Bagian 4 • Diusir

Haura menajamkan mata, kembali mengais ingatan yang mungkin saja beberapa part potongan kecil sesuatu yang ia lupakan. Lelaki itu menarik pinggir bibirnya membentuk senyuman ironi lalu ia menyedekapkan kedua tangan dan kemudian menyandarkan punggung di kursi yang ia duduki.

"Ternyata ingatanmu tidak seperti gajah," ledeknya dengan nada memprovokasi.

Tak banyak yang tahu, jika gajah adalah salah satu hewan yang cerdas, dan memiliki otak yang besar. Gajah memiliki bagian otak bernama hippocampus yang sangat berkembang baik. Hippocampus ini berkaitan erat dengan emosi. Bagian ini memudahkan gajah mengingat dengan cara menyandikan pengalaman-pengalaman yang penting menjadi ingatan jangka panjang.

"Apa maksud Anda, Pak?" Haura nampak bingung. Ia terus memutar otak untuk mengingat siapa lelaki tampan di hadapannya ini.

"Tiga bulan lalu, kau ingin melompat di sungai Cotton Clay?" Lelaki itu mencoba mengingatkan Haura tentang kejadian memalukan yang pernah akan dia lakukan, bunuh diri—hanya karena Theo akan menceraikannya. Mendengar hal itu tentu saja lidah Haura menjadi kelu. Bagaimana bisa lelaki itu mengingat kejadian yang hanya terjadi beberapa menit saja, dan dia mengingat wajah Haura. Oh, tidak. Apakah pria ini bercanda?

"Ap--apakah, Anda yang telah menolong saya?" tanya Haura penasaran, karena di dalam ingatannya waktu itu, seorang pria tampan dengan baju stelan tiga potong rapi, tengah meraih pinggangnya dan mencoba menyadarkan dirinya.

"Untuk apa aku menolong dirimu! Aku hanya ingin mengingatkanmu, jika kau ingin bunuh diri parkirkan dulu mobilmu secara benar! Menyusahkan orang!" umpatnya pada Haura.

Haura seketika mengatupkan bibir—tidak berani menjawab dan memilih enggan berkomentar, karena dia sekarang tengah menghadapi calon bosnya. Jika dia salah bicara walau hanya satu kata saja, mungkin dia berakhir tidak akan diterima. Karena mencari pekerjaan dengan penampilannya seperti ini tidaklah mudah, terlebih lagi. Kini sang CEO langsung yang bersedia mewawancarai dirinya.

CEO tampan itu nampak membolak-balikkan berkas di tangannya, dengan sesekali menatap Haura dengan tatapan dingin. Padahal suhu ruangan ini saja sudah membuat Haura menggigil dan kini ditambah dengan wajah calon bosnya yang tidak bisa Haura gambarkan.

"Apa nilai plus yang kau miliki sehingga aku harus mempertimbangkan dirimu masuk ke perusahaanku sebagai tenaga marketing?" tanyanya tanpa menatap ke arah Haura.

"Ehm...." Haura nampak bingung harus menjawab apa, karena jujur sejak lulus kuliah dirinya langsung memutuskan untuk menikah, hal itu yang membuat Haura tidak pernah merasakan dunia kerja, apalagi melamar pekerjaan.

"Ehm?" Alden nampak melirik ke arah Haura saat mendengarkan jawaban atas pertanyaannya.

"Saya bisa bekerja secara tim, dan saya juga bisa bekerja sesuai target!" jawab Haura lantang.

Seketika ruangan hening, Alden nampak terdiam sesaat ketika Haura menjawab pertanyaannya secara lantang. Haura pikir jika ia menjawab dengan tegas—maka bosnya ini akan mempertimbangkan dirinya.

"Jawaban klasik!" gumam Alden menanggapi Haura.

Haura langsung menelan ludah saat Alden menyampaikan pendapatnya dengan kalimat pendek dan pelan, ditambah dengan senyuman ironi yang tidak pernah lepas dari bibirnya yang sempurna.

"A--apakah saya salah, Pak?" Haura nampak terbata, dia terus memainkan jari-jarinya karena dia merasa gugup.

