Tidak Seperti Biasanya

David masih ingin memukuli pria itu, namun Rena mencegahnya. David pun mengurungkan niatnya, tetapi menendang pria itu sekali kemudian ia berbalik ke arah mobilnya.

"Ayo! Tunggu apalagi?" ujar David berhenti namun tidak menoleh. Ia tahu, Rena masih belum beranjak dari tempatnya berdiri.

Rena berjalan mengikuti David menuju mobilnya. Ia tahu tidak ada gunanya membantah David.

"Masuk dan jangan membantah!" Ucap David dengan ekspresi wajah dingin di depan mobilnya.

Rena pun diam dan masuk ke dalam mobil.

"Sky Garden," ujar David memberitahukan tujuan mereka pada Eddy.

Eddy mulai mengenderai mobil itu dalam hening, ia tidak mau bersuara ataupun berkomentar.

"Terima kasih," ujar Rena setelah beberapa saat. David hanya diam saja dan tidak menjawab.

Rena melihat buku - buku jari tangan David memar berwarna kemerahan. Ia pun segera mengambil beberapa botol kaleng minuman dingin di dalam cooler mobil itu.

"Coba aku lihat," ujar Rena sambil meraih tangan David dan mengompresnya dengan botol kaleng dingin.

David hanya melirik dan membiarkan Rena melakukan itu.

"Berhenti bekerja di Pub itu! Aku akan menaikan gajimu, sehingga kau punya cukup uang untuk hidup!" Ucap David tanpa melihat pada Rena.

"Kenapa tidak kau bebaskan saja hutangku sekalian!" Gerutu Rena dengan suara yang pelan, namun dapat terdengar oleh David.

"Hutang adalah hutang. Kewajiban yang harus kau lunasi!" Ujar David tak mau kalah. Tentu saja, David tak akan membebaskan hutang Rena. Walaupun ia bisa saja melakukan hal itu! Bagaimana lagi ia akan bisa memaksa Rena untuk bekerja di perusahaannya?

"Aku akan menutup Pub itu, kalau aku sampai melihatmu masih bekerja di sana lagi!" Ujar David seperti biasa dengan ancamannya.

Rena tidak berkata apa - apa. Malah meminta kotak P3K pada Eddy.

Eddy mengambil kotak P3K dari dasbor depan dan memberikannya pada Rena.

Rena melihat beberapa luka berdarah di tangan David, ia pun membersihkan lukanya dan mengobatinya.

Tak lama mereka pun sampai di gedung apartemen Rena dan Eddy, membukakan pintu mobil untuk Rena. Rena turun, dan David pun ikut turun.

"Aku antar kamu ke Apartemenmu!" Ujar David yang merasakan pandangan mata Rena.

Rena memilih mengalah dan tidak membantah.

"Pak, saya tidak akan mengundang Bapak masuk, karena hari sudah larut malam," ujar Rena saat mereka sedang berada di lift menuju ke lantai 7 gedung apartemen itu.

"Tidak apa, saya tidak perlu izinmu untuk masuk!" Ujar David.

"Maksud Bapak?" tanya Rena heran.

"Kamu tahu siapa pemilik gedung ini?" tanya David sambil melangkah keluar dari lift dan berjalan menuju apartemen Rena. Ia berhenti di depan unit 709.

Rena hampir tidak percaya.

David pemilik gedung apartemen ini? Dan dari mana dia tahu nomor unitnya?

"Tapi, walaupun Bapak pemilik gedung ini. Bapak juga tidak bisa seenaknya masuk ke apartemen penghuni! Saya sudah membayar sewa apartemen ini!" Protes Rena dengan kesal.

"Cepatlah, sudah malam!" Ujar David sambil memandang wajah Rena yang sedang kesal.

David, memang sangat senang menggoda Rena. Wajah Rena terlihat lucu ketika sedang marah!

Sebenarnya David bukanlah pemilik apartemen itu, ia hanya asal bicara saja!

Rena pun membuka pintu.

"Bapak pulang saja!" Ujarnya sambil berdiri di depan pintu.

"Ya sudah, istirahat! Jangan lupa sarapan besok pagi!" Ujar David lalu menutup pintu apartemen Rena. Ia pun berjalan menuju lift dan turun ke lantai dasar.

******

David terbangun pagi itu, saat matahari sudah tinggi, tidak seperti biasanya.

Biasanya ia selalu bangun pagi untuk berolahraga sejenak sebelum ia berangkat ke kantor.

Ia meregang - regangkan jari - jari tangannya yang terasa sedikit kaku dan nyeri di buku - buku jari tangannya, akibat memukul laki - laki yang hendak berbuat tidak senonoh terhadap Rena.

Untung saja ia datang tepat waktu, kalau tidak ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada Rena.

'Gadis itu memang selalu merepotkan, keras kepala dan sulit untuk di beri tahu!' batin David.

