Austin Leonard Alfaro

"Ah, Abang. Apaan sih. Malu tau, Bang!" Ujar Rena merasa risih dengan perlakuan Austin, Kakaknya yang menciumnya di tempat umum. Namun Austin hanya tersenyum geli.

Austin Leonard Alfaro adalah Kakak dari Adrena Clarissa Putri dan saudara satu - satunya. Rena adalah anak kedua dari Almarhum Alfaro,seorang pengusaha yang dahulu terkenal karena kesuksessannya. Namun, mengalami kebsngkrutan di akhir hidupnya.

"Abang mau apa kesini?" tanya Rena. Rena memang tidak ingin orang lain tahu,jika ia dan Austin adalah saudara kandung. Dan Rena memang membatasi interaksinya dengan sang Kakak di tempat umum.

"Kita makan siang, yuk. Abang lapar! Udah lama kita nggak makan bareng kan?" ujar Austin sambil memandang adiknya dengan tatapan sayang.

Sudah lama sekali ia tidak pernah bertemu dengan Rena. Rena selalu menolak setiap kali ia ingin bertemu atau mengajaknya keluar

"Abang," ujar Rena protes sambil memandang ke kakaknya itu.

"Ayolah Na, abang janji nggak ada yang akan lihat kita," ujar Austin sambil mengangkat jari telunjuk dan tengahnya.

Dan Rena pun menyerah. Ia pun sebenarnya rindu dengan Kakaknya itu. Sudah lama, sejak terakhir kali mereka bertemu.

"Nah begitu dong!" Ucap Austin dengan gembira, sambil meraih lengan adiknya yang hanya terpaut usia 4 tahun itu dan mengajaknya berjalan menuju mobilnya di parkiran apartemen.

"Kakimu kenapa, Na?" tanya Austin sambil berhenti berjalan, menyadari Rena jalannya sedikit pincang dan ia memperhatikan celana adiknya yang sedikit sobek di bagian dengkul.

"Gak pa - pa, Bang. Rena tadi habis jatuh adri motor," ujarnya sambil terus berjalan.

"Kok bisa, Na? Kita ke Dokter dulu ya?" ujar Austin yang khawatir jika sesuatu terjadi dengan adiknya.

"Nggak usah, Bang. Lagian ini cuma lecet aja. Nanti juga sembuh," ujar Rena berusaha meyakinkan Austin, sambil terus berjalan dan matanya terus mencari mobil milik Kakaknya di parkiran yang ada di hadapannya. Austin masih meraih lengannya dan mengarahkannya pada mobil SUV berwarna hitam tak jauh dari mereka.

"Bener kamu nggak pa - pa?" tanya Austin memastikan.

"Iya Bang," jawab Rena sambil menatap mata Austin.

Dan Austin pun menyerah, tak ada gunanya memaksakan adiknya yang keras kepala itu untuk pergi ke dokter. Dan kelihatannya memang hanya lecet saja.

Austin pun mengenderai mobilnya ke halaman sebuah restoran yang cukup terkenal.

"Abang, kok kesini?" tanya Rena yang khawatir jika ada orang lain yang mengenali mereka.

"Tenang, Abang udah pesan tempat khusus untuk kita," ujar Austin sambil tersenyum, mengerti kekhawatiran adiknya. Ia mengerti kenapa Rena tidak ingin di sangkut pautkan dengan keluarga Alfaro lagi. Rena bahkan bersikeras tidak ingin menggunakan nama belakang keluarga Alfaro di nama belakangnya.

Rena mengangguk kemudian mengikuti Austin masuk ke restoran itu, melalui pintu khusus ruangan VIP.

Di ruangan restoran VIP yang tertutup. Austin memesankan makanan kesukaan Rena. Ia terlihat sangat sayang dan memanjakan Rena. Tak henti - hentinya ia merangkul adik kesayangannya itu, dan Rena pun terlihat bahagia dengan pertemuannya dengan Kakaknya itu. Sudah lama ia tidak merasakan rasanya di manja oleh sang Kakak. Dan Rena melupakan sejenak permasalahannya dengan Alexander David Mahendra.

