Ucapan Gavin benar-benar membuat Dinda hancur, yang awalnya berharap Gavin bisa bersamanya kembali kini berubah menjadi dendam yang tak pernah bisa di lupakan, tekat Dinda sudah bulat ia ingin membuat Gavin benar-benar menyesal dan membuatnya berputar arah. Dinda segera keluar dari apartemen dan berlari di tengah hujan yang deras sambil menangis, tak perduli lagi dengan tubuhnya yang mulai kedinginan. Dibawah guyuran hujan Dinda terduduk, tubuhnya lemas, tulang di tubuhnya tak mampu menyangga beratnya rasa sedih di hatinya. Dinda terus menangis meratapi nasibnya, tak ada yang pernah menghargai dirinya walaupun sekecil batu krikil. Perjuangan yang akhir-akhir ini dilakukan semuanya terasa sia-sia.
Sebuah payung hitam menghalangi air hujan yang membasahi tubuh Dinda. Dinda menengadahkan wajahnya dan melihat sebuah payung hitam ada di atas kepalanya.
Dinda kembali berdiri dan membalikkan tubuhnya dan melihat orang yang memegang payung untuk dirinya.
"Anda... kenapa anda ada disini?" tanya Dinda yang terkejut dan menghentikan tangisnya.
"Sudah waktunya nona, waktunya nona untuk pulang. lingkungan seperti ini tidak cocok untuk Anda. Nona tidak seharusnya di perlakukan seperti ini, nona muda tidak boleh di rendahkan apa lagi di hina, itu sama saja merendahkan martabat Scorpio." Pinta Adi yang tiba-tiba saja muncul di hadapan Dinda.
Dinda menyeringai tak percaya Dangan kata-kata Adi. "Jangan berbohong lagi paman, sudah ku katakan aku tidak percaya dengan kata-kata paman, aku ini anak yatim piatu, yang tinggal di panti asuhan."
"Bagaimana dengan ini?" Adi menunjukkan foto Dinda saat masih kecil bersama sepasang suami istri. Dinda merampas foto tersebut dari tangan Adi dan memperhatikan kembali setiap wajah yang terlihat sangat mirip.
"Darimana paman dapat foto ini? ini aku dan ini... apa ini orang tuaku? Katakan paman, apa paman tahu tentang orang tuaku?"
"Ikutlah pulang dulu, saya akan menjelaskan semuanya nanti agar nona bisa lebih percaya dengan perkataan saya." Ucap Adi berusaha membujuk Dinda. Setelah berfikir sejenak, Dinda pun mengangguk kepalanya.
Mendapatkan Jawaban Dinda, Adi langsung lega dan segera memerintahkan anak buahnya mengambilkan mantel bulu untuk menutupi tubuh Dinda yang kedinginan dan segera membawa Dinda pulang.
Dinda di bawa kembali ke rumah besar Scorpio. Dinda tak percaya dirinya bisa menginjakkan kaki di mansion yang sangat besar dan sangat jarang dikunjungi tamu.
Dinda mengedarkan pandangannya ke segala arah dari dalam mobil. Seseorang membukakan pintu dan meminta Dinda keluar. Empat pria berjajar kanan kiri menyambut Dinda dan salah satunya menegang payung untuk memayungi Dinda dari hujan dan sudah di sambut Adi yang lebih dulu datang.
Sesampainya di dalam rumah, seluruh penghuni rumah membungkuk memberi hormat pada Dinda, mungkin ada sekitar lima puluh pelayan yang sedang berbaris.
"Apa-apaan ini paman, kenapa mereka seperti itu." protes Dinda yang tak terbiasa, Dinda juga tak nyaman dengan sikap mereka, biasanya Dinda yang memberi hormat tapi kali ini dia yang di hormati dan di perlakukan seperti menyambut ratu.
"Mereka hanya menyambut kedatangan nona, mereka semua yang ada akan menjadi pelayan Nona, yang akan siap kapanpun nona butuhkan" Jelas Adi, singkat.
"Tidak paman, aku tidak mau. Mereka semua lebih tua dari aku, seharusnya aku yang memberi hormat padanya." tolak Dinda lalu Dinda ikutan membungkuk seperti mereka.
"Eeessstttt, Nona itu tidak perlu anda lakukan." tegur Adi. Dan meminta Dinda berdiri tegak kembali kerena Dinda adalah bosnya.
