Setelah selesai bekerja, Dinda bergegas untuk segera pulang dan menghindari ajakan Zion untuk datang di pesta ulang tahun yang di adakan.
Dengan langkah lebih cepat, Dinda segera keluar dari kantor dan berharap tidak bertemu dengan Zion. Namun harapannya pupus seketika saat tangan besar mencengkeram lengan Dinda dan menahan langkah Dinda.
"Kok buru-buru pergi, apa kamu mau menolak ajakanku?"
"Lepaskan aku Zion, gak enak di lihat yang lainnya." Dinda memberontak namun tangan Zion semakin mempererat cengkramannya.
"Aku tidak akan melepaskan kamu, kalau kamu belum mengiyakan ajakan aku. Kita tidak berdua ada Zack dan beberapa teman yang lain."
"Zion, bisakah kamu ngertiin aku gak sih, lihatlah aku, penampilanku ini tidak sepadan dengan kalian. Aku hanya akan jadi bahan olok-olokan saja. Please aku mohon tolong hargai keputusanku." Mendengar jawaban Dinda Zion pun melepaskan cengkeramannya dan membiarkan Dinda.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa lagi dan aku tidak akan ikutan pesta, biar Zack saja yang merayakan." Jawab Zion menyedihkan. Membuat Dinda benar-benar bingung.
"Maafkan aku Zion, seharusnya di hari ulang tahunmu kamu tidak boleh sedih. Baiklah aku akan datang, tapi mungkin sedikit terlambat." jawab Dinda membuat Zion benar-benar bahagia.
"Aku akan mengantarmu pulang."
"Tidak, aku bisa pulang sendiri..."
"Kalau gitu aku nanti yang jemput."
"Tidak perlu juga, aku sudah pindah tempat kost. " Jawab Dinda sambil berlalu pergi.
"Aahhhtttsss..., baiklah gak papa dia menolak sekarang, yang terpenting dia mau hadir nanti malam." Zion pun berbalik badan, dan hampir saja menabrak tubuh Zack, yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Zion.
"Kau, sejak kapan kamu ada di sini?" tanya Zion kesal.
Kelvin melihat jam di tangannya, "Tiga puluh detik yang lalu. Zion kenapa sikapmu itu terlalu kekanak-kanakan, jika bukan karena kamu itu saudaraku sudah kutendang kamu dari dulu. Kamu selalu mempermalukan aku dengan caramu itu, Wibawaku seakan-akan langsung luntur setiap melihat kelakuan kamu." Zack dengan tegas menegur sikap saudara kembarnya yang tak mirip.
Zion, tak ingin jika wajahnya mirip dengan saudaranya yang sangat dingin itu dan dia memutuskan untuk melakukan beberapa operasi di bagian wajahnya agar orang lain tak menganggap dirinya kembar dengan Zack, karena sikap mereka yang bertentangan.
"Aduh Zack, kenapa kamu sensitif amat denganku. Ini aku dan beginilah caraku untuk mendapatkan kebahagiaan. Gak seperti kamu, apa kamu tahu, kamu dengan Dora itu sama saja. Dora karena penampilannya dia di jauhi orang lain sedangkan kamu, karena sikap kamu orang lain tak mau mendekatimu." Kata-kata Zion langsung mengena hati Zack, hingga Zack tak bisa lagi mengeluarkan kata-kata untuk membela diri.
**********
Dinda kembali ke rumah, dan disambut Rima yang sudah menunggu dan langsung mengambil tas yang dibawa Dinda.
"Kenapa non terlihat lesu?" tanya Rima sambil mengikuti Dinda.
"Mbak Rima, apa yang harus ku lakukan. Zion secara langsung mengundangku untuk datang di pesta ulang tahunnya."
"Lalu apa yang jadi masalah, kan tinggal datang."
"Masalahnya, aku gak percaya diri, hadir di tengah-tengah orang kaya. Kamu kan bisa lihat mbak, walaupun aku sudah berdandan tetap saja wajahku kusam dan juga tidak menarik, yang ada nanti cuma jadi bahan olok-olokan saja." Jawab Dinda dengan lesu dan meletakkan kepalanya di atas meja."
"Non, apa non masih belum yakin jika semua kekayaan yang ada ini benar-benar milik nona. Nona tak perlu malu atau minder lagi, posisi anda sekarang sudah sederajat dengan mereka. Untuk wajah semua bisa di sulap menggunakan make-up, sambil pelan-pelan nona melakukan perawatan yang terbaik, biar penampilan nona benar-benar terlihat sempurna." Rima segera memanggil salah satu pelayan untuk membawakan brosur perawatan kecantikan yang di rekomendasikan.
