Alasan kenapa dewa kesialan kini menjadi sial ternyata ada hubungannya dengan Yan Yujie. Tapi apa masalahnya? Jadi dia segera meminta para penjaga bayangannya untuk mencari tahu ke Dunia Langit.
Tak lama setelah itu, akhirnya diketahui jika Yan Yujie yang seharusnya sial melalui takdir, tiba-tiba saja hampir dicelakai oleh pihak lain. Mereka ingin Yan Yujie meninggal dengan cara dibawa ke dasar danau oleh sekumpulan ikan roh.
Karena hal ini, maka takdir sial Yan Yujie akan dilanggar. Namun karena selama ini Yan Yujie berada bersama si kembar Xiu, kesialannya pasti akan membawa berkah.
Oleh sebab itulah dewa kesialan selalu tenang. Dengan adanya si kembar, kesialan Yan Yujie ditekan.
"Sekelompok kultivator tercela! Berani melawan dewa!" Dewa kesialan justru lebih marah. Dia menyimpan kembali bukunya dan berniat pergi untuk menemukan dewa hantu.
Semua ini gara-gara para hantu itu. Jika bukan karena mereka, Xiu Jimei tidak akan marah dan berdoa untuk memberinya kesialan.
"..." Para pelayan dan penjaga tidak berdaya. Dia yakin jika dewa kesialan pasti akan bertarung konyol di istana dewa hantu kali ini.
Namun sebelum dewa kesialan pergi, hujan ikan tiba-tiba saja turun. Banyak ikan roh yang berjatuhan dari langit, memenuhi semua halaman istana dewa kesialan.
Hal ini membuat dewa kesialan sangat marah. Bau ikan ada di mana-mana.
"Dewa hantu, aku bertarung denganmu!" teriaknya ke langit.
Dewa hantu tidak ada hubungannya, tapi menjadi objek pelampiasan amarah dewa kesialan. Sungguh kasihan ....
Tentu saja yang paling tenang saat ini adalah dewa air. Karena dia hanya menjalankan perintah dari yang di atas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di danau tempat ujian berlangsung. Suasana masih sana. Semua murid memancing dengan ketenangan pikiran. Ada beberapa jenis ikan yang ditangkap, namun tidak terlalu besar.
Di salah satu kelompok, beberapa kultivator ras hantu berdecih. Mereka kesal saat rencana untuk membunuh Yan Yujie gagal.
Padahal, mereka sudah menghipnotis para ikan roh untuk membawa Yan Yujie tenggelam. Siapa yang tahu seseorang akan mematahkan mantra mereka.
"Siapa yang mampu mematahkan jurusku?" Seorang wanita dengan iris mata biru dan emas itu terlihat sangat marah.
Dia memiliki kemampuan Yin dan Yang. Kemampuan ini membuatnya bisa meramalkan nasib seseorang. Dia telah menghitung semuanya. Jika rencana ini berhasil, menurut nasib orang itu, Yan Yujie pasti akan kehabisan napas. Setidaknya setengah mati.
Bahkan jika tidak benar-benar mati, Yan Yujie akan pingsan selama beberapa waktu dan menghambat kerja tim bukan?
Hanya saja, nasib Yan Yujie berubah lagi dan diselamatkan. Wanita yang memiliki iris mata biru dan emas itu langsung menerima serangan balik.
"Mei Rong, kamu terlalu gegabah," kata Fan Li, seorang pria tampan berwajah pucat. "Caramu menghadapi laki-laki itu salah. Meski aku tidak suka membunuh manusia, tapi aku punya cara yang lebih baik," imbuhnya langsung tersenyum licik.
Wanita bernama Mei Rong itu mendengkus ke arahnya. "Kalau begitu apa rencanamu?"
Fan Li memegang pancingan dengan ekspresi polos. "Jangan terburu-buru. Mari selesaikan tugas ini dulu," jawabnya.
"Bertele-tele!" gumam Mei Rong.
Tak lama setelah mereka membicarakan sesuatu, kail pancing Mei Rong ditarik oleh ikan lagi. Dia segera menarik pancingannya sekuat tenaga sambil menyuntikkan energi spiritual.
Ikan kali ini pasti lebih besar. Dia bisa tahu dari tarikan ikan dari dalam danau.
Namun saat ikan itu berhasil muncul di permukaan danau, ekspresi Mei Rong dan Fan Li berubah lebih pucat.
"Ini tidak baik!" seru Mi Sai, seorang anak laki-laki ras hantu yang memiliki boneka agak menyeramkan yang selalu dibawa di punggungnya.
"Sial!" Mei Rong menggertakkan gigi.
Ikan roh yang baru saja memakan umpannya ternyata merupakan jenis predator raksasa yang suka sekali memakan segala jenis daging.
