Gara-gara kaki yang terkilir, selama satu Minggu di nada menghabiskan harinya hanya dengan berdiam diri di rumah sambil melakukan perawatan kulit dan belajar menggunakan makeup.
Rima selalu mengawasi pola makan Dinda bahkan meminta pelayanan dapur untuk menyiapkan menu diet sesuai jadwal agar Dinda bisa mempertahankan bentuk tubuhnya yang sudah ideal.
Pagi-pagi sekali, seorang kurir datang mengantarkan buket bunga. Rima pun langsung menyerahkan bunga tersebut pada Dinda yang baru saja bangun tidur.
"Non, ada kiriman buket bunga buat nona." Rima menyerahkan buket bunga kepada Dinda yang masih rebahan di atas kasur.
"Dari siapa ini mbak." tanya Dinda lalu duduk dan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang, Aroma wanginya langsung menyeruak masuk ke dalam Indera penciuman dan dinda sangat di sukainya.
Dinda berkali-kali menghirup aromanya lebih dalam sambil tersenyum senang. Ini adalah kali pertamanya Dinda merasakan betapa bahagianya saat mendapatkan buket bunga yang cantik dari orang lain dan datang di saat dirinya terbangun dari tidur dan menyambut paginya.
Selembar kertas ucapan terselip diantara bunga, Dinda segera mengambilnya dan membukanya.
Dinda membelalakkan matanya saat membaca nama yang ada di dalam kertas tersebut.
"Pak Zack! jadi bunga ini darinya, apa aku tak salah, pak Zack memberikan buket ini untukku sebagai permintaan maaf." Dinda membolak-balikkan kertas tak percaya, bos yang menyebalkan itu bisa bersikap baik juga.
Tiba-tiba Adi datang ke kamar dan meminta Dinda untuk bersiap dan menghadiri undangan sebagai wakil dari Perusahaan Scorpio.
"Haruskah aku datang paman? tidak bisakah paman yang mewakili. Aku masih belum siap paman jika harus bertemu dengan orang-orang besar nantinya." Saut Dinda.
"Nona harus datang, Sebagai pimpinan Scorpio kehadiran nona sangat di harapkan. " jelas Adi.
"Ya baiklah, kapan undangannya?" jawab Dinda malas.
"Pukul sepuluh pagi ini Anda harus sudah ada di sana." Jelas Adi sambil melihat jam di tangannya.
"Apa pak Zack akan datang?" tanya Dinda tiba-tiba.
"Pak Zack. tentu saja dia akan datang."
*****
Perusahaan Cobra adalah perusahaan besar nomor tiga setengah Scorpio dan CS company, dan saat ini perusahaan Cobra sedang peresmian peluncuran produk baru perusahaannya.
Di aula perusahaan, Orang-orang penting mulai berdatangan memenuhi undangan dari pimpinan cobra,
Dinda datang seorang diri, sedangkan Adi harus mengurus hal penting terlebih dahulu sebelum menyusul.
Tamu-tamu penting tak ada yang mengenal Dinda, kehadiran tak begitu di hiraukan. Dinda melihat Ada Aryo juga datang, semenjak keluar dari rumah orang tua angkatnya Dinda belum pernah bertemu lagi dengan Aryo. Dinda menghimpiri Aryo untuk menanyakan kabar.
"Pa..." sapa Dinda yang mengejutkan Aryo.
Aryo memperhatikan penampilan Dinda yang berbeda ,"Dinda, ngapain kamu di sini?" tanya Aryo, yang sebenarnya sayang pada Dinda, hanya saja setiap berada di dekat Kusuma Aryo seakan terhipnotis untuk membenci Dinda.
"Sama halnya dengan papa, aku juga sebagai tamu undangan." jawab Dinda.
"Benarkah." Dinda mengangguk.
Aryo tak begitu memperdulikan Dinda hingga Dinda memilih mundur dan menyendiri, menjauh dari kerumunan karena tak satupun yang Dinda kenal dan Semua orang mengabaikan dirinya.
"Hai kamu... ngapain duduk di situ, Cepat layani para tamu dan berikan minumannya pada mereka. Cepat kerjakan sekarang." Ucap seorang pria yang baru masuk, dan mengira Dinda adalah adalah seorang pelayan.
Dinda yang bosan pun mengiyakan perintah laki-laki itu dan segera mengambil nampan yang berisi minuman, yang merupakan produk terbaru perusahaan Cobra dan segera mengedarkan ke pada para tamu.
