Chapter 4 (S1): Anak Naga Merah

"Sekarang mari kita lihat dimana anak Naga Merah disembunyikan?"

Lie Mei mengaktifkan kemampuan Mata Dewa nya dan melihat ke seluruh Hutan Kekaisaran Yan. Di suatu tempat yang ada di dasar jurang ia merasakan aura yang mirip dengan Naga Merah.

Lie Mei sangat yakin jika aura itu adalah milik anak Naga Merah. Ia pun langsung bergegas pergi ke jurang yang ada di sisi hutan bagian utara.

★Di Hutan Bagian Utara★

Sesampainya di sana Lie Mei terlihat kelelahan dan berkeringat banyak ia sudah tidak memiliki tenaga untuk berlari lagi.

"Menyebalkan sekali! Baru berlari sebentar saja tubuh ini langsung kelelahan. Aku harus cepat melatih tubuh fisikku ini agar tidak seperti ini lagi." Oceh Lie Mei dengan nafas berat.

Karena masih lelah ia beristirahat sejenak di sebuah batu besar yang ada disana, berusaha mengatur nafasnya agar stabil kembali. Setelah merasa sudah lebih baik Lie Mei berjalan ke ujung jurang yang curam.

"Hm... Bagaimana caranya aku turun kebawa?" Batin Lie Mei melihat ke arah bawah jurang yang sangat dalam dan gelap.

'Kalau aku memiliki sayap aku pasti bisa terbang kebawah tetapi karena aku tidak memiliki nya aku harus memakai cara lain.' Pikirnya terus mencari cara untuk turun ke bawah jurang.

Akhirnya Lie Mei memutuskan untuk memakai kemampuan Formasi Perpindahan nya, itu merupakan kemampuan ketiga yang diberikan oleh Dewa Kehidupan.

'Heh... semua kemampuan yang diberikan oleh Dewa Kehidupan memang sangat membantuku.' Batinnya tersenyum senang.

Kemudian Lie Mei mengerakkan jari tangan nya di udara seperti sedang menggambar sesuatu, dan muncullah Formasi Array di bawah kaki Lie Mei yang merupakan sebuah Array Perpindahan.

Seketika Lie Mei lenyap dan menghilang dibawa oleh sebuah cahaya yang ada di Array Perpindahan.

★Dibawah Jurang★

Lie Mei tiba-tiba muncul di bawah jurang tempat anak Naga Merah berada. Dia melihat sekeliling tempat nya berada, di depan nya terdapat sebuah goa besar yang memiliki energi jahat yang sangat pekat.

Lie Mei mengerutkan alisnya merasakan energi jahat tersebut, ia tahu jika ada sesuatu yang tidak beres di dalam goa tersebut.

Tapi karena dia sudah berjanji kepada Naga Merah untuk menjaga Anak nya jadi ia terpaksa harus masuk kedalam goa yang mengerikan itu.

Lie Mei berjalan perlahan memasuki goa, karena tidak ada penerangan di dalam goa itu ia menyalakan api di tangan nya sebagai penerangan nya.

Setelah masuk lebih dalam ke dalam goa ia sampai ke persimpangan jalan yang berbeda, di jalur kiri Lie Mei merasakan energi jahat yang sangat kuat sedangkan di jalur kanan Lie Mei hanya merasakan sedikit aura jahat.

Karena itu Lie Mei memilih pergi ke jalur kanan. Sampai di sana dia melihat tumpukan ranting yang membentuk sebuah sarang tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan anak Naga Merah disana.

Lie Mei terus mencari ke seluruh goa itu tapi tidak menemukan anak Naga Merah. Ia hampir menyerah mencari nya tapi ternyata Lie Mei melihat ekor merah di balik sebuah batu besar.

Saat ia mengintip ke balik batu besar itu, benar saja Lie Mei melihat dua ekor anak Naga Merah yang sedang tertidur tubuh mereka sangat besar jika dibandingkan dengan Lie Mei.

Tampak nya kedua anak Naga Merah itu menyadari keberadaan Lie Mei mereka langsung membuka mata dan mundur ke pojokan.

Grrrrrr.....!!

