Semua murid dari kelompok lain pasti aneh saat melihatnya memiliki bongkahan es di kepala.
Adapun Jia Lishan dan Xiu Jikai yang sama sekali tidak terganggu, tampaknya sudah terbiasa dengan keributan tersebut.
Bahkan Ming Zise yang membaca buku juga terganggu dengan keributan itu. Dia melihat beberapa tanaman cabai merah besar setinggi lima meter hampir menaungi tanaman di sekitarnya.
Dia tak berdaya, memanggil penjaga kepercayaannya untuk menuangkan secangkir teh. Laki-laki yang kini menuangkan secangkir teh untuk Ming Zise pun sangat terkejut saat melihat tanaman cabai tumbuh sebesar itu.
"Tuanku, bukankah ini abnormal? Bahkan tanaman di Alam Para Dewa tidak akan setinggi ini? Aku hanya melihatnya memberikan setetes cairan biru ke dalam air di ember sebelum menyirami tanaman cabai. Bisakah efeknya sebesar itu?" Penjaga kepercayaannya bernama Wuming. Dia sering dipanggil Little Wu oleh Ming Zise.
Ming Zise tersenyum setelah menyesap secangkir teh musim panas. "Ini calon istriku, bukankah luar biasa?" pujinya pelan.
"..." Wuming menampar mulutnya.
Untung saja dia tidak mengucapkan kata-kata yang lebih kasar sebelumnya.
Mantan dewa tertinggi itu sepertinya akan mengubah temperamen nya suatu hari nanti karena sosok putri masa depan Istana Minglan?
"Cabai itu tampaknya segar dan pedas. Beli beberapa dari pemilik ladang tadi. Tidak baik juga menempatkan barang-barang besar ini di pasaran. Orang-orang dengan hati gelap mungkin akan mengganggu gadis itu di masa depan," kata Ming Zise.
"Tapi Tuan ku, untuk apa membeli cabai besar ini?"
"Tentu saja untuk memasak." Ming Zise memiliki sorot mata yang misterius saat mengatakan ini. "Sudah lama aku tidak memasuki dapur dan memasak. Lain aku aku akan memasak untuk Xiao Mei yang cantik," imbuhnya.
Omong-omong soal makanan, Xiu Jimei adalah seorang pecinta kuliner. Selera makannya besar. Jika ingin menyenangkannya, maka harus pandai memasak dan membuat hidangan setiap hari. Gadis itu pasti akan senang.
Wuming yang baru saja berjalan untuk menemukan pemilik ladang pun hampir saja tersandung sesuatu di depannya. Dia tidak salah dengar 'kan?
Tuannya akan memasak?
Sangat sedikit orang di Alam Para Dewa yang tahu jika tuannya sangat pandai memasak.
Saat ini, tidak ada yang tahu juga bahwa di bawah tanah, seekor cacing roh baru saja siuman dari pingsannya. Tiba-tiba saja dia mendapati dirinya terlilit oleh akar-akar tanaman cabai yang subur.
Cacing roh terkejut. Dia mencoba melepaskan diri tapi rasanya sulit sekali.
Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah dewa binatang roh menghukumku? Batin si cacing roh kebingungan.
Tapi bagaimana bisa akar tanaman ini menembus rumahnya yang nyaman? Pikirnya lagi.
Bahkan jika Ming Zise tahu ada binatang roh di bawah tanah ini, ekspresinya acuh tak acuh. Dia tidak peduli dengan cacing roh yang kini menderita oleh akar tanaman cabai.
Tanaman cabai yang tubuh abnormal itu juga diketahui oleh kelompok lain. Terutama kelompok dari Dunia Hantu dan Dunia Bawah. Bahkan kultivator alam sekuler sendiri merasa terkejut. Wajah, mereka tidak pernah melihat tanaman tumbuh dalam semalam.
Bukankah Xiu Jimei hanya seorang peri? Penyihir?
Apa pun itu, rasanya sangat ajaib.
Para murid sekte dari Dunia Hantu menyipitkan mata. Mereka memiliki kulit putih pucat, jubah putih dengan logo api hantu di punggung jubahnya serta aura dingin.
Meski orang-orang yang masih hidup agak takut tapi para hantu itu juga memiliki tubuhnya sendiri. Mereka merupakan jiwa yang telah hidup di masa lalu tapi tidak mungkin memiliki ingatan semasa hidup.
Tidak ada kerabat ataupun kehidupan percintaan. Ras hantu hanya memiliki tujuan membudidayakan energi spiritual untuk memadatkan tubuh.
"Kelompok itu tidak biasa. Sulit bagi kita untuk bertindak," kata salah satu dari murid Sekte Hantu.
