ABD ~ 7

Seorang pria sejati, pasti akan menepati janji yang terucap dari bibirnya apa lagi janji kepada seorang wanita. Zion pun melakukan hal tersebut, ia menepati janjinya akan membantu dan memberi semangat Dinda yang sedang berjuang menurunkan berat badan yang membuatnya tak memiliki body yang bagus.

"Dinda cepat keluar, aku sudah menunggu di depan tempat kost." Teriak Zion tanpa memperdulikan tetangga kost yang lain yang mungkin terganggu dengan teriakan Zion.

Dinda yang sudah bersiap untuk joging bersama, segera keluar untuk menghampiri Zion.

"Bisakah tidak berteriak saat memanggilku." protes Dinda.

"Maaf, aku hanya terlalu bersemangat untuk menemani kamu, dan asal kamu tahu, tidak ada satu orang pun yang tahu kalau aku akan joging bersama denganmu.

Mereka pun segera joging bersama mengelilingi taman raya hingga akhirnya mereka berhenti di salah satu bangku untuk mengatur nafasnya.

"Ini untukmu." Zion mengeluarkan botol minumnya dari dalam tas yang sengaja ia bawa.

"Apa ini?" Dinda mengambilnya dan mencium baunya yang memiliki aroma unik.

"Itu ramuan ajaib, dan bisa menurunkan berat badanmu dalam dua Minggu." jelas Zion sambil bercanda.

"Benarkan? tapi aku tak yakin dengan ucapanmu." tanpa basa-basi Dinda langsung meneguk minuman yang ada di botol itu.

"Kok rasanya nano-nano?" komentar Dinda setelah mencicipinya.

"Jangan bawel, kan sudah aku bilang itu ramuan ajaib."

Setelah selesai beristirahat, mereka pun kembali untuk bersikap-siap berangkat bekerja.

********

Selama dua Minggu Dinda dan Zion melakukan hal yang sama sepanjang pagi sebelum waktunya bekerja. Zion tak peduli dengan jarak tempat keduanya lumayan jauh, Zion selalu menempatkan waktu sebelum matahari terbit untuk datang ketempat Dinda hanya sekedar untuk joging bersama dan mengajari Dinda menjalani diet nun tak menyiksa tubuhnya.

Akhirnya hasil memuaskan pun di dapat Dinda, berat badan Dinda turun lima belas kilo dalam dua Minggu, membuat Dinda benar-benar senang dan berterima kasih pada Zion karena sudah memberikan ramuan ajaib padanya.

"Zion, aku tak tahu harus bilang apa lagi padamu selain kata terima kasih atas semua bantuan dan waktumu yang kamu berikan padaku, sampai akhirnya aku bisa mewujudkan keinginanku agar bisa menurunkan berat badanku."

"Santai aja Dinda, melihat kamu bahagia itu saja sudah cukup, sekarang tinggal kamu sendiri bagaimana menjaga agar lemak yang bandel itu tidak kembali. Din..." Zion menghentikan ucapannya.

"Eemmm..."

"Aku ingin kamu melepas kacamatamu dan mengurai rambutmu." Imbuh Zion.

"Tapi..." Belum sempat menolak, Zion sudah melepas kaca mata bulat besar yang selalu Dinda pakai dan menarik ikat rambut yang mengikat rambut Dinda.

Melihat sikap Zion Dinda tak bisa apa-apa selain menurut dan akhirnya rambut yang selalu ia ikat terurai bebas.

"Kamu terlihat lebih cantik begini." Zion memberikan senyuman yang manis untuk dinda.

Pujian dan senyuman Zion membuat Dinda menjadi tersipu malu.

******

Kini setelah tubuh Dinda menjadi langsing masalah baru datang lagi, yaitu pakaian yang ia miliki menjadi terlalu besar dan saat di kenakan menjadi kedodoran.

