ABD~ 2

Setelah selesai bekerja, Dinda masih harus menepati janjinya untuk mengantarkan barang milik Gavin.

Dinda segera menuju apartemen Gavin dan berharap Gavin tak marah karena dirinya sedikit terlambat.

Sesampainya di apartemen Gavin, Dinda segera melangkah masuk ke dalam apartemen, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara seorang wanita, yang semakin lama semakin jelas terdengar di telinga Dinda. Dinda segera menggelengkan kepala menepis pikirannya yang tidak-tidak. 'Tidak mungkin itu kak Gavin, tapi suara wanita itu.' batin Dinda berkecamuk.

Dinda terus melangkah masuk, rasa penasarannya semakin tinggi mengalahkan rasa jijik yang terdengar di telinga Dinda.

Tepat di depan mata, Dinda menyaksikan sendiri kekasihnya sedang bermain ranjang dengan seorang wanita, dan lebih menyakitkan lagi wanita yang berada di atas tubuh kekasihnya tak lain adalah sahabatnya sendiri, yaitu Amora. wanita yang selama ini di percaya menjadi teman curhat dengan teganya mengambil kekasih sahabatnya sendiri.

Air mata sudah membendung dipelupuk mata, ingin rasanya Dinda bisa menepis apa yang sudah di lihat. Dengan langkah pelan Dinda menghampiri kekasih dan sahabatnya itu.

"Kak Gavin, apa yang sudah kalian lakukan?" ucap Dinda dengan bergetar, tak mampu lagi bungkam.

"Dinda...Aku bisa jelaskan semuanya." ucap Gavin dan Amora dengan buru-buru mengenakan bathrobenya.

"Apa yang mau di jelasin lagi, aku sudah melihat semuanya, kalian benar-benar tega, bermain api dibelakangku."

"Din, aku bisa jelasin, ini gak seperti yang kamu kira."

"Mau jelasin apa lagi Amora, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu bercinta dengan calon tunanganku, kamu benar-benar jahat Amora."

Plaaakkk...

Tiba-tiba saja Gavin menampar pipi kanan Dinda, hingga membuat kaca mata yang dikenakannya terjatuh.

"Kenapa kakak menamparku?" Dinda memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan Gavin.

"Biar kamu sadar diri, aku sama sekali tak pernah mencintai kamu, dan Amora, dia kekasihku.

"Tapi- " sanggah Dinda

"Tapi apa? tapi kita akan tunangan. Jangan mimpi kamu bisa bertunangan denganku apalagi menikah denganku. Lihatlah penampilanmu dan coba kamu ngaca dulu sebelum menyukai laki-laki setampan diriku. Mana Sudi aku punya istri yang penampilannya sangat norak dan jelek seperti kamu, mau di taruh dimana mukaku. Seharusnya kamu sadar diri, sebelum berani menerima perjodohan."

"Jika kak Gavin dari awal tak pernah menginginkan perjodohan ini kenapa kak Gavin mengiyakan, dan kenapa kak Gavin bersikap baik padaku, bahkan kakak jugalah yang menyakinkan kalau Kak Gavin tak pernah mempermasalahkan penampilanku."

"Omong kosong, kau yang terlalu percaya diri, aku mengiyakan perjodohan itu karena aku ingin mendapatkan warisan yang di berikan papa hanya dengan syarat mau menikah denganmu."

"Dinda maafkan aku, tapi Gavin ini sekarang kekasihku, dan kamu dengar sendiri kalau dia memilih aku ketimbang kamu, lebih baik kamu mundur saja, karena kamu tak pantas mendapatkan Gavin." Sela Amora.

"Kalian benar-benar tega padaku, kalian jahat." Dinda melemparkan barang yang sendiri tadi digenggamnya dengan erat, tepat di wajah Gavin lalu pergi begitu saja.

Dinda terus berlari meninggalkan kawasan apartemen dengan menangis, meluapkan perasaannya yang hancur. Untuk pertama kalinya Dinda jatuh cinta dan untuk pertama kalinya juga Dinda dihianati oleh orang yang disayang dan juga sahabatnya.

