Ervan benar-benar mengajak ke tiga sahabatnya untuk berkumpul di Cafe milik Violla dan berkata dia akan membayar semua yang di pesan oleh ketiga sahabatnya
Dan tentu saja tawaran Ervan di sambut baik oleh Bagas dan juga Dimas sedangkan Rayhan lelaki pintu itu hanya menjawab dengan anggukan kepala
"Buat apa lho" tanya Cindy menghampiri Violla
"Gak tahu lah, gue lihat banyak mangga ya gue pakai saja" jawab Violla kemudian memotong buah mangga tersebut menjadi dadu"Si Mona mana" lanjutnya
"Lagi guling-gulingan di sofa kantor mewek bombay karena salah bawa kertas"
"Kasihan amat tuh anak"
"Biarin lah, biar rada mikir dikit otaknya" jawab Cindy cengengesan
"Buat siapa tuh"
"Ada kak Ervan CS, gue anterin ini dulu ya"
"Oke"
Violla terus memasukkan potongan daging mangga tersebut, kemudian memandangi hasil karya seni dari jari-jari lentik nya
Ini tidak buruk gumam Violla
Kemudian melangkah keluar dari dapur, berjalan menuju kantor dimana Mona sedang meratapi nasib buruknya
"Udah gak usah lebay" ucap Violla menepuk pantat Mona
Mona terlonjak kaget, kemudian beringsrut duduk memandangi wajah Violla dengan mata sembab
"Buru cuci muka terus keluar, cobain hasil karya gue biar mood lho bagusan dikit" sambung Violla kemudian berlalu meninggalkan Mona
"Mana tuh madam" tanya Cindy yang tidak melihat Mona keluar bersama Violla
"Gue suruh cuci muka matanya bengkak" jawab Violla terkekeh geli
"Tuh anak beneran nangis" tanya Cindy yang mengira bahwa Mona hanya berakting
"Nanti kemeja nya kak Ervan yah, kita cobain yang tadi gue buat"
Cindy mengangguk patuh, kemudian berjalan masuk ke dalam kantor
Violla membawa nampan berisikan beberapa cup yang baru saja ia keluarkan dari dalam kulkas
Menyimpan nampan tersebut kemudian meletakkan nya secara rapih
"Apaan nih kaya jus mangga" tanya Bagas dengan dahi mengkerut
"Bubur mangga kali" celetuk Dimas menimpali
"Hiss bukan lah" jawab Violla kemudian menyimpan nampan di belakang punggung "Setup Roti Mangga" lanjut Violla kemudian menjelaskan apa saja bahannya
"Kalo ada yang gak pas bilang yah, atau kurang apa gitu biar nanti aku revisi ulang"
Mona dengan malas mengambil sendok, kemudian menyendok setup roti tersebut memejamkan matanya seolah mencari letak kesalahan hasil karya Violla
"Makanan lho mah enak semua, heran gue" ucap Mona kembali menyendok setup tersebut
"Ini enak banget seger Vio" girang Cindy kembali menyendok setup roti
Sedangkan Ervan, Bagas dan Dimas mereka bertiga sudah melahap habis setup tersebut
"Lho gak cobain Ray, ini enak lho" ucap Ervan tanpa melihat wajah orang yang ia ajak bicara
Tangan Rayhan terjulur untuk mengambil setup tersebut, kemudian mencoba setup tersebut
"Jika mangga nya lebih banyak akan terasa pas" ucap Rayhan setelah menyendok setup tersebut
"Eh" kaget Violla kemudian menoleh pada Rayhan
"Gue pikir dia gak bisa ngomong" ucap Mona dengan polos
Cindy memukul kepala Mona kemudian tersenyum canggung pada Rayhan
"Dia mah emang gitu" ucap Ervan kemudian tangannya terjulur mengambil makanan yang lain"Irit ngomong, bahkan gak pernah ngomong" lanjutnya
"Sebangsa si abang dong" jawab Cindy kemudian menoleh pada Violla
"Enak aja kalo abang sekarang udah lebih baik gak irit ngomong yah" jawab Violla membela Bumi
Rayhan mengernyitkan alisnya, mendengar percakapan dua gadis yang duduk di sebelah nya
"Iya kalo sama lho gak irit ngomong, tapi kalo sama kita kaya kutub utara udah dingin datar lagi tanpa ekspresi" jelas Mona menopang dagunya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Kiara Mhmmd
semangat thor,lanjuuuùutt😍🤗
2022-04-26
0
choowie
nah harusnya abis ini lngsung dikasih tanda☹
2022-04-23
0
mama yuhu
😍😍😍
2022-04-16
0