Xiu Jimei langsung membuka mata, duduk secara tiba-tiba dengan wajah yang agak memerah. Suasana masih hening. Langit masih gelap. Melihat jam modern di ruang penyimpanan spiritualnya, waktu baru saja menunjukkan pukul lima pagi.
Wang Xuyue masih tidur pulas di sampingnya dengan salah satu yang menindih betisnya. Xiu Jimei sudah tahu kebiasaan Wang Xuyue jika tidur di dekatnya. Tapi dia tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Di sisi lain, Ming Zise duduk di tempatnya semula dengan mata terpejam. Tampaknya tidak ada yang aneh dengan hal itu.
Namun saat Xiu Jimei terbangun dari mimpi musim semi itu, Ming Zise sebenarnya tahu. Pria itu akhirnya membuka matanya, melihat Xiu Jimei yang sedikit linglung.
Sudut mulut pria itu sedikit naik.
"Ini masih terlalu pagi, tidurlah sebentar lagi," ujarnya.
Xiu Jimei mengerutkan kening. Memperhatikan jubah brokat putih yang dipakai Ming Zise saat ini. Itu sama seperti pria yang ada di mimpinya. Apakah dia benar-benar menjadi gadis tak tahu malu di mimpi?
Namun Xiu Jimei masih ingat dengan istana megah yang sangat indah itu. Sepertinya dia belum pernah melihatnya di Dunia Langit.
"Ada apa? Apakah Xiao Mei memimpikanku?" tanya Ming Zise sedikit menggoda.
Wajah Xiu Jimei sedikit memerah. "Tak tahu malu!"
Di kegelapan, Wuming sendirian menyeka keringat dingin. Tuhan tahu betapa liciknya Ming Zise tadi. Dia sengaja memasuki mimpi gadis itu dan mengubahnya secara pribadi sesuai dengan keinginannya sendiri.
Namun di sisi lain juga, kemampuan mengubah dan memasukinya mimpi orang lain ini membutuhkan banyak energi spiritual. Ming Zise tidak bisa berlama-lama memasuki alam mimpi Xiu Jimei.
Siapa yang menduga gadis itu justru bermimpi berada di padang rumput sambil melihat domba-domba makan dan mengembik. Ini sangat tidak biasa.
Pada akhirnya, Xiu Jimei yang khawatir bermimpi seperti itu lagi, memilih untuk mencuci wajah dan membuat minuman penghangat tubuh.
Saat matahari terbit dari ufuk tidur, Wang Xuyue serta yang lainnya bangun.
Setelah bersih-bersih dan sarapan seadanya, mereka bersiap untuk pergi ke tempat ujian berikutnya.
"Yang benar saja, kita kembali ke ibu kota dan pergi ke pagoda dua puluh lantai?" Kin Wenqian membuka gulungan tugas dan membaca misi selanjutnya.
"Apa yang akan kita lakukan di sana? Aku pernah mencoba memasuki pagoda dua puluh lantai itu di negeri ku, ternyata tidak mudah. Setiap tingkatannya memiliki kesulitannya tersendiri," jelas Yan Yujie. Lalu dia menatap si kembar Xiu. "Adik sepupu mungkin sudah pernah mencapai lantai puncak pagoda itu kan?"
Xiu Jimei dan Xiu Jikai mengangguk.
"Oh, sangat iri!" Yan Yujie sedikit cemburu dengan kekuatan kedua adik sepupu ini. Tapi dia juga tidak gelap mata.
Untung saja ini merupakan ujian kelompok. Jadi dia akan selalu menjadi ekor bagi kedua adik sepupu itu.
Perjalanan ke ibu kota cukup jauh. Namun karena ada saluran batu teleportasi. Semua kelompok dengan cepat tiba di ibu kota negeri Atas yang indah.
Ibu kota lebih ramai. Hampir semua penghuninya merupakan bangsawan, berpakaian bagus, memiliki rumah tradisional yang mewah serta banyak jenis toko. Hanya saja, uang yang dibutuhkan untuk tinggal di ibu kota juga tidak sedikit.
Sedangkan Xiu Jimei dan Xiu Jikai telah tinggal di Istana Blackhell dan Istana Golden Lotus sejak masih kecil. Tapi sebagian waktu dihabiskan di negeri Alam Baka, rumah keluarga besar Fu Chan Yin. Mereka telah disuguhi dengan berbagai keindahan seperti itu. Jadi keduanya tidak terlalu antusias saat menjelajahi ibu kota.
Tapi banyak warga atau kultivator yang tahu tentang si kembar Xiu. Sejak keduanya lahir, mereka telah melihatnya selama beberapa kali. Xiu Jimei dan Xiu Jikai terbilang sebagai kultivator yang sangat cantik dan tampan. Kadang banyak orang yang menjadikannya panutan.