Selepas menurunkan Rena di Albatros, David memang tidak langsung pulang. Ia masih kesal kepada Rena yang tetap ingin bersikukuh bekerja malam itu, dan mengabaikan perintahnya untuk beristirahat di rumah.

David pun menghabiskan waktu beberapa jam di cafe tak jauh dari Albatros dan tanpa sengaja bertemu dengan Kenzi. Mereka mengobrol hingga tak terasa waktunya cafe itu untuk tutup. Dalam perjalanannya pulang ia meminta Eddy untuk melewati Albatros, saat itulah ia melihat apa yang terjadi pada Rena dan menolongnya.

Rena....

David tersenyum mengingat apa yang telah ia lakukan pada Rena tadi malam di mobilnya. Terus terang ia pun tidak menyangka kalau ia akan mencium gadis itu berkali - kali tadi malam. Bahkan dalam amarahnya pun ia masih ingin membelai bibir indah gadis itu. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan pada gadis lain beberapa tahun belakangan ini. Ia memang pernah tertarik dan mencintai seorang gadis 7 tahun yang lalu, namun sudah lama ia lupakan dan kubur dalam - dalam. Dan ia tidak pernah tertarik pada gadis lain, sampai ia mengenal Rena.

Padahala tak terhitung banyaknya wanita - wanita yang mencoba untuk merayunya dan menyodorkan diri mereka secara sukarela.

David beranjak dari ranjangnya, segera mandi dan mempersiapkan dirinya untuk bekerja jam 7 lewat 15 menit, David turun dari kamarnya di lantai 2 menuju ke ruang makan. Di bawah tangga Alvin sudah menunggunya seperti biasa.

"Selamat pagi, Pak David," sapa Alvin. Ia merasa sedikit heran karena Bossnya itu sedikit terlambat dari biasanya. David adalah seorang yang tepat waktu, sehingga jarang sekali ia terlambat.

Alvin membicarakan jadwalnya hari ini, sambil David menikmati sarapannya dan David mendengarkannya.

"Jadi hari ini padat ya?" ujar David mengomentari jadwalnya hari ini.

"Iya Pak," jawab Alvin.

"Malvin Dirgantara, dia ingin membicarakan sesuatu, carikan waktu yang luang dan hubungi kantornya," ujar David yang teringat pertemuannya dengan Malvin tadi malam.

"Hari ini?" tanya Alvin.

"Hmmm... besok saja, biarkan dia menunggu," ujar David sambil tersenyum.

Ia memang tidak terlalu suka dengan Malvin. Ia pun sudah mendengar beberapa kelicikan Malvin dalam berbisnis. Walaupun ia yakin Malvin tidak akan berani macam - macam dengannya. Tetapi ia harus berhati - hati dengan orang seperti Malvin. Ia mendengar tentang apa yang di lakukan Malvin terhadap perusahaan Alfaro 7 tahun yang lalu. Kabar yang terdengar, ia telah berlaku curang dalam tender dan menusuk perusahaan Alfaro dari dalam, yang menyebabkan perusahaan itu bangkrut dan harus menjual asetnya.

"Baik Pak," jawab Alvin.

"Kau sudah sarapan?" tanya David. David tidaklah terlalu kaku jika ia tidak membicarakan masalah pekerjaan.

"Sudah Pak," jawab Alvin. Ia memang selalu sarapan lebih pagi karena tuntuttan pekerjaan sebagai Asisten Pribadi David.

David pun mengangguk.

Dalam perjalanan menuju kantornya. David teringat kepada Rena dan apa yang terjadi tadi malam.

"Alvin, kau cari tahu perempuan bernama Kety, dia seorang escort, biasanya ia ada di Pub Albatros." ujar David pada Alvin. David adalah orang yang tidak akan melepas begitu saja orang yang menganggu dirinya atau orang yang dekat dengannya. Dekat dengannya?

Alvin pun mencatat instruksi dari David.

"Bapak ingin melakukan apa padanya?" tanya Alvin.

"Berikan pelajaran pada dia. Sampaikan pesan jangan coba - coba berani menganggu Rena!" Perintah David.

"Baik Pak," jawab Alvin. Alvin pun tersenyum mengetahui Bosnya melakukan hal ini untuk melindungi gadisnya.

Bersambung....

Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.

Terpopuler

Comments

Jasmine

Jasmine

kapan terbongkar identitas asli Rena thor...udh tak sabar menunggu moment itu...lanjut thor...
cemunguttttt....

2022-03-11

0

Bankit Susanto

Bankit Susanto

siap2 ja kety dpat plajaran berharga dri david.bagus david kamu hrus hti2 sma malvin bila perlu lawan dngan licik jga kalau tau dia yg udah buat rena mnderita slama ini mngkin lbh murka lg si david

2022-03-05

0

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!