"Ya Tuhan, masalah apa lagi sekarang ini, uang yang aku miliki sudah menipis dan kenapa sekarang aku membutuhkan pakaian baru lagi." Sambil berdiri di depan cermin, Dinda memperhatikan pakaiannya yang menjadi besar saat di kenakan di tubuh Dinda, perasaan pun menjadi campur aduk antara senang dan sedih. Senang karena tubuhnya langsing dan sedih harus membuang pakaiannya yang nampak besar dan harus membeli pakaian baru, sedangkan uang yang ia miliki semakin menipis.

Dinda pun memutuskan berangkat kerja dengan pakaian yang ada, tak peduli lagi dengan apa yang akan jadi pembicaraan karyawan lain dengan penampilannya.

Sesampainya di kantor, Dinda berpapasan dengan Alisa yang baru saja datang.

"Eeehhh si Dora sudah datang, mana kacamata dora kok gak dipakai lagi, sudah gak minus lagi ya." Ejek Alisa.

"Lis, bisa gak sih, sehari saja kamu gak mencaci hidup aku. Aku gak pernah merasa ada masalah dengan mu dan masalah pekerjaan pak bos juga sudah menjelaskan tapi kenapa sih kamu masih gak ada puas-puasnya mengejekku." Saut Dinda sedikit kesal, ingin di abaikan namun sudah keterlaluan.

"Suka-suka aku lah, ini kan mulutku." Saut Alisa sambil berlalu pergi untuk masuk kedalam kantor dan Dinda pun mengikutinya dari belakang.

Saat sedang sibuk bekerja, Dinda dikagetkan dengan kedatangan Zion.

"Pak kenapa lagi datang kemari? sudah empat kali bapak mondar-mandir, saya sedang sibuk. Jika ingin bicara nunggu jam istirahat saja ya." Ucap Dinda yang kesal dengan sikap Zion yang terus menggangu tak perduli di mana tempatnya.

"Ohhh baiklah aku tidak akan ganggu kamu bekerja tapi katakan padaku, sepulang kerja kamu mau pergi kemana?" tanya Zion serius.

"Saya mau pergi ke pasar, cari pakaian yang pas untuk badan saya yang sekarang." Jawab Dinda.

"Kenapa harus beli di emperan, lebih baik ikut aku, kita pergi ke butik dan beli banyak baju untukmu."

"Sebelumnya terimakasih, atas bantuannya, tapi kali ini saya benar-benar minta maaf, saya tidak bisa menerima bantuan bapak secara materi lagi, biarkan saya berusaha sebisa saya untuk mendapatkan apa yang saya mau tanpa bantuan orang lain." Tolak Dinda.

"Oh... begitu, baiklah kalau itu maumu, aku tidak akan memaksa dan tidak akan melakukannya lagi. Tapi jika kamu memintaku untuk mengindari kamu, maaf aku menolak, aku tidak bisa bekerja kalau tidak melihat kamu."

"Terimakasih atas pengertiannya, sekarang lebih baik bapak kembali keruang kerja bapak dan biarkan saya menyelesaikan pekerjaan saya dulu." Usir Dinda dengan sopan dan Zion pun menurut.

Setelah jam kerja selesai, Dinda bergegas membereskan mejanya dan segera bersiap-siap untuk pergi. Dinda berdiri di pinggir jalan raya untuk menunggu angkot yang akan membawanya pergi menuju pasar yang hanya buka di malam hari.

Tak lama sebuah mobil berhenti tepat di depan Dinda. Kaca mobil terbuka dan di dalamnya ada Zack.

"Masuklah, aku ingin bicara padamu." ucap zack beberapa kata.

"Pak Zack ingin bicara dengan saya." tanya balik Dinda dan Zack mengangguk.

Dinda pun masuk kedalam mobil Zack karena mengira jika bosnya itu benar-benar ingin bicara penting, namun ternyata bohong, Zack membawa Dinda ke pasar malam, tempat yang sedari tadi ingin datangi.

Zack turun lebih dulu sebelum Dinda mengikutinya.

