Terjadi Lagi

Setelah kepergian dari Alexander David Mahendra dari Pub, Adrian memanggil Rena ke kantor.

"Rena, ada apa denganmu? Kenapa kamu bisa ceroboh sekali?" tanya Adrian memarahinya.

Adrian memang harus menegur bawahannya jika mereka melakukan kesalahan. Ia tidak tahu, apa yang menyebabkan Alexander David Mahendra tidak melakukan apa - apa terhadap Rena. Padahal dari apa yang di dengarnya. Alexander David Mahendra akan memberikan hukuman langsung bagi orang yang membuatnya kesal. Ia pernah mendengar mengenai sebuah rumah makan yang di tutup oleh orang - orang David hanya karena salah menghidangkan makanan pesanannya. Apalagi Rena menumpahkan kopi panas di tubuh sang CEO yang bertangan besi tersebut.

"Maaf Pak, saya benar - benar tidak sengaja. Seseorang menjegal kaki saya," ujar Rena berterus terang.

"Maksudmu, ada seseorang yang sengaja melakukan itu? Kamu tahu siapa orangnya?" tanya Andrian.

"Ya Pak, tapi saya tidak tahu siapa orangnya," ujar Rena. Rena memang tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri, siap yang telah menjenggalnya, tetapi ia menduga Ketylah yang melakukan itu, karena ia adalah orang terdekat yang di lewatinya untuk ke kursi David. Namun, Rena tidak mengatakannya, karena ia tidak memiliki bukti dan keadaan Pub saat itu sangat ramai oleh pengunjung yang tengah meluangkan waktu setelah penat bekerja selama seminggu.

Adrian menghela nafas. Ia tahu Rena adalah salah satu waiter nya yang bekerja cukup keras. Ia selalu mengerjakan pekerjaannya dengan baik dan tidak pernah tergoda oleh ajakan pelanggan Pubnya untuk berhubungan dengan mereka selepas bekerja, ataupun mencoba menggoda pelanggan mereka. Tidak seperti beberapa orang karyawannya yang lain yang kerap bersenang - senang dengan pelanggan Pubnya.

"Apa yang David katakan padamu sebelum ia pergi?" tanya Adrian yang mengetahui David mengatakan sesuatu, namun ia tidak dapat mendengarnya.

Rena ingat dengan jelas apa yang David katakan di telinganya, namun ia hanya berkata, "Katanya jangan ulangi lagi,"

Adrian pun menghela napas. Ia bimbang apakah harus melaporkan kejadian ini kepada pemilik Pub atau tidak. Sebenarnya hal ini adalah minor case jika terjadi pada orang kebanyakan, akan tetapi ini terjadi pada Alexander David Mahendra. Nasib Pub itu benar - benar tergantung mood seorang Alexander David Mahendra.

"Pulanglah Rena, istirahat saja malam ini. Berdoa saja, sehingga tidak terjadi hal buruk pada Pub ini besok," ujar Adrian.

Rena mengangguk dan beranjak dari kantor Adrian. Ia pun menghela napas saat menutup pintu kantor Adrian. Paling tidak, ia merasa lega Adrian tidak memecatnya.

"Na, kamu nggak pa - pa?" tanya Salsa. Salsa memang selalu baik padanya di antara para karyawan Pub.

"Ya Sa. Adrian segera menyuruhku pulang," ujar Rena. Ia pun segera berjalan ke arah lokernya untuk mengambil barang - barang pribadinya, di ikuti pandangan iba sekaligus cemas teman - teman kerjanya akan nasib mereka.

********

Bip... Bip... Bip..

Bunyi alarm membangunkan Adrena Clarissa Putri dari tidurnya. Kepalanya terasa sangat pening setelah apa yang terjadi tadi malam. Ia tidak bisa tidur tadi malam. Kecemasannya belum berakhir, sebab ia belum tahu bagaimana nasib dirinya dan Pub tempatnya bekerja. Jika Pub itu di tutup karena apa yang telah dirinya lakukan tadi malam, ia akan merasa sangat bersalah.

Teman - temannya di Pub itu sangat bergantung dari penghasilan mereka bekerja di sana. Salsa, salah satu waiter yang cukup dekat dengannya, adalah seorang single parents yang harus menafkahi ia dan putrinya setelah di tinggal pergi suaminya. Belum lagi karyawan lainnya yang juga memiliki keluarga untuk di nafkahi.

Rena sangat membenci sikap arogan Alexander David Mahendra dan berharap ia tidak perlu bertemu lagi dengan orang akuh dan sombong itu. Namun, ia berharap semoga saja David benar - benar bisa memaafkannya dan telah melupakan apa yang terjadi tadi malam.

Dengan tidak bergairah, ia membuka tirai jendela kamar dan membuka jendelanya lebar - lebar membiarkan udara pagi yang sejuk masuk dan bertambah dingin karena sisa hujan tadi pagi, masuk melalui jendela kamarnya di lantai 7 di sebuah gedung apartemen di kota B.

Ia menarik nafasnya dalam - dalam dan menghembuskan beberapa kali, menatap gedung - gedung yang tinggi menjulang di hadapannya. Moodnya berubah saat hangatnya sinar matahari menyentuh lembut kulitnya, membuat badannya terasa hangat dan ia pun menyunggingkan segaris senyuman di bibirnya, kenikmatan yang di dapat tanpa ia harus membayar dari alam semesta.