"Lalu bagaimana saya harus bersikap kepada orang yang lebih tua dari saya? paman tidak baik jika orang tua hormat sama yang muda nanti kualat Lo kaya jambu monyet, kepalanya dibawah."
"Terserah nona lah, mau bersikap bagaimana, toh bagi mereka nona adalah bos mereka." jawab Adi tak ingin berdebat lagi,
"Semuanya dengarkan aku, mulai sekarang layani nona muda sebaik mungkin dan jangan sampai membuatnya marah atau kalian bisa pecat. Sekarang bubar dan lakukan tugas kalian masing-masing." perintah Adi membuat Dinda melongo tak percaya.
Dua orang pelayan menghampiri." Nona, mari ikut, kami akan mengantarkan nona ke kamar dan mengantikan pakaian nona." ucap salah satu pelayan. Dinda menoleh ke Adi dan Adi pun memberi syarat untuk mengikuti mereka menuju kamar.
Dinda di antar ke salah satu kamar yang sudah di siapkan, kamar yang cukup besar dan luas. Beberapa pelayan datang ada yang membawa minuman hangat dan ada juga yang membawakan baju untuk dikenakan Dinda. Di antara para pelayan yang datang ke kamar ada salah satu pelayan yang berbeda dari yang lain, penampilan dan juga baju yang di kenakan pun berbeda.
Wanita itu datang menghampiri lalu memperkenalkan diri. "Perkenalkan saya Rima, saya kepala pelayan yang bertanggung jawab di sini. Silahkan panggil saya, jika nona perlu sesuatu." jelas Rima dengan tutur kata yang lemah lembut.
"Ya baiklah, terimakasih sudah memperlakukan saya dengan baik, tapi saya tidak mau seperti ini lagi. Sudahkan bisakah kalian keluar semua, aku ingin sendirian dan terimakasih atas pelayanannya." ucap Dinda dengan gugup. Kerena Dinda yang memerintah, semua pelayan pun keluar semua dan meninggalkan Dinda seorang diri dikamar.
Dinda masih saja tak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya tak pernah terbayangkan selama ini dia akan menjadi seorang tuan putri.
"Apa ini hanya mimpi...Iya ini hanya mimpi, gak mungkin aku ini anak keluarga Scorpio." Dinda mencubit pipinya sendiri dan ternyata sakit." Aauuuhhh sakit ternyata bukan mimpi, ini nyata, aku benar-benar berada di istana Scorpio."
Setelah Membersihkan diri dan Menganti pakaiannya. Dinda memilih untuk istirahat dan menanyakan kejelasannya esok hari.
Sambil menunggu kantuk, Dinda mencoba menghubungi Zion melalui pesan singkat melalui WhatsApp dia satu-satunya teman yang Dinda miliki saat ini dan hanya Zion yang selalu ada dan mau mendengarkan keluh kesahnya.
Belum selesai Dinda mengetik, Zion terlebih dahulu dengan mengirim foto Zion yang sedang menunggu di depan kost Dinda.
[ apa yang kamu lakukan di depan kost?] balas Dinda
📲[ Menunggu kamu, ayo keluar kita cari makan di luar.] balas Zion.
[ Aku tidak ada di tempat kost.]
📲[ Kamu pergi kemana? kenapa gak bilang-bilang dari tadi, aku sudah setengah jam nunggu di sini.]
[ Ceritanya panjang, besok akan aku ceritakan padamu. Lebih baik kamu pulang sekarang, gak ada gunanya kamu nungguin aku di situ.]
📲[ Yah sayang sekali, padahal aku ngajak Zack untuk makan malam bersama. Tapi sudahlah lain kali saja atur ulang jadwal. Bye, good night Dinda.] chat terakhir Zion.
📱[ Good night Zion, sampai ketemu besok di kantor.] balas Dinda sambil tersenyum.
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak ☺️☺️☺️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Nor Nor
biji nya enak tu
2024-06-11
2
Diah Susanti
jadi ngebayangin makan jambu monyet waktu SD, rasanya asem. tapi sudah 20 tahunan tak pernah ngeliat penjual jambu itu
2024-04-29
1
Ulufi Dewi
Dinda lbih baik kluar dr perusahan trus menghilang ny untuk di tatar sm andi biar tau spa kawan spa lawan jangan terlalu polos jd Nona scorpion elegant
2022-05-22
2