Mereka berdua mengeram kearah Lie Mei, dengan tatapan yang sangat marah dan mengancam Lie Mei agar tidak mendekat.

'Kalau seperti ini bagaimana caranya membawa mereka bersamaku? Terlebih lagi tubuh mereka sangat besar aku tidak mungkin bisa membawanya ke kediaman.' Pikirnya.

'Apa yang harus aku lakukan agar mereka tidak takut kepada ku?'

Kedua anak Naga Merah itu masih terlihat waspada kepada Lie Mei, tapi mata mereka tiba-tiba melihat kearah tangan Lie Mei yang terdapat kobaran api kecil.

Mereka tidak bisa berhenti menatap kearah api yang ada di tangan Lie Mei. Lie Mei yang menyadari itu mencoba memindahkan tangan nya ke samping, dan kedua anak Naga Merah itu mengikuti pergerakan tangan Lie Mei.

'Oh... tampaknya mereka menyukai api ini. Benar juga kalau tidak salah ingat Naga Merah berkata jika ia turun ke Dunia Manusia untuk memberikan Api Sejati sebagai makanan anak-anak nya,'

'Apa jangan-jangan api milik ku ini adalah Api Sejati?!' Pikirnya

'Aku tidak peduli yang penting seperti nya mereka berdua menyukai api ini, jadi aku akan lebih mudah menjinakkan mereka.' Batin Lie Mei tersenyum misterius.

Lie Mei kemudian membuat dua bola api besar di kedua tangannya dan melemparkannya ke arah dua anak Naga Merah di depan nya.

Kedua anak Naga Merah langsung melompat dan memakan bola api Lie Mei. Mereka terlihat sangat senang dan sangat menyukai api Lie Mei yang sangat enak.

"Heh... Bagaimana apa kalian menyukai api milikku? Jika kalian ingin terus memakannya kalian harus ikut bersama ku dan menjadi Hewan Penjaga ku." Tawar Lie Mei kepada anak Naga Merah.

Mereka berdua langsung mengangguk, dan menyetujui tawaran Lie Mei.

"Hm baguslah. Mulai sekarang aku akan memanggil kalian Shang Zhi dan Shang Xie." Ucap nya sembari menunjuk kearah anak Naga Merah yang memiliki satu tanduk di kepalanya dan satunya lagi memiliki dua tanduk di kepalanya.

Dan untuk membawa mereka Lie Mei memutuskan untuk menyembunyikan mereka dengan Kemampuan ke empatnya yaitu Ruang Dimensi.

Di dalam Ruang Dimensi, Lie Mei dapat menyimpan apapun didalam nya karena kapasitas penyimpanan didalam nya tidak terbatas.

Tanpa berlama-lama lagi ia langsung membuka Ruang Dimensi miliknya kemudian menyuruh Shang Zhi dan Shang Xie untuk masuk kedalam nya.

Lie Mei lalu langsung bergegas keluar dari goa karena matahari juga hampir terbit. Tetapi saat ia di persimpangan jalan Lie Mei berhenti mendadak setelah mendengar suara raungan kecil yang terdengar dari jalur sebelah kiri.

"Suara apa ini? Apa jangan-jangan masih ada anak Naga Merah yang tertinggal disana?"

Lie Mei yang penasaran pun akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke jalur kiri yang di selimuti oleh energi jahat yang amat besar.

'Semoga suara itu bukan berasal dari monster!' Batinnya.

Ia terus berjalan dengan hati-hati dan memperhatikan setiap sudut goa itu, setelah sampai di ujung goa Lie Mei melihat mahluk kecil yang berbaring sakit di atas tanah.

Segera Lie Mei mendekati mahluk itu, dan ternyata mahkluk kecil itu adalah seekor bayi Harimau Putih. Lie Mei langsung menggendong bayi Harimau Putih itu.

"Tubuh bayi Harimau Putih ini sangat panas! Sebenarnya apa yang terjadi mengapa dia bisa sendirian disini."

"Tolong bertahanlah sebentar aku akan mencarikan obat untukmu."

