Lelah Bekerja

3 hari sudah, Rena bekerja di perusahaan David. Ia pergi bekerja dari pagi hingga sore, kemudian ia langsung bekerja di Pub pada malam harinya. Rena merasa badannya mulai sangat letih karena kurang beristirahat, tetapi ia tidak mengeluh.

Selama 3 hari di bagian marketing. Manda tidak benar - benar mengajarinya setiap hari ia hanya di suruh untuk melakukan pekerjaan yang tidak seharusnya ia kerjakan, memfoto kopi, membuat kopi dan bahkan Manda meyuruhnya untuk mengantarkan dokumen ke bagian lain. Sehingga Rena sangat kelelahan. Harus berjalan kesana kemari seharian.

Bu Zelda pun sedang pergi keluar kota, sehingga ia tidak mengetahui akan hal ini.

"Rena, kita makan siang yuk!" Ajak Gita pada Rena yang terlihat lelah. Gita sebenarnya tidak suka dengan perlakuan Manda padanya. Namun, ia sendiri tidak bisa berbuat apa - apa. Ia sendiri termasuk karyawan baru di perusahaan Mahendra, ia baru kerja di sana selama 6 bulan, sehingga tidak berani untuk menentang Manda. Pegawai lainpun tampaknya enggan untuk menegur Manda. Ada yang mengatakan bahwa Manda adalah titipan dari Pak Bakti, oleh karena itu ia sering bertindak yang sewenang - wenang.

"Aku harus mengantar berkas ini ke bagian keuangan," ujar Rena.

"Ya sudah, kamu langsung balik kan? Aku tunggu di sini ya, Rena! Nanti kita langsung ke kantin" ujar Gita.

"Apa kita ketemu di kantin aja?" ujar Rena yang agak lelah untuk kembali ke lantai 30 dari lantai 20 Divisi keuangan berada. Perutnya pun sudah sangat keroncongan karena hanya minum segelas susu tadi pagi.

"Oh, oke kalau begitu kita bareng ke bawah," ujar Gita sambil mengambil dompetnya dan berjalan bersama Rena menuju ke lift.

Rena membawa dompet, handphone dan berkas yang harus ia kirim ke lantai 20 bersamanya. Rena berhenti ke lantai 20, sedangkan Gita lanjut turun ke lantai 2 tempat kantin karyawan berada.

Ia akan mencarikan tempat duduk untuk mereka berdua, karena biasanya kantin akan penuh saat jam makan siang.

"Maaf saya mau ke temu sama, Bapak Lintang," ujar Rena pada seorang laki - laki di bagian keuangan.

"Ooh, Lintang ya?" ujar laki - laki itu tersenyum manis pada Rena. Matanya langsung terbelalak melihat gadis cantik yang ada di depannya.

"Iya, Pak Lintangnya ada di mana?" tanya Rena lagi.

"Itu Pa Lintangnya, Mbak?" ujar laki - laki itu sambil menunjuk seorang laki - laki muda di salah satu kubikus.

"Terima kasih Pak." ujar Rena, kemudian ia berjalan menemui Lintang. Para karyawan laki - laki di sana mengikuti gerakan Rena. Ada pula yang menggodanya, atau pun bersiul.

"Selamat siang, Pak Lintang, ini berkas dari Mbak Manda untuk Bapak," ujar Rena pada laki - laki yang tengah asyik mengetik di laptopnya, dan ia pun mendongak dan melihat Rena menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat.

"Oh, iya, Mbaknya?" tanyanya dengan ramah, namun ia heran kenapa bukan OB yang mengantar berkas itu, melainkan seorang gadis yang kelewat cantik. Apa ia OG? Tapi ia tidak memakai seragam OG! Dapat rejeki apa ya, bisa melihat gadis yang secantik ini," pikir Lintang.

"Saya Rena, Pak. Dari bagian Marketing," ujar Rena sambil mengulurkan tangannya.

Tentu saja, Lintang menyambut uluran tangan dari gadis cantik itu.

