Di zaman ini, mata uang selalu berubah-ubah, tapi tael juga masih bisa digunakan. Hanya saja, penggunaan mata uang keping lebih mudah untuk dibawa ke mana-mana.
Xiu Jimei dan Xiu Jikai memiliki tael di cincin ruang penyimpanan. Setidaknya, masih memiliki nilai yang sama.
Tak lama setelah itu, semua makanan tersaji di atas meja. Xiu Jimei sudah menguasai sepiring ayam goreng dan udang bakar. Pengurus penginapan sendiri yang menyajikannya dengan senang hati.
Tapi saat melihat Yan Yujie yang hendak memasuki kolam teratai, ekspresi pengurus penginapan langsung berubah panik.
Pengurus penginapan langsung berteriak untuk menghentikan aksi Yan Yujie. "Tuan muda ini ... Jangan masuk ke kolam. Jika tidak, maka—" Sebelum selesai berkata, semuanya sudah terlambat.
Yan Yujie sudah menginjak kaki ke kolam teratai yang ketinggian airnya kurang dari selutut. Kolam itu memang tidak dalam karena sengaja hanya untuk menanam bunga teratai roh. Tapi ada satu hal yang belum diberitahu pada para pengunjung ini.
Pada akhirnya, teriakan Yan Yujie sedikit menggema di halaman penginapan tersebut.
Pengurus penginapan langsung memasang ekspresi tidak berdaya dan membelai dahinya. "Terlambat," gumamnya.
Wang Xuyue serta yang lain mendengar teriakan itu pun terkejut. Mereka berbondong-bondong untuk melihat apa yang terjadi pada Yan Yujie.
"Ada apa ini. Yujie, kenapa kamu menari di kolam?" Wang Xuyue bertanya sekenanya.
Xuan Xing mengerutkan kening. Dia dan Kin Wenqian sepertinya merasakan ada sesuatu yang hidup di kolam tersebut selain bunga teratai. Belum lagi, Kin Wenqian merupakan seorang Beast Master, dia tahu ada kehidupan binatang di dalam air kolam.
Saat ini, Yan Yujie yang berteriak tidak jelas sambil berjingkrak tak beraturan, sebenarnya bukan sedang menari. Dia merasa ada sesuatu yang menusuk betisnya berulang kali. Dan itu menyakitkan.
Belum lagi, setiap kali dia menginjak dasar kolam, ada benda-benda kasar yang menusuk telapak kaki telanjangnya.
"Ahh!! Sakit, sakit! Apakah ada jarum di dalam kolam ini?!" teriaknya.
"Kalau begitu cepat keluar dari air," kata Xiu Jikai yang sudah sakit kepala saat mendengar teriakan memiliki kakak sepupunya.
Yan Yujie segera dibawa ke daratan oleh mereka. Terlihat, betis dan telapak kaki laki-laki itu memiliki bintik-bintik merah kecil. Terlihat seperti luka biasa. Namun mereka tidak tahu bagaimana perasaan Yan Yujie saat ini.
"Untung saja hanya merah-merah kecil. Seharusnya tidak menyakitkan?" Wang Xuyue tidak melihat ada tanda racun pada bintik-bintik merah di betis Yan Yujie.
"Apanya yang hanya bintik merah? Ini menyakitkan! Sungguh, sangat menyakitkan. Sangat panas dan oh ... rasanya kakiku mati rasa," ratap Yan Yujie sedikit ngeri saat melihat kedua betisnya penuh dengan bintik merah.
Jia Lishan sama sekali tidak merasa ada yang aneh dengan kaki Yan Yujie. "Jangan berlebihan. Ini hanya bintik-bintik merah yang tidak berbahaya. Kenapa kamu begitu cengeng?" ejeknya.
Yan Yujie marah. Dia tidak tahu betapa panas dan sakit di betisnya saat ini. Dia tidak berbohong sama sekali.
"Aku tidak berbohong! Aku bersumpah, dewa sial juga pasti akan terkena sial!"
Karena terlalu marah dan kesal, Yan Yujie tak ragu untuk menyumpahi dewa sial saat ini. Bukankah ini mahakarya dewa sial?
"Pengurus penginapan, apa yang ada di kolam ini sebenarnya? Kenapa ada jebakan?" tanyanya pada pengurus penginapan, sedikit kesal.
Pengurus penginapan itu menunjukkan ekspresi permintaan maaf. "Sebenarnya ... ada udang roh di dalam kolam ini. Kami memelihara udang roh sebagai hiasan. Jarang ada tamu yang bermain di kolam teratai, kebanyakan dari mereka hanya mengagumi bunga saja. Udang roh di kolam ini hanya akan menyerang objek lain yang memiliki suhu panas."
