Dinda segera bersiap diri untuk datang di pesta yang di adakan Zion dan Zack. Dinda memilih menggunakan dress warna peach dengan rambut dibiarkan terurai panjang, memperlihatkan aura Dinda yang sebenarnya sangat cantik. Sederhana namun terlihat anggun itulah dress yang ingin di kenakan Dinda, dia tak ingin terlihat mencolok di depan semua orang dengan perubahannya secara tiba-tiba.
"Mau kemana non?" tanya Adi yang baru saja datang, saat mendapati adinda tengah bersiap untuk pergi.
"Mau pergi ke pesta paman. Teman Dinda mengundang Dinda untuk datang ke acaranya." jelas Dinda.
"Tunggu sebentar, ada sesuatu yang perlu paman beritahukan padamu." Adi bergegas pergi ke ruangan kerja, tempat di mana papa Dinda sering menghabiskan waktu di ruangan itu. Adi kembali dengan membawa kotak kecil dan diberikan kepada Dinda.
"Apa ini paman?" tanya Dinda lalu membuka isinya dan ternyata sebuah cincin.
"Tuan Arnold, memberikan amanah pada saya untuk memberikan cincin itu kepada nona. Sebenarnya orang tua nona sudah menjodohkan nona sejak masih dalam kandungan dengan seorang anak dari sahabatnya, tapi maaf saya tidak tahu persis siapa laki-laki yang di jodohkan dengan nona, hanya cincin itu yang bisa mempertemukan nona dengan laki-laki yang akan menjadi suami nona, sebab orang tua nona sengaja membuatkan sepasang cincin sebagai ikatan dan tidak ada yang bisa menyamai cincin itu." Jelas Adi.
"Apa kah yang paman katakan benar? Apa mereka benar-benar sudah menyiapkan semuanya untukku. Mama dan papa bahkan sudah mencarikan jodoh untukku saat aku masih dalam kandungan?" ucap Dinda dan tak terasa air mata lolos begitu saja, kesedihan tiba-tiba saja menghampiri, alangkah bahagia hidupnya jika kedua orang tuanya masih ada.
"Benar. Nona Cristal adalah satu-satunya harapan keluarga Scorpio, sejak nyonya Isabel dinyatakan sedang mengandung nona. Nyonya dan tuan sudah menyiapkan segala sesuatu bahkan untuk masa depan nona, jadi saya mohon Nona, wujudkan impian papa dan mama nona dengan menjadi penerus keluarga Scorpio dan juga membebaskan saya dari tanggung jawab besar untuk menyerahkan semuanya kepada nona sebagai pewaris keluarga Scorpio.
Dinda pun mengenakan cincin yang diberikan Adi untuknya, namun Dinda belum memberikan jawaban apapun atas permintaan Adi.
Bagi Dinda mengambil alih semuanya, itu sama saja mengambil tanggung jawab yang lebih besar dan Dinda masih belum siap untuk mengambil tanggung jawab itu, selain belum siap, Dinda juga belum yakin bisa melanjutkan apa yang sudah di bangun orang tuanya.
Sepanjang perjalanan menuju salah satu hotel tempat Zion dan Zack menggelar pesta outdoor, Dinda terus memperhatikan cincin yang sedang ia kenakan di jari tengah.
"Apa benar orang tuaku sudah menyiapkan jodoh untukku? tapi siapa dan bagaimana aku bisa bertemu dengannya, apakah hanya dengan cincin yang melingkar di jariku, laki-laki itu bisa mengetahui bahwa akulah wanita yang akan menjadi pendampingnya. Tunggu dulu... bagaimana kalau laki-laki itu sekarang sudah berkeluarga, aku gak mau ya jadi pelakor. maafkan aku ma, pa. kau laki-laki itu sudah menikah aku akan membatalkan perjodohan ini." Gumam Dinda, batinnya berperang memikirkan sesuatu yang belum tahu bagaimana akhirnya.
Lamunan Dinda di sadarkan saat ponselnya berdering dan lagi-lagi Zion yang sudah menunggu kedatangannya.
Tak lama Dinda pun sampai di hotel X tempat Zion dan Zack mengadakan pesta. Dengan ragu-ragu Dinda melangkahkan kakinya dan segera menemui Zion.
Dinda mendapati tamu pesta begitu ramai dan semua undangannya dari kalangan atas, mata Dinda tertuju pada laki-laki yang kini sangat dibencinya yaitu Gavin sedang bersama Amora dan lebih mengejutkan lagi di sana juga ada Alira.
