ABD ~ 18

Tante, sebenarnya aku gak pernah menyangka kalau kedua orang tuaku sudah menjodohkan aku sejak aku masih dalam kandungan dengan putramu yang bernama Zack. Jujur Tante sebenarnya aku ..." Dinda menghentikan ucapannya.

Dengan sekali tarikan nafas Dinda mengatakan apa yang ada dalam hatinya, "Sejujurnya, aku tidak memiliki perasaan apapun dengan Zack, aku belum bisa jatuh cinta lagi, setelah merasakan sakitnya patah hati. Tapi Tante tenang saja, aku akan memenuhi keinginan orang tuaku yaitu menikah dengan Zack, aku akan belajar membuka kembali hatiku." Jelas Dinda, membuat Klara benar-benar merasa lega mendengar keputusan Dinda yang tidak mengecewakan.

"Tenang saja sayang, Zack tipe pria baik dan setia, dia pasti bisa menjaga dan melindungi kamu, walaupun terlihat dingin tapi sebenarnya Zack sangat penyayang." Ucap Klara memuji-muji putranya.

Setelah cukup lama berbincang tentang Zack, Dinda pun memutuskan untuk pamit pulang.

"Tante sepertinya hari sudah sore, aku harus segera pulang, Kalau Tante belum ada yang jemput, ikut bareng Cristal saja tante." Ajak Cristal.

"Gak perlu, sebentar lagi putraku Zion datang, buat jemput Tante." Ucap klara. Mendengar nama Zion, Cristal yang awalnya sudah berdiri dan ingin melangkah pergi terhenti dan kembali duduk lagi.

"Zion itu putra Tante juga?" tanya Klara penasaran. "Aku pikir Zack dan Zion itu hanya sepupuan." Imbuh Cristal. Klara tersenyum melihat keterkejutan Cristal.

"Zack dan Zion itu saudara kembar, banyak orang mengira termasuk kamu kalau mereka hanya sepupuan, karena keduanya tidak memiliki wajah yang mirip. Zion melakukan beberapa operasi di bagian wajah karena luka yang di alami dan mengharuskan operasi. Awalnya tante terkejut saat melihat hasilnya yang jauh berbeda dengan wajah aslinya, gak tahunya itu permintaan Zion sendiri. "Klara lanjut menjelaskan.

"Pantas saja mereka terlihat begitu dekat dan banyak kemiripan, ternyata mereka kembar." Gumam Cristal yang masih tak percaya dengan kenyataan yang baru ia dengar.

Tak lama, sebuah mobil hitam berhenti di parkiran Cafe. Zion datang untuk menjemput mommynya. Dengan berpakaian santai, Zion masuk dalam cafe menghampiri Klara, dan Zion juga terkejut melihat mommynya sedang ngobrol dengan Dinda.

"Mommy kenal dengan Dinda." gumam Zion, kakinya tetap melangkah menghampiri Setelah sampai ia pun duduk di sebelah mommynya.

"Mom, maaf aku sedikit terlambat." ucap Zion sambil melirik Dinda yang sedang menatap dirinya dengan tatapan penuh keterkejutan.

"Mommy, sudah kenal dengan Dinda tenyata." imbuh Zion.

"Dinda! maksudmu?" Klara ikut terkejut, lalu menoleh ke arah Dinda lalu melirik putranya, "Apa wanita yang diceritakan Zion yang bernama Dinda itu ternyata Cristal." Gumam Klara.

Zion pindah duduk dan kini berada di sebelah Dinda dan segera meraih pinggangnya, membuat Dinda sontak duduk tegak.

"Kamu kenapa Din menunduk terus?" bisik Zion. "Ini mom, gadis yang sering aku ceritakan, cantik kan mom." lanjut Zion memperkenalkan pada Klara.

"Zion apa yang kamu lakukan." Dinda berusaha menyingkirkan tangan Zion dari pinggangnya.

"Zion..." Klara tak bisa berkata apa-apa, saat mengetahui putranya yang lain juga mencintai wanita yang sama. Hal yang di takutkan Klara pun akhirnya terjadi, namun saat ini klara hanya bisa tersenyum tak mampu berkata apa-apa.

