Walaupun wajah dipenuhi dengan lumpur, tatapan gadis kecil itu sangat bercahaya, tampak sangat mengagumkan.
He Xun mendekati gadis kecil itu dan berjongkok di dekat gadis kecil itu tanpa peduli pakaiannya basah atau tidak oleh lumpur.
"Adik kecil, jangan takut, sekarang orang orang jahat itu telah diusir pergi. " Ucap He Xun sambil mengelus kepala gadis kecil itu.
Gadis kecil itu menatap He Xun dengan kedua mata bulatnya yang menunjukkan kejernihan dan kepolosan bahkan He Xun harus dengan mati matian menahan diri agar tidak menjulurkan tangan dan mencubit pipi gadis kecil ini.
"Tu... tuan. " Panggil gadis kecil itu dengan suara yang sangat pelan.
"Apa ?" Tanya He Xun dengan bingung.
"Tuan." Panggil gadis kecil itu lagi.
"Kamu menganggap ku sebagai Tuanmu ?" Tanya He Xun dengan bingung.
Gadis kecil itu mengangguk dengan menggemaskan dan membuat He Xun jatuh ke dalam dilema, He Xun tidak yakin bisa merawat seorang anak anak tapi juga tidak tega apabila harus menolak gadis kecil yang menggemaskan ini.
"Baiklah, ayo ikut aku pulang, pertama tama mari kita cari pakaian untukmu, gadis kecil¹." Ucap He Xun.
¹(小 姑娘 : Xiao Gu Niang atau artinya adalah gadis kecil. )
He Xun menyimpan Pedang Naga Petir dan membawa benda belanjaannya dengan satu tangan sementara tangan yang lain menggendong gadis kecil itu.
He Xun kembali ke toko pakaian dan pemilik toko terkejut ketika melihat He Xun kembali sambil membawa seorang gadis kecil kotor bersamanya.
"Bos, tolong bantu aku pilihkan pakaian yang cocok untuk Gadis kecil ini. " Ucap He Xun.
"Tentu saja, Gongzi. " Ucap pemilik toko itu dan memilihkan lebih dari 5 set pakaian.
"Bisa tolong ikat di bagian tangan sebelah kiriku ?"Tanya He Xun sambil memberikan tangan kirinya yang menggendong gadis kecil itu.
Pemilik toko membantunya mengikat itu setelah dia membayar tentu saja dan dia pulang tanpa sisi anggun yang tersisa.
Bagaimana tidak, seorang pria tampan yang dipenuhi dengan barang barang dan seorang gadis kecil yang kotor, penuh dengan lumpur.
Sesampainya dirumah, He Xun menurunkan gadis kecil itu dan melihat bahwa hari telah menjelang sore dan seharusnya barang barang akan diantarkan sebentar lagi.
"Gadis kecil, kamu perlu menunggu untuk mandi, sebentar lagi bak mandi akan diantarkan dan aku akan menyiapkan air untukmu. " Ucap He Xun sambil mencubit hidung gadis kecil itu dengan gemas.
Tidak lama kemudian, 3 buah gerobak yang membawa seluruh barangnya dari toko pengrajin kayu, untungnya dia ingat untuk membeli hak mandi, jika tidak maka, dimana dia akan mandi ?
"Tolong taruh disini, disini, disini. " Sementara He Xun sedang mengarahkan benda benda.
Gadis kecil itu menatap He Xun dengan polos sambil duduk di atas kursi yang baru saja dibeli oleh He Xun, satu persatu barang datang dan rumah yang terlihat kosong ini berubah menjadi lebih penuh dan lebih hidup.
Setelah semuanya selesai, He Xun baru menyadari satu hal bahwa ada satu hal yang telah dilupakan olehnya.
He Xun mengutuk dirinya sendiri karena ceroboh dan lupa untuk membeli kasur sehingga besok dia harus pergi lagi.
"Gadis kecil, sepertinya malam ini kita harus tidur di lantai. " Ucap He Xun sambil tersenyum.
Gadis kecil itu tidak tampak keberatan dan He Xun mengambil air dari dalam sumur, tidak ada yang salah dengan hal ini.
