Bagian 2 • Mengakhiri Hidup

Hidup terlalu indah, jika harus diakhiri—hanya karena sebuah masalah kecil~

***

Haura berjalan dengan santai, sembari menenteng tas belanjaannya menuju restoran favoritnya. Tempat dia biasa menghabiskan waktu bersama suaminya jika keduanya ingin menghabiskan waktu liburan seharian, atau karena lapar setelah berbelanja. Tapi langkah Haura terhenti ketika dari kejauhan ia melihat suaminya, duduk bersama dengan seorang wanita cantik bak model dalam sebuah majalah fashion ternama, tengah bersenda gurau dan tertawa riang, dan paling anehnya adalah di sana juga ada sangat ibu mertua. Ketiganya tengah makan siang bersama seolah seperti sebuah keluarga kecil yang nampak bahagia.

Apakah ini yang membuat Theo berubah? Apakah ini yang memuat ibu mertuanya selalu menyalahkan dirinya yang tidak bisa memiliki anak? Air mata Haura menguar membasahi kedua pipinya. Ia meremas tas belanjaan yang ia genggam, lalu melangkah kasar menuju meja di mana suaminya duduk bersebelahan dengan perempuan lain.

"Honey...." sapa Haura.

Mereka langsung menatap secara bersamaan ke arah Haura, mata Theo mendadak melotot, seolah tidak percaya jika istrinya tahu, dia tengah makan siang bersama gadis cantik di sebelahnya.

"Si-siapa dia—" tanya Haura terbata, air matanya tak mampu lagi terbendung, dan membanjiri kedua pipinya yang penuh dengan jerawat dan kusam.

Saat Theo ingin menjawab pertanyaan istrinya tiba-tiba sang ibu mertua mengangkat tangan, mencegah anaknya berbicara, kemudian wanita paruh baya itu berdiri dan mendongakkan kepala dengan pongah.

"Dia adalah calon istri anakku."

Jawaban sang ibu mertua, membuat dunia Haura seketika hancur lebur, kakinya bergetar dan napasnya sesak seketika, tas belanja yang tadi ia bawa pun terlepas dari genggamannya dan semua isinya tercerai berai di lantai restoran. Dirinya sungguh tidak percaya jika sang ibu mertua dengan begitu sombong memperkenalkan wanita lain sebagai istri dari suami Haura, padahal Theo dan Haura masih terikat dalam satu perjanjian suci pernikahan.

Mata Haura menatap ke arah suaminya dengan tatapan begitu nanar, mencoba mencari jawaban tentang apa yang dikatakan sang ibu mertua, apakah benar?

"Kau tidak perlu menatap ke arah anakku, kau hanyalah wanita mandul yang tidak bisa memberi dia anak! Maka kau pantas untuk ditinggalkan!" desis ibu Theo dengan mata nyalang menatap menantunya sendiri dengan benci.

"Ibu... tapi kami—" Haura mencoba mengingatkan ibu Theo agar dia menghentikan keinginannya untuk menikahkan sang anak dengan wanita lain.

"Tidak ada tapi-tapi. Lebih baik kau pulang, dan menunggu surat cerai yang akan Theo layangkan untukmu! Dasar wanita tidak berguna!" umpat mertua Haura dengan begitu kejam.

Haura hanya bisa tertunduk, melihat suaminya, dan bahkan wanita yang digadang-gadang akan menjadi penggantinya menatap ke arah Haura dengan sinis dan jijik, membuat hati Haura seperti tersayat-sayat dan perih.

Wanita itu berbalik badan, dan pergi dengan tubuh yang gontai seolah tidak bernyawa, semua mata tertuju pada Haura yang sangat menyedihkan itu. Mungkin saja semua orang berpikir, jika memang pantas Haura ditinggalkan. Karena ia benar-benar tidak pantas berada di samping Theo yang bisa dibilang tampan dan memiliki pekerjaan yang mapan. Tapi bagaimana dengan janji Theo dulu, yang akan menerima dia apa adanya? Mana janji pria yang tiga tahun lalu berkata akan mencintainya hingga akhir hayat? Mengingat hal itu membuat pikiran Haura kacau, bagaimana hidupnya bisa berjalan, jika tidak ada Theo di sampingnya.

Rasa frustasi dan patah hati membuat Haura memacu mobilnya dengan kecepatan luar biasa tinggi, mungkin saja malaikat maut kali ini telah mengincar Haura, ia tidak peduli jika dia mati. Toh, hidupnya sudah hancur lebur sekarang, dan tidak ada lagi yang harus ia pertahankan, dia juga tidak ada lagi tempat berpulang, bahkan ibunya juga baru saja meninggal tiga bulan lalu, dan hanya meninggalkan sedikit warisan dan rumah. Jadi menurut Haura menyusul ibunya—mungkin adalah pemikiran yang tepat.