Klara langsung memijit-mijit pelipisnya, "Zion sepertinya kita harus segera pulang, kepala mommy tiba-tiba sakit." Ajak Klara.

"Tante tidak papa?" tanya Dinda dengan kuatir.

"Mommy tidak papa? baiklah kalau begitu kita pulang sekarang." Zion pun membawa klara pulang dan meninggalkan Dinda di cafe. Tak lama kemudian Dinda pun pulang juga.

*****

"Zion, Kamu gak benar-benar jatuh cinta dengan gadis itu kan?" tanya Klara pemasaran, ia ingin memastikan bahwa kedua putra kembarnya tidak mencintai wanita yang sama.

"Kenapa mom tiba-tiba tanya begitu lagi, kan Zion sudah pernah katakan pada mommy kalau Zion suka dengan gadis yang bernama Dinda. ngomong-ngomong tentang Dinda, sejak kapan mama mengenalnya?" tanya balik Zion.

"Mulai sekarang jauhi gadis itu, mommy tidak ingin sesuatu terjadi antara kamu dan Zack."

"Apa maksud mommy, mana mungkin aku dengan Zack bertengkar hanya karena wanita, lagi pula Zack kan setia dengan gadis yang di jodohkan dengannya, mana mungkin dia berpaling dan jatuh cinta dengan Dinda."

"Bagaimana mommy bisa jelasin Zion, kalau sebenarnya gadis yang kamu sukai itu akan menikah dengan Zack kakakmu." Gumam Klara bingung.

Zion selama ini belum mengetahui siapa sebenarnya Dinda, dan selalu menganggap Dinda adalah gadis spesial di hatinya, walaupun tak pernah di ungkapkannya secara langsung.

******

Dinda kembali dengan perasaan tak karuan. Dinda terus memikirkan tentang Zion. Apa tanggapan Zion jika dia tahu bahwa dirinya akan menjadi kakak iparnya. Apa dia akan tetap mau menjadi temannya atau malah sebaliknya dia akan membenci dirinya karena telah berbohong tentang identitasnya.

"Non... non Dinda, non kenapa? pulang-pulang kok wajahnya kusut. Non pasti sedih karena rindu dengan orang tua non. Yang sabar ya non." ucap Rima saat menghampiri Dinda dan mendapati nona mudanya itu sedang sedih. Dinda hanya menatap Rima sejenak lalu pergi ke kamar tanpa bicara sepatah katapun pada Rima.

Belum sempat Dinda merebahkan tubuhnya, pintu kamarnya pun di ketuk. Kesedihannya langsung berubah menjadi rasa kesal karena terusik.

Dinda langsung membuka pintu dengan kasar dan ingin marah namun gagal saat mengetahui yang mengetuk pintu adalah Adi.

"Paman Adi! ada apa paman?" tanya Dinda.

"Non bisa ikut paman sebentar, ada masalah penting yang harus di bicarakan dan ini butuh persetujuan nona sebagai pimpinan."

"Masalah penting apa paman, keliatannya sangat serius?"

"Lebih baik ikut sekarang nona, kita bicara di ruang kerja saja." Ajak Adi dan melangkah pergi menuju ruang kerja dan di ikuti Dinda.

Mereka pun bicara cukup serius dan terjadi perdebatan ringan, namun akhirnya Dinda mengalah dan mengiyakan permintaan Adi.

"Baiklah paman, aku akan berhenti bekerja dari perusahaan CS Company dan akan memimpin perusahaan. Apa paman puas sekarang." Jawab Dinda dengan kesal, namun membuat Adi menjadi lega.

"Terimakasih non, akhirnya nona mau mengambil posisi CEO perusahaan, saya akan mengurus penyambutan nona di perusahaan."

"Gak perlu paman, aku gak butuh sambutan. Aku menyetujuinya karena itu semua menjadi tanggung jawabku sekarang." Jawab Dinda malas, karena sebenarnya tak menyukai posisi itu untuk saat ini.

