Ciuman Pertama

"Pak, saya tidak bisa terlihat bersama Bapak. Saya karyawan Bapak. Nanti, orang - orang akan membicarakan saya. Bagaimana saya bisa bekerja jika orang - orang menggosipkan saya?" ujar Rena protes. Ia ingin turun dari lift itu dan memencet sembarang nomor, hanya agar ia bisa keluar dari lift itu.

David memencet kembali nomor - nomor yang di pencet Rena agar tidak berhenti di lantai itu.

"Sudah, tidak akan ada yang akan melihat kita!" Ujar David sambil mengambil Handphonenya dan membuat panggilan telepon.

"Edddy! Tunggu saya di depan lift di basement," perintah David pada Eddy supir pribadinya.

"Baik Pak." jawab Eddy. Eddy yang sudah menunggu David di depan lobby pun harus memutar balik mobilnya dan harus segera kembali ke basement. Ia heran, tidak biasanya Bosnya itu naik dari basement.

Akhirnya lift VIP itu sampai di lantai basement.

David keluar terlebih dahulu dan melihat tidak ada orang lain di sana kecuali Eddy yang telah menunggu di samping mobil mewahnya, dan membukakan pintu untuk David.

"Ayo Rena, segeralah atau kamu mau orang melihat kita?" ujar David sambil memandang tidak sabar pada Rena yang ragu - ragu untuk keluar.

Di tariknya tangan Rena agar keluar lift dan Rena pun masuk ke dalam mobil David.

Eddy sempat terkejut melihat Rena. Ia mengenali gadis yang telah menabrak mobil yang di kendarainya minggu lalu dengan sepeda motor.

Apa yang Bosnya lakukan dengan gadis itu? Tidak biasanya si Bos membawa seorang gadis bersamanya!

"Club House, Eddy!" Perintah David pada Eddy.

"Baik Pak," jawab Eddy melihat dari kaca spion dalamnya.

"Aku tidak punya penyakit menular, tak perlu kau duduk menjauh," ujar David sambil melihat layar Handphonenya, namun ia masih dapat melihat apa yang Rena lakukan dari sudut matanya.

"Bukan itu Pak. Takutnya saya yang menularkan penyakit pada Bapak," ujar Rena sengaja membalas sindiran David. David mematikan hand phonenya dan melihat Rena.

"Hmmm... penyakit apa yang kau punya?" tanya David sambil bergeser mendekati Rena.

"Apa yang Bapak lakukan?" tanya Rena dengan gugup sambil merapat ke pintu mobil menghindari David.

"Kau bilang, kau punya penyakit menular! Penyakit apa?" tanya David sambil mendekati wajah Rena.

Tentu saja David sudah melihat laporan kesehatan Rena yang ada di berkas yang di berikan oleh Alvin tadi sore. Dan Rena tidak memiliki penyakit menular seperti yang di katakannya.

"Mmm... anu...." jawab Rena gugup. Ia terjebak oleh kata - katanya sendiri.

"Apa kamu membohongi saya?" tanya David sambil menatap kedua bola mata hitam Rena.

"Tidak Pak. Saya hanya bergurau saja," ujar Rena akhirnya sambil tersenyum canggung.

Namun David tidak tersenyum dan hanya memasang wajah yang dingin.

"Alexander David Mahendra tidak suka di permainkan dan di bohongi, kamu tahu itu?" tanyanya pada Rena dengan tatapan yang dingin.

"Pak, saya hanya bergurau saja, sungguh saya tidak bermaksud untuk mempermainkan Bapak," ujar Rena berusaha untuk mencairkan suasana dan tersenyum dengan manisnya.

"Kamu telah mempermainkan saya, Rena. Dan kamu harus melakukan sesuatu untuk membalasnya," ujar David yang memandang Rena dari jarak yang teramat dekat.

"Apa... yang harus saya lakukan?" tanya Rena dengan gugup. Ia pun menelan ludah. Tiba - tiba udara terasa sangat panas di mobil mewah itu.

Eddy yang tidak pernah melihat Bosnya duduk dalam jarak intim dengan seorang wanita, diam - diam memperhatikan dari kaca spion. Menurutnya hal itu adalah tontonan yang sangat jarang ia lihat. Ia menebak - nebak apakah si Bos akan mencium si wanita itu?

"Eddy, berhenti dan keluar!" Perintah David tanpa melepaskan pandangannya dari Rena.