Rekannya yang sesama hantu juga mendengkus. "Belum lagi guru pendamping itu misterius. Aku tidak bisa mengetahui tingkat kultivasi nya."
Mereka selalu merasa jika keberadaan Ming Zise adalah bencana tersembunyi.
"Meskipun begitu, tujuan kita datang ke ujian ini hanya untuk satu hal. Raja hantu berkata jika kita harus membunuh anak itu sebelum tumbuh menjadi lebih kuat. Hanya saja tidak mungkin untuk membunuhnya jika ada orang di sekitarnya." Salah satu rekan hantu itu sedang memikirkan sebuah rencana.
"Belum lagi, si kembar itu tampaknya sangat lezat! Aku ingin menyerap auranya yang sangat harum!" Rekannya menjilat bibir dengan lidah yang agak panjang. Orang lain tidak memperhatikannya. Jika mereka tahu, mungkin akan ketakutan.
"Lupakan. Untuk saat ini jangan membuat masalah. Untung saja waktu ujian sangat panjang. Kita bisa bertindak perlahan. Jika kita membuat masalah, Dunia Hantu akan berada dalam bahaya. Lagi pula sejak dulu, dunia kita tidak bisa sembarangan memasuki alam lain." Yang lain segera membubarkan diri.
Mereka berada di kelompok berbeda sehingga tidak mungkin untuk berbincang terlalu lama. Seseorang pasti akan mencurigainya.
Hari ini, membajak sawah, menanam pagi, menanam sayuran lain telah diselesaikan oleh murid-murid sekte. Setiap tim memiliki tugas tersendiri. Tidak berat atau ringan.
Namun yang paling santai dan menikmati ini semua mungkin hanya Xiu Jimei seorang.
Ketika hari sudah sore, semua peserta ujian akhirnya beristirahat. Mereka kelelahan. Meskipun ada energi spiritual yang mampu membuat tubuh tetap segar, tapi dalam ujian kali ini, energi spiritual di tubuh mereka telah ditekan oleh guru pendamping.
Jadi wajar saja jika mereka kelelahan.
Xuan Xing sama sekali tidak berkeringat. Dia memiliki tubuh yang dingin seperti bisanya. Karena ini, Wang Xuyue dan Kin Wenqian merapat ke tubuhnya.
"Xing Xing, tubuhmu sangat nyaman. Oh, biarkan aku memeluk!" Wang Xuyue ingin memeluk tubuh es yang segar itu tapi dihentikan oleh Xuan Xing sendiri.
"Pergi," katanya dengan jijik.
Tapi dari sisi lain, Kin Wenqian juga memeluknya. "Ini benar-benar dingin," ujarnya sangat nyaman.
"..."
Entah kenapa, Xuan Xing yang dipeluk kiri dan kanan ingin segera menemukan Xiu Jimei. Hanya gadis abnormal itu yang akan mengerti dirinya saat ini.
Adapun Yan Yujie yang kini kepalanya tidak lagi memiliki bongkahan es, dia memegang keranjang berisi cabai besar.
Pemilik ladang tidak lagi marah pada Xiu Jimei. Dia justru meminta mereka membantu memetik beberapa sayuran untuk membuat makan malam.
Xiu Jikai sudah pergi membantu kembarannya.
Lebih mengejutkannya lagi, guru pendamping mereka pergi ke dapur untuk membuat hidangan makan malam sendiri. Ini sangat jarang bagi seorang pria tampan yang terlihat berwawasan akan pergi ke dapur.
Setelah waktu berlalu, aroma makanan mulai tercium. Mereka menjadi lebih lapar. Bahkan perut Yan Yujie sedikit berbunyi. Dia lapar!
Ketika semua hidangan tersaji di atas meja, Xiu Jimei serta yang lainnya terkejut. Ada banyak hidangan yang dibuat oleh Ming Zise. Jelas tidak membutuhkan usaha yang sedikit.
Tapi ... melihat beberapa makanan yang memiliki saus cabai merah, mereka terlihat tertekan.
"Apakah ini cabai merah besar yang ditanam Jimei sebelumnya?" tanya Kin Wenqian sedikit serius.
"Ya." Ming Zise hanya tersenyum. Jelas beberapa makanan yang dibuatnya terlihat pedas.
"..." Mereka sedikit tak berdaya saat menghadapi makanan pedas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 412 Episodes
Comments
_cloetffny
Pasti anak Yan Rusheng
2023-05-21
0
Aya Vivemyangel
waah level brp nih ,,, cabaiy aja Segede gaban 😂😂😂
2022-05-28
0
✨fr!$@...💞
makanan pedas...mauuuuuuuu🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2022-03-17
0