Hanya dengan uang, bisa merubah sebuah itik yang buruk rupa, menjadi seekor angsa yang indah~
***
Haura menatap kartu kredit berwarna hitam yang disodorkan pada bosnya. Dia berpikir, untuk apa pria yang baru dikenalnya ini sangat baik terhadap dirinya dan bahkan mempercayai dirinya, memberikan kartu dengan limit luar biasa banyak--bagaimana jika Haura menggunakannya secara berlebihan? Apakah dia tidak takut akan hal itu. Seharusnya dia tidak semudah itu percaya pada dirinya yang benar-benar baru saja bertemu. Lalu apakah dengan ini Haura sudah resmi diterima di perusahaan ini?
Alden kembali menyodorkan benda tipis berwarna hitam itu kepada Haura yang masih terdiam bak sebuah patung karena sedikit terkejut. "Kau tidak perlu terlalu percaya diri, anggap saja ini bagian dari fasilitas perusahaan untuk para karyawan barunya," seloroh Alden dengan aksen suara dinginnya.
Haura bukannya tidak ingin menerimanya, tapi ini benar-benar berlebihan. Ataukah di semua perusahaan memiliki peraturan aneh seperti ini?
"Tapi Bos, ini terlalu berlebihan," jawab Haura dengan nada bingung dan canggung.
"Apakah kau akan serius bekerja? Kau hanya butuh merubah penampilanmu dengan lebih baik, karena kau akan mengisi bagian divisi yang sangat penting," jawab Alden menyakinkan Haura.
Alden menyambar interkom di meja kerjanya, lalu menghubungi seseorang agar orang itu segera datang ke ruangan Alden.
Tidak lama seseorang masuk ke dalam ruangan Alden, wanita yang sejak kemarin menyapanya dan membawa Haura menemui Alden telah berdiri di hadapan keduanya.
"Ya, Bos. Anda memanggil saya?" tanya wanita cantik itu, melirik ke arah Haura yang berdiri tidak jauh dari Alden.
"Aku percayakan anak baru ini padamu, rubah penampilannya, dan belikan beberapa baju untuknya, karena dia akan bekerja di bagian marketing yang akan langsung berhubungan kepada para customer," jawab Alden menjelaskan.
"Tapi, Bos—"
"Kau tidak dalam keadaan harus membantah perintahku, Angeline!" potong Alden, membuat kalimat Angeline tercekat di tenggorokan.
Tidak ada pilihan lain, Angeline memang harus menuruti perintah pria yang menggaji dirinya. Meskipun Alden adalah sahabatnya, dan bahkan pria yang ia idam-idamkan, tapi tidak seharusnya di dalam kantor, dia mengintervensi apa pun perintah Alden.
"Silakan Nona Haura, saya antar Anda sesuai dengan perintah Bos." Angeline mempersilakan Haura untuk segera keluar, sembari melirik ke arah Alden dengan tatapan tidak suka. Tentu saja Alden mengindahkan tatapan Angeline yang untuknya bukan sebuah ancaman.
**
Haura diantar dengan sebuah mobil sedan berwarna hitam menuju ke sebuah butik mewah di pusat kota Tadpole, tempat ini berada di kawasan segitiga emas, yang bisa diakses dengan mudah dari kantor De Beauty milik Alden.
Sepanjang jalan, Angeline hanya diam dan asyik dengan layar ponselnya, ia benar-benar tidak memerhatikan Haura yang sejak tadi ikut bersamanya. Padahal awal pertemuan mereka, wanita di sampingnya ini nampak baik dan begitu sopan.
"Nona Angeline, itu nama Anda bukan?" tanya Haura membuka percakapan, dian tahu nama wanita di sampingnya ini, saat tadi Alden berbicara padanya.
"Ya, kau bisa memanggilku apa saja," jawabnya menunjukan rasa tidak suka pada Haura.
Kemudian wanita cantik itu keluar dari mobil dan masuk ke sebuah butik mewah, Haura sendiri baru kali ini memasuki tempat sebagus dan semewah ini. Haura memindai seluruh gedung dengan berbagai merk pakaian di dalamnya, pasti yang berbelanja di sini hanyalah artis-artis papan atas di negara ini, atau mungkin para istri-istri pejabat.
Seorang pria dengan sedikit gaya kemayu datang menghampiri keduanya. Dia nampak begitu akrab dengan Angeline yang baru baru saja masuk ke dalam.
"Hai... Angel, apa kabar?" tanyanya menempelkan pipi kanan dan kiri ke arah Angeline.
