Violla kembali masuk sebelum Mona datang, dia duduk dengan tenang kemudian menunggu Mona
Mona masuk dengan membawa nampan berisikan satu mangkuk yang isinya penuh dan juga dua gelas jus jeruk
"Ini menu barunya Mon, merah bener" heboh Violla
"Biasa aja keles" jawab Mona "Makanya kalo bikin menu tuh jangan yang manis-manis mulu, lama-lama diabetes entar " sambung Mona
"Cih, masih mending gue buat menu baru. Nah lho bisanya cuman nyoba" Jawab Violla mendelik pada Mona
Mona mendengus dengan kesal kemudian menyendok kuah tersebut dengan kasar"aw panas panas hua hua" ucap Mona me meletkan lidahnya
"Haha emang enak sukurin" ucap Violla tertawa
Mona meneguk jus jeruk tersebut sampai setengahnya, kemudian menatap Violla dengan tatapan sinis
"Apa" tantang Violla "Berani lho sama gue" sambungnya
Mona mengangkat jarinya membentuk huruf V kemudian memberikan cengiran pada Violla "Udah buru cobain, tapi awas panas"
"Tahu gue, emang lho" jawab Violla menyendok kuah panas tersebut"Ehh tunggu ini namanya apa"
"Seblak gila" jawab Mona teriak "Buru ahh cobain lama banget perasaan" lanjut Mona kesal
"Iya-iya bawel banget sih, heran gue"
Violla meniup kuah tersebut, kemudian menyeruput nya secara perlahan
"OHH astaga pedas gilaaa" teriak Violla mengibas-ngibas mulutnya
"Tapi enakkan" tanya Mona yang sudah mencoba isiannya
"Cindy gila, ini level berapa sih pedes banget perasaan kaya mulutnya netizen"
"Netizen lho bawa-bawa hati-hati entar kena omel di kolom komentar"
"Sabodo lah"
Violla kembali menyendok kan kuah seblak tersebut, kemudian menyeruput nya secara perlahan
Sedangkan Mona dia sudah menikmati isiannya, sambil sesekali memainkan ponselnya
"Mon mon ini level berapa" tanya Violla yang sekarang sudah ikut menikmati isiannya
"15" jawab Mona cuek
"Gila 15, apa kabar asam lambung gue entar" heboh Violla
Mona menoleh kemudian menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, dia baru ingat bahwa sahabatnya ini anti dengan rasa pedas
"Gue lupa" ucap Mona cengir
"Udah lah belakangan, yang penting si dokter galak kagak tahu" jawab Violla kembali menikmati seblak tersebut
"Asal jangan sakit aja" jawab Mona seadanya
Mereka berdua kembali menikmati seblak tersebut, seblak sendiri adalah makanan khas Bandung
Rasanya yang pedas dan segar membuat siapapun yang mencobanya akan merasa ketagihan, apalagi adanya Cikur (kencur) yang membuat seblak tersebut semakin nikmat
Banyak macam-macam seblak yang di jual, di antara nya seblak ceker, kerupuk, dan masih banyak lagi. Seblak sendiri sekarang bisa kita jumpai dimana pun bukan hanya di Kota Kembang Bandung saja
🌸🌸🌸🌸
"Balik ke Kampus gak Ray" tanya Ervan yang sedang membenahi barang-barangnya
"Iya, saya masih ada kelas" jawab Rayhan datar
"Ayok bareng, gue juga mau ke Kampus" ajak Ervan beranjak berdiri meninggalkan Cafe
Mereka berdua berjalan beriringan, sesekali Ervan melontarkan pertanyaan pada Rayhan dan sesekali juga mereka membicarakan hal yang cukup serius
Banyak wanita yang memandang lapar pada Ervan maupun Rayhan, bagaimana tidak Bintang Kampus seperti Ervan berjalan beriringan dengan anak pemilik Kampus
Selain karena anak pemilik Kampus, ketampanan yang Rayhan punya pun bisa menghipnotis siapapun yang melihatnya
"Ray kayaknya cuman si Violla doang yang gak tertarik sama lho" Ucap Ervan menepuk pundak Rayhan
Rayhan menoleh sekilas pada Ervan kemudian kembali fokus ke depan
"ERVAN GUNAWAN"
Teriakan seorang lelaki menghentikan langkah keduanya, mereka sama-sama menoleh ke sumber suara
Terlihat seorang lelaki berdiri agak jauh dari Ervan dan Rayhan, kemudian berlari kecil menghampiri keduanya
"Gue nyari lho dari tadi tahu gak" Ucap nya dengan nafas tersenggal
"Ngapain" tanya Ervan yang merasa tidak punya janji
"Gue gak ada temennya" jawab lelaki tersebut kemudian menonjok tangan Ervan dengan pelan
"Saya duluan" Pamit Rayhan meninggalkan Ervan dan teman lelakinya
"Ehh iya gue urus curut ini dulu" jawab Ervan merangkul lelaki tersebut
"Sembarangan ganteng gini di samain sama curut" ucapnya tidak terima "Gue kaya kenal tuh orang"
"Rayhan Dirgantara" ucap Ervan asal
"Hah siapa" ucap lelaki tersebut
"Dasar budeg, Rayhan Dirgantara ****" teriak Ervan tepat di depan telinga
"Biasa aja kali" jawab nya mengusap telinganya
"Abisnya lho budeg Bagas" ucap Ervan kemudian berlari meninggalkan Bagas
"Sialan lho, oi Van tunggu" teriak Bagas mengejar Ervan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
azril arviansyah
makin penadara sama ceritanya
2022-08-12
0
KING'Tozis - Fingerstyle Ndr
wkwkwkwkk😂😍😍
2022-04-30
0
玫瑰
next
2022-04-24
0