"Ya Tuhan, kenapa mereka harus ada di sini juga. Jika tahu Zion mengundang mereka aku pasti tak akan datang." gumam Dinda lalu membalikkan badan ingin pergi karena tak mau bertemu dengan orang-orang yang sudah menyakiti hatinya.
"Dinda..." Panggil Zion yang menyadari kehadiran Dinda. Dinda pun menghentikan langkahnya dan segera mengatur nafasnya dan berpura-pura agar bisa tersenyum, padahal hatinya sudah kacau mendapati mantan kekasihnya itu.
"Kenapa kamu mau pergi, aku sudah menunggu dari tadi." imbuh Zion dan Dinda akhirnya membalikkan badannya dan menatap Zion.
Dinda tersenyum palsu, "Maafkan aku Zion aku kira aku salah tempat." jawab Dinda dengan terbata-bata. Zion tercengang melihat penampilan Dinda yang sangat berbeda, terlihat cantik dan juga anggun.
Zion menarik tangan Dinda dan membawanya ketengah-tengah acara pesta, banyak mata yang mengarahkan pandangannya ke arah Dinda termasuk Zack dan Dinda hanya bisa menunduk karena malu.
Sepanjang cara pesta, Dinda hanya berdiri seorang diri sambil menikmati minuman yang disajikan. Zion terlalu sibuk dengan acaranya hingga ia melupakan keberadaan Dinda yang tak terbiasa di keramaian.
"Dinda..." panggil Gavin dari belakang, sontak Dinda terkejut dan langsung membalikkan badannya menatap orang yang sedang memanggilnya.
Gavin yang berlahan mendekati, membuat Dinda berlahan mundur dan tanpa sengaja menabrak Alira. Yang awalnya ingin menghindari Gavin namun berakhir menabrak Alira yang sedang memegang segelas minuman seperti dirinya.
"Do-ra ...apa kamu gak punya mata, main tabrak saja, lihatlah sekarang bajuku basah karena minuman yang tumpah." Bentak Alira yang kesal.
"Maafkan aku Alira, aku benar-benar tidak sengaja akan aku bantu keringkan." dengan gugup Dinda berusaha membantu mengeringkan gaun Alira walaupun itu sia-sia.
Alira mendorong tubuh Dinda untuk menjauh, "Dasar pembawa sial, setiap kamu ada di dekatku yang ada selalu membawa sial seperti sekarang ini."
Alira yang kesal mengambil dua gelas minuman dan langsung di siramkan ke wajah Dinda.
"Ini balasan buat kamu. Dasar wanita menjijikkan, aku tahu penampilan dan juga pakaian barumu itu kamu dapat dengan menjadi Sugar baby kan. Kamu benar-benar menjijikkan."
Dinda tak bisa berkata apa-apa, bagaimanapun caranya menjelaskan semua orang tak kan pernah percaya padanya.
Dengan mengunakan tangannya, Dinda membersihkan wajahnya yang basah dan juga dressnya.
Tiba-tiba saja, sebuah jas menutupi tubuh Dinda yang basah.
"Alira, apa yang kamu lakukan, sikapmu itu sudah keterlaluan." Ucap zack yang berada di samping Dinda.
"Tapi dia sudah kelewatan, lihatlah gaunku basah karena dia, jadi wajarkan aku membalasnya."
"Kamu dengar sendiri dia minta maaf, karena dia tidak sengaja." jawab Zack.
"Sudah pak Zack, aku yang salah, aku pantas mendapatkan ini semua." Saut Dinda yang tak ingin menambah masalah.
Zack melirik Dinda, lalu menarik tangannya dan membawa pergi, meninggalkan pesta. Zion yang tak mengetahui apa yang terjadi, bertanya-tanya saat Zack membawa pergi Dinda dari tempat pesta tersebut dan meninggalkan Alira, wanita yang selama ini terlihat dekat dengan Zack.
_TBC
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
galaxi
astaga...apakah zack yg dibilang pacar alira...jgn2 cinta sepihak....klu ngliat dinginnya zack bisa jd alira kegeer an sendiri deh 😂😂
2024-09-23
0
Shinta Dewiana
jd pacar alira zack....uh...heran aku kenapa dinda sangat bodoh...otaknya berjalan di tempat....ayu bangkit waktumu sudah tiba
2024-07-10
4
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
salah sendiri maw d war2 ngak maw🤭🤭jdi terima saja kalau di hina jdi sugar bby🤭
2024-07-04
0