Hanya Bisa Mengancam

Rena pun menangkap jari Manda dan menarikya ke bawah hingga meringis.

"Nggak usah nunjuk - nunjuk, Manda! Bu Zelda itu nyuruh aku untuk belajar Marketing dari kamu, bukan jadi pelayan kamu! Jadi kalau kamu mau minum kopi atu foto kopi, kerjain sendiri!" Ujar Rena yang merasa sudah cukup dengan perlakuan Manda yang tidak pada tempatnya. Ia pun melepas tangan Manda dan beranjak.

"Ayo, Gita! Kita minum kopi dulu!" Ujar Rena menggandeng Gita dan meninggalkan Manda yang menatap Rena dengan rasa benci.

"Awas aja kamu, Ren! Anak baru aja belagu kamu!" Geram Manda sambil melihat punggung Rena menghilang di pintu pantry.

Gita dan Rena pun masuk kedalam pantry.

David dan Alvin menginjakkan kaki di lantai 30. Beberapa karyawan yang melihat kedatangan mereka pun langsung menyapa dan mengucapkan salam dengan manisnya kepada David. Terutama Karyawati yang ada di sana. Bagaimana tidak, sangat jarang CEO yang tampan itu datang, apalagi tanpa pemberitahuan sebelumnya!

Saat Bu Zelda sedang keluar kota dan Pak Dika, Asisten manager Bu Zelda serta merta menemui David.

"Selamat Pagi, Pak. Saya Dika, Asisten Manager Bu Zelda. Ada yang bisa saya bantu?" ujar Pak Dika.

"Selamat Pagi, Dika. Bu Zelda masih di luar kota?" tanya David.

"Iya, Pak. Mungkin baru besok bisa kembali. Silahkan Pak, mungkin Bapak mau berbicara di kantor?" ujar Dika mempersilahkan David untuk masuk ke kantor Bu Zelda. Dika terlihat sangat gugup.

"Tidak usah, saya di sini saja. Saya hanya ingin melihat Divisi Marketing. Bagaimana keadaan di sini? Apa ada kendala?" ujar David mencoba untuk bersikap formal, namun matanya melihat buket bunga itu, untuk Rena yang ada di sebuah meja yang di lewatinya.

'Siapa yang mengiriminya bunga? Dan kemana lagi dia? Pagi - pagi sudah tidak ada di meja kerjanya!' Gerutu David di dalam hati.

Ia pun menoleh ke arah Alvin dan mengangkat alisnya, seakan bertanya, " Mana dia?!"

Alvin yang tidak mengetahui dimana Rena berada pun hanya bisa melihat ke sekeliling ruangan sekali lagi.

'Aduh! Mbak Rena dimana sih kamu? Jangan sampai gaji saya di potong lagi Mbak!" Batin David.

"Ada ruangan lain di sini?" akhirnya David bertanya.

"Kalau untuk karyawan di sini dan di sini, Pak. Selebihnya ruangan pantry, foto copy, ruang istirahat karyawan," ujar Dika sambil menunjuk beberapa ruangan di sekitar mereka.

David berdehem.

"Bisa saya lihat? Saya ingin mengetahui, apakah karyawan cukup mendapatkan fasilitas," ujar David.

"Segitunya Pak, mau lihat Mbak Rena!" Batin Alvin sambil geleng kepala pelan, takut terlihat Bosnya.

Dika yang bingung dengan maksud kedatangan David hanya bisa mengiyakan sambil berharap tidak ada hal - hal yang akan membuat marah sang CEO!

Mereka baru saja hendak masuk ke ruangan pantry saat Rena keluar bersama Gita membawa secangkir kopi di tangannya. Dan Rena hampir saja menabrak David!

"Pak David!" Seru Rena terkejut, melihat David ada di sana dan hampir bertabrakan! Untung kopinya tidak tumpah dan mengenai David lagi!

"Tolong di maafkan, Pak. Rena ini karyawan baru di perusahaan kita," ujar Dika dengan wajah pucat! Ia pun mendelik ke arah Rena, kesal karena Rena hampir saja menabrak sang CEO mereka. Ia mengkode Rena untuk meminta maaf pada David.

"Maaf Pak, saya tidak melihat kedatangan Bapak," ujar Rena memandang sekilas pada David kemudian menunduk. Ia berharap David pura - pura tidak mengenalnya. Ia tidak ingin orang - orang meyangka ia ada hubungan istimewa dengan David dan memperlakukannya berbeda.

"Tidak apa, saya tahu kamu tidak sengaja," ujar David sambil tersenyum, Dika menghela nafas lega.

Kalau tidak orang mungkin David sudah memarahi Rena karena bertindak ceroboh, dan pastilah ia akan memberi hukuman. Sayang mereka ada di tengah - tengah banyak orang.

"Oke Dika, saya sudah melihat - lihat. Nanti kalau Bu Zelda datang tolong menghadap ke saya," ujar David beralasan agar kedatangannya tidak curigai.

"Baik Pak, nanti saya sampaikan ke Bu Zelda. Terima kasih sudah datang ke Divisi kami?" ujar Dika.