"Nggak usah panggil Pak, panggil Lintang saja," ujar Lintang tersenyum dan Rena pun mengangguk.

"Kamu baru ya di bagian Marketing. Kok, kayaknya saya belum pernah ketemu," ujar Lintang.

"Iya, saya baru 3 hari bekerja di sini," jawab Rena jujur.

"Maaf saya harus segera pergi," ujar Rena kemudian berbalik dan berjalan keluar dari kantor bagian keuangan. Rena merasa badannya sedikit limbung, ia sangat lapar. Ia ingin segera menyantap makanannya di kantin.

Lintang yang ingin mengenal Rena pun langsung mengejarnya.

"Rena, kamu sudah makan siang belum?" tanyanya sambil mensejajari langkah Rena menuju lift.

Rena menggeleng, kemudian berkata, "Setelah ini baru mau makan siang di kantin,"

"Kebetulan dong, aku juga mau makan siang. Kita bareng yuk!" Ujar Lintang tidak putus asa.

"Tapi saya bareng teman di kantin," ucap Rena jujur.

"Oh gitu ya? Laki - laki atau Perempuan?" tanyanya lebih lanjut.

"Perempuan," jawab Rena lalu berhenti berjalan, mengantri untuk masuk ke dalam lift. Saat itu adalah jam makan siang sehingga lift menjadi padat oleh karyawan yang keluar hendak makan siang.

Tak sengaja Rena melihat David dan Alvin berjalan ke arah lift. David pun melihat Rena tetapi ia diam saja seperti tidak mengenali Rena.

Karyawan yang ada di sana semuanya mengucapkan salam pada David. David pun tersenyum dan mengangguk pada semua karyawannya. Kemudian ia menunggu lift VIP nya terbuka, dan berdiri kurang lebih satu meter dari Rena.

David yang saat itu hendak keluar makan siang setelah berbicara dengan Manager keuangannya, melihat Rena berdiri mengantri untuk masuk ke dalam lift.

Rupanya ia ada di bagian keuangan, pikir David saat ia melihat Rena berada di lantai bagian keuangan.

Baru hari ini, ia melihat Rena lagi. Ia tidak pernah bertemu Rena lagi sejak hari itu, ia datang untuk meminta keringanan pembayaran, dan ia lupa menanyakannya pada Alvin mengenai gadis itu karena kesibukannya.

Dari sudut matanya ia bisa melihat wajah Rena yang terlihat pucat. Apakah ia sakit, pikir David. Namun ia tak mungkin menanyakan itu di depan karyawannya jadi ia diam saja, namun memperhatikan Rena dari sudut matanya dan pantulan dinding pintu lift yang terbuat dari logam.

"Bolehkah aku bergabung? Males nih kalau makan sendiri," tanya Lintang pada Rena.

Saat suasana hening dan tidak ada yang berbicara saat ada David di dekat mereka. Beberapa orang karyawan menoleh ke arah Rena dan Lintang begitu pula David.

Namun Rena sangat limbung, sehingga ia tidak memperhatikan pertanyaan Lintang dan ia pun terhuyung tak sadarkan diri. David yang melihat Rena terkulai lemas, tanpa berpikir panjang menopang tubuh Rena agar ia tidak jatuh.

Suasana menjadi riuh apalagi melihat CEO mereka yang terkenal angkuh dan tegas, tiba - tiba menolong seorang karyawan wanita yang pingsan.

"Mundur! Semuanya mundur!" Ujar Alvin menyuruh orang - orang yang ada di sana untuk mundur dan memberi ruangan untuk Rena.

Pintu lift Vip pun terbuka dan David langsung membawa Rena besertanya, di ikuti oleh Alvin dan para karyawan yang ada di sana memandang dengan takjub. Karyawan wanita pun merasa iri dengan nasib Rena yang berada di dalam gendongan sang CEO tampan.

"Ada apa dengannya Alvin?" tanya David bingung melihat gadis yang sembrono itu tiba - tiba pingsan.

