Menjadi Karyawan Sementara

"Mengenai biaya perbaikan mobil Bapak," ujar Rena memulai pembicaraan."

"Kenapa dengan biayanya?" tanya David berpura - pura tidak tahu, hanya membuat Rena bertambah dongkol saja. Namun Rena berusaha menahan mimik wajahnya agar tidak terlihat kesal.

"Bisakah Bapak menguranginya? Biaya itu terlalu mahal buat saya," ujar Rena berkata sopan.

"Apakah mobil saya terlihat murahan?" tanya David dengan pandangan tajam. Tetapi sebenarnya ia memperhatikan Rena dan berpikir kenapa wajahnya tampak familiar?

Rena menggeleng menjawab pertanyaan David.

"Tapi Pak David? Bisakah Bapak memberikan saya keringanan?" tanya Rena lagi tetap berusaha meminta pengurangan biaya tersebut.

David, menyandarkan bahunya di sandaran kursi dan menangkup kedua telapak tangannya di dadanya sambil menatap gadis yang ada di depannya.

Ia terlihat terpelajar dan sikapnya pun santun, kenapa ia sampai bekerja di tempat hiburan malam seperti itu? Pikir David.

Rena merasa canggung dengan tatapan David padanya. Ia ingin rasanya berlari keluar dan menghindari si songong itu.

"Baik saya akan kurangi 2 juta," ujar David akhirnya. Entah kenapa dia ingin mempermainkan gadis itu.

2 juta? Si songong ini bukan hanya menyebalkan tetapi juga pelit! Kutuk Rena sambil melihat David denga tatapan tidak percaya.

"Kenapa? Kamu minta keringan dan saya sudah berikan. Cepat lunasi! Saya tak ada waktu lagi!" Ujar David sambil memandang jam tangan mewah di pergelangan tangannya.

Rena menghela napas. Mungkin sia - sia meminta keringanan pada orang bebal ini!

"Baik Pak, saya akan mencicilnya," ujar Rena dengan pasrah.

David tertawa.

"Menyicil? Mau berapa lama kamu menyicilnya?" tanya David.

Rena sudah menghitung tabungan dan gajinya tadi malam dan juga biaya hidupnya.Ia masih mempunyai tabungan sekitar 25 jutaan dan ia masih bisa menyicil dengan menggunakan gaji dan tipsnya dari Pub serta bayaran mengajar les bahasa inggris.

Rena sudah menyiapkan jawaban dari pertanyaan David.

"Saya akan membayar 25 juta sekarang, kemudian sisa akan saya cicil sebesar 3 juta selama 1,5 tahun," ujar Rena.

David tertawa kembali.

"Terlalu lama! 6 bulan dan kamu bekerja pada saya!" Ujar David setelah tawanya reda.

"Bekerja pada Bapak?" tanya Rena heran.

"Ya, dengan bekerja pada saya hutangmu akan lunas dalam waktu 6 bulan," ujar David. Kemudian menambahkan "Saya akan memberikanmu waktu selama 6 bulan untuk melunasi hutangmu. Tidak lebih! Jangan memaksakan kesabaran saya!"

Rena menelan ludah mendengar kata - kata mengintimidasi dari David.

"Tapi saya kerja apa, Pak?" tanya Rena, saat ia tak ada pilihan lain selain menyetujui perkataan David.

"Selama kamu setuju, banyak hal bisa kamu kerjakan di perusahaan saya," ujar David.

Ah, baiklah! 6 bulan dan ini semua akan berakhir! Pikir Rena. Toh, ia akan bekerja siang hari di sini, dan ia yakin tidak akan bertemu dengan David setiap hari, karena bagaimana mungkin seorang CEO seperti David akan bergaul dengan karyawan rendahan seperti dirinya. Dan lagi ia tetap bekerja di Pub pada malam hari, pikir Rena.

"Baik Pak, saya setuju!" Ujar Rena akhirnya.

"Alvin, cepat kesini!" Panggil David melalui interkom kepada David.

Tak sampai satu menit Alvin sudah sampai dalam ruangan itu.

"Bapak membutuhkan saya?" tanya Alvin pada David.

"Rena akan mulai membayar hutangnya mulai hari ini. Serta uang 25 juta hari ini, dan kekurangannya akan di cicil selama 6 bulan. Carikan ia pekerjaan di perusahaan, dia akan mulai bekerja hari ini juga!" Ujar David dengan senyum liciknya.