"Langit, kali ini aku tak memintamu untuk turunkan hujan, tapi kali ini aku minta datangkan malaikat yang bisa membantuku merubah hidupku dan membuat mereka semua menyesal telah mencampakkan aku seperti sampah." teriak Dinda meluapkan kekesalannya, tak perduli jika ada orang lain yang mendengar jelas ucapannya.

"Buat apa kamu marah, jika nyatanya kamu benar-benar jelek Dora." ucap seorang laki-laki yang mengejutkan dirinya.

"Pak Zion, untuk apa bapak datang kemari? apa bapak belum puas mempermalukan aku, apakah sekarang bapak mau menghina aku lagi? silahkan bapak lakukan, saya tak perduli lagi." jawab Dinda dengan ketus lalu kembali menangis, ia pun berjongkok dan menyembunyikan wajahnya yang dipenuhi air mata.

"Aarrrggghhh... Bangun, aku benci dengan gadis yang hanya bisa menangis." Zion berjongkok dan menghapus air mata Dinda menggunakan sapu tangan miliknya.

"Jangan menangis lagi, kau semakin jelek jika terus menangis." Dengan tulus Zion menghibur Dinda.

"Kenapa sekarang bapak begitu baik padaku, bukankah tadi siang bapak sangat membenciku."

"Siapa bilang aku membencimu Dora, aku hanya ingin mengenal lebih dekat dengan kamu, kamu berbeda dari gadis lainnya, bisakah aku menjadi boots yang akan selalu menemani petuanganmu." Zion mengulurkan tangannya dan berharap di sambut Dinda.

"Boots..." Dinda tersenyum, "Dora and boots." Dinda pun menjabat tangan Zion dan kembali tersenyum, melupakan sejenak masalah yang sedang di alaminya.

Zion pun mengantarkan Dinda pulang sampai halaman rumah lalu segera pulang tanpa mampir sejenak.

"Aku pulang..." Ucap Dinda saat masuk kedalam rumah.

Plaaakkk...

Sekali lagi Dinda mendapatkan tamparan yang tak terduga dan kali ini Aryo papanya.

"Dasar anak tak tahu diuntung, bisanya bikin malu keluarga, jika tahu kamu besarnya hanya bisa mempermalukan keluarga, lebih baik gak pernah papa mengadopsi kamu." Ucap Aryo tanpa perasaan.

"Kenapa pa? apa salahku? kenapa papa tiba-tiba menamparku, aku tidak merasa melakukan Kesalahan apapun pa."

"Tutup mulutmu, kamu bilang tidak melakukan Kesalahan, kamu sudah mempermalukan keluarga dengan perbuatanmu yang menjijikkan, lihat ini, apa ini yang kamu bilang tidak melakukan Kesalahan apapun." Aryo melemparkan beberapa lembar foto dirinya yang sedang besama seorang pria yang tidak dikenalnya.

Dinda mengambil satu persatu foto-foto yang di lemparkan padanya, Dinda hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku tidak pernah melakukan ini pa, aku tidak pernah." Air mata Dinda kembali tumpah saat dirinya di fitnah.

"Lebih baik kamu keluar dari rumah ini, mama tak Sudi punya anak yang hanya bisa mempermalukan keluarga, belajarlah dari adikmu Alira yang selalu menjadi kebanggaan keluarga." Usir Kusuma.

"Ma, pa, aku tidak pernah melakukan ini semua, aku di fitnah ma, pa. Tolong percaya padaku, kak Gavin yang melakukan ini, kak Gavin yang selingkuh dan yang membatalkan pertunangan bukan aku. Aku mohon ma, pa percaya padaku."

"Mama tidak mau mendengar penjelasan apapun, sekarang pergi dan jangan pernah injakan kaki di rumah ini." Kusuma mendorong tubuh Dinda hingga terjengkang ke belakang.

