Seperti janji Violla kemarin, hari ini Violla sudah merasa lebih baik dan memutuskan untuk pergi ke Kampus serta mengunjungi Cafe yang berada tidak jauh dari Kampus
Memakai dress selutut, kemudian di padu padankan dengan sepatu berwana putih dan topi yang ia semat kan di kepala
"Pagi Momm" sapa Violla menarik kursi kemudian menyambar selembar roti
"Pagi sayang, udah enakan" jawab Laras mencium ujung kepala Violla yang tertutup topi
"Aku udah lebih baik" jawab Violla kemudian meneguk segelas susu"Abang sama papah mana" lanjutnya
"Tuh abang kamu baru turun, kalo papah tadi pagi-pagi pergi ke Kantor ada meeting katanya" jawab mama Laras kemudian duduk di sebelah putrinya
"Sayang mama mau bicara sama kamu boleh"
Violla mengangguk kemudian kembali memakan roti yang dia pegang
"Abang mau kuetiaw apa roti"
"Roti aja mah"
"Oh ya udah" Laras memberikan selai kacang yang berada di depannya kemudian kembali menoleh pada sang putri"Violla sayang ini tentang perjodohan kamu"
Violla yang sedang menggigit roti refleks menoleh pada sang mama, dan membiarkan roti yang ia gigit jatuh ke atas meja
"Rencana nya nanti malam mereka akan berkunjung nak"
Violla mengerjap gugup kemudian menoleh pada Bumi yang juga ikut memperhatikan ucapan sang mama
"Terus"
"Kalo bisa pulang nya jangan telat yah, gak enak kesan pertama ketemu tapi malah ngaret"
"Aku usahain yah, semoga dosen hari ini gak masuk soalnya jadwal nya tuh 3 kelas mah"
"Dan kamu bang, kamu juga jangan telat pulangnya gak enak sama calon mertua Violla"
Bumi mengangguk patuh, kemudian kembali memakan roti dan menyesap Coffe
"Aku jalan lah udah telat" pamit Violla meraih tangan Laras untuk ia cium "Assallammu'allaikum"
"Wa'allaikum sallam"
Mobil yang Violla kendarai terparkir mulus di depan Cafe, membenarkan letak topi yang ia pakai kemudian turun dari dalam mobil
Sedang Rayhan, pemuda itu tengah duduk gelisah di dalam kelas sesekali dia memijit ujung hidung nya kemudian menghela nafas panjang dan ia keluar kan dengan kasar
Memikirkan bagaimana nasib kehidupannya setelah nanti dia bertemu dengan calon istri yang sudah di siapkan oleh orang tua nya
"Ray hari ini kamu sibuk tidak" tanya Dirgantara yang sudah lebih dulu menyelesaikan sarapannya
Rayhan mendongak kemudian mengkerut kan dahinya setelah melihat tatap serius dari papa nya "Saya ada kelas hari ini, dan rencana nya akan pergi ke Kantor setelah mata kuliah selesai"
"Kamu pilih salah satu nya, dan jangan pulang telat" perintah Dirga
"Memangnya kenapa sih" kepo Siska istri dari Dirgantara
"Nanti malam kita akan berkunjung ke rumah calon mantu mah" jawab Dirga tersenyum senang
"Calon mantu" gumam Siska bingung namun tidak lama senyum dari bibir manis Siska merekah
"Awas jangan sampai telat pulang" ancam Siska pada Rayhan
Rayhan hanya mengangguk patuh, kemudian melanjutkan aktifitas makannya kembali
Setelah Violla masuk ke dalam Cafe dan di sambut hangat oleh ke dua sahabatnya, kemudian ketiganya memilih untuk melingkar
Dengan percaya diri Mona menyodorkan selembaran kertas pada Violla kemudian berkata untuk di lihat ulang oleh Violla
Kening Violla tampak mengkerut setelah membaca isi kertas yang Mona berikan"Ini apaan sih, gue gak ngerti" tanya Violla yang memang terlihat bingung
"Tuh kan Violla aja gak ngerti apa lagi gue" ucap Cindy kemudian menopang dagunya
"Ih ini tuh selembaran resep gue, gimana sih gini aja gak ngerti"
"Resep?" ulang Violla yang memang sepenuh nya tidak paham dengan tulisan yang di berikan oleh Mona
"Iya nanti niat nya gue bakal pajang di menu baru di Cafe kita ini"
"Lho serius" tanya Violla kembali melihat isi kertas tersebut
"Biarin Vio, biar dia yang nulis entar di kasih tulisan Bye Monalisa putri" jawab Cindy menekan setiap kata
"Ide bagus" jawab Mona dengan girang "Gimana Vio boleh yah" pinta Mona merengek
Violla menghela nafasnya kemudian mengembalikan kertas tersebut pada Mona"Lho dapet tuh resep dari mana"
"Gue mikir sendiri lah, begadang malah gue mikirin nih resep" jelas Mona dengan raut wajah bangga
"Lho yakin"
Mona dengan percaya diri kemudian mengangguk dan menatap kedua sahabatnya bergantian "Emangnya kenapa sih"
"Ini" ucap Violla mengangkat kertas yang ada di depan Mona "Resep dokter" sambung Violla membuat Mona melotot tidak percaya
Dengan cepat Mona membaca isi coretan di atas kertas, terlihat dahinya mengkerut kemudian menggeleng-geleng kan kepala
Cindy yang melihat nya hanya memutar bola matanya dengan jengah, kemudian berdiri meninggalkan Mona yang kebingungan dengan tulisan dokter tersebut
"Woy Ray ngelamun aja" ucap Ervan menepuk pundak Rayhan
Rayhan menoleh sekilas kemudian kembali menatap lurus ke depan
"Siang nanti kumpul di Cafe sahabat" perintah Ervan kemudian menarik kursi yang tidak jauh dari tempat duduk Rayhan
Rayhan terlihat mengkerut kan keningnya, kemudian menoleh pada Ervan
"Cafe nya Violla" Jawab Ervan seolah mengerti dengan kebingungan Rayhan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Kiara Mhmmd
byk amat coment yg mnyudutkn penulis ya,,knp klu tau mmbuat novel knp gk nulis, spy tau gmna rasanya diprotes sna sini.trkdang yg lbh pintar komplen tu pmbaca tp coba suruh buat novel pasti gk tau.klu gk suka apa susahnya ninggalin dan cari yg mnrut bgus tuk dibca,nda usah bikin penulis jd ptah semangat.
2022-04-26
0
choowie
ceritanya bagus moms....cuma harus ada tanda buat setiap paragrafnya,biar ga bingung bacanya✌
2022-04-23
0
heaven
BAHASA RAYHAN TERLALU BAKU JADI KURANG SREKKK GITUU
2022-04-03
0