Adrena Clarissa Putri

Sementara itu, tak jauh dari tempat mereka duduk, Adrena Clarissa Putri, seorang gadis berusia 22 tahun yang baru saja lulus kuliah beberapa bulan yang lalu, berjalan cepat membawa baki yang berisi mimunan untuk tamu - tamu Pub itu. Rambut panjangnya yang di kuncir poni tail, bergoyang mengikuti langkah energiknya menyajikan minuman bagi pelanggan Pub.

Dalam beberapa menit ia sudah selesai menyajikan minuman yang ada di bakinya dan kembali ke meja service tempatnya mengambil pesanan berikutnya.

"Kau lihat itu? Kata orang, dia itu Alexander David Mahendra!" Salsa salah satu teman kerja Rena berkata kepadanya sambil menunjuk David yang sedang duduk dan bercakap - cakap dengan teman - temannya.

"Alexander David Mahendra?" tanya Rena sambil menaikkan alisnya dan menoleh ke arah yang di tunjuk Salsa.

Seorang laki - laki yang berwajah sangat tampan terlihat sedang duduk dan berbicara dengan teman - temannya. Helaian rambut coklatnya terlihat jatuh di pelipis saat tangannya menyibak bagian atas rambutnya.

Yap, laki - laki itu sangat tampan secara fisik, tapi Rena hanya melihatnya sekilas dan kembali fokus pada pekerjaannya, tidak membiarkan matanya menikmati pemandangan indah yang ada di depannya.

"Ya! Jangan bilang kau tidak tahu siapa itu, Alexander David Mahendra!" Ujar Salsa sambil menepuk pundak Rena.

"Haruska aku tahu?" balas Rena sambil menaruh pesanan pelanggan Pub di bakinya.

"Oh My God Rena! Kamu benar - benar tidak tahu siapa dia?" ujar Salsa, sambil geleng - geleng kepala. Rena hanya tersenyum.

Rena bukannya tidak tahu, siapa itu Alexander David Mahendra. Ia tahu persis seperti siapa dia, CEO dari grup Mahendra yang bertangan besi. Rich bachelor yang di kejar banyak wanita! Namanya sering sekali di bicarakan oleh teman - teman wanitanya. Tetapi, baru kali ini ia melihatnya secara langsung!

Rena tidak tertarik dengan pria - pria kaya dan arogan seperti Alexander David Mahendra, semenarik apapun mereka! Ia bahkan tidak ingin berhubungan dengan lingkungan mereka. Maka ia pun dengan cueknya berjalan mengerjakan tugasnya seperti tidak ada tamu istimewa di Pub mereka malam itu.

Rena mengantarkan pesanan makanan dan minuman yang berada di meja tak jauh dari tempat David dan teman - temanya berada.

"Mbak,Mbak!" Kenzi memanggilnya dan Rena pun datang.

"Ya Pak, ada yang mau di pesan lagi?" tanya Rena sambil tersenyum. Matanya memandang ke pengunjung Pub yang ada di meja itu.

"Boleh Mbak Rena, nambah Guinnes 2 dan.... David, kau mau pesan apa?" tanya Kenzi pada David saat ia memesan minuman tambahan.

Rena pun menoleh ke arah mata Kenzi memandang, dan pandangannya berhenti pada pria tampan yang menjadi pembicaraan wanita di Pub itu malam ini.

David menoleh pada pelayan Pub yang berdiri tak jauh darinya.

Awalnya ia tidak memperhatikan Rena, namun saat ia menatap kedua bola mata Rena, ingatannya seperti terseret pada suatu kejadian di masa lalu. Ia tidak ingat kejadian apa atau siapa dan dimana. Apa ia mengalami dejavu?

Rena menatap David, menunggu jawaban darinya.

"Pak, anda mau pesan apa?" tanya Rena setelah menunggu beberapa saat.