"Baik Pak," jawab Alvin yang walaupun merasa heran dengan apa yang di katakan Bosnya itu, ia tidak berani untuk bertanya. Ia tahu tabiat Bosnya, tidak suka seseorang mempertanyakan keputusannya.

Sedangkan Rena, walaupun ia terkejut harus bekerja mulai hari ini, tetapi ia tidak bisa berkata apa - apa. toh, ia sudah menyetujui perjanjian mereka.

"Mari Mbak Rena, ikut saya," ujar Alvin sambil memandu Rena keluar dari ruangan David.

Alvin membawa Rena turun ke lantai 40, di bagian HRD.

"Mbak Rena, silahkan tunggu di sini," ujar Alvin menunjuk sebuah kursi, kemudian ia masuk ke dalam ruangan manager HRD.

"Selamat Pagi Pak Alvin. Apa yang bisa saya bantu?" tanya Bakti, manager HRD.

"Ada posisi kosong apa di perusahaan saat ini?" tanya Alvin pada Bakti tanpa ia duduk. Tangannya membuka file di layar handphone. File yang mengenai Rena yang ia dapat dari anak buahnya yang ia suruh untuk menyelidiki Rena. Riwayat hidup Rena, Pekerjaan dan Pendidikan Rena. Oleh sebab itulah ia tahu mengenai alamat email dan nomor telepon Rena tanpa ia harus menanyakannya.

"Untuk Manajerial, kantor atau operasional?" tanya Bakti sambil membuka file komputernya.

"Kantor," jawab Alvin. Ia tahu Rena lulusan sebuah universitas bidang bisnis management jadi, dia tidak akan menaruh Rena di bagian operasional.

"Staf Marketing masih kekurangan satu orang lagi, ada yang sesuai untuk posisi itu Pak?" ujar Bakti.

"Ya. Tolong masukkan Mbak Rena untuk posisi itu. Ia akan mulai bekerja hari ini," ujar Alvin sambil menunjuk Rena yang sedang duduk di kantor Bakti.

"Apa ia kenalan Pak Alvin?" tanya Bakti sambil melirik ke arah wanita cantik yang ada di depan kantornya. Atau mungkin ia pacarnya? Pikir Bakti melihat perempuan itu sangat cantik dan menarik.

"Ya," jawab Alvin pendek. Tak ingin memberitahu Bakti apa yang sebenarnya terjadi. Hal itu cukup di ketahui oleh dirinya dan David. Bakti mengerti dan tidak menanyakannya lagi, ia tidak berani untuk menyinggung orang kepercayaan Alexander David Mahendra.

Alvin kemudiaan memanggil Rena untuk masuk ke dalam ruangan Bakti.

"Mbak Rena, ini Bakti Manager HRD. Mulai sekarang kamu akan bekerja di bagian marketing. Nanti Pak Bakti yang akan mengantarkanmu," ujar Alvin. Rena mengangguk dan menyalami Pak Bakti.

Alvin pun pergi meninggalkannya dan Pak Bakti menyuruhnya untuk duduk.

"Mbak Rena silahkan di isi dulu form ini, nanti kalau sudah akan saya antar ke bagian marketing," ujar Bakti sambil memberikan form data karyawan, kemudian ia keluar ruangan meninggalkan Rena untuk mengisi form tersebut. Bakti tidak akan meminta hal lainnya dari Rena, karena ia tahu segala sesuatu mengenainya akan dia urus oleh Alvin. Rena adalah karyawan titipan di perusahaan itu.

Setelah Rena mengisi Form itu, Bakti segera mengantar Kanaya ke lantai 30 tempat Divisi Marketing berada.

"Mbak Rena, ini Ibu Zelda. Manager marketing di sini, nanti Mbak Rena akan bekerja di bawah Ibu Zelda," ujar Bakti mengenalkan Rena kepada Ibu Zelda.

Ibu Zelda memandang Rena dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Rena memang cantik dan menarik, tetapi pakaiannya memang sederhana sekali.

Rena menjabat Ibu Zelda dengan kikuk.

"Silahkan duduk Rena," ujar Bu Zelda dan Pak Bakti meninggalkan mereka.

"Sudah ada pengalaman kerja di bagian marketing sebelumnya?" tanya Bu Zelda setengah menyelidik. Ia pun sebenarnya kaget mendapatkan telepon dari Bakti bahwa akan ada karyawan baru di bagiannya hari itu. Dan keheranannya menghilang saat Bakti mengatakan bahwa karyawan baru ini 'titipan'. Padahal ia membutuhkan karyawan yang berpengalaman untuk membantunya di bagian marketing.