"Bapak yakin mau belanja di emperan seperti ini." Dinda meyakinkan.

"Segera pilih baju yang kamu butuhkan dan bawa kemari aku yang akan membayarnya, jangan menolak atau kau akan aku pecat." Ucap zack tak ingin ada penolakan. Dan akhirnya dinda mengiyakan tanpa ada kata apapun untuk menolaknya.

✔️ jangan lupa tinggalkan jejak

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

yg orang biasa pd membully eh yg bos² terkintil² sm dinda 🤣

2024-10-07

0

Aina Arissa Shahran

Aina Arissa Shahran

😂😂😂😂😂😂hebat kamu dinda 2 orang bos sekali perhatian sama kamu

2024-07-28

1

Agus Tina

Agus Tina

2 minggu turun 15 kg, ajaib sekali thor ...

2024-04-19

4

lihat semua
Episodes
1 ABD~1
2 ABD~ 2
3 ABD~ 3
4 ABD~ 4
5 ABD~ 5
6 ABD~6
7 ABD ~ 7
8 ABD ~ 8
9 ABD ~ 9
10 ABD ~10
11 ABD ~ 11
12 ABD~ 12
13 ABD ~13
14 ABD ~14
15 ABD ~ 15
16 ABD~16
17 ABD ~17
18 ABD ~ 18
19 ABD~19
20 ABD ~ 20
21 ABD ~ 21
22 ABD ~22
23 ABD ~23
24 ABD~24
25 ABD ~25
26 ABD~26
27 ABD ~27
28 ABD~28
29 ABD~29
30 ABD~30
31 ABD~31
32 ABD ~32
33 ABD~33
34 ABD~34
35 ABD~ 35
36 HWB
37 ABD~36
38 ABD~37
39 ABD~38
40 ABD ~ 39
41 ABD ~ 40
42 ABD~41
43 ABD~42
44 ABD~43
45 ABD~44
46 ABD~45
47 ABD~46
48 ABD~47
49 ABD~48
50 ABD~49 Diare
51 ABD~50 Kedatangan Malik
52 Bab khusus 51
53 ABD~51 Flashback Dinda/Cristal kecil
54 ABD~ 52 Jangan pergi Akak
55 ABD~53 Ingin liburan.
56 ABD~ 54 Ternyata Mantan
57 ABD~ 55 cemburu
58 ABD~56 Berharap Maaf
59 ABD~ 57 Ada yang janggal
60 ABD~58 Lahir
61 BDPM
62 ABD ~59 Rindu sikap yang dulu
63 ABD~60 Mengurus baby Za
64 ABD~61
65 ABD~62
66 ABD~63
67 ABD~64
68 ABD~65
69 ABD~66
70 ABD~67
71 ABD~68 pelayan
72 ABD~69 Andai
73 ABD~70 Jangan Ketahuan
74 ABD ~ 71 Membayangkan
75 ABD~72 Hampir celaka
76 ABD 73
77 ABD -74
78 ABD ~ 75
79 ABD~76
80 ABD~77
81 ABD~78
82 ABD~79
83 ABD~ 80
84 ABD~81
85 ABD-82
86 ABD~ 83
87 ABD~S2 Hari pertama.
88 ABD~S2. Gak Boleh Bohong
89 ABD~S2
90 ABD-S2. Berhati busuk
91 ABD-S2 mainan cewek
92 ABD-S2 teror
93 ABD-S2 Nanny buat Za
94 ABD-S2 permintaan Cerai
95 ABD~S2, Sikapi dengan dewasa
96 ABD-S2 Peringatan
97 numpang lewat
98 ABD-S2 itulah sebabnya
99 ABD-S2 Ingin bicara
100 ABD-S2, terima konsekuensinya.
101 ABD~2 Kontrak palsu
102 ABD-S2 tidak ada perceraian
103 ABD~S2 Penyesalan
104 Giveaway
105 ABD-S2 Cerai
106 ABD-S2 Pulang kembali
107 ABD-S2 Mulai terkuak
108 ABD~S2 hilang dari ingatan
109 ABD-S2 mengenakan baju orange
110 ABD-S2 Hukuman
111 ABD-S2 Bertemu kembali
112 ABD-S2 Tolong Jawab
113 ABD-S2 ingin melamar
114 ABD-S2 Memulai dari awal ( End )
115 Terimakasih
116 Promo SMUB
117 Karya baru
Episodes

