Satu minggu kemudian.
Saat ini, Xiu Jimei sedang mengemas semua hadiah dalam satu kotak dan diberi pita yang cantik. Tapi Berbeda dengan Xiu Jikai yang relatif simpel dan tidak mau ambil pusing tentang mengemas hadiah. Lagi pula, dia dan Yan Yujie sudah akrab satu sama lain.
“Kakak, apa kamu yakin akan memberikan itu sebagai hadiah?” tanya gadis itu sedikit aneh.
Xiu Jikai hanya membeli jimat yang katanya memiliki efek penolak kesialan. Sejak dulu, Yan Yujie selalu terkena sial, di mana dan kapan pun. Hal itu dikarenakan ayah Yan Yujie juga diberkati oleh dewa kesialan semasa mudanya.
“Jangan khawatir, dia akan menyukainya. Cepatlah berkemas, aku tunggu di luar.” Dia pergi meninggalkan ruangan.
Kurang dari seperempat jam, gadis itu keluar kamar dan menemukan kakaknya berada di halaman. Keduanya masih harus melakukan teleportasi untuk pergi ke negeri Dongeng yang letaknya berada di sebelah timur alam sekunder.
“Bukankah kamu berkata akan cepat? Kenapa begitu lama?” tanyanya.
“Hanya lima belas menit. Apakah begitu lama?” Xiu Jimei sedikit mengerutkan kening.
“Tentu saja, kamu membuang-buang waktu.”
Di saat keduanya akan pergi, sosok jangkung berpakaian serba merah muda muncul dari halaman belakang Istana Golden Lotus dan meneriaki nama Xiu Jimei dengan manja.
“Anak Majikan, tunggu! Kamu harus membawa Pinky bersama. Jangan tinggalkan Pinky!” Pria itu berlari kecil ke arah keduanya.
Xiu Jimei menoleh dan mendapati Roh Bunga datang.
Roh Bunga sama sekali tidak pernah berubah dan masih sama seperti penampilannya yang dulu. Dia telah membudidayakan banyak bunga roh di halaman belakang. Kini, halaman belakang telah menjadi kebun bunga yang terlindungi oleh array seratus lapis buatan Fu Chan Yin.
“Bukankah kamu bilang akan tetap di sini dan mengurus bunga-bunga di halaman belakang?” tanya Xiu Jimei dengan alis sedikit naik.
“Itu sebelumnya. Pinky juga bisa menjadi asisten. Tidak masalah.” Roh Bunga dengan cepat memutar otaknya dan menunjukkan senyum yang paling murni.
"Biarkan dia ikut. Jika ada apa-apa, mudah bagimu untuk memiliki bantuan," kata Xiu Jikai.
Xiu Jimei hanya bisa kompromi.
Xiu Jikai langsung menghela napas dan mengeluarkan jimat teleportasi.
Pada akhirnya, Roh Bunga berhasil ikut dengan mereka.
"Pegang aku," kata Xiu Jikai.
Xiu Jimei dengan patuh memegang lengan saudara kembarannya. Roh Bunga ada di belakang mereka. Menyentuh pundak keduanya. Jimat teleportasi segera dilepaskan dan cahaya putih samar menyelimuti ketiganya. Dalam sekejap, mereka menghilang dari pandangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Xiu Jimei dan Xiu Jikai tiba di negeri Alam Baka setelah menjemput Jia Lishan serta Kin Wenqian di negeri dongeng. Jarak antara negeri Atas dan negeri Dongeng tidak terlalu jauh.
Mereka semua datang ke kediaman keluarga Yan ketika malam hampir tiba. Tapi ketika keempatnya memasuki halaman kediaman keluarga Yan, tiba-tiba saja seekor binatang spiritual melintas dengan kecepatan tidak terduga.
"Cip! cip!" Suara nyaring yang lucu itu membangunkan mereka semua.
Embusan angin membuat Xiu Jimei serta keempatnya menyipitkan mata. Ada debu dan dedaunan kering diterbangkan oleh kecepatan lari binatang spiritual tersebut.
Kin Wenqian biasanya cukup serius di hari kerja. Sebagai seorang gadis yang usianya belum mencapai seratus tahun, dia tergolong sebagai kultivator muda, beast master yang dapat diandalkan serta mampu mengerti bahasa binatang roh sama seperti ibunya—Ling Na.
Dia langsung terbatuk saat embusan angin yang menerbangkan banyak debu itu menggelitik tenggorokannya.
"Wang Xuyue! Kenapa kamu tidak memasang tali pengikat leher pada bintang spiritual peliharaan mu?" tanyanya sedikit kesal. Dia baru saja tiba, tapi penampilannya sudah seperti burung yang baru saja bermain di tanah.
