ABD ~ 8

Melepaskan wig, melepas kacamata, menurunkan berat badan, mengurangi jerawat di wajahnya sudah Dinda lakukan, demi apa? hanya demi meraih kembali cinta pertamanya dan juga pandangan orang lain terhadapnya, namun sedikit masalah masih mengganggu, ia tak memiliki rasa percaya yang cukup untuk bertemu kembali dengan Gavin di tambah wajah polos tanpa makeup membuatnya Dinda bimbang tak yakin bisa membuat Gavin merubah penilaian terhadap dirinya.

Dinda duduk di depan cermin menatap dirinya sendiri yang sudah tak mirip dengan Dora, mencoba menilai diri sendiri sebelum orang lain menilai tentang dirinya yang sekarang.

Tak lama sebuah pesan singkat masuk di ponsel Dinda dan ternyata itu dari Kusuma.

[ Datang ke rumah sekarang] perintah di dalam pesan itu.

[ Iya ma. Satu jam lagi Dinda sampai sana.] Balas Dinda melalui pesan singkat juga.

Sambil memainkan ponsel Dinda pun bertanya-tanya. "Kenapa ya mama memintaku pulang? apa ada sesuatu yang terjadi?

Segera saja Dinda bersiap untuk pergi ke rumah orang tua angkatnya itu. Dengan mengunakan taksi Dinda bergegas kembali ke rumah yang sudah menjadi tempat tinggalnya selama tujuh belas tahun lamanya.

Setelah taksi berhenti, Dinda langsung keluar dan menatap bangunan besar yang memiliki banyak kenangan di dalamnya. Dengan ragu Dinda melebarkan langkahnya dan ingin segera masuk kedalam rumah tersebut.

Baru saja sampai teras rumah, seseorang dari dalam sudah lebih dulu membuka pintu dan mengeluarkan barang-barang yang Dinda kenali.

" Oh, rupanya kamu sudah datang." Ucap Alira yang baru saja melemparkan tas milik Dinda yang masih tertinggal di rumah itu.

"Kenapa ini Alira?, kenapa kamu lemparkan barang-barang milikku." Tanya Dinda sambil memungut baju dan juga barang-barang yang berhamburan dan itu semua milik Dinda.

"Untuk apa sampah ini masih di biarkan di dalam rumah, kalau orangnya sudah pergi, bikin kotor saja." Jawab Alira dengan jijik.

Tak lama Kusuma keluar dari dalam rumah.

"Eeehhhhh, anak tak tahu balas budi ini akhirnya datang juga. Baguslah, biar mama gak perlu repot menyisihkan sampah ini." Dinda yang sedari tadi tangannya sibuk memunguti baju yang berhamburan langsung mendongakkan wajahnya dan menatap Kusuma.

"Aaaaiiiisssstttt.... Dinda melemparkan kembali baju-bajunya kelantai dan bangkit berdiri menatap mamanya dengan tatapan tajam. Rasa hormat dan takut pada Kusuma selama ini hilang sudah dalam sekejap.

"Apa mama bilang, jadi selama ini semua pengorbananku tak pernah mama anggap. Apa mama lupa, siapa yang menemani mama di saat mama sedih tak memiliki anak, siapa yang merawat mama saat sakit, siapa yang mau menurut untuk menjadi gadis jelek hingga membuat wajah dan tubuhnya tak terawat hingga semua orang mencemooh, siapa yang menghabiskan uang gaji yang ku dapat, bahkan aku tinggal disini diperlukan seperti seorang pembantu. Hanya aku ma, aku yang selalu ada buat mama, selalu menuruti keinginan mama, walaupun itu membuat aku selalu menangis seorang diri apa itu masih kurang untuk membalas Budi telah membesarkan aku dengan buruk." Dinda yang nampak emosi meluapkan semua amarahnya hingga membuat Kusuma terdiam.

