Bagian 13 • Bak Wanita istimewa

Kau akan menjadi ratu di tangan orang yang tepat~

~•~

Haura sangat tergesa-gesa, dirinya bangun kesiangan pagi ini. Semalam dia tidur sangat larut karena memikirkan kepindahan Alden yang secara tiba-tiba di sebelah unit apartemennya.

Wanita itu berlari tunggang langgang, dengan heels yang ia kenakan. Karena tidak berhati-hati, ketika berlari di depan lift, Haura hampir saja terpelanting dan jatuh, jika sebuah tangan hangat hangat tidak kembali menahan tubuh Haura.

Haura tersentak saat pinggangnya direngkuh oleh seseorang yang memeluk dirinya dengan posisi di belakang Haura. Itu adalah tangan seorang pria yang tidak asing untuknya.

"Bos...." Haura menelan ludahnya sendiri, lalu cepat-cepat dia melepaskan diri dari pelukan pria itu."maafkan aku," imbuhnya lagi, entah mengapa sejak Haura tahu jika pria di sampingnya ini adalah temannya semasa Sekolah Menengah Atas, dia selalu menggunakan bahasa informal dengan Alden.

"Hati-hati, Haura!" erang pria itu mengingatkan pada karyawannya yang terlihat ceroboh.

"Maaf... aku sedang terburu-buru."

Pintu lift terbuka, dan keduanya masuk ke dalam untuk turun ke lantai dasar. Seketika suasana di dalam lift itu hening, seolah keduanya tengah memikirkan pikiran mereka masing-masing.

Haura berpikir, jika Alden ingin berbicara penting, mengapa menunggu nanti sore? Setelah pulang kerja, kenapa tidak sekarang? Toh, keduanya sedang berdua di dalam lift ini, jika itu sesuatu yang penting, pasti tidak akan ada orang yang bisa melihat percakapan mereka, bukan?

"Kau berangkat naik mobilmu?" Alden membuka suara, pria itu berdiri tepat di depan Haura, ia berbicara tanpa menoleh sedikitpun pada wanita itu.

"Aku naik transportasi umum. Karena mobilku rusak, dan masih berada di basemen kantor."

"Kalau begitu, kau ikutlah bersamaku!"

Mendengar ucapan Alden, Haura tidak ada pilihan lain selain menerimanya, Haura mengangguk, karena dia takut terlambat, dan atasannya mengomel, ia memilih untuk ikut bersama CEO tampan itu menuju kantor.

Haura berjalan mengikuti langkah bosnya, mobil Alden sudah ada di luar lobi apartemen. Seorang valet parkir menyerahkan kunci mobilnya pada si empu mobil sedan hitam mewah tersebut. Setelah Alden mengambilnya barulah keduanya masuk ke dalam.

Selama berada di dalam mobil mereka berdua nampak kembali diam, seolah suasana di dalam sana berubah canggung.

"Untuk apa kau mengajak bertemu nanti malam? Bukankah sekarang kita sudah bertemu? Mengapa kau tak bicara saja sekarang?" Haura memberanikan diri untuk bertanya, padahal sejak tadi lidahnya sangat kelu dan seolah tidak bisa membuka suara.

Alden menoleh ke arah wanita yang tengah duduk di sampingnya. "Pembicaraanku sangat penting, dan tidak seharusnya aku utarakan sekarang--bahkan di dalam situasi seperti ini," pungkas pria itu, seperti biasa, memperlihatkan wajah yang sangat serius.

Haura sedikit berpikir apakah benar lelaki ini adalah Alden walsh yang dulu selalu di bully di sekolah? Padahal dia sangat ramah pada Haura bahkan murah senyum. Tapi seolah terlahir kembali menjadi seorang pria baru dengan penampilan luar biasa sempurna. Alden berubah menjadi pribadi yang perfeksionis dan dingin, bahkan sejak pertemuan keduanya, Alden tidak pernah tersenyum pada dirinya sama sekali.

Sesekali Haura melirik ke arah Alden, dia juga enggan menanggapi balasan atas pertanyaannya tadi, dan kembali memilih diam.

~•~

Mobil Alden sudah masuk ke dalam halaman super luas yang dimiliki oleh perusahaan De Beauty milik pria dingin tanpa senyum itu.

"Bolehkah aku turun di sini." Tiba-tiba Haura meminta turun agak jauh dari gedung utama, karena ia sangat takut jika karyawan lain melihat mereka berangkat bersama dan menjadi bahan perbincangan mereka.

"Untuk apa? Kau akan berjalan lumayan jauh hingga sampai ke kantor," balas Alden, masih sibuk dengan kemudinya sambil sesekali melirik ke arah Haura.

"Tidak... tidak. Aku hanya takut jika orang-orang akan membicarakan kita di belakang," sangkal Haura. Sementara mobil Alden semakin mendekat ke lobi gedung utama yang menyatu dengan pabrik itu.