"Oh... tidak, kau sama sekali tidak salah. Tapi ini tahun dua ribu dua puluh dua, kau menjawab pertanyaanku seolah kau sedang melamar pekerjaan di era sembilan puluhan!" jawabnya dengan nada mencemooh.

Haura mulai terprovokasi dengan calon bosnya yang sepertinya tipe manusia yang tidak mau kalah dan menyebalkan.

"Baiklah, apakah kau benar-benar berniat ingin bekerja di sini?"

Pertanyaan bodoh macam apa ini? Mengapa pria di hadapan Haura menanyakan pertanyaan retorika, apakah Haura harus menjawabnya? Bukankah jika ia melamar pekerjaan di tempat ini seharusnya pria ini sudah tahu jika dia benar-benar ingin bekerja?

"Ya," balas Haura singkat.

"Tapi aku tidak menemukan keseriusan di dirimu," jawabnya dengan nada meremehkan.

Haura sudah sangat emosi mendengar kata-kata lelaki ini, rasanya ia ingin melayangkan sebuah tinju agar pria ini diam.

"Tentu saja, saya—"

"Rubah penampilanmu dulu!" perintah lelaki itu, memotong kalimat Haura yang membuat ucapan Haura tercekat di tenggorokan.

Haura mulai terprovokasi, lalu ia berdiri dengan kasar, hingga kursi yang ia duduki terdorong ke belakang.

"Apakah perusahaan Anda menilai pekerjanya karena penampilan? Apakah fisik sangat penting dari pada loyalitas dalam bekerja?!" tanya Haura, ia benar-benar sudah tidak tahan dengan pria di depannya ini.

"Ya... karena kau akan mengisi divisi marketing, tentu saja penampilan harus diutamakan," jawab Alden dengan santai.

"Tidak waras! Lebih baik aku mencari pekerjaan lain!" Haura pergi meninggalkan kesan buruk pada Alden, tapi bukannya emosi pria itu malah terkekeh mendapat jawaban dari Haura yang berapi-api.

Haura keluar dari ruangan CEO dengan emosi yang meledak-ledak, dirinya terus mengomel dan mengucapkan sumpah serapah mengutuk Alden, dia berkata semoga Alden menjadi bujang lapuk yang tidak pernah laku!

Mendengar bosnya diumpat seperti itu membuat Josep yang dari tadi duduk di depan kantor Alden nampak terkekeh, dia berkata dalam hati—ternyata ada juga yang berani mengomel di hadapan Alden yang notabennya bos yang perfeksionis dan tidak ingin dikritik itu. Tapi hal itu tentu saja membuat Josep nampak aneh, untuk apa bosnya itu mewawancarai calon pekerja itu sendiri, padahal biasanya ia menyerahkan semuanya pada pihak HRD.

Sementara wanita yang mengantarkan Haura menemui Alden tadi yang menyapa dirinya di depan pintu lift nampak menekuk alis melihat Haura yang marah, dan mengomel sepanjang jalan menuju ke depan lift. Wanita bernama Anggeline itu ingin bertanya, tapi ia merasa tidak enak pada Haura, dan membiarkan wanita itu pergi.

**

Haura memilih kembali ke rumah, dengan mengendarai mobil butut satu-satunya yang dia punya, dia terkejut saat mendapati semua pakaiannya sudah berhamburan di halaman rumahnya. Ia bergegas masuk ke dalam, dan berharap semua baik-baik saja.

Tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat Theo, Alila, dan Delarosa telah berada di depan rumah seolah sedang menanti kedatangan dirinya.

Delarosa langsung berdiri ketika melihat Haura masuk, ia memindai penampilan Haura yang memang terlihat menyedihkan itu. Ia menarik pinggir bibirnya seolah mengejek mantan menantunya.

"Kau baru saja melamar pekerjaan?" ledek wanita paruh baya, lalu melirik ke arah menantunya yang duduk cantik di sebuah kursi di depan teras. "Kasihan sekali, setelah ditinggalkan oleh anakku, kau harus bekerja demi menghidupi dirimu, agar tetap bisa makan," imbuhnya sembari terkekeh.