"Na, kamu kan sudah lulus kuliah, gimana kalau kamu bantu, Abang? Abang butuh bantuan kamu karena perusahaan kita mulai berkembang cukup pesat." ujar Austin setelah ia selesai menyantap hindangan utama dan menikmati makanan penutup.

Yang di maksud Austin adalah PT. DPA ( Dua Pilar Alfaro), satu - satunya perusahaan milik Ayahnya yang masih beroperasi hingga saat ini, yang sekarang di pimpin oleh Austin.

"Kan Abang udah tau, Rena nggak mau berurusan dengan perusahaan Ayah," ujar Rena.

"Kenapa sih, Na? Kamu kan sudah besar dan nggak perlu takut, ada Abang yang akan melindungi kamu," ujar Austin.

"Nggak Bang. Rena nggak mau. Rena udah seneng dengan kehidupan yang sekarang," ujar Rena sambil memaksakan sebuah senyum.

"Rena, kerja di sana itu, lebih aman buat kamu di bandingkan kamu harus kerja di Pub. Abang nggak setuju kamu kerja di sana!" Ujar Austin yang tidak setuju Rena kerja di Pub.

"Di sana itu, banyak lelaki hidung bilang, dan Abang nggak bisa jaga kamu di sana." ujar Austin.

"Tenang Bang, Rena bisa jaga diri," ujar Rena.

"Seperti kejadian tadi malam?" tanya Austin sambil melihat Rena.

Rena terkejut. Kenapa Abangnya itu bisa mengetahui tentang kejadian tadi malam.

"Memangnya kenapa dengan tadi malam," kilah Rena.

"Kamu tidak bisa menghindar, jika terjadi hal yang sama di kemudian hari dengan pelangganmu yang lain, beruntung Alexander David Mahendra melepaskanmu tadi malam," ujar Austin.

Dari mana Abang tau, mengenai hal ini?pikir Rena.

Tentu saja Austin tahu. Karena ia tidak akan melepas adiknya begitu saja untuk bekerja di PUb, tanpa pengawasannya. Diam - diam ia telah memberikan sejumlah uang kepada Adrian, untuk menjaga adiknya itu dan menjauhkannya dari masalah.

"Abang mematai - matai aku?" tanya Rena dengan curiga.

"Tidak. Tapi kabar seperti itu sangat cepat tersebar," dalih Austin, tidak ingin adiknya tahu mengenai hubungannya dengan Adrian.

"Dan Abang ingin, kamu menjauh sejauh - jauhnya dari Alexander David Mahendra. Jangan sampai berhubungan dengan dia! Dia sama liciknya seperti Malvin!" Ujar Austin mengingatkan.

'Ah Malvin! kenapa Abang harus menyebutkan nama laki - laki itu!" Batin Rena sambil menghela napas.

Malvin Dirgantara adalah orang yang menghancurkan perusahaan Ayahnya tujuh tahun yang lalu dan Rena sangat membenci Malvin. Dialah orang yang menyebabkan kesengsaraan pada keluarganya dan membuat ia kehilangan orang tuanya.

"Rena, berjanjilah jangan terlibat hal apapun dengan Alexander David Mahendra," ujar Austin dengan tatapan yang serius.

"Iya Bang." jawab Rena. Tentu saja Rena tidak ingin memberitahukan pada Kakaknya mengenai apa yang teejadi tadi pagi, antara dirinya dan juga David. Ia tidak ingin Kakaknya bertambah khawatir atau pun menyeret Kakaknya dalam permasalahannya dengan David. Ren yakin ia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri .

