Mereka makan dengan hening tanpa ada satupun dari mereka yang berinisiatif untuk membuka suara, mereka menikmati makanan mereka dengan serius.
He Xun juga termasuk orang yang sangat menikmati makanan ini, nasi hangat yang baru pertama kali dirasakan oleh nya ini membawanya seolah olah terbang ke atas awan.
He Xun merasa sangat gembira bahkan untuk hal yang mungkin tidak berarti bagi orang lain, mungkin bagi orang lain, sumber kebahagiaan nya ini sangat konyol.
Tapi, menurutnya ini sangat berarti, ini hampir seperti adalah hari kelahirannya untuk kehidupannya yang bebas.
Mulai sekarang, tidak akan sama lagi dengan sebelumnya, dia, He Xun, menolak untuk ditindas oleh orang lain lagi.
He Xun membayangkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya karena setelah ini dia tidak tahu harus melakukan apa.
Apakah pergi dan kabur tanpa kembali layaknya seorang pengecut atau kembali ke Klan He dan menunjukkan taringnya ?
He Xun berpikir sejenak dan berpikir bahwa yang terakhir kurang bijak, kekuatan nya saat ini masih belum cukup untuk mengalahkan ketua Klan He.
Dia masih bisa dikurung lagi dan ditahan lagi seperti sebelumnya, He Xun akan menunggu sampai kekuatannya setara dengan Ketua Klan He.
Setelah semuanya selesai makan, He Xun dan yang lainnya saling memandang satu sama lain sebelum akhirnya He Xun mengelus perutnya yang terisi dengan sangat penuh.
"Apa tujuan mu setelah ini ?" Tanya Xiu Xiyi dengan serius.
"Aku mungkin akan pergi dan menjadi pendekar bebas. " Ucap He Xun dengan sederhana.
"Apakah kamu tidak ingin mencari senjata terlebih dahulu ? Kita para pendekar biasanya membutuhkan senjata roh yang bisa dipanggil saat dibutuhkan. " Ucap Xiu Xiyi.
"Senjata roh ? Apa itu ?" Tanya He Xun dengan bingung.
"Senjata roh adalah senjata yang menggunakan ikatan darah dengan pemilik yang cocok dan ikatan itu hanya bisa diputuskan oleh pemiliknya atau jika pemiliknya meninggal atau senjata itu hancur. Jadi, itu bisa dibilang menyatu dengan tubuhmu dan akan muncul ketika kau menginginkan nya. " Jelas Baili Ruoqing dengan tenang.
"Ternyata seperti itu, aku baru pertama kali mendengar nya, tidak menyangka bahwa ada sangat banyak hal aneh yang tidak ku ketahui selama ini. " Ucap He Xun sambil mengangguk ngangguk.
"Tentu saja, ini sebenarnya adalah hal yang umum hanya saja kamu benar benar lebih buruk daripada hidup di dalam gua. " Ucap Baili Ruoqing.
He Xun yang mendengar ejekan Baili Ruoqing tidak marah dan hanya tertawa kecil karena menurutnya ini sama sekali tidak salah bahkan sangat setuju dengan kata kata Baili Ruoqing.
"Memang, apa yang dikatakan oleh Nona Baili tidak salah. Aku sama sekali tidak memiliki pengetahuan selama belasan tahun bernafas di dunia ini, benar benar lebih buruk daripada hidup di dalam gua. " Ucap He Xun.
"Aku merasa bahwa kehidupan ku selama ini sangat sia sia dan tidak berarti. " Lanjut He Xun sambil tertawa kecil.
"Oh ya, kamu belum menceritakan kenapa kamu sangat membenci orang yang tadi kita temui itu ? Aku yakin giginya tidak akan pernah tumbuh lagi setelah kamu memukulnya seperti itu. " Tanya Liu Qingxin dengan penasaran.
"Orang itu adalah orang yang menindas ku selama ini, orang yang membawaku berulang kali menuju pintu kematian, untunglah langit masih kasihan padaku dan membuatku tidak mati dengan begitu mudah. Ada kesempatan untuk membalaskan dendam, kenapa aku melewatkannya begitu saja ?" Tanya He Xun dengan seringaian.
"Ah, aku mengerti kenapa kamu sangat membencinya. Bagaimana jika kamu berguru padaku ? Di dunia ini, tidak ada yang memahami ilmu penyiksaan terhadap orang lain lebih baik daripada aku, Liu Qingxin. " Ucap Liu Qingxin dengan sangat bangga.