"Saya tidak tahu, Pak. Mari Pak, biar saya minta seseorang untuk membawanya ke klinik," ujar Alvin hendak mengambil Rena dalam gendongan David.

"Apa - apaan kamu Alvin? Menyerahkan gadis pingsan seperti ini pada orang yang tak di kenal?!" Bentak David. Alvin pun terdiam.

"Biar saya yang bawa Pak." ujar David yang merasa tidak enak Bosnya yang menggendong Rena.

David mendengus dan membawa Rena keluar menuju kantornya segera begitu lift terbuka.

"Ratih, ambilkan kotak P3K!" Perintahnya pada Ratih, Sekretarisnya. Ratih pun langsung berlari mengambil kotak P3K di kantor David dan langsung mengikuti David.

David membawa Rena ke ruang istirahatnya dan merebahkannya di ranjang yang terdapat di sana.

Ratih mencoba membangunkan Rena dengan memberinya aroma minyak kayu putih dan menepuk - nepuk pipi Rena. Dan membuka beberapa kancing bajunya agar ia dapat bernafas dengan lancar. Rena pun mengerjap - ngerjapkan matanya.

'Menyusahkan saja gadis ini!' Umpatnya dalam hati, namun ia menghela nafas lega mengetahui Rena mulai siuman. David pun keluar dari ruang istirahatnya dan membiarkan Ratih dan Alvin yang mengurusi Rena.

Bersambung...

Nantikan terus kisah mereka ya...!

Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.

Terpopuler

Comments

Fahmi Fahmi

Fahmi Fahmi

calon bos bucin

2024-06-03

0

Murti Ningsih

Murti Ningsih

semoga David jadi orang bucin sebucin-bucinnya sama Rena, biar tau rasa itu orang songong

2024-05-19

0

Alejandra

Alejandra

Semoga Rena tidak langsung luluh saat David mulai menyukainya...