"Untuk apa kalian ke mari?" Haura mulai membuka suara, seolah menantang ketiga orang itu.

"Mengusirmu! Mau apa lagi?! Lagi pula rumah ini atas nama anakku, dan dia akan tinggal di sini bersama istri dan anak-anaknya kelak," sahut Delarosa.

"Tapi ini juga rumahku!" Haura mencoba melawan sang mantan mertua yang terkenal gila harta.

"Tidak bisa! Kau harus pergi dari rumah ini!" Kalimat yang keluar dari mulut Theo secara tiba-tiba membuat luka hati Haura kembali menganga. Bagaimana bisa Theo mengusir dirinya, padahal Theo tahu jika Haura tidak memiliki tempat tinggal sama sekali, harusnya rumah ini dijual dan dijadikan harta gono-gini, tapi seolah Theo menutup mata akan itu semua, dan memilih mengusir wanita yang pernah ia cintai dengan sepenuh hati itu.

To be Continue ~

Alden Walsh

Haura Oxley

Terpopuler

Comments

Roro Ireng Rahayu

Roro Ireng Rahayu

jahat banget man....😭😭😭

2022-11-03

0

Winsulistyowati

Winsulistyowati

Visual Cantik...Aktris Cwe..👍😊😍

2022-10-23

0

Ningsih Hassanandani

Ningsih Hassanandani

eleh eleh ada Burak Deniz sama Hande Ercel yang diSerial turki Murat and hayat...

