ABD ~ 20

Keesokkan harinya, di pagi hari Dinda sudah menyiapkan dirinya untuk pergi ke kantor di hari pertama, banyak hal sudah Dinda pelajari agar bisa segera beradaptasi.

Saat sarapan Adi terlihat tak seperti biasanya, wajahnya pucat dan sesekali mengalami batuk, mungkin perkerjaannya telah membuatnya kelahan.

"Paman, apa paman sakit? lihatlah wajah paman terlihat pucat." tanya Dinda yang tampak kuatir.

"Paman merasa sedikit tidak enak badan, tapi paman harus mengantarkan nona ke kantor." jawab Adi.

"Kalau paman sakit, paman harus istirahat dan segera ke dokter jangan menunda-nunda lagi. Jangan pikirkan aku paman, aku bisa berangkat sendiri, aku sudah hafal raungannya sesuai skena yang paman berikan."

"Nona yakin? Tidak papa berangkat sendirian." tanya Adi ragu.

"Yakin paman, aku pasti bisa segera beradaptasi." Dinda menyakinkan kalau dia bisa beradaptasi sendari.

"Baiklah kalau begitu, nanti saya akan hubungi asisten pribadi nona yang bernama Niel untuk menunggu nona, sedangkan untuk sekertaris masih di tangani HRD." Jelas Adi dan Dinda pun mengangguk-angguk paham.

Dinda pun akhirnya berangkat dangan di antar supir menuju kantor Scorpio. Jantung Dinda berdetak lebih cepat tidak seperti biasanya, rasa gugup membuat telapak tangannya terus saja basah

Sesampainya di halaman kantor, Dinda segera ke luar dari dalam mobil dan mengedarkan pandangannya keseluruhan sisi bangunan tinggi yang memiliki beberapa lantai, dan ruangan tempat nya bekerja berada di lantai paling atas.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di lobby, salah satu karyawan langsung menyerahkan setumpuk berkas pada Dinda.

"Bawa berkas-berkas ini ke ruangan bos muda, karena sebentar lagi bos muda akan datang untuk pertama kalinya, dan kita semua tidak ingin memberikan kesan buruk untuk pertama kalinya, dan setelah itu kamu segera kembali kerjakan ini." Ucap salah satu karyawan yang memerintah Dinda.

"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu." saut Dinda yang dengan susah payah membawa setumpuk berkas yang ada di kedua tangannya.

Semua karyawan masih terlihat sibuk dengan pekerjaannya dan mempersiapkan diri untuk menyambut bos mudanya. Dari tempatnya berdiri saat di lobby sampai menuju lift tak ada satu orang pun yang menegurnya ataupun menyambutnya, tapi Dinda tak perduli.

Saat lift terbuka tubuh Dinda langsung di dorong masuk oleh beberapa wanita yang mungkin sedang buru-buru ingin masuk kedalam lift, hingga akhirnya Dinda berdiri di posisi paling pojok.

Beberapa wanita itu sibuk merapikan diri dan tak lupa merapikan make up. Dari perbincangan mereka dapat di simpulkan lima wanita yang berada satu lift itu, para wanita yang mendapatkan panggilan untuk interview.

Dinda melihat salah satu dari mereka sangat berbeda, penampilannya sangat rapi dan sopan, membuatnya teringat pada dirinya sendiri saat pergi ke kantor CS Company untuk interview, dengan memakai pakaian dengan warna bentrok dan juga tanpa makeup serta rambut seperti Dora membuatnya benar-benar minder dengan wanita-wanita lain yang terlihat lebih cantik dan menarik.

"Apa gadis itu juga sama seperti aku, sedang tak percaya diri dengan penampilannya?" gumam Dinda sambil tersenyum.

Tak lama lift pun terbuka dan para wanita itu keluar meninggalkan Dinda yang masih harus menuju lantai paling atas. Tak lama lift pun terbuka, dan di depannya sudah berdiri seorang laki-laki muda yang tengah menunggu dirinya.

"Selamat datang Bos Cristal, saya Neil, yang akan bekerja menjadi asisten pribadi bos Cristal." Ucap Neil memperkenalkan diri, dan Dinda hanya mengangguk dan memberi kode untuk mengantarkannya ke ruang kerjanya, namun Neil tak peka dengan membiarkan Dinda membawa berkas-berkas itu sendiri tanpa membantunya.

Dengan sopan Neil mempersilahkan Cristal masuk keruangan. "Bos jika anda butuh sesuatu, silahkan Katakan pada saya, saya akan siap melayani kapanpun kebutuhan nona."

"Besok-besok kalau aku sedang membawa sesuatu bisakah kamu membantuku membawanya." ucap Dinda sambil membanting berkas setumpuk di atas meja dengan kesal.