"Belum Bu, saya baru lulus kuliah dua bulan yang lalu," jawab Rena jujur. Ia memang belum berpengalaman bekerja sebelumnya,kecuali di pekerjaan non formal dan spare time seperti menjadi pelayan atau penjaga toko.

Bu Zelda menghela nafas. Ya, mau gimana lagi. Wanita ini, titipan atasannya ia tidak bisa menolak.

"Baiklah mari ikut saya," ujar Bu Zelda dan ia pun beranjak. Dan mereka berjalan keluar kantor manager menuju ruangan karyawan melewati banyak kubikus.

"Manda!" Panggilnya pada seorang wanita muda yang menarik berusia 25 tahun, yang sedang duduk di kubikusnya. Wanita itu pun berdiri saat Bu Zelda dan Rena menghampirinya.

"Ada apa Bu?" tanya Manda pada Bu Zelda.

"Ini Rena, dia karyawan baru di Divisi kita. Kamu ajari dia sampai dia benar - benar paham!" Ujar Bu Zelda. Manda melihat kepada Rena sekilas kemudian menjawab " Baik Bu,"

Beberapa karyawan yang berada di kubikus itu mencuri dengar apa yang di katakan mereka Bu Zelda. Mereka sangat penasaran kenapa Bu Zelda mendatangi Manda.

"Oke Rena, Manda akan mengajari kamu dan saya berharap kamu bisa belajar dengan cepat. Itu di tempat kerja kamu, jadi kamu bisa leluasa belajar dari Manda," ujar Bu Zelda, sambil menunjuk kubikus yang tak jauh dari kubikus Manda. Bu Zelda kemudian meninggalkan mereka.

"Jadi kamu baru masuk hari ini?" tanya Manda padanya.Manda tidak senang pada Rena. Karena walaupun berpakaian sederhana siapapun dapat melihat betapa cantiknya Rena. Dan Manda adalah type orang yang suka mendapatkan perhatian. Sehingga ia tidak suka jika ada orang yang lebih cantik dan menarik perhatian dari pada dirinya.

"Iya Manda, tolong bimbingannya," jawab Rena merendah.

"Ya sudah, tolong kamu foto kopi ini!" Ujar Manda padanya sambil memberikan beberapa berkas untuk di foto kopi.

Rena menerima berkas itu, kemudian matanya melihat sekeliling.

"Manda, mesin foto kopinya dimana?" tanyanya, ia baru masuk ke dalam Divisi marketing, sehingga ia belum paham akan situasi dan kondisi di dalam ruangan itu.

"Itu sebelah sana," ujar Manda dengan cuek sambil menunjuk arah sebuah ruangan.

Rena mengangguk dan berjalan ke arah kubikusnya. Ia menaruh tasnya terlebih dahulu di atas meja kerjanya.

"Hi, kamu karyawan baru yah. Kenalkan aku Gita," ujar seorang Gadis manis yang berdiri di dekatnya. Ia merangkulkan tangannya pada Rena.

"Hi, saya Rena," balas Rena sambil tersenyum.

"Kamu baru bekerja hari ini," tanya Gita.

"Iya maaf. Aku harus foto kopi ini dulu," ujar Rena teringat ia harus memfoto kopi berkas - berkas yang di berikan oleh Manda.

"Kamu tahu tempatnya? Ayo aku antar," ujar Gita sambil beranjak dan berjalan ke arah tempat mesin foto kopi. Rena pun kemudian mengikutinya.

"Sekalian aku tunjukkan kantor ini padamu!" Ujar Gita sambil menoleh ke arah Rena.

"Ini ruangan pantry. Kalau kamu mau minum kopi, atau membawa bekal makan siang, bisa makan di sini," ujar Gita, lalu memberitahukan ruangan - ruangan lainnya yang ada di sana. Ia pun mengajari Rena caranya memfoto lopi berkas - berkas itu. Dalam hati Rena bersyukur bertemu dengan teman kantor yang ramah dan baik padanya.

Bersambung...

Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.

Terpopuler

Comments

Suci Imas Sadah

Suci Imas Sadah

pdhl rena tnggal ambil atm dr kakany itu loh..beres urusan biaya mobil ren🤦‍♀️

2024-05-30

1

Ucie

Ucie

🤭songong🤭🤭🤭si David emang songong Ren....😂😂

2023-06-10

0

Jasmine

Jasmine

ishh..ishh...apa mereka amnesia tak mengingat memory dimasa kecil dulu..ataukah bukan cerita spt di IPC

2022-03-11

1

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!