Tak lama Zack datang memenuhi undangan, kedatangannya langsung di sambut pimpinan Cobra. Begitu juga dengan Adi, setelah selesai urusannya dia pun segera datang untuk menemani nona mundanya.
"Paman Adi!." sapa Zack sambil matanya mencari-cari keberadaan Dinda yang seharusnya ada bersama dengan Adi.
"Tuan Zack, ada baru datang juga." Sapa kembali Adi.
"Tuan Adi, Akhirnya tuan bisa datang. Dimana nona muda Scorpio, apa dia tidak bisa hadir?" tanya Robert, pimpinan Cobra. Adi terkejut dengan pertanyaan Robert, padahal nona mudanya sudah datang dari tadi dan dia sendiri yang mengantarkan, bagaimana tidak ada yang mengetahuinya.
"Maafkan aku tuan Robert, Nona muda kami sudah hadir di sini sejak tadi, apakah anda tidak bertemu dengannya?" tanya balik Adi.
"Sejak tadi! aku tidak bertemu dengannya."
"Mungkin karena terlalu banyak tamu, anda tidak memperhatikannya." Jawab Adi berfikir positif.
"Paman, bukankah itu Dinda..." Ucap zack sambil menunjuk ke arah Dinda yang sedang menjadi pelayan.
"Astaga... apa yang nona lakukan."Adi ingin menghampiri namun langkahnya di hentikan Zack.
"Biar aku saja paman." Zack pun melangkah menghampiri Dinda yang sedang sibuk.
"Eeemmm, bisakah aku minta satu gelas." Ucap zack secara tiba-tiba di samping Dinda dan mengambil satu gelas. Mata Dinda terbelalak saat melihat cincin yang sama persis ada di tangan laki-laki yang sedang mengambil salah satu gelasnya yang ada di nampan.
Dinda mengalihkan pandangannya untuk menatap pemilik tangan tersebut dan tak lain adalah Zack yang juga sedang melihat dirinya sambil tersenyum.
"Pak Zack, apa dia... tidak mungkin laki-laki itu pak Zack." Gumam Dinda, tubuhnya langsung bergetar dengan perasaan campur aduk.
"Kamu kenapa, Cristal..." Tanya Zack lagi, dan ucapan Zack menambah keterkejutan Dinda saat menyebut nama pemberian orang tuanya.
"Pak Zack, tahu tentang aku." gumam Dinda lagi, mulutnya terkatup tak bisa bertanya langsung darimana Zack mengetahui semuanya dan juga kenapa cincin yang di kenakan sama persis.
"Nona... apa yang nona lakukan." Adi langsung mengambil nampan dari tangan Dinda, namun Dinda tak perduli matanya masih saja tertuju pada Zack, Dinda masih saja tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Non... nona... nona tidak papa?" tanya Adi menyadarkan Dinda yang sedari tadi tak bergerak dan akhirnya mengalihkan pandangannya pada Adi.
"Iya, ada apa paman." ucap Dinda tergagap.
"Tuan Robert, ini nona kami nona Scorpio." Ucap Adi dan semua orang yang ada di ruangan terkejut termasuk Robert yang melihatnya namun mengabaikan dirinya.
"Jadi nona ini adalah nona Scorpio." Robert langsung minta maaf karena mengabaikan tamu pentingnya.
"Tidak perlu minta maaf paman, wajar kalau paman tidak kenal aku, karena aku di sini masih jadi orang asing." Jawab Dinda dengan tersenyum.
Aryo yang ada di sana pun menguping pembicaraan putri angkatnya yang ternyata adalah pewaris Scorpio, penyesalan pun tiba-tiba saja muncul di hatinya sudah menyia-nyiakan harta Karun yang ada di depan mata.
"Jadi Putri yang selama ini aku besarkan adalah pewaris Scorpio. Kemana saja aku sampai tidak tahu sama sekali tentangnya." gumam Aryo di iringi penyesalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Nike Natalie
Dinda itu lemah apa goblok,,kok ada yg org gitu,,,ponakan Thor apa Thor sndiri tuhhh
2024-12-20
0
Lily Anwar
dinda terlalu lemah
2024-11-01
0
Ita rahmawati
masa penampilannya udh berubah masih di anggap pelayan 🤔
2024-10-07
0