Neil baru sadar saat mendapat teguran dari Cristal dan langsung minta maaf berkali-kali.

"Tiga puluh lagi, hentikan aktivitas kantor dan semuanya suruh berkumpul di setiap Devisi masing-masing. Saya akan memberikan pengarahan sedikit kepada semua bawahan." Perintah Cristal pada Neil. Nada bicara Cristal pun lebih berwibawa dan tegas.

"Biak bos, kalau begitu saya permisi dulu."

Dinda meletakkan pantatnya di kursi dan menyandarkan punggungnya, Dinda memejamkan mata, merasakan aura kehangatan saat Arnold papanya Bekerja.

Tak lama OB datang membawakan segelas teh untuk Cristal. OB tersebut terkejut melihat Cristal yang masih muda dan cantik yang ia lihat tadi saat pertama kali dia Cristal masuk

"Ini bos tehnya." OB tersebut meletakkan gelas yang berisi teh di atas meja dengan tangan yang gemetaran yang Cristal menyadari itu. OB itu gemetaran karena tak menyangka jika bosnya sudah berada di ruangan dan dia berfikir bosnya belum datang.

"Gak usah takut pak, aku bukan bos yang galak. Terimakasih atas tehnya." Ucap Cristal dengan tersenyum. OB yang awalnya sedikit takut akhirnya bisa lega saat melihat bosnya itu tersenyum.

Sedangkan di bawa semua staf gaduh dan bertanya-tanya tentang atasannya yang ternyata sudah datang dan semua karyawan tidak ada yang menyambutnya.

"Ternyata begini rasanya menjadi bos, duduk manis di ruang kerja dengan semua fasilitas yang lengkap. Kalau begini aku tak akan bosan setiap hari bekerja." Gumam Cristal.

"Arrrggghhh, aku lupa belum memberiku surat pengunduran diri di kantor CS company. Setelah jam makan siang, aku harus datang ke kantor CS company untuk menyerahkan surat pengunduran diriku."

_TBC....

✔️ jangan lupa tinggalkan jejak ☺️☺️☺️

Terpopuler

Comments

Ria Lita

Ria Lita

semangat dinda tunjuk kan pada mereka bahwa kamu lebih dari mereka dan tangguh tak terkalah kan

2024-09-08

0

Muhammad Fachri Bimansyah

Muhammad Fachri Bimansyah

Thor.penulisan Kata-kata katanya banyak yg terbalik.. heee

2022-05-30

2

Ulufi Dewi

Ulufi Dewi

Madison aj ceroboh

2022-05-22

0

lihat semua
Episodes
1 ABD~1
2 ABD~ 2
3 ABD~ 3
4 ABD~ 4
5 ABD~ 5
6 ABD~6
7 ABD ~ 7
8 ABD ~ 8
9 ABD ~ 9
10 ABD ~10
11 ABD ~ 11
12 ABD~ 12
13 ABD ~13
14 ABD ~14
15 ABD ~ 15
16 ABD~16
17 ABD ~17
18 ABD ~ 18
19 ABD~19
20 ABD ~ 20
21 ABD ~ 21
22 ABD ~22
23 ABD ~23
24 ABD~24
25 ABD ~25
26 ABD~26
27 ABD ~27
28 ABD~28
29 ABD~29
30 ABD~30
31 ABD~31
32 ABD ~32
33 ABD~33
34 ABD~34
35 ABD~ 35
36 HWB
37 ABD~36
38 ABD~37
39 ABD~38
40 ABD ~ 39
41 ABD ~ 40
42 ABD~41
43 ABD~42
44 ABD~43
45 ABD~44
46 ABD~45
47 ABD~46
48 ABD~47
49 ABD~48
50 ABD~49 Diare
51 ABD~50 Kedatangan Malik
52 Bab khusus 51
53 ABD~51 Flashback Dinda/Cristal kecil
54 ABD~ 52 Jangan pergi Akak
55 ABD~53 Ingin liburan.
56 ABD~ 54 Ternyata Mantan
57 ABD~ 55 cemburu
58 ABD~56 Berharap Maaf
59 ABD~ 57 Ada yang janggal
60 ABD~58 Lahir
61 BDPM
62 ABD ~59 Rindu sikap yang dulu
63 ABD~60 Mengurus baby Za
64 ABD~61
65 ABD~62
66 ABD~63
67 ABD~64
68 ABD~65
69 ABD~66
70 ABD~67
71 ABD~68 pelayan
72 ABD~69 Andai
73 ABD~70 Jangan Ketahuan
74 ABD ~ 71 Membayangkan
75 ABD~72 Hampir celaka
76 ABD 73
77 ABD -74
78 ABD ~ 75
79 ABD~76
80 ABD~77
81 ABD~78
82 ABD~79
83 ABD~ 80
84 ABD~81
85 ABD-82
86 ABD~ 83
87 ABD~S2 Hari pertama.
88 ABD~S2. Gak Boleh Bohong
89 ABD~S2
90 ABD-S2. Berhati busuk
91 ABD-S2 mainan cewek
92 ABD-S2 teror
93 ABD-S2 Nanny buat Za
94 ABD-S2 permintaan Cerai
95 ABD~S2, Sikapi dengan dewasa
96 ABD-S2 Peringatan
97 numpang lewat
98 ABD-S2 itulah sebabnya
99 ABD-S2 Ingin bicara
100 ABD-S2, terima konsekuensinya.
101 ABD~2 Kontrak palsu
102 ABD-S2 tidak ada perceraian
103 ABD~S2 Penyesalan
104 Giveaway
105 ABD-S2 Cerai
106 ABD-S2 Pulang kembali
107 ABD-S2 Mulai terkuak
108 ABD~S2 hilang dari ingatan
109 ABD-S2 mengenakan baju orange
110 ABD-S2 Hukuman
111 ABD-S2 Bertemu kembali
112 ABD-S2 Tolong Jawab
113 ABD-S2 ingin melamar
114 ABD-S2 Memulai dari awal ( End )
115 Terimakasih
116 Promo SMUB
117 Karya baru
Episodes

