Makan Malam

Rena melihat menu yang tertera di sana. Harus di akui bahwa ia pun lapar dan gambar makanan di menu itu, menggugah seleranya.

Rena belum pernah ke Club House itu lagi selama beberapa tahun belakangan namun, saat Ayah dan Ibunya masih hidup, Ayahnya kerap mengajak mereka sekeluarga ke Club House itu.

Menu yang ada di sana telah banyak yang berubah, tetapi ada beberapa menu the most favoritable sejak jaman dahulu, masih ada di sana.

Rena pun memesan makanan yang sempat di rasakannya saat ia masih kecil.

Rena memesan Bakmi truffle, Manggo, Panacotta dan Vanilla milkshake kesukaannya saat ia masih kecil.

David terkesima dengan menu pilihan Rena. Makanan pesanan Rena adalah makanan favorit di Club House itu, dan Rena sebagai seseorang yang bukan anggota Club House sepertinya sudah sangat mengenal makanan di sana.

'Menarik!" Batin David.

"Aku pikir kamu tidak ingin makan!" Celetuk David menanggapi pesanan Rena setelah waiter berlalu.

"Tiba - tiba aku merasa lapar!" Ujar Rena, berusaha menutupi rasa malunya karena ia memesan cukup banyak.

"Apa karena sesuatu yang kita lakukan di mobil tadi?" bisik David di telinga Rena, membuat pipi Rena bersemu merah.

'Orang ini!' Umpat Rena dalam hatinya.

David tersenyum melihat pipi Rena bersemu merah, namun wajahnya terlihat kesal.

"Kamu sudah pernah kesini sebelumnya?" tanya David penasaran.

"Tidak, darimana aku punya uang untuk membayar makanan mahal seperti ini?" ujar Rena menutupi masa lalunya.

"Makanan yang kau pesan itu adalah yang terbaik di sini, darimana kamu tahu?" tanya David.

"Tidak pernah makan di sini bukan berarti aku tidak pernah menonton televisi!" Ujar Rena beralasan.

"Jadi kamu tahu menu terbaik di restoran ini dari televisi?" tanya David sambil mengerutkan dahi.

"Menurutmu darimana lagi?" tanya Rena dengan berani.

David memajukan wajahnya mendekati wajah Rena.

"Menurutku, kamu tahu benar Club House ini!" Ujar David.

"Bagaimana mungkin?" tanya Rena, menantang David untuk mengemukakan alasannya.

"Karena kamu punya rahasia, dan aku pasti akan membongkarnya!" Ujar David dengan pandangan tajam, kemudian tersenyum penuh dominasi.

Rena terperangah namun berusaha untuk tidak menampakkannya.

Apa yang David ketahui tentang dirinya? Ia sudah berusaha untuk menutup rapat masa lalunya, bahkan membuat identitas palsu saat ia pindah ke kota B.

Tidak, Alexander David Mahendra tidak boleh tahu siapa ia sebenarnya! Tidak ada yang boleh tahu siapa ia yang sebenarnya!

Hati Rena yang resah terobati saat pesanan makanan mereka datang.

Rena tidak langsung menyantap makanan yang ada di depannya, tetapi ia melihatnya terlebih dahulu, membiarkan ingatannya datang saat Ayah dan Ibunya menyuapinya hidangan itu, atau bagaimana Abang Austin menjahilinya dengan mengambil makanan dari piringnya dan menyesap milkshakenya diam - diam.

Dengan hati - hati, Rena mengambil Bakmi truffle dengan garpunya dan mengunyahnya pelan - pelan. Rasanya masih sama seperti dulu.

Tanpa ia sadari, David memperhatikannya dari tempatnya duduk dan menyantap makanannya. David semakin yakin bahwa Rena pernah ada di sini di waktu yang lampau dari caranya menyantap makanan itu.

'Siapapun kamu sebenarnya, aku pasti akan mengetahuinya cepat atau lambat!' Batin David.

Tanpa terasa mereka telah menghabiskan waktu lebih dari satu jam di Club House itu, dan Rena sudah sangat terlambat untuk pergi bekerja di Pub.

Adrian sudah meneleponnya sejak tadi, dan ia sudah meminta izin untuk datang terlambat. Ia pun sudah meminta Salsa tadi sore untuk meminjamkannya seragam Pub.

Ia tidak sabar untuk segera pergi ke Club House dan pergi bekerja ke Pub. Namun, ia harus menunggu David kembali dari toilet.

Setelah menunggu sekitar 5 menit, David pun kembali dan ia membayar semua tagihannya malam itu.

"Saya harus pergi sekarang, Pak. Terima kasih untuk makan malamnya," ujar Rena.

Walaupun ia pergi bersama David dengan terpaksa, namun ia merasa harus berterima kasih karena sudah mengajaknya ke tempat ini, mengenang masa kecilnya dan menikmati kembali hidangan yang di sukainya saat ia masih remaja.

Rena pun hendak beranjak keluar dari ruangan itu dan memesan taksi online untuk berangkat ke Pub.

"Mau kemana kamu, Rena?" tanya David.

"Saya harus berkerja, Pak." jawab Rena dengan putus asa, karena ia sudah benar - benar terlambat dan berharap David tidak menahannya lebih lama lagi.

