Rencana Kety

Eddy yang mendengar percakapan mereka pun, dengan gugup segera memarkir mobilnya di pinggir jalan dan keluar dari mobil. 'Habislah riwayat gadis itu!' Batin Eddy. Seumur - umur Eddy belum pernah melihat ada orang yang berani memerintah Bosnya itu!

"Apa yang mau Bapak lakukan?" tanya Rena langsung bergeser secara reflek menyadari apa yang akan Alexander David Mahendra akan lakukan lagi padanya!

David langsung menarik pinggang Rena dengan cepat ke arahnya dan mendudukannya di pangkuannya, kemudian ******* bibir Rena dengan kasar, tidak hanya sekali namun, berkali - kali, membuat Rena kehabisan napas.

Satu tangan kekar David mengunci kedua tangan mungil Rena sehingga Rena tidak bisa memberontak. Dan satu tangan lagi menahan tengkuk Rena agar ia bisa menciumi dengan lebih leluasa.

David pun berhenti ******* bibir Rena dan meninggalkan bengkak di bibir Rena. Ia memandang Rena dengan tatapan singa yang siap memangsa buruannya.

"Perintah aku sekali lagi, dan aku akan melakukan hal yang lebih dari ini!" Ujar David sambil meyeringai.

Rena yang terengah - engah memandangi wajah David dengan tatapan tidak percaya. Kurang ajar! Dasar mesum!

"Kamu menantang saya?!" Tanya David melihat tatapan Rena yang berapi - api.

"Kamu pikir saya tidak berani? Saya bisa lakukan di sini, saat ini juga!" Ujar David sambil menatap Rena dengan tajam.

"Stop!" Ujar Rena akhirnya saat David tidak menciumnya lagi.

"Terserah!" Ujar Rena pasrah. "I hate you!"

Walaupun suara Rena pelan, David masih mendengarnya. Entah mengapa ada goresan perih di hatinya mendengar gadis itu, mengatakan 'I hate you' . Dan David pun melepaskan Rena untuk kembali duduk di tempatnya.

David menyuruh Eddy untuk masuk dan berkata, "Albatros Eddy!"

Rena yang diam - diam meneteskan air mata, tidak berkomentar apapun. Ia kesal dan marah karena David telah berlaku kurang ajar dan kasar padanya.

Sedangkan Eddy yang mengiyakan perintah Bosnya justru heran dengan sikap Bosnya yang mengalah pada gadis itu. Alexander David Mahendra mengikuti perintah seorang gadis!

"Kita sudah sampai di Albatros, Pak!" Ujar Eddy yang memberitahukan pada Bossnya bahwa mereka sudah sampai di tujuan.

David diam saja, membiarkan Rena keluar dari mobil tanpa berkata - kata.

"Jalan!" Perintah David, dan Eddy pun menjalankan mobilnya.

"Kemana Pak?" tanya Eddy. Namun, David tidak menjawab.

Rena masuk kedalam Pub.

"Na! Segera ganti baju!" Ujar Salsa memberikan Rena kunci lokernya. Rena mengangguk dan tersenyum pada Salsa, kemudian ia segera berjalan ke arah loker karyawan di bagian belakang Pub.

Kety yang melihat Rena turun dari sebuah mobil mewah pun menjadi bertambah iri dan dongkol dengan Rena. Kety berencana memberikan pelajaran pada Rena malam itu, dan ia pun tersenyum licik.

Kety, memang sudah tidak suka pada Rena sejak pertama kali Rena bekerja di Pub itu.

Tamu - tamu yang biasa ia temani sering menanyakan mengenai Rena padanya. Dan Kety selalu mengatakan kalau Rena adalah penyuka sesama jenis, sehingga tamu - tamu tidak tergoda lagi pada Rena.

Rena pun mengetahui hal itu, tetapi ia malah bersyukur dengan apa yang Kety katakan, sehingga membuatnya di jauhi oleh para lelaki hidung belang yang sering sekali mengajaknya berkencan. Ia tidak perlu bersusah payah menolak mereka.

Rena mulai membuka loker Salsa dan menemukan seragam yang di pinjamkan Salsa untuknya. Ia pun segera berganti. Rok yang di pakai Rena, terlihat lebih pendek. Karena tubuh Rena memang lebih tinggi daripada Salsa, sehigga Rok itu, hanya mampu menutupi separu dari pahanya.

Rena ragu melihat pantulan dirinya di cermin di ruang karyawan. Ia tidak pernah memakai rok sependek itu.

"Rena, kalau kamu sudah selesai, segera bantu di depan!" Ujar Adrian padanya dari pintu ruang loker karyawan.

"Baik, Pak." jawab Rena, dan ia pun tidak mempunyai pilihan lain selain memakai seragam Salsa.

Apa boleh buat, untuk malam ini saja! Pikirnya. Ia pun segera keluar dan mulai bekerja, melayani para tamu - tamu Pub.

"Mbak, bisa tolong kesini!" Panggil seorang pria yang sedang duduk bersama dua orang temannya.

"Ya Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Rena sambil tersenyum.

"Minta birnya 3," ujar pria berusia paruh baya sambil melihat Rena dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.

Rena tidak memperdulikan pandangan pria itu, dan menulis pesanannya.

"Nanti malam bisa temui saya?" ujar pria paruh baya itu sambil menyelipkan beberapa lembar uang berwarna merah di tangan Rena.

