Sementara saat ini, Yan Yujie yang tenggelam sambil memegang pancingan, hampir kehabisan napas. Dia tidak melakukan persiapan sejak awal. Meski dia mampu menahan napas di dalam air kurang dari lima menit, tapi air danau ini terlalu dingin.
Saat mencoba berenang ke permukaan, beberapa ikan roh yang cukup besar sebenarnya menariknya ke dasar danau. Ingin membunuhnya. Mungkinkah para ikan roh ini pemakan daging?!
Benar-benar hari yang sial! Yan Yujie mengeluh kepada dewa kesialan yang mungkin sedang duduk tenang di istananya.
Ikan-ikan roh yang dikendalikan oleh sesuatu itu tiba-tiba saja kaku. Matanya yang awalnya sedikit putih kini kembali normal. Mereka sepertinya tertarik dengan energi spiritual yang baru saja menguar.
Tanpa sadar, ikan-ikan itu melepaskan Yan Yujie dan berenang dengan cepat ke permukaan, mencoba menemukan sumber energi spiritual.
Tanpa sadar, para ikan roh memakan umpan Xiu Jimei secara bertahap.
Di pinggir danau, Xiu Jimei terus menarik kail dan melemparkan kail hanya kurang dari semenit. Wang Xuyue serta peserta ujian lain hampir melongo. Apakah ini terlalu abnormal?
Tak lama, Yan Yujie muncul ke permukaan dan berenang ke tepian. Jia Lishan segera membantunya naik.
Yah Yujie terbatuk beberapa kali. Dia melepaskan pancingan terlebih dahulu dan mengeringkan tubuhnya dengan energi spiritual.
"Yujie, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Wang Xuyue yang akhirnya sadar jika Yan Yujie hampir saja tenggelam.
"Aku baik-baik saja. Ikan-ikan itu sungguh tidak berperasaan, ingin membawaku ke dasar danau sebagai makanannya! Aku pasti akan menangkap mereka dan memasaknya menjadi ikan bakar!" Yan Yujie sepertinya memiliki dendam pada ikan-ikan roh di danau saat ini.
Pada akhirnya Yan Yujie menyadari jika ikan-ikan roh tadi justru berbalik dan meninggalkannya sendiri. "Ke mana ikan-ikan itu pergi sekarang? Tadi mereka berenang ke permukaan," katanya.
Wang Xuyue serta yang lain melirik Xiu Jimei yang kini sedang melepaskan ikan dari kail pancing. Lalu memasukkan ikan itu ke ember kayu besar di belakangnya.
"..." Mereka melihat jika ikan-ikan roh di ember sudah hampir menumpuk.
Para ikan roh tidak berdaya, ketakutan dan merasa ditipu oleh Xiu Jimei.
Tapi tidak ada yang tahu, di balik senyum cerianya yang menipu, tersembunyi tatapan gelap saat Yan Yujie baru saja keluar dari danau. Perlahan-lahan, senyumnya sedikit aneh.
"Beberapa orang kadang ingin bermain. Aku akan menemani mereka bermain," gumamnya tanpa daya.
Xiu Jikai menyipitkan mata saat mendengar adiknya mengatakan sesuatu yang mungkin akan merugikan orang lain.
"Kejahatan apa lagi yang akan kamu lakukan kali ini?" tanyanya.
"Ini bukan kejahatan, hanya sedikit balas dendam. Kakak, kamu tidak bisa menuduh adikmu seperti itu," keluh Xiu Jimei.
"Bukannya menuduh, tapi itu fakta. Aku hanya tidak ingin kamu terluka. Jika ada sesuatu, biarkan aku saja yang melakukannya."
"Tidak perlu. Ini tidak akan membuatku turun langsung. Biarkan para ikan yang melakukannya." Xiu Jimei terkekeh.
Ekspresinya saat ini tampak polos dan tidak tahu apa-apa, tapi hatinya penuh rencana licik seperti iblis kecil yang pendendam.
"..." Xiu Jikai hanya menunggu apa yang akan dilakukan saudari kembarnya itu.
Tapi memang kali ini, kecelakaan Yan Yujie bukan hukum alam, melainkan dilakukan oleh tangan pihak lain yang sengaja mencelakainya. Dia penasaran, siapa yang berani bermain di bawah hidungnya.
Xiu Jimei tiba-tiba saja mengeluh saat menyuntikkan energi spiritual ke kail pancing untuk yang kesekian kalinya.
"Aku berharap jika dewa kesialan kali ini juga akan sial karena tidak bisa menjaga orang-orang yang dibuatnya sial," ujar gadis itu sekenanya.
"Jangan mengutuk dewa," timpal Xiu Jikai.
"Aku tidak mengutuk, hanya berdoa," kata Xiu Jimei dengan sudut mulut berkedut.
"Tidak ada bedanya bagiku. Fokus memancing, jangan buang-buang waktu."