Keduanya nampak bertegur sapa seolah tengah beramah tamah, sementara Haura mencoba mendekat ke arah baju yang tengah di display tak jauh dari dirinya berdiri. Kemudian ia mengintip harga kemeja berwarna biru pastel polos itu, Haura sangat terkejut melihat harga fantastis yang tertera di bandrol menunjukan angka yang membuat Haura bisa menahan napas seketika.
"Oh... Tuhan, untuk kemeja seperti ini saja, seharga 300$?" gumam Haura pelan, lalu kembali meletakkan baju tadi ke tempatnya, dan berjalan mendekat ke arah Angeline dan pria kemayu tadi.
"Alfonso... aku diminta oleh Alden, untuk memilih beberapa baju, kau bisa menunjukkan padaku koleksi terbaru dari brand yang kau punya?" tanya Angeline, melirik ke arah Haura.
"Hmmm... Nona Angeline, saya pikir... ini sangat berlebihan," jawab Haura dengan nada sangat canggung.
Meskipun Angeline tidak suka melakukannya, tapi ini perintah langsung dari Alden yang tidak bisa dibantah oleh Angeline, bahkan Haura sendiri.
"Jadi, Tuan Alden yang meminta?" Wajah pria itu menunjukan ekspresi jijik pada Haura, ia memindai penampilan Haura yang acak-acakan dan tersenyum ironi seolah mengejek ke arah wanita itu.
Mendapat perlakuan seperti itu, Haura hanya bisa diam tidak berani bergerak seolah ia berdiri membeku di sebelah Angeline.
"Baiklah... aku akan memilih beberapa baju yang cocok untuknya, dan meminta stylish untuk merapikan penampilannya yang—ehm, kau tahu sendiri kan, Angel. Pasti sedikit membutuhkan kerja keras," kelakar pria itu dengan nada merendahkan Haura.
Butik ini memang milik pria kemayu itu, dan menyatu dengan salon yang juga miliknya, dan Haura akan menghabiskan waktu hari ini untuk merubah penampilannya yang bisa dibilang di bawah standar kecantikan wanita pada umumnya. Rambutnya yang kusut, kulitnya yang terlihat kusam dan kotor, wajahnya yang berjerawat dan banyak noda hitam, membuat Haura bisa dibilang wanita yang terlihat berantakan dan tidak terawat. Mungkin karena ia menganggap menghabiskan waktu di rumah, dan memasak makanan kesukaan suaminya adalah sesuatu yang benar, dan hal itu cukup membuat Theo tidak akan berpaling dengan wanita lain—tapi pikiran itu salah, Theo bahkan lebih memilih menikahi wanita muda yang jauh lebih cantik dari Haura.
**
Setelah seharian menghabiskan waktu di salon, dan merubah penampilannya, kini Haura benar-benar seolah terlahir kembali, saat dia melihat bayang dirinya di cermin, ia sangat terkejut, bagaimana bisa dia wanita yang sebelumnya berantakan dan tidak merawat diri, kini berubah menjadi wanita cantik dan memesona.
"Apakah ini benar-benar aku?" tanya Haura pada stylish yang merubah penampilannya.
Angeline yang melihat Haura berubah, tampak menarik pinggir bibirnya dengan sinis, nampak sekali dia tidak suka dengan perubahan Haura yang terlihat signifikan.
"Setidaknya kau sudah berubah menjadi angsa cantik—aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Alden, hingga berbuat seperti ini terhadapmu." Setelah mengatakan hal itu, Angeline berjalan menjauh dari Haura, hingga wanita itu berlari mengikutinya dengan sedikit terseok-seok. Tentu saja karena heels dengan tinggi tujuh centimeter yang ia gunakan sangat membatasi langkah Haura, ditambah paper bag yang berisi pakaian, tas, dan sepatu hasil dari uang Alden untuk Haura.
**
Akhirnya mereka kembali ke kantor untuk menemui Alden di ruangannya. Melihat Haura yang berubah, membuat Alden benar-benar terpana dan bahkan tidak percaya, bagaimana bisa wanita ini bisa berubah secantik ini?
Tiba-tiba seorang wanita muda masuk ke ruangan Alden, tanpa aba-aba ia menampar Haura dengan sangat keras.
To be continue
make over Haura~
Jangan lupa, like, komen, dan votenya, ya Bestie agar aku semangat💜
Terima kasih,
Novi Wu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Mari Anah
wow jdi cantik sekali😍😍nah loh siapa tuh yg tiba2 nampar🤔
2023-01-19
0
Ida Lailamajenun
nah lo siapa nih yg main gampar" aja
2022-10-11
0
LENY
Kasihan Haura gak punya tempat tinggal kejam se x msntan suami dan mertuanya.
2022-08-18
0