Rena pun melakukan aktifitas runtinnya pagi itu, membersihkan diri kemudian mengambil gulungan matras yang tersandar di salah satu sudut kamarnya. Di bentangkannya matras itu, kemudian ia melakukan beberapa gerakan yoga untuk melenturkan otot - ototnya dan membuat pikirannya tenang dan rileks.

Rena melakukan aktifitas yoga selama kurang lebih 20 menit, kemudian ia mandi dan menyiapkan sarapan seadanya untuk dirinya sendiri.

Rena hidup seorang diri. Sebelumnya ia tinggal bersama dengan Om dan Tantenya di kota lain setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

Ia pun kembali pindah ke kota kelahirannya ini saat ia memasuki bangku kuliah 4,5 tahun yang lalu, saat ia mengambil bidang bisnis management dan memutuskan untuk hidup mandiri sejak saat itu.

Setelah menghabiskan satu tangkup roti bakar dengan selai coklat dan segelas susu, ia pun segera bersiap - siap berangkat menuju ke rumah Alva dan Rara. Mereka adalah anak didik les privat bahasa inggris yang baru berusia 10 dan 11 tahun. Alva dan Rara adalah keponakan dari Tasya, temannya semasa kuliah. Tidak terlalu sulit baginya untuk mengajarkan bahasa inggris untuk anak sekolah dasar, pun uang yang di hasilkannya walaupun tidak banyak, tetapi lumayan untuk menambah pendapatannya.

Rena pun bergegas menaiki sepeda motor metiknya menuju rumah Alva dan juga Rara, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari apartemennya.

Di tengah jalan Tasya meneleponnya dan Rena pun meminggirkan motornya untuk menjawab panggilan telepon dari Tasya.

"Na, kamu tidak lupa kan untuk les bahasa inggris Alva dan juga Rara? Mereka tak henti - hentinya meneleponku dan menanyakan 'Kapan Tante Rena datang?'" tanya Tasya dari seberang telepon.

"Iya Tasya, aku sedang on the way, katakan pada mereka untuk tunggu sebentar !" Jawab Rena, kedua anak itu memag selalu tidak sabar menunggu kedatangan Rena, padahal saat itu barulah jam 09.30 pagi, dan jadwal les mereka masih setengah jam lagi!

Rena pun segera memasukkan telepon genggamnya kedalam tasnya dan melanjutkan perjalanannya, namun karena jalanan becek sisa hujan tadi pagi, Rena pun secara mendadak langsung membelokkan motornya menghindari lubang di jalan yang tergenang air dan ia pun menabrak sebuah mobil yang berjalan tepat di sampingnya!

Motor Rena jatuh menyamping dan ia pun terjatuh di aspal yang keras. Serta merta Rena menggunakan telapak tangan dan dengkulnya untuk menahan berat badannya saat terjatuh.

Mobil mercedez benz typhe S keluaran terbaru yang di tabraknya pun berhenti seketika. Sang pengemudi segera keluar dari mobilnya dan membantu Rena untuk berdiri.

"Mbak nggak pa - pa?" tanya pengemudi mobil tersebut.

Rena pun memeriksa badannya, dan bahwa ia baik - baik saja. Hanya terdapat bagian luka lecet di telapak tangan dan dengkulnya, karena bergesekan dengan aspal saat menahan berat badannya. Ada sebagian dari celana jeansnya yang sobek di bagian dengkul, dan memperlihatkan garis - garis kemerahan kulitnya yang lecet.

"Ya," jawab Rena merasa lega, namun hal itu tidak berlangsung lama.

Perasaannya menjadi tak karuan melihat bamper mobil mecedes benz yang di tabraknya. Kaca lampunya pecah dan terdapat banyak penyok di sisi samping bagian depan. Rena pun menelan ludah.

Ya ampun, apa lagi ini! Keluhnya. Ia tidak mengerti kenapa kesialan datang bertubi - tubi kepada dirinya berapa banyak uang yang harus di keluarkan untuk mengganti biaya perbaikan mobil semahal itu?!

Belum selesai rasa tercengangnya dengan kenyataan itu, pintu belakang mobil mewah itu dan keluarlah Alexander David Mahendra yang menatapnya dengan tajam. Di belakangnya turun seorang laki - laki yang hampir sepantaran dengan David.

Ya Tuhan! Hal buruk apa selain bertemu dengan Alexander David Mahendra dan menabrak mobilnya!

Yah, terlihat jelas jika mobil itu milik Alexander David Mahendra dan laki - laki yang turun dari bangku pengemudi adalah drivernya!

David melangkah dan melihat apa yang telah terjadi dengan mobilnya, ia diam kemudian memandang Rena dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Rena menelan ludah dan wajahnya pucat. Ia bagaikan hewan ternak yang menunggu untuk di sembelih. Ah, bahkan hewan ternak saja bisa bersuara, tetapi tidak dirinya.

Bersambung...

Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

Jangan lupa untuk like, komen, vote dan juga hadiahnya.

Terpopuler

Comments

Salwa Ara

Salwa Ara

cerita nya bagus thor

2022-06-11

2

Ardisti Aulia

Ardisti Aulia

ceritanya masik asik....

2022-03-25

1

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!