Lie Mei memasukkan bayi Harimau Putih itu kedalam Ruang Dimensi miliknya. Dan ia pun langsung membuat Formasi Perpindahan menuju ke kamarnya.

★Di dalam Kamar Lie Mei★

Lie Mei muncul di kamar nya ia terus memikirkan cara untuk menyembuhkan demam bayi Harimau Putih, sembari mengganti jubah miliknya.

Setelah selesai mengganti pakaian Lie Mei keluar dari kamarnya lalu pergi ke tempat penyimpanan obat dan tanaman herbal yang ada di kediamannya.

Lie Mei berusaha tetap tenang dan mencari obat penurun demam yang ada disana tapi ternyata stok obat penurun demam sudah habis tidak tersisa.

"Tidak ada cara lain sepertinya aku harus membuat ramuan obatnya sendiri."

Lie Mei kemudian mencari dan mengambil bahan obat penurun panas yang ada di Gudang Penyimpanan Obat. Tetapi Lie Mei tidak bisa memasak nya karena ia tidak memiliki tungku obat.

Lie Mei melihat ke arah lemari atas dan ia melihat sebuah tungku obat kecil yang sudah tua di sana. Ia naik ke atas kursi dan mengambil tungku obat itu.

"Hm... Walaupun sudah tua tapi sepertinya masih bisa digunakan. Aku akan mencoba memakai tungku obat ini." Ucap nya.

Tanpa berlama-lama lagi Lie Mei duduk bersila di atas lantai dan menaruh tungku obat di depan nya. Walaupun Li Mei belum pernah meracik obat sebelumnya tapi ia dapat melihat petunjuk dari ingatan pemilik tubuh yang pernah membaca buku tentang meracik obat.

Lie Mei melemparkan api ke dalam tungku obat kemudian memasukkan tanaman herbal kedalam tungku dan menutupnya. Ia memejamkan matanya dan menyalurkan Qi milik nya ke arah tungku obat.

Tungku obat itu mengambang di hadapan Lie Mei dan dia kemudian membesarkan api di tungku lalu mengecilkan nya kembali.

Tanaman herbal yang ada di dalam tungku hancur dan mengeluarkan cairan, Lie Mei langsung mengumpulkan cairan tersebut kemudian cairan itu membentuk sebuah pil obat.

Tahap terakhir adalah pemurnian. Lie Mei memisahkan kotoran pada pil obat menggunakan Qi miliknya. Dan akhirnya pil obat penurun demam yang dibuat oleh Lie Mei selesai.

"Haaa.... Selesai juga tidak disangka meracik obat ternyata membutuhkan Qi yang sangat banyak." Ucapnya berkeringat banyak.

Lie Mei menurunkan tungku obat yang melayang dan mengambil pil obat didalam tungku. "Pil obat Tingkat 1 Kualitas rendah! Ini sudah lumayan untuk percobaan pertama."

"Eh... Tunggu seperti nya aku melewatkan sesuatu. Bukan, ini adalah Pil obat Tingkat 1 Kualitas rendah dengan kemurnian 100%!" Teriaknya terkejut.

'Aku harus merahasiakan ini dari orang lain jika tidak mungkin aku akan terkena masalah.'

'Sekarang aku harus memberikan pil obat ini untuk Bayi Harimau Putih.' Batinnya. Kemudian Lie Mei membuka Ruang Dimensi nya dan masuk kedalam.

★Di Ruang Dimensi Lie Mei★

Lie Mei langsung memberikan pil obat kedalam mulut bayi Harimau Putih. Setelah memakan pil obat itu demam bayi Harimau Putih langsung turun dan bayi itu membuka matanya perlahan.

"Bayi Harimau Putih, kamu sudah baik-baik saja sekarang." Ucap Lie Mei tersenyum hangat sembari mengelus kepala bayi Harimau Putih.

"Kamu lapar?" Tanya Lie Mei.

Karena bayi Harimau Putih itu memiliki Elemen Spiritual Kegelapan jadi Lie Mei mengeluarkan kekuatan elemen kegelapan nya dan menyodorkan nya ke pada bayi Harimau Putih yang ada dipangkuan nya.

