Setelah selesai makan malam kedua keluarga tersebut pun memutuskan untuk duduk di ruang tamu, supaya lebih terasa nyaman dan tidak terlalu canggung
Meski mereka sudah mengenal lama, tapi malam ini mereka akan bersikap lebih terhormat mengingat mereka datang untuk melamar bukan untuk bermain atau sebagainya
"Begini" ucap Dirga memecahkan keheningan "Saya sekeluarga datang kesini berniat untuk melamar anak mu tuan Adiwijaya, untuk kami nikahkan dengan putra kamu Rayhan Dirgantara"
Adiwijaya terlihat tersenyum, senyum yang begitu amat bahagia "Aku senang kau datang kemari Dirga, tapi kenapa kau ini begitu kaku aku jadi bingung untuk menjawabnya"
"Kau ini, ya tinggal jawab mau lah apa susahnya. Apa kau justru malah berniat tidak menerima lamaran anakku ini hah"
"Hahaa tenang Dirga, semua nya tidak bisa aku putuskan seorang diri. Biar aku bertanya pada putriku dulu dia yang akan menjalankannya"
Violla menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, pikirannya jauh terbang entah kemana meskipun dalam hati senang ia tidak di jodohkan dengan om-om tapi pikirannya kalut sendiri karena calon suami nya adalah senior di kampus dan lagi dia menjadi Idola akhir-akhir ini
Namun bukan hanya itu yang Violla pikirkan, wanita yang bersama dengan Rayhan waktu itu siapa? Kekasihnya kah atau siapa?
Sesekali Violla memukul kepalanya supaya bisa berpikir dengan baik dan jernih dan tanpa dia sadar semua orang mulai memperhatikan kelakuan aneh Violla
Harus tanya apa gimana, tapi masa iya batin Violla
"Dek" tepuk Bumi membuyarkan pikiran Violla
Violla terlonjak kaget kemudian menoleh pada Bumi "Di panggil papah" lanjut Bumi
"Ah iya pah kenapa" kikuk Violla melihat tatapan dari semua orang
"Kamu ngelamun" tanya Laras
"Eng.. gak koh Mah, tadi papah tanya apaan sama Vio" jawab Vio tidak enak
"Tentang lamaran, kamu mau terima atau tidak"
Violla menatap orang-orang yang tengah memperhatikan nya, kemudian kembali menatap pada sang papah
"Aku ikutan gimana baik nya aja, aku serahin sama papah"
"Tapi sayang kamu yang akan..
" Enggak papa mah, aku yakin papah pasti gak bakal salah pilih buat aku" Ucap Violla memotong ucapan Laras
"Baiklah, seperti nya aku harus menerima lamaran mu Dirga"
Dirga tersenyum senang, kemudian melihat pada putranya yang terlihat biasa saja "Baiklah pernikahannya mari kita tentukan, aku harap secepatnya jangan di tunda-tunda" ucapnya
"Aku serah kan pada mu saja"
"Bagaimana kalau minggu depan Ijab nya saja dulu, untuk pesta bisa menyusul" usulnya
"Aku setuju, bagaimana nak"
Violla mengerjap gugup, sebenarnya itu terlalu cepat namun untuk menolak pun sepertinya Violla tidak bisa
"Em aku ikut saja pah" jawab Violla tersenyum
"Kau ini selalu ikut-ikut saja apa tidak ingin protes, jangan terlalu baik jadi anak nak" goda Adiwijaya
"Aku bisa apa, kalian merawat ku dengan baik pun aku sudah begitu berterima kasih. Memenuhi segala keinginan Vio dan mengijinkan Vio untuk segala pun bagi Vio sudah cukup. Dengan Vio patuh itu adalah tanda kasih Vio pada kalian"
Laras merengkuh tubuh sang putri kemudian memberi dia ciuman yang bertubi-tubi
Siska yang mendengar jawaban Violla merasa bangga, tidak menyangka gadis labil seperti Violla mempunyai pemikiran yang begitu dalam
Sedangkan Rayhan pria itu diam-diam memperhatikan Violla, tersenyum dengan sangat tipis seolah mewakili rasa kagum nya pada Violla
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
azril arviansyah
rehan kok diem aja sih gak ngajak ngobrol vio
2022-08-12
0
玫瑰
Akhir nya
2022-04-24
1
mama yuhu
😍😍
2022-04-16
0