"..." Dasar pelit! Pikir Xiu Jimei, langsung mendengkus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, di sisi lain Alam Para Dewa.
Di sebuah istana yang megah dan penuh dengan pelayan, seorang pria berjubah brokat mewah duduk sambil memegang cangkir berisi teh hangat. Tiba-tiba saja sebuah petir menyambar istana nya, menimbulkan bunyi ledakan yang memekakkan telinga.
Pria itu langsung menyemprotkan teh yang baru saja masuk ke mulutnya. Merasakan istananya sedikit bergetar, dia kaget dan kebingungan.
Pada akhirnya, pria berjubah brokat mewah itu bangkit dari duduknya dan Pergi ke jalan depan.
"Apa yang terjadi??! Kenapa bisa ada petir menyambar istana dewa ini secara tiba-tiba?" tanyanya setengah berteriak pada penjaga yang ada di sana.
"Dewa ... Dewa ... ini, ini tidak baik. Di sana ..." Salah satu penjaga langsung menunjuk ke atas istana pria itu.
Pria berjubah brokat mewah itu adalah dewa kesialan dari Alam Para Dewa. Dia bertugas memberikan kesialan pada setiap kultivator yang ada di dunia ini. Meski perawakannya muda dan segar, dia sudah hidup selama ribuan tahun. Tampilan muda ini hanyalah penyamaran.
Pada saat dewa kesialan melihat ke atas istananya, dia terkejut setengah mati.
"Ya, Tuhan! Apa yang terjadi??! Kenapa ada ikan besar di atas istana dewa ini. Dari mana ini berasal?" tanyanya setengah berteriak, tidak percaya dan sangat kebingungan.
Salah satu penjaga memiliki pemikiran lain. "Mungkin dewa air marah."
"..." Ini sepertinya tidak ada hubungannya dengan dewa air! Batin dewa kesialan. Dia sepertinya tidak memiliki konflik dengan dewa air, kan?
Ada seekor ikan roh raksasa yang tergeletak di atas atap istana dewa kesialan. Ikan itu sangat besar hingga hampir menutupi semua atap istana utama. Tak heran jika dewa kesialan sangat terkejut dan bingung.
Fenomena langka ini benar-benar tidak terduga.
Di saat dewa kesialan bingung dan mencoba mencari penyebab pasti, sebuah surat dari dewa air tiba. Dewa kesialan segera melihat surat itu. Tapi dia tambah bingung.
"Seseorang dari Dunia Langit berdoa untuk membuat dewa ini sial?! Siapa yang mampu melakukan ini? Sangat keterlaluan!" Dia sedikit marah.
"Dewa, mungkin itu seorang gadis yang diberkahi oleh langit dan bumi. Yang bahkan dewa pencipta alam semesta memberkatinya," kata seorang pelayan sedikit takut tapi ekspresinya tenang dan bermartabat. Layak menjadi pelayan istana para dewa.
Dewa kesialan menyipitkan mata. "Anak dari mantan dewa iblis, Xiu Jichen itu? Siapa namanya?"
"Kalau tidak salah ... namanya Xiu Jimei," jawab si pelayan.
"..." Dewa kesialan sepertinya ingat jika Xiu Jimei ini merupakan takdir phoenix dari mantan dewa tertinggi—Ming Zise itu?
Setelah memikirkan segala kemungkinan, dewa kesialan akhirnya membelai dahinya dengan sedikit ketidakberdayaan.
"Lalu kenapa gadis itu berdoa agar dewa ini sial hari ini? Di mana dewa ini menyinggung gadis abnormal kesayangan alam kita?" tanyanya bingung.
Lagi-lagi, sebuah surat datang dari dewa air. Dewa kesialan segera membaca isinya. Kemudian dewa kesialan mengeluarkan sebuah buku takdir kesialan.
Sebuah buku agak besar dan tebal yang cukup usang, muncul di depan dewa kesialan. Buku itu melayang di depannya. Dengan sentuhan energi spiritual, buku itu terbuka dengan sendirinya.
Dewa kesiapan segera mencari nama seseorang yang telah masuk dalam daftar orang-orang yang ditakdirkan sial seumur hidupnya.
Pada akhirnya dia melihat satu nama yang cukup akrab.
"Yan Yujie? Anak dari Yan Rusheng? Bukankah Yan Rusheng itu hantu yang sekarang menjadi manusia dan menikah?" gumamnya langsung mengerutkan kening.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 412 Episodes
Comments
Ndut
Anak mantan dewa iblis,
Cucu angkat pencipta alam semesta,
dan calon istri mantan dewa tertinggi,,, hayo siapa yg berani???? 😅
2022-12-23
0
Aya Vivemyangel
andai q jimei yg sgla ducapkan jd kenyataan ,, haluu 🤣🤣
2022-05-28
0
RacaBadSouls
ke kabul pasti
2022-03-06
0