"Peduli apa dengan anggapan mereka? Apakah aku harus memecat orang-orang yang membicarakan dirimu?" Kalimat Alden membuat Haura tersentak, apakah benar pria ini akan berbuat sejauh itu pada dirinya. Sebenarnya ada rahasia apa yang Alden sembunyikan, hingga dia bisa sebaik ini pada Haura?

Mobil Alden berhenti tepat di depan pintu lobi, membuat Haura gusar. terlebih lagi dari balik kaca mobil dia bisa melihat banyak pekerja yang sudah nampak berlalu lalang di dalam dan di luar gedung.

Saat Alden hendak keluar dari mobil, secara impulsif, tiba-tiba wanita itu menarik ujung jas Alden, yang membuat pria itu untuk sejenak mematung--beberapa detik kemudian barulah Alden menoleh arah wajah Haura yang nampak terlihat cemas, kemudian melirik tangan Haura yang mencengkeram kuat lengan jasnya. Haura sadar perbuatannya itu tidak sopan, dan buru-buru melepaskan pegangannya.

"Ada apa? Apa yang kau takutkan?" Alden bertanya pada wanita itu.

Haura sangat tidak nyaman, karena takut dianggap sengaja mendekati bosnya--padahal dia adalah seorang karyawan baru di perusahaan ini, bahkan dia tidak memiliki jabatan di perusahaan ini sama sekali.

"Bukan... bukan begitu, tapi--"

Alden keluar dari dalam mobil, dan seorang sekuriti yang menjaga pintu nampak hormat padanya. Namun, anehnya Alden berjalan memutar menuju pintu di mana Haura duduk, dan membukanya. Haura tidak percaya dengan apa yang dilakukan bosnya itu--bahkan di depan mata semua karyawannya.

"Keluarlah!" pintanya lembut, nada suaranya seolah berubah, padahal sejak tadi Alden terlihat dingin, akan tetapi kali ini dia malah bertidak romantis dan sangat lembut pada Haura. Wanita itu keluar dengan mengatupkan kedua bibir, dia hanya bisa pasrah mendapatkan perlakuan istimewa dari bosnya. Tentu saja semua orang memerhatikan mereka, tak terkecuali Angeline dan Josep yang ternyata juga melihat mereka dari jauh.

Setelah Haura keluar baru pria itu menutup pintu mobil, dan menyerahkan kunci kepada sekuriti agar seorang valet parkir dapat memarkirkan mobilnya.

haura hanya bisa berjalan mengikuti Alden, menuju pintu lift, semua orang saling berbisik karena melihat Haura yang keluar darI mobil CEO mereka.

Haura seolah berjalan sembari menahan napas, dia seperti tidak memiliki muka, apakah Alden sedang menggodanya agar dia salah paham? Atau bagaimana?

Terpopuler

Comments

Venny Oktavianita

Venny Oktavianita

gemesshh bet bacanya.. 😍

2022-07-14

0

mama yuhu

mama yuhu

eheeeem.. jd gak sabar sampe sore😊😊

2022-06-04

2

Kiki Sulandari

Kiki Sulandari

Alden mau bicara apa pada Haura?
Kenapa harus nanti malam?
Aduh...gosip mulai beredar,,nih,....