"Baik, jika ini sudah keputusan kalian, aku akan pergi dan tak akan pernah kembali lagi sesuai permintaan kalian, dan ma, karena mama tak menganggap aku lagi sebagai anak, berarti aku tak perlu lagi menuruti semua perintah mama. Terimakasih ma sudah membebaskan aku." Dinda pun bangkit berdiri dan segera membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan rumah yang selama ini menjadi tempat dirinya di besarkan oleh keluarga angkatnya. Walaupun terasa berat, Dinda harus tetap pergi karena orang tua angkatnya sudah tidak menginginkannya lagi.

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

ya emang lebih baik pergilah,,ngapa juga gk dari dulu di usirnya ya ,,🤭

2024-10-07

0

Aina Arissa Shahran

Aina Arissa Shahran

anduuu kasiannya nasib yg sekingkuh bukan sama adeknya alira😂😂😂

2024-07-28

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

jgn lp bw surat2 penting

2024-07-10

1

lihat semua
Episodes
1 ABD~1
2 ABD~ 2
3 ABD~ 3
4 ABD~ 4
5 ABD~ 5
6 ABD~6
7 ABD ~ 7
8 ABD ~ 8
9 ABD ~ 9
10 ABD ~10
11 ABD ~ 11
12 ABD~ 12
13 ABD ~13
14 ABD ~14
15 ABD ~ 15
16 ABD~16
17 ABD ~17
18 ABD ~ 18
19 ABD~19
20 ABD ~ 20
21 ABD ~ 21
22 ABD ~22
23 ABD ~23
24 ABD~24
25 ABD ~25
26 ABD~26
27 ABD ~27
28 ABD~28
29 ABD~29
30 ABD~30
31 ABD~31
32 ABD ~32
33 ABD~33
34 ABD~34
35 ABD~ 35
36 HWB
37 ABD~36
38 ABD~37
39 ABD~38
40 ABD ~ 39
41 ABD ~ 40
42 ABD~41
43 ABD~42
44 ABD~43
45 ABD~44
46 ABD~45
47 ABD~46
48 ABD~47
49 ABD~48
50 ABD~49 Diare
51 ABD~50 Kedatangan Malik
52 Bab khusus 51
53 ABD~51 Flashback Dinda/Cristal kecil
54 ABD~ 52 Jangan pergi Akak
55 ABD~53 Ingin liburan.
56 ABD~ 54 Ternyata Mantan
57 ABD~ 55 cemburu
58 ABD~56 Berharap Maaf
59 ABD~ 57 Ada yang janggal
60 ABD~58 Lahir
61 BDPM
62 ABD ~59 Rindu sikap yang dulu
63 ABD~60 Mengurus baby Za
64 ABD~61
65 ABD~62
66 ABD~63
67 ABD~64
68 ABD~65
69 ABD~66
70 ABD~67
71 ABD~68 pelayan
72 ABD~69 Andai
73 ABD~70 Jangan Ketahuan
74 ABD ~ 71 Membayangkan
75 ABD~72 Hampir celaka
76 ABD 73
77 ABD -74
78 ABD ~ 75
79 ABD~76
80 ABD~77
81 ABD~78
82 ABD~79
83 ABD~ 80
84 ABD~81
85 ABD-82
86 ABD~ 83
87 ABD~S2 Hari pertama.
88 ABD~S2. Gak Boleh Bohong
89 ABD~S2
90 ABD-S2. Berhati busuk
91 ABD-S2 mainan cewek
92 ABD-S2 teror
93 ABD-S2 Nanny buat Za
94 ABD-S2 permintaan Cerai
95 ABD~S2, Sikapi dengan dewasa
96 ABD-S2 Peringatan
97 numpang lewat
98 ABD-S2 itulah sebabnya
99 ABD-S2 Ingin bicara
100 ABD-S2, terima konsekuensinya.
101 ABD~2 Kontrak palsu
102 ABD-S2 tidak ada perceraian
103 ABD~S2 Penyesalan
104 Giveaway
105 ABD-S2 Cerai
106 ABD-S2 Pulang kembali
107 ABD-S2 Mulai terkuak
108 ABD~S2 hilang dari ingatan
109 ABD-S2 mengenakan baju orange
110 ABD-S2 Hukuman
111 ABD-S2 Bertemu kembali
112 ABD-S2 Tolong Jawab
113 ABD-S2 ingin melamar
114 ABD-S2 Memulai dari awal ( End )
115 Terimakasih
116 Promo SMUB
117 Karya baru
Episodes