"Oya paman, sebelum aku di sibukkan dengan pekerjaan yang mungkin akan menyita waktuku, aku Ingin pergi ke panti asuhan tempat dimana aku pernah tinggal selama dua tahun, aku ingin bertemu dengan ibu asuh, ada yang ingin aku tanyakan tentang seseorang yang membawaku ke panti itu.

"Panti! Baiklah besok saya sendiri yang akan mengantarkan nona. Saya sebagai orang kepercayaan tuan Arnold juga harus tahu siapa yang sudah membawa nona, sampai kami kehilangan jejak nona selama bertahun-tahun."

_TBC

✔️ JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK ☺️☺️☺️☺️

Terpopuler

Comments

Cahaya Warna

Cahaya Warna

tinggal bilang .....kayak sinetron aja cerita jd panjang krn ada yg bohong/disembunyikan 😁

2022-10-02

4

Ulufi Dewi

Ulufi Dewi

biasany pling rekan bisnis yg sabotase terjadi kecelakaan

2022-05-22

0

afseen

afseen

kukira beneran pantai, eh pantai asuhan trnyata 😂😂😂

2022-05-14

0

lihat semua
Episodes
1 ABD~1
2 ABD~ 2
3 ABD~ 3
4 ABD~ 4
5 ABD~ 5
6 ABD~6
7 ABD ~ 7
8 ABD ~ 8
9 ABD ~ 9
10 ABD ~10
11 ABD ~ 11
12 ABD~ 12
13 ABD ~13
14 ABD ~14
15 ABD ~ 15
16 ABD~16
17 ABD ~17
18 ABD ~ 18
19 ABD~19
20 ABD ~ 20
21 ABD ~ 21
22 ABD ~22
23 ABD ~23
24 ABD~24
25 ABD ~25
26 ABD~26
27 ABD ~27
28 ABD~28
29 ABD~29
30 ABD~30
31 ABD~31
32 ABD ~32
33 ABD~33
34 ABD~34
35 ABD~ 35
36 HWB
37 ABD~36
38 ABD~37
39 ABD~38
40 ABD ~ 39
41 ABD ~ 40
42 ABD~41
43 ABD~42
44 ABD~43
45 ABD~44
46 ABD~45
47 ABD~46
48 ABD~47
49 ABD~48
50 ABD~49 Diare
51 ABD~50 Kedatangan Malik
52 Bab khusus 51
53 ABD~51 Flashback Dinda/Cristal kecil
54 ABD~ 52 Jangan pergi Akak
55 ABD~53 Ingin liburan.
56 ABD~ 54 Ternyata Mantan
57 ABD~ 55 cemburu
58 ABD~56 Berharap Maaf
59 ABD~ 57 Ada yang janggal
60 ABD~58 Lahir
61 BDPM
62 ABD ~59 Rindu sikap yang dulu
63 ABD~60 Mengurus baby Za
64 ABD~61
65 ABD~62
66 ABD~63
67 ABD~64
68 ABD~65
69 ABD~66
70 ABD~67
71 ABD~68 pelayan
72 ABD~69 Andai
73 ABD~70 Jangan Ketahuan
74 ABD ~ 71 Membayangkan
75 ABD~72 Hampir celaka
76 ABD 73
77 ABD -74
78 ABD ~ 75
79 ABD~76
80 ABD~77
81 ABD~78
82 ABD~79
83 ABD~ 80
84 ABD~81
85 ABD-82
86 ABD~ 83
87 ABD~S2 Hari pertama.
88 ABD~S2. Gak Boleh Bohong
89 ABD~S2
90 ABD-S2. Berhati busuk
91 ABD-S2 mainan cewek
92 ABD-S2 teror
93 ABD-S2 Nanny buat Za
94 ABD-S2 permintaan Cerai
95 ABD~S2, Sikapi dengan dewasa
96 ABD-S2 Peringatan
97 numpang lewat
98 ABD-S2 itulah sebabnya
99 ABD-S2 Ingin bicara
100 ABD-S2, terima konsekuensinya.
101 ABD~2 Kontrak palsu
102 ABD-S2 tidak ada perceraian
103 ABD~S2 Penyesalan
104 Giveaway
105 ABD-S2 Cerai
106 ABD-S2 Pulang kembali
107 ABD-S2 Mulai terkuak
108 ABD~S2 hilang dari ingatan
109 ABD-S2 mengenakan baju orange
110 ABD-S2 Hukuman
111 ABD-S2 Bertemu kembali
112 ABD-S2 Tolong Jawab
113 ABD-S2 ingin melamar
114 ABD-S2 Memulai dari awal ( End )
115 Terimakasih
116 Promo SMUB
117 Karya baru
Episodes