Austin menghela napas lega. Ia benar - benar tidak ingin adiknya itu terlibat dengan Alexander David Mahendra. Ia memang tidak kenal dekat dengan David. Tetapi ia banyak mendengar manuver - manuver David dalam mengelola bisnis perusahaannya. Ia memang bertangan besi dan selalu mendapatkan keinginannya dengan cara apapun. Ia bisa bertindak sangat kejam, bahkan lebih kejam dari Malvin Dirgantara. Ia beruntung perusahaanya tidak pernah bersinggungan secara langsung dengan David.

"Sampai kapan kamu akan bekerja di Pub? Kalau kamu tidak ingin bekerja di perusahaan Ayah, paling tidak carilah pekerjaan lain yang sesuai titelmu. Banyak perusahaan yang pastinya akan senang menerima kamu bekerja di sana," ujar Austin. Ia sadar adiknya itu seorang gadis yang sangat pintar, cantik dan menarik, dan ia yakin Rena akan memiliki karir yang cermelang di perusahaan apapun ia bekerja, dari pada harus menghabiskan waktunya di Pub.

"Baik. Aku akan cari pekerjaan lain, jika itu bisa membuat Abang senang," ujar Rena yang melihat ke khawatiran di mata Austin.

Austin tersenyum lega mendengar perkataan Rena. Kemudian ia mengeluarkan sebuah kartu dari dalam dompetnya dan menaruhnya di depan di meja Rena.

"Ambillah, Na. Kamu berhak mendapatkannya. Belilah sebuah mobil jadi Abang tidak perlu khawatir kamu akan jatuh dari motor lagi," ujar Austin.

Rena melihat kartu ATM Platinum atas namanya di meja di depannya kemudian ia menggeleng.

"Maaf Bang, Rena tidak bisa menerimanya," ujar Rena menolak halus sambil mengembalikkan kartu itu pada Austin.

Ia tahu bagaimana Kakaknya itu membangun kembali perusahaan Ayah mereka dengan usaha keras dan ia tidak ingin membuat beban pada Kakaknya itu.

"Na, Ayah meninggalkan perusahaan itu untuk kita berdua. Dua Pilar itu Kamu dan Abang. Ambillah!" Ujar Austin sambil menggeser kartu itu kembali di depan Rena.

"Abang yang lebih berhak," ujar Rena sambil menggeser kembali kartu itu ke depan Austin.

"Adrena!!" Seru Austin karena adiknya itu tidak pernah mau menerima uang pemberiannya.

"Kalau Abang masih memaksa, Rena nggak akan mau ketemu sama Abang lagi!" Ujar Rena yang tetap pada pendiriannya.

"Baiklah tapi sebagai gantinya, Abang mau kamu melakukan sesuatu," ujar Austin akhirnya.

"Melakukan apa, Bang?" tanya Rena.

"Abang mau setiap hari sabtu kamu meluangkan waktu bersama dengan Abang," ujar Austin yang melihat ini sebagai kesempatannya untuk membuat Rena mau bertemu dengannya. Karena selam ini, sangat sulit untuk memaksa Rena bertemu dengannya.

Rena berpikir sejenak.

"Baiklah Bang. Tapi, Rena tetap tidak ingin orang lain tahu kalau Rena adalah adik Abang."

"Ya baiklah," ujar Austin dengan senyum kemenangan di bibirnya. Akhirnya ia bisa membuat adiknya itu mau meluangkan waktu bersamanya.

Bersambung...

Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

Jangan lupa, like, komen , vote dab hadiahnya.

Terpopuler

Comments

Widia Aja

Widia Aja

David bakalan salah paham nih ama Rena dan kakak, Alfaro...

2023-01-30

0

Laztri Zahra

Laztri Zahra

terlalu keras adiknya, seolah2 gk butuh abangnya

2022-10-26

1

Sunraiska

Sunraiska

masih bingung dengan alur cerita. Nggak mau kerja sama kakaknya tapi kerja di bar. bukannya malah terkesan bukan perempuan baik2 ya.

2022-03-01

5

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!