"Kita makan cuman berdua mah" ucap laki-laki paruh baya
"Mau bagaimana lagi, punya dua anak sibuk semua" jawab Wanita paruh baya yang tak lain istrinya
"Violla nya belum pulang emang"
"Tadi mamah udah telpon, masih di Cafe katanya" jawab Wanita tersebut "Mau ayam gak Pah" sambungnya
"Boleh"
Kedua manusia paruh baya tersebut menikmati makan malam dengan tenang, biasanya mereka kan bertiga jiga si sulung Bumi tidak bisa pulang cepat
Namun ternyata bungsu mereka pun sama sibuknya, tidak bisa pulang cepat karena harus mengurusi Kedai dan Cafe yang meski kadang Violla tidak ikut terjun mengurusi
Dua manusia paruh baya tersebut adalah Adiwijaya Handoko dan Larasati mereka berdua adalah orang tua dari Violla dan Bumi
Bagi mereka makan malam hanya bertiga sudah biasa, tapi kali ini mereka harus rela makan malam hanya berdua
Usaha yang di rintis Violla sejak masih Sekolah dulu berkembang dengan sangat pesat, dan hasilnya dia harus sibuk untuk mengurusi Cafe dan juga Kedai
Meskipun begitu biasanya Violla tidak akan pulang terlalu larut, dia akan pulang tepat adzan maghrib berkumandang
Namun malam ini tidak seperti biasanya, dia malah pulang lebih larut dan hal itu membuat Laras yang notabennya sebagai ibu merasa khawatir pada anak gadisnya
"Mamah telpon dulu Bumi pah, biar jemput Violla"
Tut Tut Tut....
"Iya mah kenapa"
"Bang masih di Kantor, jam berapa kamu pulang" tanya Laras langsung pada Intinya
"Kenapa memangnya ada masalah di rumah" terdengar suara khawatir dari Bumi
Laras terkekeh mendengar pertanyaan anak sulung "Pulangnya jemput adik kamu, dia masih di tertanam di Cafe"
Terdengar helaan nafas panjang dari ujung telpon "Kenapa belum pulang jam segini, enggak kaya biasanya"
"Mungkin masih banyak kerjaan" jawab Laras melirik pada suaminya "Jemput yah sekalian pulang" pinta Laras sedikit memaksa
"Iya nanti aku jemput"
Laras mematikan sambungan telpon tersebut kemudian ikut menyender pada Sofa
"Aku baru ngelahirin Violla dan Bumi tuh kemarin, tapi sekarang mereka udah pada besar" Ucap Laras menerawang pada tahun-tahun yang sudah ia lewati
"Papah gak nyangka anak manja kaya Violla bisa buka usaha sendiri, mencukupi semua keinginan nya dari usaha yang ia rintis" jawab Adiwijaya yang merasa bangga pada Violla
"Suatu saat dia akan pergi dari Rumah dibawa oleh Suaminya" ucap Laras mendekap suami nya
Sedangkan di sisi lain Violla tertidur dengan pulas, bahkan dia tidur seperti kucing yang meringkuk di Sofa
Sehelai kain yang menutupi tubuhnya seolah membuat Violla merasakan kehangatan
Dan suara gaduh dari luar Cafe tidak sama sekali mengusik tidur nyenyak nya
Bahkan Mona maupun Cindy mereka berdua berdecak kagum pada Violla, gadis yang selalu manja di dalam rumah dan akan terlihat berbeda jika di luar rumah
Bangga rasanya mereka mempunyai sahabat seperti Violla, di dalam hidupnya tidak pernah mengeluh sedikit pun
Yang ada hanya keceriaan dan kebahagian, Violla selalu memperlihatkan wajah cerianya. Tidak pernah terlihat murung maupun bersedih
Bahkan Violla selalu bisa menutupi kesedihan dan masalahnya hanya demi menjaga hati dan pikiran kedua orang tuanya
Bagi Violla kebahagian kedua orang tuanya adalah nomor satu, jika mereka merasakan kesedihan makan Violla lah yang akan menderita
Dan karena itu sebisa mungkin Violla akan menutupi semua masalahnya, dan mengganti dengan sebuah kebahagian
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
azril arviansyah
duh salut banget gue sama violla
2022-08-12
0
MEGA SETiYA NIGSI
lanjut tor
2021-08-16
4
Sugiyanto Samsung
viola anak baik
2021-08-13
0