"Diam ! Apa yang ingin kau ajarkan hah ?! " Bentak Lan Huayin dengan kesal.
"Lan jie jie jangan marah padaku, aku kan hanya berniat baik dan membantu He Xun untuk menemukan inspirasi baru. Kenapa kamu begitu marah padaku seperti itu ?" Tanya Liu Qingxin sambil membujuk Lan Huayin.
"Tutup mulut penuh omong kosong mu ! Selain penyiksaan, apalagi yang kau bisa lakukan ?" Tanya Lan Huayin dengan sengit.
"Hentikan, kalian berdua bertengkar layaknya orang bodoh. Liu Qingxin, berhenti membual masalah menyiksa ini atau menyiksa itu, hal ini membuatku muak. " Ucap Xiu Xiyi dengan dingin.
"Ya, Xiu jie jie, aku tidak akan mengulangi nya lagi, maafkan aku. " Ucap Liu Qingxin dengan sangat cepat menuruti kata kata Xiu Xiyi.
"Aku mengetahui sebuah toko penempa yang terkenal di kota ini, mungkin kamu bisa menemukan senjata roh dari sana. "Ucap Xiu Xiyi.
"Aku sangat senang tentu saja jika Nona Xiu mengatakan itu tapi masalahnya aku tidak memiliki uang, aku akan pergi mencari senjata setelah mendapatkan uang yang cukup. " Tolak He Xun dengan halus.
"Bukankah ada uang itu ? Gunakan saja. Kami berempat bukan orang yang sangat boros. Kamu bisa menggunakan nya terlebih dahulu dan mengembalikannya pada kami dua kali lipat agar kau tidak merasa bersalah, bagaimana ?" Tanya Baili Ruoqing.
"A... a... aku... aku... " He Xun tidak bisa menjawab.
Di satu sisi sangat menginginkan senjata roh seperti yang dikatakan oleh keempat siluman cantik yang ada di depannya ini tapi disisi lain, He Xun takut bahwa dia tidak akan sanggup membayarnya di masa depan.
"Sudahlah jangan banyak bicara lagi, ayo pergi ! Kita akan mencarikan senjata untukmu. " Perintah Xiu Xiyi.
Xiu Xiyi berdiri dan berjalan terlebih dahulu sementara Baili Ruoqing menarik tangan kanannya dan Liu Qingxin menarik tangan kirinya.
"Tunggu sebentar ! Kita harus membayar dulu. " Ucap He Xun dengan panik.
Baili Ruoqing dengan cekatan mengeluarkan 3 tael perak dan menaruhnya dimeja lalu kembali menyeret He Xun bersama dengan Liu Qingxin.
"Tunggu sebentar ! Aku takut tidak bisa membayarnya kembali !" Teriak He Xun dengan putus asa.
"Jika kamu tidak bisa membayar dengan uang maka aku akan dengan senang hati menerima pembayaran dalam bentuk lain. " Ucap Baili Ruoqing dengan ambigu.
"Bayaran dalam bentuk lain ? " Tanya He Xun tidak mengerti.
"Tentu saja membayar dengan tubuhmu, ha ha ha. " Baili Ruoqing tertawa dengan puas sementara Liu Qingxin memasang wajah dengan jijik pada Baili Ruoqing.
"Kamu terlalu haus belaian, ini benar benar menjijikan. " Keluh Liu Qingxin.
"Kenapa ? Kamu iri dengan ku, Qingxin ?" Tanya Baili Ruoqing dengan nada centil.
"Hmph ! Bahkan dalam mimpi sekalipun aku tidak akan pernah iri dengan mu. " Dengus Liu Qingxin dengan kesal karena ketidaktahu maluan milik Baili Ruoqing.
Mereka semua menjadi pusat perhatian banyak orang karena keributan yang mereka buat.
"Apakah kalian bertiga tidak bisa lebih diam ?" Tanya Lan Huayin dengan kesal.
"Tentu saja bisa, Lan jie jie. " Ucap Baili Ruoqing dengan genit yang membuat Lan Huayin hampir muntah karena jijik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Putra_Andalas
sdh cari SENJATA ,emg sdh punya Jurus Pedang atau Bela diri
2023-08-24
0
Trisna Tris
rubah yang norak.... lanjut thor...
2022-07-07
3
Harman LokeST
rencana membeli pedang roh
2022-06-26
1