David pun berbalik dan berjalan menuju lift VIP untuk ke kantornya.

"Alvin, apa jadwal saya selanjutnya?" tanya David di dalam lift sambil tersenyum. Terlihat dari wajah sang CEO kalau suasana hatinya sedang senang.

"Setengah jam lagi, Bapak ada meeting dengan Pak Erlangga dari PT. Mutiara, kemudian...." Alvin membacakan jadwal David kembali.

"Nanti siang kamu panggil Rena ke kantor saya!" Ujar David tiba - tiba.

"Nanti siang, Pak? Kalau boleh tahu untuk kepentingan apa?" tanya Alvin.

"Apa harus aku katakan semua kepentinganku?" tanya David.

"Tidak Pak," jawab Alvin.

"Sudah kerjakan saja. Siapkan makan siang di ruangan saya untuk dua orang," ujar David.

"Baik Pak," jawab Alvin tidak bertanya lagi.

*********

"Pagi itu, Rena dan Gita sedang dalam perjalanan menuju PT. HUBB dengan kendaraan operasional kantor saat telepon genggam Rena berbunyi.

"Hallo..." jawab Rena.

"Selamat siang, Mbak Rena," ujar Alvin kepada Rena. Rena pun langsung bergeser duduk sedikit menjauh dari Gita.

"Siang Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Rena hati - hati, tidak ingin Gita mendengar percakapannya.

"Pak David meminta, Mbak Rena, untuk datang ke kantor Bapak siang ini," ujar Alvin menyampaikan pesan Bosnya.

"Siang ini Pak? Jam berapa ya? tanya Rena,"

"Jam 12, Bapak menunggu Mbak Rena untuk makan siang di kantor," ujar Alvin.

"Tapi saya sedang di luar, kemungkinan saya akan makan siang di luar," ujar Rena berusaha menolak. Ia tidak ingin berhubungan dekat dengan David.

"Saya rasa Mbak Rena tidak ada pilihan lain, tolong Mbak Rena utamakan waktu Mbak untuk Pak David. Atau saya bisa meminta supir Mbak untuk ke kembali ke kantor sekarang," ujar Alvin.

'Ah, Alvin sama saja dengan Bosnya. Hanya bisa mengancam!" Batin Rena.

"Baiklah Pak, saya usahakan datang nanti," ujar Rena.

"Baik Mbak, terima kasih." ujar Alvin kemudian menutup sambungan teleponnya.

"Siapa Ren?" tanya Gita

"Bukan siapa - siapa," ujar Rena tersenyum. Ia tidak tahu harus mengatakan siapa.

Gita pun heran, karena cara Rena menjawab telpon sangat sopan. Apa benar yang di katakan orang - orang kalau Rena adalah karyawan titipan Pak Alvin, Asisten CEO.

Namun Gita tidak menanyakan lagi, karena mereka telah sampai di PT. HUBB. Rena pun mengikuti Gita dan mereka berdua menemui pimpinan perusahaan tersebut yang ternyata adalah seorang perempuan paruh baya yang sangat ramah.

"Silahkan masuk Mbak Gita," ujar Ibu Andini pemimpin perusahaan tersebut.

"Perkenalkan ini teman saya Adrena Clarissa Putri," ujar Gita memperkenalkan Rena setelah ia bersalaman dengan Ibu Andini.

"Apa kamu ada hubungan dengan Ibu Syahnaz Clarissa?" tanya Andini pada Rena. Rena sempat tersentak. Syahnaz Clarissa adalah nama gadis Bundanya sebelum menikah dengan Alfaro, dan setelahnya orang - orang mengenal Bundanya dengan nama Syahnaz Alfaro. Apa wanita ini kenal dengan Bunda.

"Maaf Bu, saya rasa tidak. Mungkin hanya kesamaan nama saja." ujar Rena berbicara normal. Ia tidak mungkin membuka identitasnya dengan mengatakan bahwa ia adalah anak Syahnaz Clarissa Alfaro.

"Wajahmu pun mirip dengannya, hm... suatu kebetulan bukan?" ucap Ibu Andini dengan tersenyum. Dan Rena pun hanya membalas senyumannya.

"Baik Bu, bagaiamana kalau kita langsung saja membicarakan projek kita?" ujar Gita memecahkan suasana canggung di antara mereka. Ibu Andini setuju dan mereka pun kemudian membicarakan bisnis mereka.

Bersambung...

Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

Jangan lupa untuk like, komen, vote, dan hadiahnya.

Terpopuler

Comments

Jasmine

Jasmine

terlalu bykkah rival2 alm.papanya Rena yg mengancam jiwanya...pdhl kknya Austin msh menyandang nama besar alfaro..apa yg disembunyikan rena dgn identitasnya

2022-03-11

1

Jumrah IRha

Jumrah IRha

masih ad lanjutan nya..?

2022-03-06

2

Bankit Susanto

Bankit Susanto

pa alasan rena menutup identitasnya yang sbnernya pa karna malvin rena tkut klau identitas terbongkar membahayakan nyawanya

2022-03-06

2

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!