2022-09-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bagian 1 • Prahara
2 Bagian 2 • Mengakhiri Hidup
3 Bagian 3 • Bertemu Kembali
4 Bagian 4 • Diusir
5 Bagian 5 • Bekerja
6 Bagian 6 • Berubah
7 Bagian 7 • Tidak Tentu Arah
8 Bagian 8 • Rahasia
9 Bagian 9 • Pengakuan
10 Bagian 10 • Bertemu
11 Bagian 11 • Mengikuti
12 Bagian 12 • Tangan Hangat itu Lagi
13 Bagian 13 • Bak Wanita istimewa
14 Bagian 14 • Penawaran
15 Bagian 15 • Bak Malaikat
16 Bagian 16 • Memprovokasi
17 Bagian 17 • Kejutan
18 Bagian 18 • Haura Vs Alden
19 Bagian 19 • Orang Kaya
20 Bagian 20 • Tidak Ada Ampun
21 Bagian 21 • Mantan Mama Mertua
22 Bagian 22 • Pria Berpengaruh
23 Bagian 23 • Aku Mencintaimu
24 Bagian 24 • Pemecatan
25 Bagian 25 • Terusik
26 Bagian 26 • Cemburu
27 Bagian 27 • Percaya Padaku
28 Bagian 28 • Panik
29 Bagian 29 • Seolah Seperti Sepasang Sejoli
30 Bagian 30 • Kau Milikku
31 Bagian 31 • Memaafkan
32 Bagian 32 • Tidak Peka
33 Bagian 33 • Aku Merindukanmu
34 Bagian 34 • Mencintai Setulus Hati
35 Bagian 35 • Tidak Percaya Diri
36 Bagian 36 • Will You Marry Me, Haura?
37 Bagian 37 • Tertangkap Basah
38 Bagian 38 • Karena Kau Bukan Haura!
39 Bagian 39 • Kesalahan
40 Bagian 40 • Penyakit Angeline
41 Bagian 41 • Perasaan Aneh
42 Bagian 42 • Kemarahan Alden
43 Bagian 43 • Menyatu
44 Bagian 44 • Kali Pertama
45 Bagian 45 • Pria Pengganggu
46 Bagian 46 • Terprovokasi
47 Bagian 47 • Membeku
48 Bagian 48 • Terpojok
49 Bagian 49 • Permintaan Maaf
50 Pengumuman
51 Bagian 50 • Intervensi Josep
52 Bagian 51 • Rencana Haura
53 Bagian 52 • Pulang ke Tempat Ternyaman
54 Bagian 53 • Pengakuan Mencengangkan
55 Bagian 54 • Melamar Sekali Lagi
56 Bagian 55 • Menerima
57 Bagian 56 • Kekacauan
58 Bagian 57 • Masalah Lain
59 Bagian 58 • Pengumuman Mencengangkan
60 Bagian 59 • Angeline vs Josep
61 Bagian 60 • Keadaan Delarosa
62 Bagian 61 • Akhir Hayat
63 Bagian 62 • Pemakaman
64 Bagian 63 • Membuat Bahagia
65 Bagian 64 • Penyesalan Terdalam
66 Bagian 65 • Penyatuan
67 Bagian 66 • Terakhir Kali
68 Bagian 67 ~ Akhir Waktu
69 Novel Baru Novi Wu
70 Novel Baru, Bestie
71 Ekstra Part Kepergian Theo
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bagian 1 • Prahara
2
Bagian 2 • Mengakhiri Hidup
3
Bagian 3 • Bertemu Kembali
4
Bagian 4 • Diusir
5
Bagian 5 • Bekerja
6
Bagian 6 • Berubah
7
Bagian 7 • Tidak Tentu Arah
8
Bagian 8 • Rahasia
9
Bagian 9 • Pengakuan
10
Bagian 10 • Bertemu
11
Bagian 11 • Mengikuti
12
Bagian 12 • Tangan Hangat itu Lagi
13
Bagian 13 • Bak Wanita istimewa
14
Bagian 14 • Penawaran
15
Bagian 15 • Bak Malaikat
16
Bagian 16 • Memprovokasi
17
Bagian 17 • Kejutan
18
Bagian 18 • Haura Vs Alden
19
Bagian 19 • Orang Kaya
20
Bagian 20 • Tidak Ada Ampun
21
Bagian 21 • Mantan Mama Mertua
22
Bagian 22 • Pria Berpengaruh
23
Bagian 23 • Aku Mencintaimu
24
Bagian 24 • Pemecatan
25
Bagian 25 • Terusik
26
Bagian 26 • Cemburu
27
Bagian 27 • Percaya Padaku
28
Bagian 28 • Panik
29
Bagian 29 • Seolah Seperti Sepasang Sejoli
30
Bagian 30 • Kau Milikku
31
Bagian 31 • Memaafkan
32
Bagian 32 • Tidak Peka
33
Bagian 33 • Aku Merindukanmu
34
Bagian 34 • Mencintai Setulus Hati
35
Bagian 35 • Tidak Percaya Diri
36
Bagian 36 • Will You Marry Me, Haura?
37
Bagian 37 • Tertangkap Basah
38
Bagian 38 • Karena Kau Bukan Haura!
39
Bagian 39 • Kesalahan
40
Bagian 40 • Penyakit Angeline
41
Bagian 41 • Perasaan Aneh
42
Bagian 42 • Kemarahan Alden
43
Bagian 43 • Menyatu
44
Bagian 44 • Kali Pertama
45
Bagian 45 • Pria Pengganggu
46
Bagian 46 • Terprovokasi
47
Bagian 47 • Membeku
48
Bagian 48 • Terpojok
49
Bagian 49 • Permintaan Maaf
50
Pengumuman
51
Bagian 50 • Intervensi Josep
52
Bagian 51 • Rencana Haura
53
Bagian 52 • Pulang ke Tempat Ternyaman
54
Bagian 53 • Pengakuan Mencengangkan
55
Bagian 54 • Melamar Sekali Lagi
56
Bagian 55 • Menerima
57
Bagian 56 • Kekacauan
58
Bagian 57 • Masalah Lain
59
Bagian 58 • Pengumuman Mencengangkan
60
Bagian 59 • Angeline vs Josep
61
Bagian 60 • Keadaan Delarosa
62
Bagian 61 • Akhir Hayat
63
Bagian 62 • Pemakaman
64
Bagian 63 • Membuat Bahagia
65
Bagian 64 • Penyesalan Terdalam
66
Bagian 65 • Penyatuan
67
Bagian 66 • Terakhir Kali
68
Bagian 67 ~ Akhir Waktu
69
Novel Baru Novi Wu
70
Novel Baru, Bestie
71
Ekstra Part Kepergian Theo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!