Merepotkan Saja!

Rena membuka matanya. Ia masih merasa sangat lemas.

Di lihatnya seorang perempuan yang pernah ia lihat, namun tidak ingat dimana. Kemudian di belakang perempuan itu ada Alvin.

Ya, Alvin! Ia ingat betul siapa Alvin! Rena pun segera bangkit dari tidurnya, namun karena badannya masih lemah ia pun tidak sanggup. Wanita yang duduk di sampingnya pun segera membantunya untuk duduk.

"Mbak Rena, istirahat saja dulu," ujar Ratih. Ia tahu, wanita itu bernama Rena saat ia sedang datang ke kantor David beberapa hari yang lalu.

"Sebentar saya ambilkan minum ya Mbak," ujar Ratih kemudian berjalan mengambilkan sebuah botol air mineral dari atas meja di dekat mereka.

Rena pun meminum air tersebut dan merasa lebih baik.

"Kenapa kamu sampai pingsan, Mbak Rena?" Alvin bertanya padanya.

"Maaf Pak Alvin, saya belum makan sejak pagi," ujar Rena dengan wajah yang tertunduk malu.

Alvin menghela nafas.

"Kamu istirahatlah dulu di sini," ujar Alvin lalu berjalan ke luar ruangan itu.

Rena baru teringat pada wanita yang ada di depannya. Ia adalah Ratih Sekretaris David.

"Saya ada dimana, Bu Ratih?" tanyanya pada Ratih, sambil melihat ke sekeliling ruangan yang seperti hotel bintang 5 itu.

"Mbak Rena ada di ruang istirahat Pak David," ujar Ratih sambil membantu mengancingkan kembali baju Rena.

Wajah Rena langsung pucat. Aku ada di kantor David? Dan ia pun teringat apa yang terjadi di kantor bagian keuangan, dan wajahnya langsung memerah.

"Apa... apa Pak David yang membawa saya kesini?" tanya Rena pada Ibu Ratih Dan Ratih mengangguk.

Rena memang ingat ada sepasang tangan kekar yang memegangnya, namun ia tidak pernah menyangka jika itu adalah tangan Alexander David Mahendra.

Pintu terbuka dan masuklah Alvin sambil membawa sebuah kotak di tangannya.

"Makanlah dulu Mbak Rena." ujar Alvin menyodorkan kotak makan itu pada Rena.

Rena yang teringat janjinya pada Gita untuk makan bersama hendak bangun dan berjalan.

"Terima kasih Pak Alvin, tapi saya makan di kantin saja," ujar Rena hendak berdiri namun hampir terjatuh karena tubuhnya masih limbung.

"Mbak Rena, istirahatlah saja dulu.Jangan kemana - mana!" Ujar Ratih sambil mendudukkan Rena kembali di ranjang,"

"Nggak apa - apa Bu, saya makan di kantin saja," ujar Rena dengan suara yang lemah.

"Kamu itu susah di bilangin!" Tiba - tiba suara David berkumandang di kamar itu. Mereka semua menengok ke arah pintu dan melihat David berdiri di sana sambil melipat tangannya di depan dada.

"Berdiri saja kamu tidak bisa, masih mau pergi ke kantin?" ucap David keras.

"Saya tidak ingin merepotkan," ujar Rena tertunduk malu.

"Kamu memang sudah merepotkan! Sudah, makan sekarang!" Perintah David. Ratih dan Alvinpun mundur saat David mendekati Rena.

"Tapi teman saya menunggu di kantin Pak," ujar Rena dan David teringat karyawan laki - laki yang mengajaknya makan siang.

Ya ampun, sudah sakit aja masih memikirkan laki - laki itu! Apakah mereka berpacaran sampai ia khawatir sekali?! Pikir David.

"Telepon saja temanmu, bilang kamu tidak jadi makan siang!" Ujar David.

David pun duduk di salah satu kursi di dekat ranjang, dan menyuruh Ratih dan Alvin meninggalkan mereka.

Rena tidak ada pilihan lain, ia pun mengambil handphone miliknya di kantong celana panjangnya dan menelepon Gita. Rena meminta maaf dan ia mengatakan tidak bisa makan siang bersamanya. Rena tidak bisa lama - lama menelepon Gita karena David memandanginya selama ia menelepon.

"Ayo, makan!" Ujar David, dengan pandangan tajam setelah Rena selesai menelepon.

Rena mengambil kotak makanan yang di tinggalkan Alvin di atas meja nakas.

"Apa Bapak akan tetap duduk di situ?" tanya Rena saat melihat David tidak beranjak dari kursinya.

"Ya!" Jawab David pendek sambil menatap Rena.

"Bapak keluar saja," ujar Rena merasa tidak nyaman dengan pandangan mata David yang tertuju padanya.

"Sudah, jangan banyak bicara, makan!" Perintah David.

Berani sekali gadis ini menyuruh ku pergi! Gumam David di dalam hati.

Rena merasa canggung, namun ia pun tidak bisa mengusir David dari ruangan itu. Sedangkan ia sendiri masih tidak sanggup untuk berjalan dengan kondisi tubuhnya yang lemah.

Rena pun membuka kotak berisi makanan di tangannya dan makanan itu terlihat sangat lezat dan aromanya segera menyebar ke seluruh ruangan.

