Hidup terlalu indah, jika harus diakhiri—hanya karena sebuah masalah kecil~
***
Haura berjalan dengan santai, sembari menenteng tas belanjaannya menuju restoran favoritnya. Tempat dia biasa menghabiskan waktu bersama suaminya jika keduanya ingin menghabiskan waktu liburan seharian, atau karena lapar setelah berbelanja. Tapi langkah Haura terhenti ketika dari kejauhan ia melihat suaminya, duduk bersama dengan seorang wanita cantik bak model dalam sebuah majalah fashion ternama, tengah bersenda gurau dan tertawa riang, dan paling anehnya adalah di sana juga ada sangat ibu mertua. Ketiganya tengah makan siang bersama seolah seperti sebuah keluarga kecil yang nampak bahagia.
Apakah ini yang membuat Theo berubah? Apakah ini yang memuat ibu mertuanya selalu menyalahkan dirinya yang tidak bisa memiliki anak? Air mata Haura menguar membasahi kedua pipinya. Ia meremas tas belanjaan yang ia genggam, lalu melangkah kasar menuju meja di mana suaminya duduk bersebelahan dengan perempuan lain.
"Honey...." sapa Haura.
Mereka langsung menatap secara bersamaan ke arah Haura, mata Theo mendadak melotot, seolah tidak percaya jika istrinya tahu, dia tengah makan siang bersama gadis cantik di sebelahnya.
"Si-siapa dia—" tanya Haura terbata, air matanya tak mampu lagi terbendung, dan membanjiri kedua pipinya yang penuh dengan jerawat dan kusam.
Saat Theo ingin menjawab pertanyaan istrinya tiba-tiba sang ibu mertua mengangkat tangan, mencegah anaknya berbicara, kemudian wanita paruh baya itu berdiri dan mendongakkan kepala dengan pongah.
"Dia adalah calon istri anakku."
Jawaban sang ibu mertua, membuat dunia Haura seketika hancur lebur, kakinya bergetar dan napasnya sesak seketika, tas belanja yang tadi ia bawa pun terlepas dari genggamannya dan semua isinya tercerai berai di lantai restoran. Dirinya sungguh tidak percaya jika sang ibu mertua dengan begitu sombong memperkenalkan wanita lain sebagai istri dari suami Haura, padahal Theo dan Haura masih terikat dalam satu perjanjian suci pernikahan.
Mata Haura menatap ke arah suaminya dengan tatapan begitu nanar, mencoba mencari jawaban tentang apa yang dikatakan sang ibu mertua, apakah benar?
"Kau tidak perlu menatap ke arah anakku, kau hanyalah wanita mandul yang tidak bisa memberi dia anak! Maka kau pantas untuk ditinggalkan!" desis ibu Theo dengan mata nyalang menatap menantunya sendiri dengan benci.
"Ibu... tapi kami—" Haura mencoba mengingatkan ibu Theo agar dia menghentikan keinginannya untuk menikahkan sang anak dengan wanita lain.
"Tidak ada tapi-tapi. Lebih baik kau pulang, dan menunggu surat cerai yang akan Theo layangkan untukmu! Dasar wanita tidak berguna!" umpat mertua Haura dengan begitu kejam.
Haura hanya bisa tertunduk, melihat suaminya, dan bahkan wanita yang digadang-gadang akan menjadi penggantinya menatap ke arah Haura dengan sinis dan jijik, membuat hati Haura seperti tersayat-sayat dan perih.
Wanita itu berbalik badan, dan pergi dengan tubuh yang gontai seolah tidak bernyawa, semua mata tertuju pada Haura yang sangat menyedihkan itu. Mungkin saja semua orang berpikir, jika memang pantas Haura ditinggalkan. Karena ia benar-benar tidak pantas berada di samping Theo yang bisa dibilang tampan dan memiliki pekerjaan yang mapan. Tapi bagaimana dengan janji Theo dulu, yang akan menerima dia apa adanya? Mana janji pria yang tiga tahun lalu berkata akan mencintainya hingga akhir hayat? Mengingat hal itu membuat pikiran Haura kacau, bagaimana hidupnya bisa berjalan, jika tidak ada Theo di sampingnya.