2022-06-01

2

lihat semua
Episodes
1 Bagian 1 • Prahara
2 Bagian 2 • Mengakhiri Hidup
3 Bagian 3 • Bertemu Kembali
4 Bagian 4 • Diusir
5 Bagian 5 • Bekerja
6 Bagian 6 • Berubah
7 Bagian 7 • Tidak Tentu Arah
8 Bagian 8 • Rahasia
9 Bagian 9 • Pengakuan
10 Bagian 10 • Bertemu
11 Bagian 11 • Mengikuti
12 Bagian 12 • Tangan Hangat itu Lagi
13 Bagian 13 • Bak Wanita istimewa
14 Bagian 14 • Penawaran
15 Bagian 15 • Bak Malaikat
16 Bagian 16 • Memprovokasi
17 Bagian 17 • Kejutan
18 Bagian 18 • Haura Vs Alden
19 Bagian 19 • Orang Kaya
20 Bagian 20 • Tidak Ada Ampun
21 Bagian 21 • Mantan Mama Mertua
22 Bagian 22 • Pria Berpengaruh
23 Bagian 23 • Aku Mencintaimu
24 Bagian 24 • Pemecatan
25 Bagian 25 • Terusik
26 Bagian 26 • Cemburu
27 Bagian 27 • Percaya Padaku
28 Bagian 28 • Panik
29 Bagian 29 • Seolah Seperti Sepasang Sejoli
30 Bagian 30 • Kau Milikku
31 Bagian 31 • Memaafkan
32 Bagian 32 • Tidak Peka
33 Bagian 33 • Aku Merindukanmu
34 Bagian 34 • Mencintai Setulus Hati
35 Bagian 35 • Tidak Percaya Diri
36 Bagian 36 • Will You Marry Me, Haura?
37 Bagian 37 • Tertangkap Basah
38 Bagian 38 • Karena Kau Bukan Haura!
39 Bagian 39 • Kesalahan
40 Bagian 40 • Penyakit Angeline
41 Bagian 41 • Perasaan Aneh
42 Bagian 42 • Kemarahan Alden
43 Bagian 43 • Menyatu
44 Bagian 44 • Kali Pertama
45 Bagian 45 • Pria Pengganggu
46 Bagian 46 • Terprovokasi
47 Bagian 47 • Membeku
48 Bagian 48 • Terpojok
49 Bagian 49 • Permintaan Maaf
50 Pengumuman
51 Bagian 50 • Intervensi Josep
52 Bagian 51 • Rencana Haura
53 Bagian 52 • Pulang ke Tempat Ternyaman
54 Bagian 53 • Pengakuan Mencengangkan
55 Bagian 54 • Melamar Sekali Lagi
56 Bagian 55 • Menerima
57 Bagian 56 • Kekacauan
58 Bagian 57 • Masalah Lain
59 Bagian 58 • Pengumuman Mencengangkan
60 Bagian 59 • Angeline vs Josep
61 Bagian 60 • Keadaan Delarosa
62 Bagian 61 • Akhir Hayat
63 Bagian 62 • Pemakaman
64 Bagian 63 • Membuat Bahagia
65 Bagian 64 • Penyesalan Terdalam
66 Bagian 65 • Penyatuan
67 Bagian 66 • Terakhir Kali
68 Bagian 67 ~ Akhir Waktu
69 Novel Baru Novi Wu
70 Novel Baru, Bestie
71 Ekstra Part Kepergian Theo
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bagian 1 • Prahara
2
Bagian 2 • Mengakhiri Hidup
3
Bagian 3 • Bertemu Kembali
4
Bagian 4 • Diusir
5
Bagian 5 • Bekerja
6
Bagian 6 • Berubah
7
Bagian 7 • Tidak Tentu Arah
8
Bagian 8 • Rahasia
9
Bagian 9 • Pengakuan
10
Bagian 10 • Bertemu
11
Bagian 11 • Mengikuti
12
Bagian 12 • Tangan Hangat itu Lagi
13
Bagian 13 • Bak Wanita istimewa
14
Bagian 14 • Penawaran
15
Bagian 15 • Bak Malaikat
16
Bagian 16 • Memprovokasi
17
Bagian 17 • Kejutan
18
Bagian 18 • Haura Vs Alden
19
Bagian 19 • Orang Kaya
20
Bagian 20 • Tidak Ada Ampun
21
Bagian 21 • Mantan Mama Mertua
22
Bagian 22 • Pria Berpengaruh
23
Bagian 23 • Aku Mencintaimu
24
Bagian 24 • Pemecatan
25
Bagian 25 • Terusik
26
Bagian 26 • Cemburu
27
Bagian 27 • Percaya Padaku
28
Bagian 28 • Panik
29
Bagian 29 • Seolah Seperti Sepasang Sejoli
30
Bagian 30 • Kau Milikku
31
Bagian 31 • Memaafkan
32
Bagian 32 • Tidak Peka
33
Bagian 33 • Aku Merindukanmu
34
Bagian 34 • Mencintai Setulus Hati
35
Bagian 35 • Tidak Percaya Diri
36
Bagian 36 • Will You Marry Me, Haura?
37
Bagian 37 • Tertangkap Basah
38
Bagian 38 • Karena Kau Bukan Haura!
39
Bagian 39 • Kesalahan
40
Bagian 40 • Penyakit Angeline
41
Bagian 41 • Perasaan Aneh
42
Bagian 42 • Kemarahan Alden
43
Bagian 43 • Menyatu
44
Bagian 44 • Kali Pertama
45
Bagian 45 • Pria Pengganggu
46
Bagian 46 • Terprovokasi
47
Bagian 47 • Membeku
48
Bagian 48 • Terpojok
49
Bagian 49 • Permintaan Maaf
50
Pengumuman
51
Bagian 50 • Intervensi Josep
52
Bagian 51 • Rencana Haura
53
Bagian 52 • Pulang ke Tempat Ternyaman
54
Bagian 53 • Pengakuan Mencengangkan
55
Bagian 54 • Melamar Sekali Lagi
56
Bagian 55 • Menerima
57
Bagian 56 • Kekacauan
58
Bagian 57 • Masalah Lain
59
Bagian 58 • Pengumuman Mencengangkan
60
Bagian 59 • Angeline vs Josep
61
Bagian 60 • Keadaan Delarosa
62
Bagian 61 • Akhir Hayat
63
Bagian 62 • Pemakaman
64
Bagian 63 • Membuat Bahagia
65
Bagian 64 • Penyesalan Terdalam
66
Bagian 65 • Penyatuan
67
Bagian 66 • Terakhir Kali
68
Bagian 67 ~ Akhir Waktu
69
Novel Baru Novi Wu
70
Novel Baru, Bestie
71
Ekstra Part Kepergian Theo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!