Hanya saja si kembar jarang muncul. Sekali muncul, Xiu Jimei pasti akan membuat keributan yang diakhiri dengan Xiu Jikai yang meminta maaf. Tapi tak ada orang yang keberatan.
Anak dari dua tokoh legendaris di Dunia Langit ini, mereka menghormatinya.
Kelompok Xiu Jimei mencari penginapan yang tak jauh dari lokasi pagoda dua puluh lantai.
"Putri Xiu dan Pengeran Xiu, selamat datang di penginapan kami," sambut pengurus penginapan dengan senyum senang.
Lihat si kembar yang selalu menjadi topik pembicaraan, pengurus penginapan itu beruntung bisa melihat mereka dari dekat.
Xiu Jimei tentu saja selalu ramah dan menyapa kembali si pengurus penginapan yang masih terlihat muda itu.
"Ya, ya ... Apakah penginapan ini menyediakan makanan seperti ayam goreng atau udang bakar?" tanyanya.
"Tentu saja, tentu saja. Menu makanan di penginapan kami juga lengkap!" Si pengurus penginapan mewah itu bahkan lebih senang lagi.
Dia hampir lupa jika Xiu Jimei masih merupakan gadis dengan nafsu makan yang besar tapi tubuhnya masih terlihat langsing. Benar-benar kultivator sejati.
"Kalau begitu, pesankan kami kamar. Dan kirim ayam goreng dan udang bakar ke tempatku. Oh, omong-omong, siapkan juga semua jenis hidangan di penginapan ini," jelas Xiu Jimei.
"Dengan senang hati, Putri. Silakan masuk."
Pengurus penginapan segera meminta pelayan lain untuk mengantarkan mereka ke halaman yang lebih luas dan nyaman. Harga bukan masalah. Xiu Jimei dan Xiu Jikai selalu meminta yang terbaik. Itu pun jika tidak sedang disewa orang lain.
Ketika tiba di halaman dengan kolam teratai yang indah, Kin Wenqian mengerutkan kening.
"Kamu datang ke penginapan ini hanya untuk makan ayam goreng? Udang bakar?" tebaknya.
"Memang."
"..." Artinya, tidak peduli di mana kamu tinggal, selama ada makanan itu, hidup sudah sangat lengkap bukan? Batin Kin Wenqian dengan sudut mulut berkedut.
Ming Zise tidak banyak bicara. Setelah mengantar mereka ke penginapan, dia pergi ke suatu tempat terlebih dahulu dan akan kembali tiga hari kemudian.
Lagi pula, ujian di pagoda dua puluh lantai akan diadakan tiga hari lagi. Mereka harus beristirahat atau berlatih untuk memasuki pagoda dua puluh lantai itu.
Ada juga beberapa harta di pagoda dua puluh lantai. Siapa tahu mereka bisa mendapatkannya.
"Kudengar pagoda dua puluh lantai itu dulunya tidak berdiri di ibu kota. Ayah berkata, jika semua pagoda dua puluh lantai yang menjadi pilar negeri Dunia Langit dulunya dari Hutan Tujuh Pagoda ..." Yan Yujie mulai bercerita sambil menunggu makanan tiba.
Mereka membahas tentang sejarah terbentuknya enam negeri Dunia Langit.
Tak lama setelah itu, mereka tertarik dengan kolam teratai yang cukup besar. Ada jembatan melengkung di tengahnya yang saling terhubung.
"Penginapan ini sungguh luar biasa. Pasti mengeluarkan banyak uang," kata Jia Lishan dengan helaan napas.
"Berapa banyak keping yang dibutuhkan?" Yang lainya bertanya pada Xiu Jimei.
"Sepertinya hampir seribu keping perak untuk semalam," jawab gadis itu sambil berpikir.
Jia Lishan yang sedang meminum teh pun langsung menyemburkannya ke samping. Kebetulan Yan Yujie ada di sampingnya. Laki-laki itu langsung kena semprot.
"Maaf, aku tidak sengaja," kata Jia Lishan setelah terbatuk canggung.
"Benar-benar sial!" Yan Yujie menunjukkan ekspresi jijik. Dia langsung pergi ke kolam teratai untuk mencuci wajahnya. Lagi pula kolam teratai sangat bersih.
Jia Lishan tidak memedulikannya lagi. Dia sangat terkejut saat mengetahui biaya yang harus dibayar untuk menginap satu hari saja.
"Se-seribu keping perak?!" tanyanya khawatir salah dengar.
"Benar." Xiu Jimei mengangguk.
Seribu keping perak setara dengan seratus keping emas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 412 Episodes
Comments
novi
sultan xiu jimei
2022-05-09
0
Coretan Kertas_11
jimei santuy ngeluarin uangnya..karna hartanya sudah tak terhitung..😏😏😏😏😏
2022-03-01
0
... Grenn Girls ... 💚
terlampau banyak harta sampai ndak tau sdh mau buat apa 😆😆😆
2022-02-14
2