"Udang?" Mereka berkata serempak.
"Tapi kenapa aku tidak melihatnya?" Xuan Xing melihat ke kolam teratai yang sebagai bunganya rusak akibat tak sengaja diinjak Yan Yujie.
Mereka semua juga tidak melihat ada udang roh di dalam air. Tampaknya terlihat seperti air biasa saja.
"Ini ..." Pengurus penginapan ingin menjelaskan sesuatu. Tapi belum sempat.
Tiba-tiba saja Xiu Jimei turun ke kolam bunga teratai untuk merasakannya sendiri. Tapi setelah menginjak dasar kolam, dia sama sekali tidak merasakan apapun.
Gadis itu berjalan bolak-balik, namun masih tidak merasakan adanya tusukan udang apapun di betisnya. Dia juga memasukkan tangan ke kolam, hasilnya tetap saja.
Pada akhirnya, Xiu Jimei merasakan sesuatu di air. Dia mengangkat kedua tangannya. Lalu terlihat udang roh transparan yang langsung melompat dari tangan gadis itu.
Semua udang roh langsung melarikan diri ketika merasakan energi spiritual milik Xiu Jimei.
"Oh, mereka benar-benar udang yang sama seperti air. Sungguh sulit membedakannya," ujar gadis itu. "Tapi kenapa udang-udang itu melarikan diri dan tidak menusuk kakiku juga?" tanyanya heran.
"..." Semua udang roh yang ada di kolam sebisa mungkin pergi ke sudut.
Ya Tuhan, siapa yang berani menyerang manusia yang diberkati oleh para dewa? Mereka hanya sekawanan binatang air yang hidup tak lebih baik daripada ikan kecil di sungai terpencil.
Xiu Jimei tidak tahu pikiran mereka. Dia masih menunjukkan ekspresi polos.
Mereka juga heran. Terutama Yan Yujie yang kini mulutnya menganga saat melihat Xiu Jimei baik-baik saja. Ini tidak adil baginya!
Kenapa adik sepupunya lebih beruntung dari pada dirinya sendiri?
Kenapa dewa tidak adik padanya?
Apakah dewa kesialan sungguh memiliki dendam padanya?
Xiu Jimei menyerah saat tidak melihat semua udang yang ada di kolam. Udang-udang itu sungguh menghindar darinya.
"Xing Xing, kamu turun dan coba," kata gadis itu memiliki ide.
"??!!"
Xuan Xing yang sedang memegang kaki ayam gemuk pun terkejut. Dia tidak menduga jika Xiu Jimei akan memintanya langsung.
"Kenapa aku?" tanyanya bingung.
"Kamu ini memiliki elemen air. Cepat datang dan periksa sendiri."
"..." Meski Xuan Xing enggan, dia akhirnya turun ke kolam bunga teratai.
Tak lama setelah itu, Xuan Xing merasa ada sesuatu yang menggosok betis dan kakinya. Ia mengetuk kening, kemudian mencelupkan tangannya ke air kolam—bermaksud untuk mengambil udang.
Ekspresi Kin Wenqian yang ada di dekat Wang Xuyue sedikit berubah. "Udang-udang roh itu sepertinya menyukai Xing Xing," ujarnya.
"Bagaimana kamu tahu?" tanya Wang Xuyue agak bingung.
"Aku bisa mendengar semua udang berteriak pada Xing Xing dengan gembira."
Tak lama, apa yang dikatakan Kin Wenqian menjadi kenyataan. Tangan Xuan Xing penuh dengan udang roh yang menempel begitu saja.
"..?!"
Xuan Xing bahkan sedikit terkejut. Dia melepaskan semua udang yang menempel di lengannya.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" Jia Lishan heran. "Xing Xing, coba angkat kakimu."
Xuan Xing mengangkat salah satu kakinya. Dia terkejut lagi. Di betisnya terdapat banyak udang roh yang menempel, tidak mau lepas. Kaki dan tangannya penuh dengan udah roh.
"..." Xuan Xing tidak berdaya.
Bahkan pengurus penginapan merasa otaknya kosong saat ini. Teman-teman dari Putri Xiu ini sungguh tidak biasa, batinnya.
"Xing Xing memiliki tubuh dingin jadi udang menyukainya," jelas Xiu Jikai tampak tenang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 412 Episodes
Comments
Oi Min
sabar Yujie.....tunggu saja keberuntungan datang padamu.sekarang masih di tabung dulu
2024-03-01
0
Riszkuma
gara gara ulah dewa kesialan Yunjie kena apes mulu🤣kadang kasihan juga tapi lucu juga🤣
2023-06-18
0
Tyara Pusvita
hahh ngk ada komentar, ngk terlalu suka novel soalnya , walaupun suka baca
2022-06-21
0