"David, kau mau pesan apa?" tanya Kenzi yang menyenggol bahu teman nya itu dan membuyarkan lamunan David

"Saya minta menunya," ucap David datar. Mendadak pikirannya kosong, tak tahu minuman apa yang akan ia pesan.

"Ya, tunggu sebentar," ujar Rena, dengan sikap yang biasa saja. Ia berbalik mengambil buku menu dan kembali ke meja tersebut.

"Ini, menunya Pak. Silahkan," ujar Rena sambil memberikan menu kepada David.

David membuka buku menu itu dan membalik - balikkan halamannya, namun pikirannya masih memikirkan hal yang sama, memikirkan sorot mata Rena, yang terasa familiar baginya.

Tetapi David yakin, ia belum pernah bertemu wanita pelayan di Pub itu.

Tak bisa menentukan minuman apa yang akan di minumnya, ia pun bertanya, "Apa minuman istimewa di sini?"

Sambil bertanya, matanya melihat name tag yang ada di dada Rena.

Rena. Hmmm... tidak ada petunjuk sama sekali mengenai gadis ini.

David menyimpulkan hal ini bukan apa - apa, hanya kebetulan kosong belaka.

"Anda yang mau beralkohol atau yang non alkohol?" tanya Rena berusaha membantu David menentukan minuman yang akan di pesannya.

"Saya tidak minum alkohol," ujarnya pendek.

Rena pun membuka halaman menu di tangan David dan menunjukkan lembar halaman menu minuman tanpa alkohol yang di sediakan di Pub itu.

"Bapak bisa coba minuman ini, moktail, soft drink, kopi atau varian teh yang ada di sini," ujar Rena menerangkan sambil menunjuk bagian menu yang di sebutkannya.

"Oke, you choose!" Ujar David pada Rena.

"Maaf, Pak?" tanya Rena tidak mengerti dengan perkataan David.

"Surprise me!" Ujar David, sambil mengembalikan buku menu pada Rena, kemudian ia berbicara kembali dengan Kenzi dan mengabaikan Rena.

Rena tertegun.

Kety yang duduk di sebelah David, dan sempat melihat sekelebat perubahan pada mata David saat melihat Rena, menjadi gusar dan kesal dengan kehadiran Rena yang berdiri di antara dirinya dan juga David.

"Kau tunggu apa?! Cepat buatkan minuman yang ia minta!" Ujar Kety padanya.

Rena mengangguk dan segera beranjak dari meja itu, kemudian kembali ke meja pemesanan.

'Pria kaya memang menyebalkan! Apa dia berpikir bahwa semua orang bisa membaca pikirannya? You choose! Surprise me! What the hell?' Batinya kesal dengan sikap arogan David.

Rena berdiri di meja pemesanan untuk menginput pesaanan tambahan David dan teman - temannya.

Ia menghela nafas dan berpikir sejenis minuman apa yang cocok untuk David.

Pria arogan seperti dia tidak akan terlalu suka dengan moktail, terlalu jaim untuk minum teh dan terlalu bergaya hidup sehat untuk meminum soft drink. Juice hang out, dengan teman? Mungkin juga tidak, pikir Rena.

Ia pun menoleh ke arah David, tepat saat David menoleh ke arahnya. Pandangan matanya menatap tajam Rena, seperti menantang Rena untuk memilihkan minuman untuknya.

"Ren, dia bicara apa tadi?" tanya Salsa yang tiba - tiba sudah berada di sebelahnya.

"Hah?" tanya Rena ke arah Salsa.

"Alexander David Mahendra. Dia bicara apa padamu?" tanya Salsa yang masih penasaran.

"Tidak ada, dia hanya pesan minuman," ujar Rena, sambil menginput minuman untuk David ke dalam menu pesanan.

Black coffe.

'Ah, mudah - mudahan saja pilihannya tepat' batin Rena.