"Saya antarkan kamu," ujar David, sambil mengambil tas kerjanya dan berdiri.

"Tidak perlu Pak, saya bisa sendiri," ujar Rena menolak. Ia tidak ingin ada orang yang melihatnya bersama dengan David.

"Jangan membantah!" ujar David, lalu mengapit lengan Rena, menariknya keluar dari ruang VIP itu.

Rena hendak protes saat di lihatnya seseorang yang di kenalnya dari masa lalu, berada tak jauh darinya ia adalah Malvin Dirgantara!

Malvin sedang berbicara dengan seorang pria dan beberapa meter dari dirinya dan David. Rena pun langsung menghadap ke arah lain, berharap Malvin tidak melihatnya dan tidak mengenalinya.

"David!" Terdengar suara Malvin memanggil nama David.

David berjalan bersama dengan Rena pun berhenti dan menoleh.

Rena dapat mendengar langkah kaki orang yang mendekat, dan ia yakin itu adalah Malvin! Dengan terpaksa Rena pun langsung memeluk David.

"Pak, saya merasa kurang sehat, bisa saya menunggu di luar?" tanyanya pada David sambil memeluknya tanpa menoleh ke arah belakang.

David memandangnya sesaat dan berkata, "Kamu sakit?"

"Tidak Pak, hanya ingin beristirahat saja," ujar Rena beralasan.

"Pergilah ke mobil, dan tunggu aku di sana," ujar David padanya.

Rena menghela nafas lega dan segera melangkah keluar. Di luar Eddy telah menunggu dan membukakan pintu untuknya.

"David, apa kabar? Sudah lama tidak bertemu!" Ujar Malvin pada David dan mereka pun berjabat tangan.

David dan Malvin sebenarnya mereka tidak saling kenal dekat, hubungan mereka hanya hubungan bisnis semata, dan hanya bersikap formal saja.

"Baik. Ada apa Malvin?" tanya David langsung. Ia khawatir dengan Rena dan ingin melihat keadaannya di dalam mobil. Apakah ia sakit?

"Oh, tidak. Hanya ingin berbincang saja. Mungkin kau ada waktu besok?" tanya Malvin pada David.

Malvin memang memiliki maksud untuk mendekati David. Ia ingin mengajukan proporsal kerja sama dengan perusahaan David, dan malam ini kebetulan ia melihat David di Club House.

"Besok aku kabari waktunya. Sekarang aku harus pergi," ujar David datar.

"Baik, aku tunggu," jawab Malvin.

David berbalik arah dan segera masuk kedalam mobilnya.

"Kau baik - baik saja?" tanya David sambil memegang kening Rena.

Rena merasa sungkan dengan perlakuan David dan ia pun menggeser duduknya, memberi jarak antara dirinya dengan David.

"Ya, aku hanya sedikit lelah," ujar Rena yang kemudian menyesali ucapannya.

"Dimana Rumahmu?" tanya David.

"Turunkan saja aku di Albatros," jawab Rena.

"Tidak! Kau lelah, istirahatlah!" Jawab David kemudian menulis pesan pada Alvin meminta alamat Rena. Dan dalam hitungan kurang dari satu menit, jawaban dari Alvin pun masuk.

"Apartemen Sky Garden, Eddy!" Perintah David pada Eddy.

"Pak, saya harus bekerja tolong antarkan saya ke Albatros saja!" Pinta Rena.

"Kamu bilang tadi kamu kurang sehat. Apa kamu mau mempermainkan saya lagi?" tanya David dengan pandangan tajam.

"Tidak Pak," jawab Rena sambil menghela nafas.

"Tadi saya sedikit merasa tidak enak, tetapi sekarang saya sudah baik - baik saja," ujar Rena berusaha meyakinkan David.

"Kamu pingsan tadi pagi, baru saja merasa kurang sehat dan sekarang kamu mau bekerja hingga malam? Bagaimana kalau besok kamu pingsan lagi? Saya sudah katakan, kalau terjadi lagi, kamu lebih baik tidak usah bekerja di perusahaan saya dan lunasi hutangmu sekarang juga!" Ujar David dengan tatapan yang mengancam. 'Sulit sekali berbicara dengan gadis keras kepala ini!' Batin David.

"Bapak Alexander David Mahendra! Saya memang bekerja di perusahaan Bapak, tetapi bukan berarti Bapak bisa mengatur hidup saya! Sekarang antar saya ke Albatros!" Ujar Rena dengan nada memerintah.

"Berhenti dan keluar Eddy!" Perintah David dengan nada suara yang sangat keras! David terlihat sangat marah dengan perkataan Rena yang telah berani mmerintahnya.

Bersambung...

Maaf jika masih banyak typho.Terima kasih sudah membaca.

Jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya.

Terpopuler

Comments

Jasmine

Jasmine

second kiss..i like to ur lip Rena...

2022-03-11

1

Bankit Susanto

Bankit Susanto

wah ketemu malvin smoga terbongkar identitas rena secepatnya spya david bsa hati2 sma orng yg bernma malvin. dan jika itu trbngkar mudah2 david bsa memblaskan dendam tntang kematian orng dan pnderitaan rena yg dirsakannya kni

2022-03-04

2

Sunraiska

Sunraiska

waow.. mau diapakan Rena?????😱😱😱

2022-03-04

2

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!