Updated 117 Episodes

1
ABD~1
2
ABD~ 2
3
ABD~ 3
4
ABD~ 4
5
ABD~ 5
6
ABD~6
7
ABD ~ 7
8
ABD ~ 8
9
ABD ~ 9
10
ABD ~10
11
ABD ~ 11
12
ABD~ 12
13
ABD ~13
14
ABD ~14
15
ABD ~ 15
16
ABD~16
17
ABD ~17
18
ABD ~ 18
19
ABD~19
20
ABD ~ 20
21
ABD ~ 21
22
ABD ~22
23
ABD ~23
24
ABD~24
25
ABD ~25
26
ABD~26
27
ABD ~27
28
ABD~28
29
ABD~29
30
ABD~30
31
ABD~31
32
ABD ~32
33
ABD~33
34
ABD~34
35
ABD~ 35
36
HWB
37
ABD~36
38
ABD~37
39
ABD~38
40
ABD ~ 39
41
ABD ~ 40
42
ABD~41
43
ABD~42
44
ABD~43
45
ABD~44
46
ABD~45
47
ABD~46
48
ABD~47
49
ABD~48
50
ABD~49 Diare
51
ABD~50 Kedatangan Malik
52
Bab khusus 51
53
ABD~51 Flashback Dinda/Cristal kecil
54
ABD~ 52 Jangan pergi Akak
55
ABD~53 Ingin liburan.
56
ABD~ 54 Ternyata Mantan
57
ABD~ 55 cemburu
58
ABD~56 Berharap Maaf
59
ABD~ 57 Ada yang janggal
60
ABD~58 Lahir
61
BDPM
62
ABD ~59 Rindu sikap yang dulu
63
ABD~60 Mengurus baby Za
64
ABD~61
65
ABD~62
66
ABD~63
67
ABD~64
68
ABD~65
69
ABD~66
70
ABD~67
71
ABD~68 pelayan
72
ABD~69 Andai
73
ABD~70 Jangan Ketahuan
74
ABD ~ 71 Membayangkan
75
ABD~72 Hampir celaka
76
ABD 73
77
ABD -74
78
ABD ~ 75
79
ABD~76
80
ABD~77
81
ABD~78
82
ABD~79
83
ABD~ 80
84
ABD~81
85
ABD-82
86
ABD~ 83
87
ABD~S2 Hari pertama.
88
ABD~S2. Gak Boleh Bohong
89
ABD~S2
90
ABD-S2. Berhati busuk
91
ABD-S2 mainan cewek
92
ABD-S2 teror
93
ABD-S2 Nanny buat Za
94
ABD-S2 permintaan Cerai
95
ABD~S2, Sikapi dengan dewasa
96
ABD-S2 Peringatan
97
numpang lewat
98
ABD-S2 itulah sebabnya
99
ABD-S2 Ingin bicara
100
ABD-S2, terima konsekuensinya.
101
ABD~2 Kontrak palsu
102
ABD-S2 tidak ada perceraian
103
ABD~S2 Penyesalan
104
Giveaway
105
ABD-S2 Cerai
106
ABD-S2 Pulang kembali
107
ABD-S2 Mulai terkuak
108
ABD~S2 hilang dari ingatan
109
ABD-S2 mengenakan baju orange
110
ABD-S2 Hukuman
111
ABD-S2 Bertemu kembali
112
ABD-S2 Tolong Jawab
113
ABD-S2 ingin melamar
114
ABD-S2 Memulai dari awal ( End )
115
Terimakasih
116
Promo SMUB
117
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!