"Apa ini mbak?"
"Non tinggal pilih, mau melakukan perawatan di mana, semua memiliki kelebihan masing-masing tinggal nona maunya yang mana." Jelas Rima. Mata Dinda langsung terbelalak melihat tarif yang di patok untuk setiap perawatan. segera saja Dinda mengembalikan brosur itu ke tangan Rima.
"Tidak bi... aku tidak mau lihat lagi, tarifnya bikin aku pingsan duluan." ucap Dinda lalu segera pergi ke kamar. Rima hanya bisa melongo melihat tingkah gadis yang pernah di urusnya selama dua tahun sebelum menghilang dan menjadi gadis yang diluar dugaan sama sekali tak terobsesi dengan harta yang dimilikinya.
*****
"Kak Zack... Zaira boleh ikut ya.... Zaira mohon. Tadi Zaira tanya sama kak Zion harus mendapatkan izin dari kak Zack." Ucap gadis berusia tujuh belas tahun itu.
Zaira Casandro anak bungsu dari Kelvin dan Klara yang saat ini sudah beranjak dewasa.
"Gak boleh Zaira, ini bukan pesta untuk anak seusia kamu. Nanti kalau kamu kenapa-kenapa, kak Zack yang akan dapat masalah. Lebih baik kamu ikut Zion dia juga mengadakan pesta sendiri." Ucap Zack dengan lembut pada adik kesayangannya itu.
"Daddy...." Teriak Zaira yang suka membuat drama keluarga, saat keinginannya di tolak.
Zaira berlari sambil menangis, menghampiri daddy-nya di ikuti Zack yang ingin tahu drama apa yang di buat adiknya
"Daddy... Kakak jahat, Zaira mau ikutan pesta gak boleh." Adu Zaira di pelukan Daddynya.
"Bukan begitu Dad, aku hanya ingin makan malam saja, jadi mana mungkin aku ajak Zaira. Lebih baik ikut Zion dia yang mengadakan pesta." Jelas Zack.
"Aku akan bergabung denganmu, kita ini saudara dan lahir di tanggal yang sama, mana mungkin kita ngadain pesta secara terpisah." Saut Zion dan lagi-lagi membuat Zack harus mengalah dan gagal acaranya.
"Zion kenapa kamu gak pernah bilang-bilang kalau melakukan sesuatu dan selalu saja menggagalkan acara ku." Zack yang jengkel segera melepas sepatunya dan melempar ke arah Zion dan dengan sigap Zion bisa menangkapnya.
"Zion, lain kali jangan seperti itu, hargai kakakmu, dia juga berhak melakukan apa yang dia inginkan dan kamu tidak harus mengikuti apapun yang kakakmu lakukan, paham." Tegur Klara, mommynya.
"Ya mom, lain kali Zion tak akan ganggu Zack lagi."
"Ya sudah. Zack, mungkin Zion ingin merayakan bersamamu. Sudah jangan marah lagi dan dia juga sudah janji tidak akan ganggu kamu lagi. Oya dan satu lagi, ajak adikmu Zaira dia juga berhak ikut merayakan ulang tahun kalian."
"Iya mom." Jawab Zack dengan patuh lalu kembali ke kamar untuk bersiap begitu juga dengan Zion.
"Makasih mommy, sudah buat kak Zack mau ajak Zaira." Ucap Zaira kegirangan.
"Iya sayang. Buruan siap-siap sana, nanti beneran di tinggal. Oya jangan lupa kasih tahu mommy kakakmu Zion sedang dekat dengan siapa, oke."
"Beres mommy, Zaira akan kasih laporan ke mommy." Jawab Zaira dengan cengengesan.
"Eeemmmm" Kelvin berdehem.
"Daddy juga harus di kasih tahu nanti." saut Kelvin.
"Beres Dad, yang penting uang jajannya di tambah." sebelum bergegas kembali ke kamarnya.
_TBC...
MOHON MAAF, KALAU SLOW UPDATE, AUTHOR LAGI MERIANG 😷😷😷🤒🤒🤒 JADI GAK FOKUS NGETIK.
✔️JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, NANTI AUTHOR BALAS KOMENNYA SATU PERSATU.☺️☺️☺️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
aku
banyak alesan lho,..eh salah,..lu,..
2024-10-30
0
Ita rahmawati
zion kyknya yg suka dinda tp zack ýg dijodohinnya sm dinda tp gk tau juga sih mungkin diem² zack juga mnyukai dinda tp ngalah sm zdion
2024-10-07
0
Edy Sulaiman
bisa cinta segitiga nih jadinya...Zack,Zion n Dinda
2024-09-25
0