"Violla sayang ini nak Rayhan udah nunggu" Teriak nyaring mama Laras begitu menggema di dalam rumah
Sejak tadi Violla sudah naik ke lantai atas berpamitan akan bersiap-siap namun sampai Rayhan datang gadis itu tidak juga turun
"Iya ma, ini aku udah mau turun" Saut Violla tak kalah keras
Laras hanya menggeleng kemudian kembali menemui Rayhan "Maaf yah tadi tante teriak-teriak habis nya lutut tante sakit mau ke lantai atas males" Ucapnya
Rayhan hanya mengangguk kemudian menoleh ke arah tangga
"Ah ini dia anak nya" Ucap mama Laras menarik tangan Violla "Kamu dandan apa semedi lama amat" gerutu nya
"Apa sih mah, orang sebentar kok"
"Sebentar apa nya, lama gitu" Jawabnya "Udah Ray bawa nih anak kalo kelamaan nanti gak jalan-jalan" Ucapnya mendorong bahu Violla
"Ih mama" Kesal Violla namun tetap berjalan
Laras hanya tersenyum kemudian mengedipkan sebelah matanya, ketika melihat Violla menoleh dengan wajah kesal
***
"Ini si Violla gak ada kabar sama sekali Cin" Tanya Mona yang sedang membolak-balik ponsel
"Enggak ada Mon, kenapa sih emang" Tanya Cindy tanpa menoleh
"Enggak papa gue cuman heran aja, gak kaya biasa gitu lho"
"Bilang aja lho mau minta duit, ngaku deh"
"Dih siapa juga, duit gue banyak yah Mommy Carla udah transfer duit bulanan ke gue"
"Sombong"
Sedangkan di tempat lain, Violla dan Rayhan mereka masih sibuk memilih Cincin. Ah, sepertinya bukan mereka melainkan hanya Violla dia memilih Cincin seorang diri
Sedangkan Rayhan dia hanya duduk anteng di kursi panjang, dan sibuk memainkan ponselnya
Ini yang nikah siapa sih, gue sendirian apa gimana sebel deh gerutu Violla
"Mba gimana cincinnya ada yang cocok gak" Tanya pegawai tersebut sambil melirik ke arah Rayhan
"Engga tahu" Ketus Violla masih memilih
"Bagaimana kalo yang ini" Ucapnya menyodorkan beberapa model cincin
Violla menarik kotak tersebut, kemudian kembali memilih
Ih bener-bener deh tuh laki nyebelin batin Violla menjerit
Rayhan bukannya tidak tahu jika Violla terus melirik, bahkan Rayhan pun tahu jika pegawai toko Mas tersebut pun memperhatikannya
Namun sebisa mungkin Rayhan bersikap biasa, memasukkan ponselnya pada saku celana kemudian berjalan mendekati Violla
"Sudah" Tanya dengan datar
Violla tidak menjawab, dia terus pura-pura memilih
"Apa ada model yang lain" Tanya Rayhan pada pegawai toko Mas tersebut dengan nada yang dingin
"A ada" Jawab nya karena tertangkap basah memandangi wajah Rayhan "Tunggu sebentar" Sambungnya
Violla menyangga dagunya, kemudian melirik sekilas pada Rayhan. Kaki yang sudah lama berdiri membuat dia sedikit merasa sakit
Mencoba berdiri tegak, kemudian sedikit meringis tatkala merasakan kram pada kakinya
"AW" pekiknya mencoba kembali berdiri
Semakin Violla memaksa, semakin sakit yang ia rasakan. Tangannya tidak sengaja memegang tangan Rayhan supaya dia bisa seimbang berdiri
Rayhan yang di pegang tangannya kemudian menoleh, mengernyit heran melihat gadis yang sedang berdiri di sampingnya sedang mencoba menggerakkan kakinya
"Kamu kenapa" Tanya Rayhan masih menatap aneh pada Violla
Violla mendongakkan kepalanya, kemudian menggeleng
Rayhan semakin bingung, kemudian meraih tangan Violla. Violla yang merasa tangannya di pegang pun refleks melepaskan tangan Rayhan tapi ternyata tindakan nya salah justru dia malah terhuyung kebelakang jika Rayhan tidak cekatan
"Saya sudah bertanya kamu ini kenapa" Ulang Rayhan dengan datar
"Ka kaki aku kram" Jawab Violla tergagap
Rayhan mencoba memapah Violla mendudukkan gadis tersebut kemudian menarik sebelah kakinya agar lurus
"Kalo kram jangan di goyang-goyang, biarkan dulu" Ucapnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
azril arviansyah
tehan2jadi cowk kok dingin banget sih
2022-08-12
0
玫瑰
kulkas berapa pintu?
2022-04-24
0
mama yuhu
awalnya sj dingin rayyy.. lama lama bucin nohhh
2022-04-16
2