"Lebih baik kamu pergi sekarang dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku. Anggap saja aku sudah melepasmu dan mulai sekarang kamu bukan anakku lagi. Dan asal kamu tahu saja, sejak awal aku tidak pernah menginginkan untuk mengadopsi kamu sebagai anak, dan keinginan mama saat memintamu untuk berpenampilan seperti Dora karena mama ingin kamu di kucilkan dan di benci hingga kamu meminta untuk di kembalikan ke panti asuhan atau kamu pergi meninggalkan rumah, karena papamu tidak mengizinkan aku untuk mengembalikan kamu saat mama mengandung Alira." Jelas Kusuma yang membuat hati Dinda kembali hancur, dan tak terasa buliran air mata lolos dengan mudahnya.

"Ini... mama kembalikan buku tabunganmu, isinya sudah mama habiskan." Kusuma melemparkan buku tabungan yang sudah dihabiskan saldonya. Dinda mengambilnya lalu membukanya dan ternyata saldonya habis, padahal beberapa hari yang lalu baru gajihan.

"Mama gak butuh lagi, pacar Alira sudah bisa memenuhi apapun kebutuhan Alira, jadi mama tak perlu gaji kecilmu itu lagi."

"Benar ma, pacarku benar-benar kaya, aku tinggal bilang saja semua dipenuhinya, ternyata jadi wanita cantik itu banyak untungnya. Dan kamu kak sekeras apapun kamu berusaha untuk menjadi cantik tak mungkin kamu bisa, biaya cantik itu malah, kecuali kamu jadi sugar baby." Ejek Alira yang tak pernah tahu berterima kasih pada kakaknya yang selalu berkorban untuk dirinya itu.

Dinda memunguti kembali semua barang-barang miliknya tak sengaja Dinda menemukan sebuah kotak, dan teringat denganGavin. "Ini... kenapa aku melupakan ini, bukankah seharusnya aku sudah memberikan ini pada kak Gavin. Oohhh kenapa aku bisa melupakannya." gumam Dinda.

Setelah semua barang-barang miliknya di pungut. Dinda segera membawanya pergi dan meninggalkan rumah yang sudah tidak menerimanya lagi.

Sebelum kembali ke tempat kost, Dinda menyempatkan diri datang ke apartemen Gavin untuk menyerahkan kotak yang belum sempat di berikan setelah pertengkaran itu.

Apartemen Gavin yang berada di lantai tiga. Dinda harus mengunakan lift untuk mencapai apartemen Gavin.

Setelah sampai di depan pintu kamar Gavin, Dinda ragu untuk mengetuk pintu dan bertemu kembali dengan Gavin.

Saat hendak mengetuk pintu, ternyata pintu sudah terbuka lebih dulu dan yang keluar adalah Gavin sendiri. terdengar Suara musik dan tawa di dalam apartemen yang membuatnya menjadi ,sangat bising.

"Kak Gavin..." ucap Dinda dengan gugup.

"Kamu... ngapain kamu kesini? nikah sudah aku katakan aku tidak ingin bertemu dengan kamu lagi, apa kamu tuli."

"Kak, kenapa kamu sekarang berubah, padahal kakak dulu sangat baik padaku. Kak lihat aku sekarang, aku sudah berjuang keras demi kakak, aku ingin kita baikan, kita berhubungan seperti dulu, aku tahu kakak gak serius kan dengan Amora." Dinda berbicara panjang lebar untuk berusaha meyakinkan Gavin kalau dirinya bisa menjadi wanita cantik seperti yang di inginkan, jika Gavin mau menerima dirinya kembali, karena Dinda masih benar-benar mencintai Gavin dan belum bisa melupakan semua kenangan bersamanya.

"Dora, kamu itu selain tuli, juga gak punya malu sama sekali ya, sudah aku katakan berulang kali kalau aku gak pernah suka sama kamu, aku bersikap seperti itu hanya agar terlihat semua baik-baik saja. Dan jujur sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau bersamamu bahkan sekeras apapun kamu berusaha kamu tidak akan pernah terlihat cantik di mataku, kamu itu hanya sampah. Cepat pergi dari sini aku jijik melihat wajah sok polosmu itu." Gavin menampik kotak yang di serahkan Dinda pada Gavin lalu menginjak-injaknya tanpa membuka terlebih dahulu.

Hal itu benar membuat Dinda sakit hati, Dinda yang awalnya berharap bisa bersama dengan Gavin, kini berubah menjadi benci dan bertekad akan membuat Gavin bertekuk lutut memohon-mohon padanya untuk mendapatkan maaf.

