Perlahan Cindy mendorong pintu Cafe, matanya lurus ke depan mencari sosok manusia yang ia kenal
Kemudian lambaian tangan membuat senyum Cindy merekah
"Hei tumben banget jam segini baru keluar"
"Tahu ah gue juga bingung"
"Nah loh bingungnya" tanya yang lainnya sambil menyodorkan botol air mineral
"Si Bambank dosen sok ke cakep itu tiba-tiba ngasih banyak banget materi" jawab Cindy memijit pelan pelipisnya"Dan otak gue kaya nya udah kabur" sambungnya menggelengkan kepalnya
Violla tertawa mendengar ucapan tidak masuk akal Cindy, tapi kemudian dia berdehem "Gini guys tapi gue aneh, ni hari kenapa semua dosen pada nyebelin sih" ucap Violla menopang dagunya
"Ehh iya yah, kok gue baru sadar" jawab Mona ikut menopang kan dagunya
"Tahu lah gue males mikirin nya" jawab Cindy merebahkan kepalanya di atas meja "Eh masa yah tadi gue ketemu sama selirnya kak Ervan, dia masa gak kenal gue kan kampret" lanjut Cindy
"Hah? selir?"
Cindy mengangguk kemudian, menegakkan kepalanya "Iya namanya Dimas Kesuma, dia kan sering bolak-balik ke sini masa iya dia gak kenal gue"
"Eh ogeb dimana-mana yang namanya selir tuh perempuan bukan laki oon" ucap Mona menonyor kening Cindy
"Ihs elo mah" ucap Cindy mengusap keningnya
"Ketemu dimana emang" tanya Violla yang sedari tadi hanya memperhatikan
"Gue gak sengaja nabrak dia" jawab Cindy lesu "Mon gue laper, masak kek. Atau buat apaan. Perih banget nih perut gue"
"Masak apa enaknya" jawab Mona berpikir
"Apa kek yang penting bikin kenyang"
"Oke gue ke dapur, eh Vio beresin laporan yah"
Violla hanya memberikan isyarat dengan jempol dan telunjuknya membentuk O
Dengan telaten Mona mengeluarkan sayur-sayuran dari dalam kulkas, kemudian memotongnya dan menyiapkan beberapa bumbu untuk ia gunakan
Sedangkan di sisi lain Violla tampak khusu membereskan semua berkas bulanan yang belum Mona selesaikan
"Vio gue heran deh, disini siapa sih yang Cafe kok lho mau aja di suruh-suruh"
Violla tertawa kemudian menoleh pada Cindy "Yang punya Cafe gue tapi yang mengelola kita bertiga" jawab Violla kemudian kembali fokus pada laporannya
"Iya sih, tapi kok gue rasa si Mona berani banget nyuruh lho yah"
"Lho juga samanya" jawab Violla enteng
Cindy hanya mendengus, memang benar dengan jawaban Violla
Sampai kemudian pintu terbuka, memperlihatkan Mona yang kesusahan membawa nampan
Cindy dengan cepat kemudian berdiri membantu Mona"Wuih makanan Sunda" ucap Cindy girang
"Lho masak ala-ala Sunda Mon" tanya Violla berbinar
"Iyah abisnya apa lagi, darah yang mengalir di diri gue kan Sunda" jelas Mona membanggakan diri
"Yah sambel, mau bunuh gue" ucap Violla menatap iba pada sambel yang terlihat menggoda
"Ehh sorry, kelepasan" jawab Mona menggaruk kepalanya
"Sedikit mah gak papa Vio" jawab Cindy yang sudah mencoel sambel tersebut dengan lalap
"Cuci tangan dulu" ucap Mona menepuk punggung tangan Cindy
"Iya iya galak amat kaya ibu kost"
"Kalap ini mah gue, satu hari pull makan pedes" ucap Violla mengusap perutnya
"Emang makan apaan lho" tanya Cindy yang duduk bersebelahan dengan Violla
"Se..
" Violla ponsel lho" ucap Mona yang melihat ponsel Violla bergetar
Mamah gumam Violla
"Iya mah kenapa"
"Kamu masih dimana, Cafe"
"Iya nih baru selesai makan, kenapa"
"Jangan pulang sendiri yah, udah malem"
"Lah mobil gimana"
"Udah tinggal aja di Cafe biar abang kamu aja yang jemput"
"Hmm"
"Tante Laras" tanya Mona yang sedari tadi memperhatikan Violla
Violla mengangguk, kemudian merebahkan tubuhnya di Sofa "Huaaaah ngantuk gue"
"Heran gue sama lho, abis makan molor tapi body tetap aduhai"
"Olah Raga Cin" jawab Violla yang mulai memejamkan matanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
azril arviansyah
masih menunggu kelanjutanya
2022-08-12
0
Risma Farna
Nah ini bagus dibaca thor... Dah pake elo....
2022-08-06
0
falhas
itu yang di terong apaan ? udang atau toge ? kok gw liat nya kek belatung ya, tapi yang Laen keliatan sedep
2022-05-16
1