2023-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 Alexander David Mahendra
2 Adrena Clarissa Putri
3 Terjadi Lagi
4 Ganti Rugi
5 Austin Leonard Alfaro
6 Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7 Terkenang Ayah
8 Menjadi Karyawan Sementara
9 Lelah Bekerja
10 Merepotkan Saja!
11 Di Jebak David.
12 Ciuman Pertama
13 Makan Malam
14 Rencana Kety
15 Tidak Seperti Biasanya
16 Sidak
17 Hanya Bisa Mengancam
18 Makan Siang Bersama
19 Menjadi Asisten Pribadi.
20 Semakin Terperangkap
21 Kety mendapatkan Getahnya!
22 Membuat Keributan
23 Perlakuan David
24 Memanfaatkan Kesempatan
25 Berada di Rumah David
26 Bubur Ayam
27 Kedatangan Malvin Dirgantara.
28 Hasil Penyelidikan Alvin
29 Make Over
30 Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31 Sikap David
32 Balas Ciumanku
33 Masa Lalu Rena
34 Belum Bisa Melupakan Renatta
35 Hukuman Untuk Mira
36 Kecupan Selamat Malam
37 Temani Aku Sarapan
38 Gara - Gara Foto
39 Austin Dan David
40 Informasi Tentang Rena
41 Rahasia Masa Lalu
42 Menenangkan Hati David
43 Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44 Hukuman David
45 Mira Di rawat
46 Alexa dan Austin
47 Rumah Pantai
48 Kamu Yang Pertama
49 Rejeki Minggu Pagi
50 Memberitahu pada Alvin
51 Arka dan Gilang
52 Pagi Bersama Austin
53 Belum Sempat Berkenalan
54 Kesirikan Manda
55 Abian Syahlendra
56 Abian Dan David
57 Penyelidikan Arka Part 1
58 Penyelidikan Arka Part 2
59 Mie Goreng
60 Cocok Jadi Istri
61 Latihan Bersama
62 Kedatangan Audrey
63 Aku Tidak Bisa Menerimanya
64 Masa Lalu David
65 Mau Kawin
66 Sebuah File
67 Pendapat Gilang
68 Keselamatan Rena
69 Menjaga Rena
70 Pelaku Pemukulan
71 Wajah Baru Mira
72 David dan Aleta
73 Aku Tidak Mau Bicara
74 Pengakuan David
75 Kesedihan Rena
76 Menolak Tawaran
77 Tes DNA
78 Menerima Masa Lalu David
79 Teringat Sesuatu
80 Kenangan Bersamamu
81 Hanya Masalah Waktu
82 Pembahasan Tentang Pernikahan
83 Pengumuman
84 22 Tahun Lalu
85 Seberkas Kerinduan
86 Aku Telat
87 Ada apa Gilang?
88 Kata - Kata Manda
89 Bertemu Ibu Andini
90 Menggoda Gilang
91 Ketahuan
92 Sepucuk Surat
93 Identitas Pelaku
94 Kemarahan Austin
95 Kedatangan Austin
96 Biarkan Kami Lewat
97 Kegelisahan Mira
98 Para Pencari Berita
99 Peresmian Hotel
100 Interogasi Rena
101 Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102 Terpisah Oleh Pagar Rumah
103 Rencana Austin
104 Menunggu Rena
105 Penantian David
106 Reservasi Restoran
107 Restoran
108 Dua Hal
109 Lampu Hijau
110 Memberikan Ijin
111 Austin VS Malvin
112 Taman Bermain
113 Jagalah Adikku
114 Acara Amal
115 Kamu jahat!
116 Mobil Baru
117 Menemui Malvin
118 Sangat Frustasi
119 Berita Online
120 Gilang Dan Austin
121 Ke Tempatmu Saja
122 Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123 Ijin Pulang
124 Tempat Istimewa
125 Tertangkap Basah
126 Ijin Orang Terkasih
127 Seperti Rencana
128 Hari Pernikahan
129 Udah Halal
130 Pulau
131 Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132 Menjelajahi Pulau
133 Hasil Tes DNA
134 Kemarahan Aleta
135 Buku Kasih Sayang
136 Kedatangan Aleta
137 Malvin Dan Aleta
138 Hadiah Kejutan
139 Pemecatan Manda
140 Rencana Penculikan Rena
141 Arka Beraksi
142 Mencari Rena
143 Keberadaan Rena
144 Hasil Investigasi
145 Penyesalan
146 Penyerangan
147 Pengkhianat
148 Pencarian Rena Part 1
149 Pencarian Rena Part 2
150 Menemukan Rena
151 Usaha David
152 Sebuah Kenangan
153 Kondisi David
154 Pengumuman
155 Melahirkan
156 Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157 Extra Part 02 Devan Permana
158 Extra Part 03 Menggoda Suami
159 Extra Part 4 Club House