Ikan roh predator itu langsung menatap Mei Rong dengan ganas, melompat ke permukaan danau dan mencoba untuk melukainya.
Mei Rong langsung diseret oleh Fan Li, tapi tetap saja mengalami luka yang cukup dalam akibat goresan gigi ikan roh predator yang ganas.
Hal tersebut langsung menarik perhatian banyak peserta ujian lainnya. Terutama saat Mi Sai menjerit seperti seorang anak yang baru saja bertemu dengan sekawanan hantu yang menyeramkan.
"Ahhh!! Ini lebih ganas dari hantu! Benar-benar ikan hantu!" Mi Sai masih berteriak kaget dan sedikit ketakutan.
Dia hanyalah seorang anak laki-laki yang memiliki pikiran jahat. Namun tidak pernah melihat ikan roh predator ganas sebesar itu.
Ikan roh itu mengeluarkan suara yang cukup nyaring. Karena telah berhasil melakukan Mei Rong, ikan roh itu kembali ke dasar danau yang gelap dan dingin.
Fan Li sedikit sakit kepala saat mendengar teriakan itu. Dia akhirnya memukul belakang kepala Mi Sai. Anak laki-laki itu pun langsung pingsan.
"Merepotkan! Jika sampai mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dikatakan, urusannya merepotkan!" gumam Fan Li sedikit tegang.
Untung saja dia segera mengurus Mi Sai lebih dulu.
"Mei Rong, bagaimana kabarmu?" tanyanya.
"Aku ... Aku baik-baik saja," jawab wanita itu. Dia sangat pucat.
Luka di lengannya agak dalam. Daging terkoyak oleh gigi ikan roh predator, bagaimana bisa disebut luka kecil?
Jika Fan Li tidak menyeretnya ke samping dengan cepat, dia mungkin kehilangan salah satu tangannya kali ini.
Mei Rong merasa aneh dan linglung saat ini. Kenapa dia tidak merasakan ada ikan roh predator ganas di danau ini? Jika tahu, dia mungkin menggunakan ikan ini untuk membunuh Yan Yujie.
Segera, guru pendamping mereka menghampiri dan memberikan pertolongan secepatnya. Insiden kali ini cukup menggemparkan. Para peserta lain jadi khawatir dengan keberadaan ikan roh predator di danau tersebut.
Kenapa mereka tidak tahu ada ikan seperti itu?
Ming Zise melihat Xiu Jimei tersenyum mengejek. Dia hanya bisa menyunggingkan senyum misterius.
"Nakal!" gumamnya.
Ming Zise tahu jika kemunculan ikan roh predator itu ada hubungannya dengan Xiu Jimei. Gadis itu membalas dendam untuk Yan Yujie. Bahkan mampu membuat dewa air mengirim ikan roh predator laut perairan dalam untuk menyerang kultivator dari ras hantu.
Sekelompok kultivator Dunia Hantu sepertinya menargetkan Yan Yujie. Ming Zise tidak penasaran sama sekali.
Sejak lama, posisi raja hantu harusnya telah berubah bukan?
Setelah waktu berlalu cukup lama, semua peserta ujian telah selesai memancing.
Mereka menimbang semua ikan yang berhasil ditangkap. Di antara mereka, ikan tangkapan Xiu Jimei yang paling mencolok.
"Kelompok berikutnya!" Suara seorang panitia penilaian ujian kali ini langsung mencoret kelompok Xiu Jimei.
Segera, Xiu Jimei serta kelompoknya maju sambil membawa ember berisi ikan hasil pancingan.
Awalnya panitia penilaian belum menunjukkan reaksi apapun ketika kelompok tersebut maju. Dia berpikir semuanya saja seperti tim yang lain. Tapi di saat dia melihat gundukan ikan yang hampir menggunung di depan, panitia penilaian hampir saja terperanjat.
"Begitu banyak??!" Dia berteriak terkejut. "Siapa yang menangkap ini?"
"Aku!" Xiu Jimei langsung mengangkat tangan kanannya.
Panitia penilaian menatap Xiu Jimei dengan ekspresi curiga. "Apakah kamu berbuat curang?"
"Tidak! Ini benar-benar dipancing dengan umpan yang ada," jawab Xiu Jimei datar.
"Lalu kenapa begitu banyak? Bukankah ini abnormal?"
"Sepertinya dewa laut memberkatiku," jawabnya lagi.
"..." Begitu percaya diri? Panitia penilaian berpikir dengan tatapan yang masih curiga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 412 Episodes
Comments
Oi Min
wkwkwkwkwk.....Jimei membuat q bahagia
2024-03-01
0
Dedy Hermanto Saputra
Yang diatas...??
Apa lagi ada tukang yang lagi benerin plafon..🤔🤔
2023-08-05
0
Dedy Hermanto Saputra
Bhuahahaha..
2023-08-05
0