Rasa frustasi dan patah hati membuat Haura memacu mobilnya dengan kecepatan luar biasa tinggi, mungkin saja malaikat maut kali ini telah mengincar Haura, ia tidak peduli jika dia mati. Toh, hidupnya sudah hancur lebur sekarang, dan tidak ada lagi yang harus ia pertahankan, dia juga tidak ada lagi tempat berpulang, bahkan ibunya juga baru saja meninggal tiga bulan lalu, dan hanya meninggalkan sedikit warisan dan rumah. Jadi menurut Haura menyusul ibunya—mungkin adalah pemikiran yang tepat.
Haura memacu kendaraannya tak tentu arah, hingga ia sampai di sebuah jembatan Cotton Clay, sebuah jembatan penghubung Kota Todpole dengan kota lain, di bawah jembatan itu adalah aliran deras sungai Clay yang sangat mematikan. Haura meminggirkan mobilnya, dan seketika dia keluar dari sana, berjalan pelan menuju pinggir jembatan. Air matanya terus mengalir seolah tidak akan pernah habis, sementara hatinya hancur, dan pikirannya kacau balau. Ia menatap sekilas aliran sungai yang begitu terlihat jernih, seolah memanggil Haura, agar dia segera melompat. Lagipula tidak ada orang yang peduli pada dirinya saat ini, Haura naik satu persatu besi penyangga jembatan. Haura memejamkan mata dengan menangis tersedu-sedu.
Saat Haura akan melompat, tiba-tiba dia dikejutkan dengan rengkuhan seseorang yang menurunkan tubuhnya yang akan melompat.
"Apakah kau tidak waras!" Suara lelaki dengan aksen berat itu nampak menghardik marah kepada Haura. "Jika kau punya masalah, kau harus menyelesaikannya, bukan malah ingin mengakhiri dengan cara instan! Hidup ini terlalu indah jika kau bunuh diri hanya karena sebuah masalah!"
Haura terkejut, dia tidak percaya jika ada orang yang menyelamatkannya, tapi yang membuat Haura emosi adalah, pria itu seolah mengajarinya tentang hidup.
"Aku tidak butuh nasihat darimu!" teriak Haura lagi, matanya nyalang menatap ke arah lelaki yang tidak ia kenal itu. "Aku juga tidak memintamu untuk menyelamatkan nyawaku!" imbuh Haura dengan mendorong tubuh lelaki itu dengan kuat, tapi hanya membuat pria asing itu bergeser.
"Dengarkan aku wanita! Aku tidak berniat menyelamatkan dirimu. Tapi lihatlah mobil yang kau parkir secara sembarangan, itu sangat menghalangi jalan!" hardiknya, menunjuk ke arah mobil Haura yang memang terparkir secara asal-asalan.
Haura hanya bisa terdiam, dan mengusap air matanya, berjalan kasar ke arah mobilnya kemudian pergi dari jembatan Cotton Clay, mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Ida Lailamajenun
nih suami Ama mertua oon ngebuang berlian seperti Haura hanya mungut batu kerikil.hanya Krn 3 thn nikah belum punya anak tapi yg nge cek hanya Haura aja si Theo nya enggak jgn" Theo yg mandul bukan Haura
2022-10-11
0
mamak e adam
mertua pe'ak😤😤😤😤
maaf ni maaf ya ad yg tau gak cerita novel yg peran utama nya namanya Tiara seorang office girl yg di perkosa ceo-nya sendiri klau ad yg tau kasih tau ya 🙏🙏
2022-09-24
1
Novianti Ratnasari
meski pun sudah menjadi istri tapi merawat kulit dan sll merias wajh untuk suami itu pahala. supaya suami yg berpaling pd yg lain.
2022-06-20
2