Lagipula, walaupun dia adalah Tuan dari gadis kecil itu, He Xun tidak akan tega untuk menyuruh gadis kecil seperti itu untuk membawa ember air seperti ini.
Menurut He Xun, sebagai Tuan dari gadis kecil itu maka dia harus memperlakukan gadis kecil itu dengan sangat baik dan menjaga gadis kecil itu.
Setelah mengisi air, He Xun memasang tirai yang telah dibelinya untuk menutupi bak mandi sehingga tidak ada yang bisa melihat orang di dalamnya.
"Hei, gadis kecil, ayo mandi. " Ucap He Xun dengan pelan.
Gadis kecil itu berjalan menuju He Xun dengan pelan dan He Xun mengajarkan gadis itu bagaimana menggunakan bak mandi dan Gadis kecil itu berjalan menuju balik tirai.
Tentu saja He Xun tidak mengikutinya ! Orang orang akan meneriaki nya sebagai orang yang cabul dan tidak memiliki moral.
He Xun tentu saja tidak akan melakukan hal tercela semacam itu, sehingga hanya bisa mengajarkan gadis kecil itu cara menggunakan bak mandi dan berharap bahwa gadis kecil itu berhati hati agar tidak terpeleset.
Setelah memastikan bahwa Gadis kecil itu telah masuk ke dalam bak mandi, He Xun mengambil satu setel pakaian dan menaruhnya di meja kecil yang ada di balik tirai.
Meja itu berbatasan dengan tirai sehingga dia hanya perlu membuka sedikit tirai untuk menaruh pakaian gadis kecil itu.
"Gadis kecil, pakaian mu telah disiapkan di meja, pakailah dengan hati hati. Bak mandi akan licin setelah digunakan, berjalan keluarlah dengan hati hati. " Ucap He Xun dengan khawatir sekali lagi.
"Hm." Gadis kecil yang tidak dia ketahui namanya itu hanya berdeham dan mengiyakan kata katanya.
Melihat bahwa tidak ada hal lain yang bisa dilakukannya, He Xun hanya bisa mengambil daging yang telah disimpan di Kotak Penahan Seribu hari.
Lalu mengambil beberapa rempah rempah dan mulai menghidupkan kayu bakar lalu membaksrnya di atas kayu bakar.
Hari sudah mulai gelap dan gadis kecil itu pastilah lapar, He Xun memasak satu ekor ayam utuh untuk dibagi dua orang.
He Xun terus memutar ayam yang telah ditusuk dengan ranting itu di atas api yang membara, ranting itu merupakan ranting dari pohon persik yang ada di halaman ini.
Meninggalkan kesan wangi dari milik Pohon persik yang sedang mekar sempurna, dengan api yang membara seperti ini maka membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 jam untuk menunggu sampai daging matang sempurna sampai ke dalam.
He Xun adalah orang yang telah bisa masak ketika baru bisa berjalan dengan baik dan bekerja sangat keras.
Pekerjaan 10 pelayan di Klan He adalah tugas yang ditanggung oleh dirinya sendirian.
He Xun memasak dengan sabar dan menunggu gadis kecil yang diselamatkan nya atau yang mungkin akan dia panggil sebagai pelayan kecilnya.
Ketika baru saja memutar daging ayam lagi, He Xun mendongak hanya untuk melihat seorang gadis kecil yang cantik dengan wajah yang bersinar dan mata jernih yang ciri khas.
He Xun memandang dengan terkejut ketika melihat penampilan baru milik pelayan kecilnya, tampak sangat bersinar dan sempurna.
Tampak seperti putri seorang bangsawan besar yang terhormat atau mungkin seorang putri suatu kerajaan, tampak sangat anggun dan lembut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Gan Gian
ini cerita tentang apa sich thor??
kultivasikah??
romankah??
atau apa apakah?
,
2024-04-05
1
Dzikir Ari
Lanjt
2023-05-13
0
Andri Taufi Juanda
kapan meningkatkan kultivasi
2022-06-27
2