Eddy pun menuruti perintah Bosnya tanpa bertanya. Ia meminggirkan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan, kemudian keluar dari mobil dan berdiri di luar.

"Bapak mau apa?" tanya Rena dengan gugup.

Tiba - tiba David meraih tengkuk Rena dan ******* bibir Rena dengan bibirnya. Membuat Rena terkejut dan hendak memukul David dengan tangannya, namun di tangkap oleh tangan David yang telah menerka apa yang Rena akan lakukan!

Tadinya David hanya ingin menakuti - nakuti gadis itu saja, tetapi entah mengapa saat wajah mereka berdekatan dan mata David melihat bibir ranum di hadapannya, ia tidak dapat menahan dirinya.

Setelah beberapa detik di lepaskannya bibir Rena dan David tersenyum penuh kemenangan.

"Ingat baik - baik. Alexander David Mahendra tidak suka di bohongi dan di permainkan," ujar David sambil memandangi bibir yang baru saja dinikmatinya itu, lalu menggeser duduknya kembali.

David meraih telepon genggamnya dan menyuruh Eddy untuk masuk dan melanjutkan perjalanan. Ia bertingkah seolah - olah tidak terjadi apa - apa.

Rena terdiam selama sisa perjalanan. Ia masih syock akan apa yang baru saja terjadi.

Ia tidak percaya pria songong itu baru saja menciumnya! Dan itu adalah ciuman pertamanya! Dia telah mencuri ciuman pertamanya!

Eddy yang tidak melihat apa yang telah terjadi, hanya bisa menerka - nerka 'Sayang sekali,' batinnya.

"Kita sudah sampai Pak!" Ujar Eddy memberitahukan pada David bahwa mereka telah sampai di tempat tujuan.

Rena melihat keluar dan terkejut, melihat tempat makan mewah itu. Tempat makan itu adalah Club House para kaum menengah ke atas yang hanya bisa di masuki oleh anggota Club saja.

Eddy membukakan pintu David, dan David pun turun. Tetapi Rena tetap di dalam mobil.

"Turunlah, Ren," ujar David sambil memutar bola matanya melihat tingkah Rena.

Rena menggelengkan kepalanya.

"Rena, turun sekarang, atau aku bersumpah kamu harus membayar hutangmu saat ini juga!" Perintah David dengan tidak sabar.

"Tidak! Saya tidak mau!" Ujar Rena.

David menggelengkan kepalanya dan masuk kembali ke dalam mobil.

"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu mencoba mempermainkan saya lagi?" tanya David dengan pandangan mengancam.

"Tidak Pak, saya tidak bisa masuk kesana. Bagaimana kalau nanti ada yang melihat?" tanya Rena.

David menghela napas. Sulit sekali mengajak gadis ini makan! Tidak pernah ada seseorang yang menolak ajakan makan malam Alexander David Mahendra!

David pun membuat panggilan telepon, dan menelepon reservasi Club House.

Ia meminta reservasi mejanya di rubah ke private table. Untung saja David adalah anggota VIP Club House itu sehingga ia bisa mendapatkan meja yang di inginkannya.

"Sudah, jangan beralasan lagi!" Ujar David sambil meraih tangan Rena dan menariknya keluar mobil menuju jalur pintu VIP.

Sesampainya di sana mereka langsung di pandu ke ruang private table, yang berarti hanya ada mereka berdua.

Rena melirik jam tangannya. Setengah jam lagi ia sudah harus berada di Pub. Dan ia yakin, ia pasti terlambat.

"Kau mau pesan apa?" tanya David pada Rena.

"Aku pesan minum saja," ujar Rena. Ia ingin segera pergi dari Club House itu dan bekerja.

"Makan malam itu artinya kamu harus ikut makan bersamaku," ujar David.

"Sekarang cepat mau pesan apa?!" Tanya David pada Rena sambil membukakan buku menu di depan Rena.

Bersambung...

Nantikan terus kisah mereka ya...!

Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.

Terpopuler

Comments

Nelly oktavia

Nelly oktavia

David kenal Rena teman masa kecil nya

2024-05-19

0

Rara Kusumadewi

Rara Kusumadewi

ya ampun Bang David jangan galak'' dong

2023-08-30

0

Ucie

Ucie

David emang bener2 songongggggg......😅😅😅

2023-06-10

0

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!