Maya menerima kartu nama tersebut dan membacanya.
" Tuan Jonathan Alexander, tuan seorang CEO dan perusahaan ini adalah cabang milik tuan." Ucap Maya.
" Iya benar, nona Poppy adalah orang kepercayaan ku untuk mengatur perusahaan cabang ini." Ucap Nathan.
Maya hanya menganggukkan kepalanya sambil melirik sekilas ke arah nona Poppy yang menatapnya dengan tajam.
" Bukankah pekerjaan saya sangat jelek dan di tambah sering terlambat jadi maaf tuan cari kandidat yang lebih baik dariku." Tolak Maya halus sambil menyerahkan kartu nama tersebut.
" Biasanya orang - orang berlomba - lomba agar bisa masuk ke perusahaan milikku tapi kenapa kamu tidak?" Tanya tuan Nathan bingung.
" Tidak semua sama dan maaf tuan saya permisi dulu." Pamit Maya sambil membalikkan badannya meninggalkan ruangan tersebut.
Maya berjalan ke ruangannya dan langsung mengambil tasnya membuat teman-temannya bingung.
" Ada apa May?" Tanya temannya
" Iya Maya ada apa?" Tanya teman lainnya
Maya tersenyum ke arah teman-temannya kemudian memeluk satu persatu.
" Maaf kalau aku ada salah dengan kalian baik sengaja maupun tidak." Ucap Maya
" Kenapa sih kamu ngomong gitu?" Tanya teman kantornya serempak.
" Hari ini aku terakhir berkerja." Ucap Maya.
" Kamu serius May?" Tanya temannya.
" Serius, aku pulang dulu ya, bye." Pamit Maya setelah berpamitan dengan teman-temannya.
" Besok libur kami ke rumahmu ya." Ucap teman-temannya.
" Ok." Jawab Maya sambil berjalan keluar dari perusahaan.
Maya melambaikan tangannya ke arah taksi yang baru lewat setelah taksi berhenti Maya masuk ke dalam taksi tersebut. Maya memejamkan matanya hingga tanpa sadar dirinya tertidur. Sang sopir taksi melihat kecantikan Maya terlebih Maya tertidur membuatnya mempunyai pikiran jahat.
( " Sangat cantik aku akan menghubungi teman-temanku untuk berpesta." Ucap sopir taksi tersebut dalam hati sambil tersenyum jahat ).
Sambil mengendarai mobil sopir itu mengirim pesan ke temannya kalau dirinya mendapatkan mangsa empuk seorang gadis yang cantik. Di tempat yang sepi mobil itu berhenti bersamaan Maya terbangun dari tidurnya.
" Sudah sampai pak?" Tanya Maya belum tersadar karena baru bangun dari tidurnya sambil melihat ke arah sekelilingnya.
" Pak, kenapa berhenti?" Tanya Maya yang baru tersadar dirinya berada di tempat asing.
" Nona turunlah, kita akan mengadakan pesta yang sangat menyenangkan." Ucap sopir itu sambil membuka mobil dan tidak memperdulikan pertanyaan Maya.
Maya melihat sopir taksi tersebut keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah enam pria yang sedang berdiri membelakangi mobil mereka.
" Si*l kenapa aku harus ketiduran sih?" Omel Maya pada dirinya sendiri yang merutuki kebodohannya.
" Akhhhhhhhh hari ini aku apes banget sih... eh tunggu ... karena aku lagi kesal dengan mama singa lebih baik aku memukul mereka sebagai pelampiasan kemarahan ku." Ucap Maya sambil keluar dari mobil.
" Lihat cantik kan." Ucap sopir tersebut ketika melihat Maya keluar dari taksi.
" Hebat kamu bro mencari gadis secantik ini." Ucap teman-temannya.
" Iya donk, karena aku duluan jadi aku yang pertama." Ucap sopir taksi tersebut.
Sopir taksi tersebut berjalan ke arah Maya dan Maya langsung bersiap-siap untuk melawannya.
bugh
duag
bruk
Maya memukul dan menendang pria tersebut hingga ambruk.
" Kurang aj*r ternyata gadis itu bisa bela diri, kita serang bersama." Ucap teman-temannya.
Ke enam pria tersebut berjalan mendekati Maya, Maya yang memang sedang kesal melampiaskan kemarahannya ke mereka namun karena perkelahian tak seimbang Maya terdesak.
" Berhenti!!" Teriak pemuda tampan sambil berjalan ke arah mereka.
Maya yang mendengar suara yang sangat familiar langsung menengok ke arah belakang.
" Kau!!!" Pekik Maya tidak menduga dirinya bertemu dengan mantan suaminya yang paling dibencinya.
" Maya." Panggil mantan suaminya dengan nada terkejut karena dirinya tidak percaya mantan istrinya kembali cantik seperti dulu bahkan sekarang lebih cantik.
Ke enam pemuda itu melihat mereka berdua mengobrol mendekati Maya untuk menyerang kembali tapi gerakan mereka terbaca oleh mantan suaminya Maya.
" Maya awas!!!" Teriak mantan suaminya.
Maya memalingkan wajahnya ke depan berusaha menghindar dan memukul balik. Mantan suaminya yang melihat Maya di keroyok ikut membantu Maya melawan mereka dua lawan enam orang.
Sopir taksi yang tadi di pukul Maya kembali bangkit dan membantu teman-temannya hingga terjadi perkelahian yang tidak seimbang. Di saat krisis terdengar dua suara tembakan dan dua orang langsung ma*i di tempat kemudian di susul lagi tembakan ke dua membuat dua orang lagi ma*i di tempat total 4 orang yang meninggal membuat mereka serempak membalikkan badannya dan melihat pemuda yang sangat tampan berjalan ke arah mereka.
" Tuan Nathan." Gumam Maya terkejut karena tiba-tiba tuan Nathan datang.
" Menyerahlah kalau tidak ingin aku tembak." Ancam Nathan dengan nada dingin.
ke tiga pria itu termasuk sopir melihat ke empat temannya ma*i mengenaskan membuat mereka langsung menyerah.
" Telephone ke anak buahmu untuk menangkap mereka." Perintah tuan Nathan.
" Baik tuan." Jawab bodyguard itu dengan patuh sambil mengambil ponselnya di saku jasnya kemudian menghubungi anak buahnya.
" Maya sayang, maafkan aku." Mohon mantan suaminya
" Aku sungguh-sungguh sangat menyesal telah melukai hatimu kembalilah padaku Maya." Mohon suaminya.
" Hatiku sudah sangat sakit jika aku kembali padamu jadi aku minta pergilah dari kehidupanku seperti waktu itu aku katakan kalau kita tidak mengenal satu sama lain." Ucap Maya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 375 Episodes
Comments
Ita rahmawati
enak aj main mnta mf..dikira kesalahanmu sepele ap 😡😡
2023-06-18
0
Asih Ningsih
iya begitulah laki2 klu udah bangkrut atau miskin dgn modus meminta maf ba ....iiiii!!!!!!!
2023-02-28
0
cwekgila_
penyesalan selalu datang di akhir
2023-01-16
0