Updated 117 Episodes

1
ABD~1
2
ABD~ 2
3
ABD~ 3
4
ABD~ 4
5
ABD~ 5
6
ABD~6
7
ABD ~ 7
8
ABD ~ 8
9
ABD ~ 9
10
ABD ~10
11
ABD ~ 11
12
ABD~ 12
13
ABD ~13
14
ABD ~14
15
ABD ~ 15
16
ABD~16
17
ABD ~17
18
ABD ~ 18
19
ABD~19
20
ABD ~ 20
21
ABD ~ 21
22
ABD ~22
23
ABD ~23
24
ABD~24
25
ABD ~25
26
ABD~26
27
ABD ~27
28
ABD~28
29
ABD~29
30
ABD~30
31
ABD~31
32
ABD ~32
33
ABD~33
34
ABD~34
35
ABD~ 35
36
HWB
37
ABD~36
38
ABD~37
39
ABD~38
40
ABD ~ 39
41
ABD ~ 40
42
ABD~41
43
ABD~42
44
ABD~43
45
ABD~44
46
ABD~45
47
ABD~46
48
ABD~47
49
ABD~48
50
ABD~49 Diare
51
ABD~50 Kedatangan Malik
52
Bab khusus 51
53
ABD~51 Flashback Dinda/Cristal kecil
54
ABD~ 52 Jangan pergi Akak
55
ABD~53 Ingin liburan.
56
ABD~ 54 Ternyata Mantan
57
ABD~ 55 cemburu
58
ABD~56 Berharap Maaf
59
ABD~ 57 Ada yang janggal
60
ABD~58 Lahir
61
BDPM
62
ABD ~59 Rindu sikap yang dulu
63
ABD~60 Mengurus baby Za
64
ABD~61
65
ABD~62
66
ABD~63
67
ABD~64
68
ABD~65
69
ABD~66
70
ABD~67
71
ABD~68 pelayan
72
ABD~69 Andai
73
ABD~70 Jangan Ketahuan
74
ABD ~ 71 Membayangkan
75
ABD~72 Hampir celaka
76
ABD 73
77
ABD -74
78
ABD ~ 75
79
ABD~76
80
ABD~77
81
ABD~78
82
ABD~79
83
ABD~ 80
84
ABD~81
85
ABD-82
86
ABD~ 83
87
ABD~S2 Hari pertama.
88
ABD~S2. Gak Boleh Bohong
89
ABD~S2
90
ABD-S2. Berhati busuk
91
ABD-S2 mainan cewek
92
ABD-S2 teror
93
ABD-S2 Nanny buat Za
94
ABD-S2 permintaan Cerai
95
ABD~S2, Sikapi dengan dewasa
96
ABD-S2 Peringatan
97
numpang lewat
98
ABD-S2 itulah sebabnya
99
ABD-S2 Ingin bicara
100
ABD-S2, terima konsekuensinya.
101
ABD~2 Kontrak palsu
102
ABD-S2 tidak ada perceraian
103
ABD~S2 Penyesalan
104
Giveaway
105
ABD-S2 Cerai
106
ABD-S2 Pulang kembali
107
ABD-S2 Mulai terkuak
108
ABD~S2 hilang dari ingatan
109
ABD-S2 mengenakan baju orange
110
ABD-S2 Hukuman
111
ABD-S2 Bertemu kembali
112
ABD-S2 Tolong Jawab
113
ABD-S2 ingin melamar
114
ABD-S2 Memulai dari awal ( End )
115
Terimakasih
116
Promo SMUB
117
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!