"Aku tidak pernah melakukan Kesalahan apapun kepadamu kak, hanya karena penampilan luarku saja, seakan kamu melihat tumpah sampah di wajahku sampai kamu benar-benar merasa jijik setiap bertemu denganku. Baik, jika itu sudah keputusan kak Gavin, suatu saat aku pastikan akan buktikan dan membuat kak Gavin menyesal dengan perkataan yang keluar dari mulut kak Gavin, dan saat itu terjadi aku tak akan pernah memaafkan kak Gavin selamanya." ucapan terakhir Dinda sebelum pergi, Gavin hanya menyeringai tak percaya dengan perkataan Dinda.

✔️ jangan lupa tinggalkan jejak .

Terpopuler

Comments

Nike Natalie

Nike Natalie

perempuan kok GK ada harga diri,,d hina ko diam,,gatel pngn ktm gavin,,,cerita ttg othor kaliiii

2024-12-20

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

bodoh aja kmu nya udh diperlakukan bgtu masih mengharap 🤦‍♀️🤦‍♀️

2024-10-07

1

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

Tak ada kata lain buat si Dinda Bego bin dungu.... hhh

2024-09-25

0

lihat semua
Episodes
1 ABD~1
2 ABD~ 2
3 ABD~ 3
4 ABD~ 4
5 ABD~ 5
6 ABD~6
7 ABD ~ 7
8 ABD ~ 8
9 ABD ~ 9
10 ABD ~10
11 ABD ~ 11
12 ABD~ 12
13 ABD ~13
14 ABD ~14
15 ABD ~ 15
16 ABD~16
17 ABD ~17
18 ABD ~ 18
19 ABD~19
20 ABD ~ 20
21 ABD ~ 21
22 ABD ~22
23 ABD ~23
24 ABD~24
25 ABD ~25
26 ABD~26
27 ABD ~27
28 ABD~28
29 ABD~29
30 ABD~30
31 ABD~31
32 ABD ~32
33 ABD~33
34 ABD~34
35 ABD~ 35
36 HWB
37 ABD~36
38 ABD~37
39 ABD~38
40 ABD ~ 39
41 ABD ~ 40
42 ABD~41
43 ABD~42
44 ABD~43
45 ABD~44
46 ABD~45
47 ABD~46
48 ABD~47
49 ABD~48
50 ABD~49 Diare
51 ABD~50 Kedatangan Malik
52 Bab khusus 51
53 ABD~51 Flashback Dinda/Cristal kecil
54 ABD~ 52 Jangan pergi Akak
55 ABD~53 Ingin liburan.
56 ABD~ 54 Ternyata Mantan
57 ABD~ 55 cemburu
58 ABD~56 Berharap Maaf
59 ABD~ 57 Ada yang janggal
60 ABD~58 Lahir
61 BDPM
62 ABD ~59 Rindu sikap yang dulu
63 ABD~60 Mengurus baby Za
64 ABD~61
65 ABD~62
66 ABD~63
67 ABD~64
68 ABD~65
69 ABD~66
70 ABD~67
71 ABD~68 pelayan
72 ABD~69 Andai
73 ABD~70 Jangan Ketahuan
74 ABD ~ 71 Membayangkan
75 ABD~72 Hampir celaka
76 ABD 73
77 ABD -74
78 ABD ~ 75
79 ABD~76
80 ABD~77
81 ABD~78
82 ABD~79
83 ABD~ 80
84 ABD~81
85 ABD-82
86 ABD~ 83
87 ABD~S2 Hari pertama.
88 ABD~S2. Gak Boleh Bohong
89 ABD~S2
90 ABD-S2. Berhati busuk
91 ABD-S2 mainan cewek
92 ABD-S2 teror
93 ABD-S2 Nanny buat Za
94 ABD-S2 permintaan Cerai
95 ABD~S2, Sikapi dengan dewasa
96 ABD-S2 Peringatan
97 numpang lewat
98 ABD-S2 itulah sebabnya
99 ABD-S2 Ingin bicara
100 ABD-S2, terima konsekuensinya.
101 ABD~2 Kontrak palsu
102 ABD-S2 tidak ada perceraian
103 ABD~S2 Penyesalan
104 Giveaway
105 ABD-S2 Cerai
106 ABD-S2 Pulang kembali
107 ABD-S2 Mulai terkuak
108 ABD~S2 hilang dari ingatan
109 ABD-S2 mengenakan baju orange
110 ABD-S2 Hukuman
111 ABD-S2 Bertemu kembali
112 ABD-S2 Tolong Jawab
113 ABD-S2 ingin melamar
114 ABD-S2 Memulai dari awal ( End )
115 Terimakasih
116 Promo SMUB
117 Karya baru
Episodes