Haura memacu kendaraannya tak tentu arah, hingga ia sampai di sebuah jembatan Cotton Clay, sebuah jembatan penghubung Kota Todpole dengan kota lain, di bawah jembatan itu adalah aliran deras sungai Clay yang sangat mematikan. Haura meminggirkan mobilnya, dan seketika dia keluar dari sana, berjalan pelan menuju pinggir jembatan. Air matanya terus mengalir seolah tidak akan pernah habis, sementara hatinya hancur, dan pikirannya kacau balau. Ia menatap sekilas aliran sungai yang begitu terlihat jernih, seolah memanggil Haura, agar dia segera melompat. Lagipula tidak ada orang yang peduli pada dirinya saat ini, Haura naik satu persatu besi penyangga jembatan. Haura memejamkan mata dengan menangis tersedu-sedu.

Saat Haura akan melompat, tiba-tiba dia dikejutkan dengan rengkuhan seseorang yang menurunkan tubuhnya yang akan melompat.

"Apakah kau tidak waras!" Suara lelaki dengan aksen berat itu nampak menghardik marah kepada Haura. "Jika kau punya masalah, kau harus menyelesaikannya, bukan malah ingin mengakhiri dengan cara instan! Hidup ini terlalu indah jika kau bunuh diri hanya karena sebuah masalah!"

Haura terkejut, dia tidak percaya jika ada orang yang menyelamatkannya, tapi yang membuat Haura emosi adalah, pria itu seolah mengajarinya tentang hidup.

"Aku tidak butuh nasihat darimu!" teriak Haura lagi, matanya nyalang menatap ke arah lelaki yang tidak ia kenal itu. "Aku juga tidak memintamu untuk menyelamatkan nyawaku!" imbuh Haura dengan mendorong tubuh lelaki itu dengan kuat, tapi hanya membuat pria asing itu bergeser.

"Dengarkan aku wanita! Aku tidak berniat menyelamatkan dirimu. Tapi lihatlah mobil yang kau parkir secara sembarangan, itu sangat menghalangi jalan!" hardiknya, menunjuk ke arah mobil Haura yang memang terparkir secara asal-asalan.

Haura hanya bisa terdiam, dan mengusap air matanya, berjalan kasar ke arah mobilnya kemudian pergi dari jembatan Cotton Clay, mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

Terpopuler

Comments

Ida Lailamajenun

Ida Lailamajenun

nih suami Ama mertua oon ngebuang berlian seperti Haura hanya mungut batu kerikil.hanya Krn 3 thn nikah belum punya anak tapi yg nge cek hanya Haura aja si Theo nya enggak jgn" Theo yg mandul bukan Haura

2022-10-11

0

mamak e adam

mamak e adam

mertua pe'ak😤😤😤😤


maaf ni maaf ya ad yg tau gak cerita novel yg peran utama nya namanya Tiara seorang office girl yg di perkosa ceo-nya sendiri klau ad yg tau kasih tau ya 🙏🙏

2022-09-24

1

Novianti Ratnasari

Novianti Ratnasari

meski pun sudah menjadi istri tapi merawat kulit dan sll merias wajh untuk suami itu pahala. supaya suami yg berpaling pd yg lain.