Kesan pertamanya bertemu langsung dengan David memang tidak menyenangkan, tetapi bukan berarti ia ingin kehilangan pekerjannya kan?

"Hanya itu?" tanya Salsa tidak percaya.

"Ya," jawab Rena pendek.

Memang apa lagi? pikir Rena heran dengan pertanyaan Salsa. Rena masih berdiam di sana menunggu pesanannya di siapkan oleh bagian beverage.

"Rena, pesananmu ready," Jaka rekan kerjannya yang menyiapkan minuman berkata sambil memberikannya pesanan meja Kenzi dan juga David, dan ia pun membawanya ke meja mereka.

"2 Guinness," ujar Rena sambil menaruh 2 pesanan bir Guinness di meja depan Kenzi, kemudian berpindah hendak meletakkan black coffe yang di pilihnya untuk David ke atas meja saat tiba - tiba seseorang menjegal kakinya. Rena pun kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur ke depan.

Sret!

Tanpa sengaja ia menumpahkan kopi itu di baju David. David yang sedang duduk terkejut oleh panasnya air kopi yang mengenai bajunya dan tembus ke kulit dadanya. Ia pun melompat berdiri dan mengibas - ngibas kan bajunya yang terkena tumpahan kopi panas dengan wajah yang sangat gusar.

"Maaf, maaf Pak!" Ujar Rena sempat syok dengan apa yang terjadi, namun ia cepat tersadar dan segera melap pakaian David.

"Sudah, sudah tidak perlu!" Ujar David sembari menepis tangan Rena. Ia tampak kesal dengan apa yang terjadi.

Semua yang ada di meja itu pun ikut kaget, namun tidak berani berbuat apa - apa, karena ngeri melihat wajah David yang memerah karena kesal dan marah.

"Maaf Pak, saya tidak sengaja," ujar Rena dengan ekspresi merasa bersalah.

"Maaf Pak David, maaf atas keteledoran waiter saya," ujar Ardian supervisor Rena yang cepat - cepat datang begitu melihat kejadian itu.

David terlihat sangat gusar, ia pum memandang Rena dengan tajam. Rena yanya bisa tertunduk malu sambil mengupat pada dirinya sendiri. Ia pun yakin akan kena semprot dari seorang Alexander David Mahendra dan menyadari kemungkinan besar ia akan kehilangan pekerjaannya. Hal itu sangat mudah di lakukan oleh David.

Rena mendengar bagaimana seorang Alexander David Mahendra yang bertangan dingin tanpa segan - segan akan melakukan apa saja yang ia inginkan jika ada yang mengusiknya atau membuatnya marah. Bagi seorang David, hal itu seperti menjentikkan ke dua jarinya dan woala! You are gone!

David maju dan berhenti hanya beberapa inchi saja dari Rena. Nafas hangatnya terasa berhembus di dahi Rena.

"Kali ini saya maafkan, tapi jika ini terjadi lagi, maka kamu harus membayar mahal perbuatanmu!" Ujar David di telinga Rena. Kata - katanya dalam dan hanya bisa didengar oleh Rena.

David pun kemudian berbalik dan pergi kekuar dari Pub, meninggalkan teman - temannya yang masih tertegun dan Rena yang terdiam mematung.

Bersambung....

Terima kasih sudah membaca. Maaf jika mashh banyak typho.

Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

Terpopuler

Comments

Stephanus Wibowo

Stephanus Wibowo

cerita bagus bisa diketahui dari bab2 awal..sepertinya ini karya bagus..semoga

2024-05-20

0

Widia Aja

Widia Aja

Pasti Ketty yg jegal.kaki nya Rena sampai Mana terjatuh menumpahkan kopi nya ke baju n ya David..
Ketty udah keliatan jahat nya...

2023-01-30

0

Maliqa Effendy

Maliqa Effendy

masa pas David datang,trus order,langsung Rena tersandung nganterin orderan.kemaren2 aman2 aja

2022-07-24

2

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!