Seorang gadis yang menunggangi ayam roh kuno tertawa riang sebelumnya. Tapi setelah mendengar suara Kin Wenqian, dia langsung terbatuk kecil, merasa sedikit bersalah. Dia turun dari punggung binatang roh kesayangannya dan meminta maaf pada Kin Wenqian.
"Aku tidak sengaja. Cip Cip sangat bersemangat selama beberapa hari terakhir karena kultivasi nya baru saja naik. Sekarang dia bisa bicara seperti layaknya manusia," jelas Wang Xuyue langsung mencari alasan.
Ayam roh kuno yang ada di sampingnya hanya memutar bola mata dengan ekspresi jijik. Tuannya ini pandai mencari alasan dengan senyum lebar seperti itu.
Kin Wenqian tidak terlalu peduli. Dia bisa mengerti apa arti dari tatapan Cip Cip padanya. Ini semacam merendahkan manusia. Jadi dia memandang Wang Xuyue dengan serius.
"Lain kali kamu harus mengikatnya dengan benar. Jika tidak, itu akan memakan orang." Dia tersenyum menggoda sambil melipat kedua tangan di dada. "Oh, ini hari ulang tahun Yan Yujie. Jangan sampai tubuhmu bau ayam! Binatang spiritual mu mungkin belum mandi."
"Manusia bodoh! Siapa yang kamu katakan aku belum mandi dan bau ayam?! Aku mandi hampir setiap minggu. Itu bersih dan wangi!" Cip Cip segera menunjukkan bulu-bulu di tubuhnya dengan bangga.
Kin Wenqian mencibir dan menatap binatang spiritual itu lebih serius. Dia sama sekali tidak takut dengan suaranya yang penuh kemarahan. Baginya, ayam adalah ayam, jangan bermimpi menjadi angsa putih apa lagi burung merak.
Jika Cip Cip mendengar isi hati Kin Wenqian, mungkin akan segera mematuknya sampai mati.
Pertengkaran kecil di halaman tidak membuat orang-orang yang diundang terganggu. Hanya saja keberadaan ayam roh kuno di Dunia Langit memang sedikit menarik. Karena binatang spiritual kuno sudah lama punah di alam sekunder.
Pertengkaran keduanya tak bisa dihentikan oleh Wang Xuyue sendiri. Jadi dia meminta bantuan Xiu Jimei yang sedang makan memakan sepiring kue kering. Ada Roh Bunga di samping gadis itu.
"Jimei! Jimei! Oh, tolong aku hentikan mereka. Aku tak bisa menahannya."
Wang Xuyue meminta bantuannya dengan nada menyedihkan. Dia melepaskan kacamata yang menjadi hadiah uang tahun dari ayahnya. Xiu Jimei yang asyik makan kue kering tiba-tiba saja melihat ke arah di mana Cip Cip sedang bertengkar dengan Kin Wenqian.
Di satu sisi, Cip Cip berusaha untuk mematuk manusia itu. Sedangkan Kin Wenqian menarik beberapa bulu di tubuh ayam roh kuno hingga rontok.
Tentu saja pertarungan seekor ayam roh kuno dengan beast master itu sendiri juga menyenangkan mata. Xiu Jimei awalnya hanya ingin menonton sambil makan, tapi Wang Xuyue segera mengeluarkan sebuah buku bersampul kuno dan memperlihatkannya pada Xiu Jimei.
"Xiao Mei, jika kamu mampu membuat mereka berhenti bertengkar dan berdamai sepanjang masa, buku mantra sihir ini akan menjadi milikmu," katanya langsung tawar-menawar.
Lagi pula, Wang Xuyue tidak pernah mampu mempelajari ilmu sihir. Tapi mungkin Xiu Jimei bisa karena sejak dulu gadis itu sangatlah abnormal.
"Oh, ini buku mantra sihir kuno yang diberikan ayahmu itu, kan? Kamu yakin mau memberikan nya padaku?" tanya Xiu Jimei datar.
"Tentu saja! Tapi harus sepadan dengan hasilnya," jawab Wang Xuyue merasa jika sepotong daging di tubuhnya telah hilang.
Lagi pula, dia suka membaca buku hingga matanya hampir rabun. Jika ayahnya—Wang Zheming tidak memberikan kacamata khusus, dia mungkin sudah lama mengalami rabun dekat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 412 Episodes
Comments
Sefira Arrum
aaaaa kangen roh bungaa
2024-04-13
0
Sefira Arrum
author mau tanya nih, tiap kali up chapter bikin berapa kata thor?
2024-04-13
0
𝓝𝓲𝓴𝓮𝓲𝓻𝓪 𝓛𝓪𝔀 ❖
ku baru nyadar diatuh cewek:v
2023-03-28
0