Zack membawa pergi Dinda, menjauh dari tempat pesta. Zack yang memiliki langkah lebih lebar membuat Dinda harus mempercepat langkahnya untuk mengimbangi langkah Zack.
Saat sampai di gedung parkir, Dinda sudah tidak mampu mengimbangi langkah Zack,"Berhenti pak Zack...jangan menarik ku seperti hewan, aku bisa jalan sendiri." Teriak Dinda karena tergesa-gesa hingga akhirnya kakinya pun terkilir, akibat high heels yang tak biasa ia kenakan. "Aauuuhhh... kakiku..."Dinda mengaduh kesakitan.
Zack menghentikan langkahnya dan melepaskan genggaman tangannya.
"Bisa pakai high heels gak sih, Jalan begitu saja bisa terkilir." Zack langsung berjongkok didepan Dinda yang sudah duduk di lantai sambil memegangi kakinya yang sakit.
"Apa Sakit..." tanya Zack lagi dan ingin menyentuhnya namun tangan Zack langsung di tepis Dinda.
"Sudah tahu sakit masih di tanya, ini semua gara-gara bapak, kenapa sih bapak tiba-tiba saja jadi sok baik, pasti bapak melakukan ini semua karena ada maunya, ia kan." Saut Dinda dengan ketus.
"Sudah di belain, tidak tahu berterima kasih malah nyalahin, aku hanya ingin membawamu pergi dari sana karena aku kasihan melihat kamu selalu di ejek dan di permalukan, tidak ada maksud lain. Sekarang biarkan aku membantumu berdiri dan biarkan aku mengantarkan kamu pulang."
"Gak perlu, aku masih bisa pulang sendiri." tolak Dinda karena gengsi.
"Baiklah kalau itu maumu, silahkan pulang sendiri, aku pun juga akan pulang." Zack kembali berdiri dan melangkah meninggalkan Dinda.
Dinda berusaha untuk berdiri seorang diri namun kakinya yang terkilir terlalu sakit, hingga membuatnya tak bisa berdiri.
"Pak Zack jangan pergi, jangan tinggalkan aku... sendirian..." teriak Dinda.
Zack menghentikan langkahnya, lalu menoleh ,"Bukankah kamu bisa pulang sendiri, lalu kenapa sekarang melarang aku pergi."
"Aku... Aku... "Dinda menarik nafas dalam-dalam, "Pak Zack aku mohon bantu aku. Aku tidak bisa berdiri sendiri, terlalu sakit, aku mohon." Dengan berat hati Dinda pun akhirnya minta tolong pada Zack.
Zack pun menghampiri Dinda dan kembali berjongkok di depannya. Tanpa bicara Zack melepaskan high heels yang dikenakan Dinda dari kedua kakinya, dan berusaha membantu Dinda untuk bisa berdiri.
"Apa bisa jalan pelan-pelan?" tanya Zack lagi yang nampak kuatir, ia juga merasa bersalah karena dia hingga menyebabkan Dinda terkilir.
"Tunggu sebentar, aku mau menghubungi seseorang." Dinda mengambil ponselnya dari dalam tas untuk menghubungi Adi agar bisa menjemputnya. Saat hendak melakukan panggilan ponsel Dinda mati karena kehabisan daya.
"Ya Tuhan, kenapa harus sekarang di saat genting seperti ini." Gumam Dinda.
"Pak bisakah aku pinjam ponselnya sebentar?" tanya Dinda ragu-ragu. Tanpa bertanya Zack meminjamkan ponselnya dan Dinda segera mengunjungi Adi untuk menjemputnya.
"Terimakasih pak." Dinda mengembalikan ponselnya pada Zack, sambil tersenyum paksa.
Zack membimbing Dinda menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mereka berdiri. Dengan hati-hati Zack memapah Dinda dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
"Dimana rumahmu? biar aku antarkan pulang, lagian tak mungkin kamu bisa pulang seorang diri dengan kaki terkilir."
"Gak usah, bentar lagi sugar Daddy ku datang, yang akan menjemputku pulang." saut Dinda
"Sugar Daddy...?"
"Iya, bukankah semua orang menganggap aku ini sebagai sugar baby om-om kaya raya."
Sejak kedatangan Dinda ke pesta, Zack sudah sangat penasaran dengan cincin yang di kenakan Dinda, ia ingin bertanya namun mulutnya terkatup tak bisa mengeluarkan sepatah katapun untuk mendapatkan jawaban.
Tak lama sebuah mobil datang dan berhenti di depan mobil Zack yang masih terparkir.
Adi yang baru datang segera keluar dari mobil untuk menjemput Dinda.
Zack terkejut dengan kedatangan orang dari Scorpio.
"Bukankah dia, orang dari Scorpio? kenapa ada disini?" Zack bertanya-tanya dalam hati sebelum memutuskan untuk keluar dan mencari tau.