160 Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161 Pengumuman
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Alexander David Mahendra
2
Adrena Clarissa Putri
3
Terjadi Lagi
4
Ganti Rugi
5
Austin Leonard Alfaro
6
Biaya Ganti Kerusakan Mobil
7
Terkenang Ayah
8
Menjadi Karyawan Sementara
9
Lelah Bekerja
10
Merepotkan Saja!
11
Di Jebak David.
12
Ciuman Pertama
13
Makan Malam
14
Rencana Kety
15
Tidak Seperti Biasanya
16
Sidak
17
Hanya Bisa Mengancam
18
Makan Siang Bersama
19
Menjadi Asisten Pribadi.
20
Semakin Terperangkap
21
Kety mendapatkan Getahnya!
22
Membuat Keributan
23
Perlakuan David
24
Memanfaatkan Kesempatan
25
Berada di Rumah David
26
Bubur Ayam
27
Kedatangan Malvin Dirgantara.
28
Hasil Penyelidikan Alvin
29
Make Over
30
Tawaran Menjadi Pacar Satu malam
31
Sikap David
32
Balas Ciumanku
33
Masa Lalu Rena
34
Belum Bisa Melupakan Renatta
35
Hukuman Untuk Mira
36
Kecupan Selamat Malam
37
Temani Aku Sarapan
38
Gara - Gara Foto
39
Austin Dan David
40
Informasi Tentang Rena
41
Rahasia Masa Lalu
42
Menenangkan Hati David
43
Pilihan Yang Sulit (Ganti Rugi Lamborgini)
44
Hukuman David
45
Mira Di rawat
46
Alexa dan Austin
47
Rumah Pantai
48
Kamu Yang Pertama
49
Rejeki Minggu Pagi
50
Memberitahu pada Alvin
51
Arka dan Gilang
52
Pagi Bersama Austin
53
Belum Sempat Berkenalan
54
Kesirikan Manda
55
Abian Syahlendra
56
Abian Dan David
57
Penyelidikan Arka Part 1
58
Penyelidikan Arka Part 2
59
Mie Goreng
60
Cocok Jadi Istri
61
Latihan Bersama
62
Kedatangan Audrey
63
Aku Tidak Bisa Menerimanya
64
Masa Lalu David
65
Mau Kawin
66
Sebuah File
67
Pendapat Gilang
68
Keselamatan Rena
69
Menjaga Rena
70
Pelaku Pemukulan
71
Wajah Baru Mira
72
David dan Aleta
73
Aku Tidak Mau Bicara
74
Pengakuan David
75
Kesedihan Rena
76
Menolak Tawaran
77
Tes DNA
78
Menerima Masa Lalu David
79
Teringat Sesuatu
80
Kenangan Bersamamu
81
Hanya Masalah Waktu
82
Pembahasan Tentang Pernikahan
83
Pengumuman
84
22 Tahun Lalu
85
Seberkas Kerinduan
86
Aku Telat
87
Ada apa Gilang?
88
Kata - Kata Manda
89
Bertemu Ibu Andini
90
Menggoda Gilang
91
Ketahuan
92
Sepucuk Surat
93
Identitas Pelaku
94
Kemarahan Austin
95
Kedatangan Austin
96
Biarkan Kami Lewat
97
Kegelisahan Mira
98
Para Pencari Berita
99
Peresmian Hotel
100
Interogasi Rena
101
Biarkan Saja Dia Terus Menunggu
102
Terpisah Oleh Pagar Rumah
103
Rencana Austin
104
Menunggu Rena
105
Penantian David
106
Reservasi Restoran
107
Restoran
108
Dua Hal
109
Lampu Hijau
110
Memberikan Ijin
111
Austin VS Malvin
112
Taman Bermain
113
Jagalah Adikku
114
Acara Amal
115
Kamu jahat!
116
Mobil Baru
117
Menemui Malvin
118
Sangat Frustasi
119
Berita Online
120
Gilang Dan Austin
121
Ke Tempatmu Saja
122
Kedatangan Milan Dirgantara dan Alexa
123
Ijin Pulang
124
Tempat Istimewa
125
Tertangkap Basah
126
Ijin Orang Terkasih
127
Seperti Rencana
128
Hari Pernikahan
129
Udah Halal
130
Pulau
131
Menginginkanmu ( Malam Pertama)
132
Menjelajahi Pulau
133
Hasil Tes DNA
134
Kemarahan Aleta
135
Buku Kasih Sayang
136
Kedatangan Aleta
137
Malvin Dan Aleta
138
Hadiah Kejutan
139
Pemecatan Manda
140
Rencana Penculikan Rena
141
Arka Beraksi
142
Mencari Rena
143
Keberadaan Rena
144
Hasil Investigasi
145
Penyesalan
146
Penyerangan
147
Pengkhianat
148
Pencarian Rena Part 1
149
Pencarian Rena Part 2
150
Menemukan Rena
151
Usaha David
152
Sebuah Kenangan
153
Kondisi David
154
Pengumuman
155
Melahirkan
156
Extra Part 01 Baby Brayen Adams Mahendra
157
Extra Part 02 Devan Permana
158
Extra Part 03 Menggoda Suami
159
Extra Part 4 Club House
160
Extra Part Ke 5 Kejutan Untuk Rena.
161
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!