Updated 117 Episodes

1
ABD~1
2
ABD~ 2
3
ABD~ 3
4
ABD~ 4
5
ABD~ 5
6
ABD~6
7
ABD ~ 7
8
ABD ~ 8
9
ABD ~ 9
10
ABD ~10
11
ABD ~ 11
12
ABD~ 12
13
ABD ~13
14
ABD ~14
15
ABD ~ 15
16
ABD~16
17
ABD ~17
18
ABD ~ 18
19
ABD~19
20
ABD ~ 20
21
ABD ~ 21
22
ABD ~22
23
ABD ~23
24
ABD~24
25
ABD ~25
26
ABD~26
27
ABD ~27
28
ABD~28
29
ABD~29
30
ABD~30
31
ABD~31
32
ABD ~32
33
ABD~33
34
ABD~34
35
ABD~ 35
36
HWB
37
ABD~36
38
ABD~37
39
ABD~38
40
ABD ~ 39
41
ABD ~ 40
42
ABD~41
43
ABD~42
44
ABD~43
45
ABD~44
46
ABD~45
47
ABD~46
48
ABD~47
49
ABD~48
50
ABD~49 Diare
51
ABD~50 Kedatangan Malik
52
Bab khusus 51
53
ABD~51 Flashback Dinda/Cristal kecil
54
ABD~ 52 Jangan pergi Akak
55
ABD~53 Ingin liburan.
56
ABD~ 54 Ternyata Mantan
57
ABD~ 55 cemburu
58
ABD~56 Berharap Maaf
59
ABD~ 57 Ada yang janggal
60
ABD~58 Lahir
61
BDPM
62
ABD ~59 Rindu sikap yang dulu
63
ABD~60 Mengurus baby Za
64
ABD~61
65
ABD~62
66
ABD~63
67
ABD~64
68
ABD~65
69
ABD~66
70
ABD~67
71
ABD~68 pelayan
72
ABD~69 Andai
73
ABD~70 Jangan Ketahuan
74
ABD ~ 71 Membayangkan
75
ABD~72 Hampir celaka
76
ABD 73
77
ABD -74
78
ABD ~ 75
79
ABD~76
80
ABD~77
81
ABD~78
82
ABD~79
83
ABD~ 80
84
ABD~81
85
ABD-82
86
ABD~ 83
87
ABD~S2 Hari pertama.
88
ABD~S2. Gak Boleh Bohong
89
ABD~S2
90
ABD-S2. Berhati busuk
91
ABD-S2 mainan cewek
92
ABD-S2 teror
93
ABD-S2 Nanny buat Za
94
ABD-S2 permintaan Cerai
95
ABD~S2, Sikapi dengan dewasa
96
ABD-S2 Peringatan
97
numpang lewat
98
ABD-S2 itulah sebabnya
99
ABD-S2 Ingin bicara
100
ABD-S2, terima konsekuensinya.
101
ABD~2 Kontrak palsu
102
ABD-S2 tidak ada perceraian
103
ABD~S2 Penyesalan
104
Giveaway
105
ABD-S2 Cerai
106
ABD-S2 Pulang kembali
107
ABD-S2 Mulai terkuak
108
ABD~S2 hilang dari ingatan
109
ABD-S2 mengenakan baju orange
110
ABD-S2 Hukuman
111
ABD-S2 Bertemu kembali
112
ABD-S2 Tolong Jawab
113
ABD-S2 ingin melamar
114
ABD-S2 Memulai dari awal ( End )
115
Terimakasih
116
Promo SMUB
117
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!