Rena yang sedang menulis pesaanan terdiam sesaat, kemudian ia menolak dengan halus sambil mengembalikkan uang orang tersebut.

"Maaf Pak. Saya tidak bisa,"

"Ayolah, setelah pulang kerja tidak masalah. Saya masih bisa menunggu," ujar pria tadi sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Maaf mengecewakan Bapak tapi saya tidak tertarik pada lawan jenis," ujar Rena sambil mengerling dan beranjak pergi dari meja pria itu.

'Hufft! Hampir saja!' Batin Rena.

Rena pun segera memproses pesanan pria itu, dan mengatarkannya ke meja pria itu. Pria itu, nampaknya tidak percaya dengan apa yang telah di katakan Rena. Tiba - tiba ia langsung menarik Rena duduk di pangkuannya. Rena terkejut dan berusaha memberontak.

"Ayolah jangan berpura - pura, berapa yang kau mau?" ujar pria itu, bola matanya menjadi gelap saat Rena berada di pangkuannya.

"Maaf Pak, sudah saya bilang saya tidak tertarik pada laki - laki," ujar Rena mencari alasan seperti biasanya.

Salsa yang melihat hal itu, segera melapor pada Adrian.Dan Adrian pun langsung datang kesana.

"Maaf Pak. Apakah pesanan Bapak sudah ada semua?" tanya Adrian sopan, sambil menarik Rena dari pangkuan pria itu.

"Tidak. Saya mau wanita cantik ini harus ada di ranjang saya, malam ini juga!" Ujar pria itu, tanpa malu - malu. Ia pun mengeluarkan uang dari dalam dompetnya dan memberiannya pada Adrian.

"Maaf Pak, kami hanya menyediakan makanan dan minuman yang ada di menu," ujar Adrian sambil menolak uang dari pria itu.

"Kalau tidak ada yang lain, kami permisi," ujar Adrian kemudian ia dan Rena berjalan menjauh dari meja itu. Pria itu terlihat tidak suka, dan ia meneriakkan sesuatu, tetapi teman - temannya menenangkannya dan tak berapa lama mereka meninggalkan Pub itu.

"Terima kasih, Pak!" Ujar Rena. Ia lega Adrian membantunya.

"Ya, lain kali jangan berpakaian terlalu minim lagi," ujar Adrian sambil menggelengkan kepalanya.

Rena menunduk melihat pakaiannya dan menghela nafas. 'Cukup kali ini saja,' batinnya.

Setelah beberapa jam Pub pun tutup, Rena pun bersiap - siap untuk pulang.

Salsa sudah pulang di antar oleh Adrian, karena rumah mereka searah, dan karyawan lain pun sudah pulang.

Rena menunggu taksi online di depan Pub, karena motornya ia tinggal di perusahaan mahendra.

Taksi pesanan onlinenya akan datang dalam 10 menit dan ia pun menunggu sambil mengecek akun media sosialnya saat tiba - tiba sepasang tangan mencengkram lengannya dengan kuat.

"Kamu menunggu aku ya!" Ujar suara laki - laki yang tak jauh dari telinganya. Rena menoleh dan mendapati pria yang tadi memaksanya di Pub sudah berada di belakangnya dan mencengkram lengannya dengan kuat, hingga Rena meringis.

"Lepaskan saya Pak!" Ujar Rena berteriak. Rena berusah melepaskan diri dari cengkraman pria tersebut.

"Ayolah, kita bersenang - senang malam ini!" Ujar Pria tersebut kemudian mengangkat tubuh Rena dan membawanya ke sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

"Lepaskan!" Teriak Rena sambil memukul - mukul dan menendang - nendang pria tersebut dengan sekuat tenaga.

"Ayolah! Jangan berpura - pura. Aku sudah tahu akal bulusmu!" ujar pria itu sambil menaruh Rena dengan keras di dalam mobilnya.

"Lepaskan dia!" Tiba - tiba terdengar suara berat maskulin dari arah belakang pria pintu dan pria itu menoleh.

"Mau apa kau! Tak usah ikut campur urusan orang lain!" Ketus pria itu.

"Tidak ada yang boleh menyentuh milikku!" Lalu terdengar suara hantaman!

Bug! Bug! Bug!

Dan pria itu pun jatuh tersungkur.

Rena melihat Alexander David Mahendra, memukuli pria itu berkali - kali!

"Ampun, ampun Pak! Saya hanya di beritahu kalau dia bisa di beli!" Ujar pria tersebut.

"Siapa yang mengatakan itu?" tanya Rena yang ingin tahu siapa yang telah menjual namanya.

"Teman Mbak.... Kety...." ujar pria itu, sambil memegangi wajahnya yang sudah babak akibat pukulan dari David.

Kety? Kenapa ia berbuat hal seperti itu?

Bersambung...

Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya~~~

Terpopuler

Comments

Jasmine

Jasmine

resiko bekerja di pub ya begitu...kl tdk menggoda ya hrs tergoda hal2 yg diluar ekspetasi nalar

2022-03-11

2

Jasmine

Jasmine

koq Kanaya sih thor...Rena..Rena dan Rena...figur Kanaya blm saatnya muncul

2022-03-11

0

Sunraiska

Sunraiska

lagian merasa perempuan baik2 tapi kerja di tempat seperti itu. ya tidak salah kalo dianggap cewek bispak. 😑

2022-03-05

1

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!