatan kandung kemih, " jawabnya sembari memilih chanel televisi.
Setelah menuangkannya Haura membawa minuman itu pada bosnya. Tiba-tiba terdengar suara gedoran pintu yang membuat keduanya menoleh secara bersamaan.
"Siapa itu? Mengapa tidak sopan?" dengus Alden, melirik ke arah pintu.
Haura meletakkan nampan tadi di meja dekat sofa televisi kemudian berjalan kasar menuju pintu untuk membukanya.
Saat Haura membuka pintu, tanpa aba-aba rambut Haura di tarik, hingga membuat Haura berteriak kesakitan.
"Dasar wanita pengganggu suami orang!" teriak Delarosa tanpa ampun, dia benar-benar menghakimi Haura, tanpa mendengar penjelasan anaknya tadi—berkata dialah yang mengejar Haura.
Dari dalam Alden mendengar teriakan Haura, langsung keluar dengan gusar. Matanya terbelalak saat rambut Haura ditarik dengan brutal membuat Haura tersungkur di lantai, memegangi sisa surai yang tidak tertarik.
"Hentikan!" teriak Alden dari dalam. Pria itu menampik tangan wanita paruh baya tersebut dengan begitu kasar agar melepaskan rambut Haura. "Apakah kalian mau saya laporkan ke pihak berwajib?!" imbuh Alden, saat Delarosa melepaskan tarikannya pada Haura.
"Tu–tuan Alden?" gumam Alila, lidahnya terasa kelu saat melihat Alden yang keluar dari dalam apartemen Haura, dan menolong wanita itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Ida Lailamajenun
dasar mantan mertua laknat dari dulu nyari masalah trus ma haura.heran deh punya sifat kayak delarosa nih padahal anaknya yg salah malah nyalahin org lain emg hati dan otak nya sempit.jadi klu pas mo mikir lama connect nya..
2022-10-12
1
Kiki Sulandari
Ny Delarossa & Alila..Pasti kalian tak menyangka jika Haura sedang bersama Alden...
Kalian jangan macam macam dengan Haura,ya,....
2022-06-04
1
mama yuhu
hmmm
2022-06-04
0