Rena bergeser sedikit ke arah lain, untuk menghindari tatapan David yang langsung mengarah padanya. Setelah itu ia pun berdoa dan segera menyantap makanannya.

David melihat Rena. Dan ia tersenyum melihat cara gadis itu makan. Ia terlihat lahap sekali memakannya.

"Kenapa tidak sarapan tadi pagi?" tanya David tiba - tiba saat Rena telah menghabiskan makan siangnya. Alvin telah memberitahukannya bahwa Rena pingsan karena belum makan apapun sejak pagi.

"Saya kesiangan dan tidak sempat sarapan," ujar Rena jujur. Ia memang bangun kesiangan tadi pagi karena lelah bekerja dan kurang tidur. Ia hampir pulang dari Pub hampir jam 2 malam setelah piket tadi malam.

"Saya tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi. Lebih baik kamu tidak usah bekerja di sini dan lunasi hutang kamu sekarang juga atau saya pastikan sel penjara untukmu!" Ujar David dengan nada yang mengancam.

"Baik, Pak." jawab Rena.

'Pantas saja semua orang takut pada David' batin Rena, melihat wajah David yang marah padanya.

Melihat Rena yang tidak lagi membantah, Davi pun lega. David melihat di jam pergelangan tangannya, kemudian beranjak berdiri. Ia ada rapat lagi siang ini, dan harus segera pergi.

"Kamu istirahat di sini untuk hari ini! Besok saya tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi, paham?" tanya David memandang tajam Rena, dan Rena cepat - cepat mengangguk, melihat tatapan David yang seperti sebilah pisau tajam yang siap menusuknya.

David pun berbalik dan keluar kamar, merasa puas telah membuat takut Rena. Ia sengaja melakukan itu, agar gadis itu tidak mengabaikan kesehatannya dan membuat orang lain susah.

Selepas kepergian David, Rena bangun perlahan - lahan. Ia merasa sudah sedikit bertenaga setelah makan.Ia pun hendak kembali ke bagian Marketing dan keluar dari kantor David, tetapi Ratih mencegahnya.

"Mbak Rena istirahat saja. Pak David tidak mengizinkannya Mbak Rena untuk keluar," ujar Ratih sambil mencegah Rena untuk keluar ruangan kantor David. Bahkan David menaruh seorang petugas keamanan di depan pintu kantornya.

David sengaja melakukan itu, karena ia tahu Rena akan berusaha keluar dari kantornya.

Akhirnya Rena pun masuk kembali ke kantor David dan merebahkan dirinya kembali di ranjang di dalam ruangan istirahat itu, dan ia pun mulai mengantuk dan akhirnya tertidur. Rena memang sangat membutuhkan istirahat, setelah ia memforsir tubuhnya untuk bekerja selama beberapa hari terakhir.

David yang telah selesai rapat dalam perjalanan kembali ke kantornya.

"Ini data Mbak Rena yang Bapak minta," ujar Alvin sambil menyerahkan sebuah map kepada David. David memang memintanya untuk mencari data mengenai Rena. Karena sampai saat ini ia masih tidak tahu dimana ia pernah bertemu dengan gadis itu sebelumnya.

David pun mulai membuka map itu, dan ia membacanya dengan seksama.

Di data itu, di sebutkan Adrena Calrissa Putri gadis yang telah berusia 22 tahun itu di besarkan di sebuah panti asuhan hingga berusia 15 tahun di kota F dan di angkat anak oleh pasangan Suami - Istri Bagaskara dan Ayudiyah. Ia baru memginjakkan kakinya di kota B ini 4,5 tahun yang lalu saat mulai kuliah di Universitas ternama di kota ini.

David mengerutkan keningnya. Tidak ada satupun dari data itu, yang menghubungkannya dengan gadis itu, ia pun tidak pernah satu kota dengannya kecuali sejak 4,5 tahun yang lalu.

David sendiri pindah ke kota B ini 7 tahun yang lalu saat ia mulai mengembangkan perusahaannya di kota ini dan membeli aset perusahaan Alfaro yang telah dinyatakan bangkrut. Sebelum itu ia mengembangkan usahanya di kota C, dan Rena tidak pernah berada di kota C sebelumnya.

Baiklah gadis itu, memang tidak punya hubungan apa - apa dengannya. Tetapi kenapa ia sangat tertarik mengetahui mengenai gadis itu?

"Ada sesuatu yang salah, Pak?" tanya Alvin saat Bosnya itu mengerutkan keningnya dan tampak berpikir.

"Tidak, tidak ada yang salah," ujar David sambil menutup berkas Rena di tangannya, kemudian memasukkannya ke dalam tas kerja,"

Bersambung...

Terima kasih sudah membaca.Maaf jika masih banyak typho.

Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.

Terpopuler

Comments

Ayhu Ramadhan

Ayhu Ramadhan

sbenarny lebih ganteng yg namany lintang sih DRI PD pemeran utama

2022-07-01

3

Bankit Susanto

Bankit Susanto

kenapa dirahasiakan identitas rena yg sbnerannya thor klau david tau yg sbnerannya bisa bntu rena mlwan malvin yg udah buat perusahan ortunya bngkrut skaligus otng yg udah bnuh ortu rena. meski nntinya mnta imbalan. kasian rena hdupnya mnderita

2022-03-03

3

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!