Adi datang menghampiri, "Tuan Zack, kebetulan Anda di sini. Apakah tuan melihat nona kami ada di sekitar sini? dia mengatakan ada di gedung parkir hotel X, tapi saya tidak melihatnya ada disini." ucap Adi pada Zack.
"Nona? maksudmu! Aku aku tidak melihat siapapun di sini, kecuali..."
"Paman..." Panggil Dinda tiba-tiba, saat keluar dari mobil Zack.
"Nona!" Adi segera menghampiri untuk membantu Dinda dan membawanya ke mobil.
Zack benar-benar terkejut, wanita yang sedari tadi ada bersamanya, tiba-tiba memanggil Adi, "Apa mungkin, tebakanku benar... apa dia..."
"Pak Zack jangan salah paham, dia itu sugar Daddy ku..." Bisik Dinda dan Zack hanya mengerutkan keningnya tak percaya dengan ucapan Dinda, karena Zack tahu persis jika Dinda bukanlah orang yang nekat hanya untuk uang.
Setelah mengantar Dinda masuk kedalam mobil, Adi kembali menemui Zack yang masih tetap berdiri terpaku."Terimakasih tuan, sudah menjaga nona Cristal sampai saya datang." ucap Adi
"Tunggu sebentar paman, apa Dinda itu putri keluarga Scorpio?" Tanya Zack.
"Benar tuan, wanita yang bersama tuan tadi, dia adalah putri Scorpio."
"Jadi... selama ini, wanita yang sudah di jodohkan denganku dan selalu membuatku penasaran ternyata sudah ada di dekatku." ucap zack spontan.
"Apa maksud tuan?" tanya Adi saat mendengar ucapan Zack.
"Lihat ini paman, apa paman tahu maksudnya?" Zack mengeluarkan cincin dari sakunya dan menunjukkan pada Adi.
Adi melihat cincin yang di pegang Zack dan lalu menatap kembali Zack, "Ternyata, Laki-laki yang di jodohkan dengan nona muda kami itu adalah tuan! Ternyata benar, jika memang sudah jodoh pasti akan bertemu." Adi sangat senang saat mengetahui laki-laki yang di jodohkan dengan nona mudanya adalah orang baik.
"Pak Zack, aku akan libur bekerja beberapa hari sampai kakiku sembuh, karena ini semua gara-gara bapak, jadi jangan kasih saya surat peringatan." Ucap Dinda dari dalam mobil.
"Paman, jangan katakan apapun pada Dinda, kalau aku ini adalah calon suaminya, biar aku sendiri nanti yang akan bicara padanya, karena sepertinya Dinda belum tahu kalau aku ini adalah laki-laki itu." pinta Zack pada Adi.
"Baik tuan, saya tidak akan katakan apapun pada nona, kalau begitu saya permisi." Adi pun segera membawa Dinda pergi.
Tanpa terasa sebuah senyuman terukir di wajah Zack, saat ia sudah menemukan gadis yang secara simbolis sudah terikat dengannya. Zack benar-benar tak menyangka, gadis yang selalu membuat masalah dan selalu bertingkah aneh ternyata calon pendamping hidupnya.
"Wanita menjijikkan, ternyata dugaan ku benar, kalau si Dora itu punya sugar Daddy. Pantas saja dalam waktu singkat dia bisa merubah penampilannya dan bisa mengenakan pakaian mahal." Gumam Alira yang melihat saat Adi memapah Dinda masuk ke mobil dari kejauhan.
Tak lama Zion menghampiri Zack yang masih menunggu Zion dan Zaira, selesai pesta.
"Zack, dimana Dinda? apa dia sudah pulang? aku benar-benar menyesal, tadi terlalu asik dengan pesta sampai aku mengabaikan dia." ucap Zion.
"Dinda sudah pulang dari tadi." Jawab Zack singkat.
"Bagaimana reaksi Zion,jika dia tahu kalau gadis yang ia sukai adalah gadis yang sudah di jodohkan denganku." Gumam Zack, sambil memandang adiknya itu.
_TBC
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak ☺️☺️☺️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Ananda Muthaharoh
seharusnya sidinda pnya sikap tegas juga jngan mau ditindas terus, buktikan klo km mampu melawan mereka, jngan jdi nona muda bodoh. hrus punya pikiran yang lebih tegas lagi. inget dinda km ga sendiri ada bnyak org yg sayang sm km,pergunakan kekuasaan org tua km untuk membungkam mulut mereka yg sk merendahkan km.
2024-09-12
1
Shinta Dewiana
zion terlalu asyik sendiri enggak da yg jelas ini....dinda juga msh terlalu bodoh....lemas bacanya...
2024-07-10
1
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
baru eps 13,jgnlh smpai drop baca tengah jalan.. nda suka dgn watak FL, sdh bodoh, lemah, penakut dan banyak lagi kelemahan..
2024-07-04
1