2022-06-20

2

lihat semua
Episodes
1 Bagian 1 • Prahara
2 Bagian 2 • Mengakhiri Hidup
3 Bagian 3 • Bertemu Kembali
4 Bagian 4 • Diusir
5 Bagian 5 • Bekerja
6 Bagian 6 • Berubah
7 Bagian 7 • Tidak Tentu Arah
8 Bagian 8 • Rahasia
9 Bagian 9 • Pengakuan
10 Bagian 10 • Bertemu
11 Bagian 11 • Mengikuti
12 Bagian 12 • Tangan Hangat itu Lagi
13 Bagian 13 • Bak Wanita istimewa
14 Bagian 14 • Penawaran
15 Bagian 15 • Bak Malaikat
16 Bagian 16 • Memprovokasi
17 Bagian 17 • Kejutan
18 Bagian 18 • Haura Vs Alden
19 Bagian 19 • Orang Kaya
20 Bagian 20 • Tidak Ada Ampun
21 Bagian 21 • Mantan Mama Mertua
22 Bagian 22 • Pria Berpengaruh
23 Bagian 23 • Aku Mencintaimu
24 Bagian 24 • Pemecatan
25 Bagian 25 • Terusik
26 Bagian 26 • Cemburu
27 Bagian 27 • Percaya Padaku
28 Bagian 28 • Panik
29 Bagian 29 • Seolah Seperti Sepasang Sejoli
30 Bagian 30 • Kau Milikku
31 Bagian 31 • Memaafkan
32 Bagian 32 • Tidak Peka
33 Bagian 33 • Aku Merindukanmu
34 Bagian 34 • Mencintai Setulus Hati
35 Bagian 35 • Tidak Percaya Diri
36 Bagian 36 • Will You Marry Me, Haura?
37 Bagian 37 • Tertangkap Basah
38 Bagian 38 • Karena Kau Bukan Haura!
39 Bagian 39 • Kesalahan
40 Bagian 40 • Penyakit Angeline
41 Bagian 41 • Perasaan Aneh
42 Bagian 42 • Kemarahan Alden
43 Bagian 43 • Menyatu
44 Bagian 44 • Kali Pertama
45 Bagian 45 • Pria Pengganggu
46 Bagian 46 • Terprovokasi
47 Bagian 47 • Membeku
48 Bagian 48 • Terpojok
49 Bagian 49 • Permintaan Maaf
50 Pengumuman
51 Bagian 50 • Intervensi Josep
52 Bagian 51 • Rencana Haura
53 Bagian 52 • Pulang ke Tempat Ternyaman
54 Bagian 53 • Pengakuan Mencengangkan
55 Bagian 54 • Melamar Sekali Lagi
56 Bagian 55 • Menerima
57 Bagian 56 • Kekacauan
58 Bagian 57 • Masalah Lain
59 Bagian 58 • Pengumuman Mencengangkan
60 Bagian 59 • Angeline vs Josep
61 Bagian 60 • Keadaan Delarosa
62 Bagian 61 • Akhir Hayat
63 Bagian 62 • Pemakaman
64 Bagian 63 • Membuat Bahagia
65 Bagian 64 • Penyesalan Terdalam
66 Bagian 65 • Penyatuan
67 Bagian 66 • Terakhir Kali
68 Bagian 67 ~ Akhir Waktu
69 Novel Baru Novi Wu
70 Novel Baru, Bestie
71 Ekstra Part Kepergian Theo
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bagian 1 • Prahara
2
Bagian 2 • Mengakhiri Hidup
3
Bagian 3 • Bertemu Kembali
4
Bagian 4 • Diusir
5
Bagian 5 • Bekerja
6
Bagian 6 • Berubah
7
Bagian 7 • Tidak Tentu Arah
8
Bagian 8 • Rahasia
9
Bagian 9 • Pengakuan
10
Bagian 10 • Bertemu
11
Bagian 11 • Mengikuti
12
Bagian 12 • Tangan Hangat itu Lagi
13
Bagian 13 • Bak Wanita istimewa
14
Bagian 14 • Penawaran
15
Bagian 15 • Bak Malaikat
16
Bagian 16 • Memprovokasi
17
Bagian 17 • Kejutan
18
Bagian 18 • Haura Vs Alden
19
Bagian 19 • Orang Kaya
20
Bagian 20 • Tidak Ada Ampun
21
Bagian 21 • Mantan Mama Mertua
22
Bagian 22 • Pria Berpengaruh
23
Bagian 23 • Aku Mencintaimu
24
Bagian 24 • Pemecatan
25
Bagian 25 • Terusik
26
Bagian 26 • Cemburu
27
Bagian 27 • Percaya Padaku
28
Bagian 28 • Panik
29
Bagian 29 • Seolah Seperti Sepasang Sejoli
30
Bagian 30 • Kau Milikku
31
Bagian 31 • Memaafkan
32
Bagian 32 • Tidak Peka
33
Bagian 33 • Aku Merindukanmu
34
Bagian 34 • Mencintai Setulus Hati
35
Bagian 35 • Tidak Percaya Diri
36
Bagian 36 • Will You Marry Me, Haura?
37
Bagian 37 • Tertangkap Basah
38
Bagian 38 • Karena Kau Bukan Haura!
39
Bagian 39 • Kesalahan
40
Bagian 40 • Penyakit Angeline
41
Bagian 41 • Perasaan Aneh
42
Bagian 42 • Kemarahan Alden
43
Bagian 43 • Menyatu
44
Bagian 44 • Kali Pertama
45
Bagian 45 • Pria Pengganggu
46
Bagian 46 • Terprovokasi
47
Bagian 47 • Membeku
48
Bagian 48 • Terpojok
49
Bagian 49 • Permintaan Maaf
50
Pengumuman
51
Bagian 50 • Intervensi Josep
52
Bagian 51 • Rencana Haura
53
Bagian 52 • Pulang ke Tempat Ternyaman
54
Bagian 53 • Pengakuan Mencengangkan
55
Bagian 54 • Melamar Sekali Lagi
56
Bagian 55 • Menerima
57
Bagian 56 • Kekacauan
58
Bagian 57 • Masalah Lain
59
Bagian 58 • Pengumuman Mencengangkan
60
Bagian 59 • Angeline vs Josep
61
Bagian 60 • Keadaan Delarosa
62
Bagian 61 • Akhir Hayat
63
Bagian 62 • Pemakaman
64
Bagian 63 • Membuat Bahagia
65
Bagian 64 • Penyesalan Terdalam
66
Bagian 65 • Penyatuan
67
Bagian 66 • Terakhir Kali
68
Bagian 67 ~ Akhir Waktu
69
Novel Baru Novi Wu
70
Novel Baru, Bestie
71
Ekstra Part Kepergian Theo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!