Updated 117 Episodes

1
ABD~1
2
ABD~ 2
3
ABD~ 3
4
ABD~ 4
5
ABD~ 5
6
ABD~6
7
ABD ~ 7
8
ABD ~ 8
9
ABD ~ 9
10
ABD ~10
11
ABD ~ 11
12
ABD~ 12
13
ABD ~13
14
ABD ~14
15
ABD ~ 15
16
ABD~16
17
ABD ~17
18
ABD ~ 18
19
ABD~19
20
ABD ~ 20
21
ABD ~ 21
22
ABD ~22
23
ABD ~23
24
ABD~24
25
ABD ~25
26
ABD~26
27
ABD ~27
28
ABD~28
29
ABD~29
30
ABD~30
31
ABD~31
32
ABD ~32
33
ABD~33
34
ABD~34
35
ABD~ 35
36
HWB
37
ABD~36
38
ABD~37
39
ABD~38
40
ABD ~ 39
41
ABD ~ 40
42
ABD~41
43
ABD~42
44
ABD~43
45
ABD~44
46
ABD~45
47
ABD~46
48
ABD~47
49
ABD~48
50
ABD~49 Diare
51
ABD~50 Kedatangan Malik
52
Bab khusus 51
53
ABD~51 Flashback Dinda/Cristal kecil
54
ABD~ 52 Jangan pergi Akak
55
ABD~53 Ingin liburan.
56
ABD~ 54 Ternyata Mantan
57
ABD~ 55 cemburu
58
ABD~56 Berharap Maaf
59
ABD~ 57 Ada yang janggal
60
ABD~58 Lahir
61
BDPM
62
ABD ~59 Rindu sikap yang dulu
63
ABD~60 Mengurus baby Za
64
ABD~61
65
ABD~62
66
ABD~63
67
ABD~64
68
ABD~65
69
ABD~66
70
ABD~67
71
ABD~68 pelayan
72
ABD~69 Andai
73
ABD~70 Jangan Ketahuan
74
ABD ~ 71 Membayangkan
75
ABD~72 Hampir celaka
76
ABD 73
77
ABD -74
78
ABD ~ 75
79
ABD~76
80
ABD~77
81
ABD~78
82
ABD~79
83
ABD~ 80
84
ABD~81
85
ABD-82
86
ABD~ 83
87
ABD~S2 Hari pertama.
88
ABD~S2. Gak Boleh Bohong
89
ABD~S2
90
ABD-S2. Berhati busuk
91
ABD-S2 mainan cewek
92
ABD-S2 teror
93
ABD-S2 Nanny buat Za
94
ABD-S2 permintaan Cerai
95
ABD~S2, Sikapi dengan dewasa
96
ABD-S2 Peringatan
97
numpang lewat
98
ABD-S2 itulah sebabnya
99
ABD-S2 Ingin bicara
100
ABD-S2, terima konsekuensinya.
101
ABD~2 Kontrak palsu
102
ABD-S2 tidak ada perceraian
103
ABD~S2 Penyesalan
104
Giveaway
105
ABD-S2 Cerai
106
ABD-S2 Pulang kembali
107
ABD-S2 Mulai terkuak
108
ABD~S2 hilang dari ingatan
109
ABD-S2 mengenakan baju orange
110
ABD-S2 Hukuman
111
ABD-S2 Bertemu kembali
112
ABD-S2 Tolong Jawab
113
ABD-S2 ingin melamar
114
ABD-S2 Memulai dari awal ( End )
115
Terimakasih
116
Promo SMUB
117
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!