Cindy keluar dari kelas dengan wajah kesal, serta begitu kusut tidak enak untuk di pandang
Menundukkan kepalanya, dan tidak fokus pikirannya melayang entah kemana. Dan otaknya mungkin saja sudah keluar dari kepala Cindy
Sampai kemudian
BUGH
"AW astaga jidat gue"teriak Cindy sembari mengusap jidatnya
"Kamu nggak apa-apa" tanya seorang laki-laki mencondongkan kepalanya untuk melihat wajah Cindy
"Eh" kaget Cindy kemudian berjalan mundur, menegakkan kepalanya untuk menatap laki-laki tersebut
"Sorry-sorry, lho gak papa" tanya nya lagi
"Enggak gue gak papa" jawab Cindy merasa gugup"Lho itu bukannya temennya kak Ervan kan" sambung Cindy kemudian
"Eh" ucapnya menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal "tapi lho siapa yah" sambungnya yang memang tidak mengenal Cindy
"Ah, sorry kita belum pernah ketemu gue Cindya Rahma" ucap Cindy mengulurkan tangannya
"Gue Dimas kusuma" jawab Dimas menerima uluran tangan Cindy"Eh tapi lho beneran gak papa" sambungnya
"Enggak gue gak papa, ehh sorry kak gue duluan" jawab Cindy kemudian meninggalkan Dimas
Cantik juga gumam Dimas
"Dimana lho" ucap Dimas setelah sambungan telponnya di angkat
"Gue mau masuk kelas" jawab seseorang di ujung telepon
"OH, gue mau balik dulu kalo jadi hubungi gue aja"
"Oke gampang"
Dimas mematikan sambungan telpon tersebut kemudian berjalan ke area parkir
🌸🌸🌸🌸
"Siapa"
"Si Dimas Van, elah lho over banget ama gue"
"Ihh najis gue"
"Yaelah jujur aja kenapa sih" jawabnya dengan gaya gemulai
"Jijik woii Gas" teriak Ervan meninggalkan Bagas
Bagas tertawa terbahak-bahak, dia paling suka jika menggoda Ervan
"Oi tunggu" teriak Bagas mengejar Ervan
"Jahat lho sama gue" ucap Bagas merangkul Ervan
Ervan menatap acuh pada Bagas, sahabatnya ini cukup tampan tapi kenapa dia malah punya kepribadian ganda
Bisa sangat gemulai, bahkan jika di dandani bisa sangat Cantik mengalahkan artis papan atas seperti Syahrina, Syahrini kaleee
"Gue berharap Dosen gak masuk" ucap Bagas tiba-tiba
"Eh **** kalo dosen gak masuk kapan kita lulusnya, gue udah capek yah Kuliah terus"
"Kalo Dosennya cakep sih gak papa masuk, nah ini malah si Botak udah gitu yang botak cuman di depan"
"Iya juga sih, gue juga heran. Tuh dosen mikirin apaan coba padahal masih muda"
"Muda kepala lho, udah tuwir dia mah"
"Bodo lah yang penting gue pengen cepet-cepet lulus, bosen gue lihat muka lho tiap hari"
"Dih emang gue gak bosen lihat muka lho, dari zaman gajah ngesot sampai sekarang bisa lari yang gue lihat cuman muka lho doang tiap hari"
Ervan mendelik kemudian memukul kepala Bagas tanpa ampun. Mereka memang sudah bersahabat sejak lama, bukan hanya Bagas tapi juga Dimas
Datang dari lingkungan yang sama bahkan Sekolah pun sama. Kadang Ervan sendiri merasa aneh kenapa dia selalu bertemu dengan Bagas
Lelaki pecicilan dan tidak bisa serius, tapi untuk di jadikan sahabat Bagas adalah orang yang tepat
Selain pintar menjaga Rahasia Bagas juga tipe orang yang setia, terbukti mereka sudah bersahabat cukup lama dan Bagas tidak pernah sekalipun meninggalkan Ervan
Dia selalu ada ketika Ervan bahagia ataupun susah, meskipun mereka masuk dalam keluarga yang kaya bahkan sangat kaya tidak menjadikan Bagas ataupun Ervan menjadi besar kepala
Namun bukan hanya Bagas yang setia pada Ervan, Dimas yang mengaku sebagai lelaki paling tulen pun begitu sangat setia bahkan dia terang-terang akan memberikan segalanya hanya demi seorang sahabat seperti Ervan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
玫瑰
🙏
2022-04-24
0
玫瑰
next please
2022-04-24
0
karin Wibowo
lucu
2022-02-10
0