Updated 117 Episodes

1
ABD~1
2
ABD~ 2
3
ABD~ 3
4
ABD~ 4
5
ABD~ 5
6
ABD~6
7
ABD ~ 7
8
ABD ~ 8
9
ABD ~ 9
10
ABD ~10
11
ABD ~ 11
12
ABD~ 12
13
ABD ~13
14
ABD ~14
15
ABD ~ 15
16
ABD~16
17
ABD ~17
18
ABD ~ 18
19
ABD~19
20
ABD ~ 20
21
ABD ~ 21
22
ABD ~22
23
ABD ~23
24
ABD~24
25
ABD ~25
26
ABD~26
27
ABD ~27
28
ABD~28
29
ABD~29
30
ABD~30
31
ABD~31
32
ABD ~32
33
ABD~33
34
ABD~34
35
ABD~ 35
36
HWB
37
ABD~36
38
ABD~37
39
ABD~38
40
ABD ~ 39
41
ABD ~ 40
42
ABD~41
43
ABD~42
44
ABD~43
45
ABD~44
46
ABD~45
47
ABD~46
48
ABD~47
49
ABD~48
50
ABD~49 Diare
51
ABD~50 Kedatangan Malik
52
Bab khusus 51
53
ABD~51 Flashback Dinda/Cristal kecil
54
ABD~ 52 Jangan pergi Akak
55
ABD~53 Ingin liburan.
56
ABD~ 54 Ternyata Mantan
57
ABD~ 55 cemburu
58
ABD~56 Berharap Maaf
59
ABD~ 57 Ada yang janggal
60
ABD~58 Lahir
61
BDPM
62
ABD ~59 Rindu sikap yang dulu
63
ABD~60 Mengurus baby Za
64
ABD~61
65
ABD~62
66
ABD~63
67
ABD~64
68
ABD~65
69
ABD~66
70
ABD~67
71
ABD~68 pelayan
72
ABD~69 Andai
73
ABD~70 Jangan Ketahuan
74
ABD ~ 71 Membayangkan
75
ABD~72 Hampir celaka
76
ABD 73
77
ABD -74
78
ABD ~ 75
79
ABD~76
80
ABD~77
81
ABD~78
82
ABD~79
83
ABD~ 80
84
ABD~81
85
ABD-82
86
ABD~ 83
87
ABD~S2 Hari pertama.
88
ABD~S2. Gak Boleh Bohong
89
ABD~S2
90
ABD-S2. Berhati busuk
91
ABD-S2 mainan cewek
92
ABD-S2 teror
93
ABD-S2 Nanny buat Za
94
ABD-S2 permintaan Cerai
95
ABD~S2, Sikapi dengan dewasa
96
ABD-S2 Peringatan
97
numpang lewat
98
ABD-S2 itulah sebabnya
99
ABD-S2 Ingin bicara
100
ABD-S2, terima konsekuensinya.
101
ABD~2 Kontrak palsu
102
ABD-S2 tidak ada perceraian
103
ABD~S2 Penyesalan
104
Giveaway
105
ABD-S2 Cerai
106
ABD-S2 Pulang kembali
107
ABD-S2 Mulai terkuak
108
ABD~S2 hilang dari ingatan
109
ABD-S2 mengenakan baju orange
110
ABD-S2 Hukuman
111
ABD-S2 Bertemu kembali
112
ABD-S2 Tolong Jawab
113
ABD-S2 ingin melamar
114
ABD-S2 Memulai dari awal ( End )
115
Terimakasih
116
Promo SMUB
117
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!