Bayi Harimau Putih itu langsung memakan nya dia terlihat sangat menyukai nya.

"Mulai sekarang kamu juga adalah Hewan Penjaga ku, dan namamu adalah Shang Zuo!" Ucap Lie Mei.

"Kalau begitu aku keluar dulu kalian istirahat saja disini." Ucap Lie Mei melambaikan tangan nya.

"Roar!" Shang Zuo, Shang Zhi dan Shang Xie menjawab. Kemudian Lie Mei keluar dari ruang dimensi.

Di luar Ruang Dimensi Lie Mei masih berada di Gudang Penyimpanan Obat dan Tanaman herbal. Ia menyimpan kembali tungku obat yang ada di lantai ke dalam lemari atas.

Lalu keluar dari sana menuju ke halaman depan kamarnya. Di perjalanan itu ia bertemu dengan Xiao Ling yang terlihat sangat gelisah, seperti nya dia sedang mencari Nona nya.

"Nona!" Panggil Xiao Ling ketika melihat Lie Mei, dan berlari menghampiri Nona nya.

"Anda kemana saja Nona? Saya sudah mencari anda kemana mana tetapi nona tidak terlihat dimana pun." Tanya nya cemas.

"Xiao Ling, maaf tadi aku keluar dari kediaman sebentar karena aku ingin berkeliling istana." Ucap Lie Mei menggaruk kepalanya.

"Nona lain kali jika anda ingin keluar harus bilang pada saya terlebih dahulu, tolong jangan buat saya khawatir." Ucap Xiao Ling mengingatkan Nona nya.

"Iya, Iya. Aku pasti tidak akan mengulangi nya lagi. Jadi ada apa kamu mencari ku, Xiao Ling?"

"Nona anda harus bersiap-siap kita harus menyambut kedatangan Pangeran Kedua." Ucap Xiao Ling langsung menarik Nona nya untuk bersiap-siap.

"T..tunggu.. sebenarnya apa yang terjadi? Siapa itu Pangeran Kedua?" Lie Mei bingung dengan perkataan Xiao Ling.

"Nanti akan saya ceritakan, Nona sebaiknya membersihkan diri dulu." Ucap nya sembari menarik Lie Mei menuju Ruang Mandi.

------•••××{∆∆^\=^}×ו••------

Terima kasih sudah membaca.

Jangan lupa berikan like dan komentar sebelum membaca agar author bisa lebih semangat nulis nya.

Sampai jumpa di episode selanjutnya.

Terpopuler

Comments

Aldissa

Aldissa

q dah mampir thor...

2023-03-17

0

labib Zack Lee Ramadhani

labib Zack Lee Ramadhani

masih penasaran, kan katanya dia GK bisa berkultivasi , terus energi qi nya kok dia tau ,terus dimensi nya pada tau juga ,awalnya dia kan GK tau ,
yang benar doang author buat novel

2021-07-09

1

@sarimutz

@sarimutz

bagus thor... aq suka critanya 😍

2021-06-29

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 (S1): Aku Seorang Putri Kaisar
2 Chapter 2 (S1): Pernikahan?
3 Chapter 3 (S1): Kemampuan Lie Mei
4 Chapter 4 (S1): Anak Naga Merah
5 Chapter 5 (S1): Pergi ke Paviliun Obat
6 Chapter 6 (S1): Immortal Dragon
7 Chapter 7 (S1): Naga Emas
8 Chapter 8 (S1): Kepulangan Pangeran dan Putri
9 Chapter 9 (S1): Akademi TianJin
10 Chapter 10 (S1): 4 Hewan Penjaga Goa
11 Chapter 11 (S1): Hewan Suci di dalam Goa
12 Chapter 12 (S1): Lamaran?
13 Chapter 13 (S1): Perang antara Kekaisaran
14 chapter 14: membuat obat peningkat
15 chapter 15: mempelajari buku kematian
16 chapter 16: pelelangan
17 chapter 17: pelelangan obat peningkat
18 chapter 18: mendapatkan pedang
19 chapter 19: membeli rumah sakit
20 chapter 20: masuk sekolah beladiri
21 chapter 21: ujian murid dalam
22 chapter 22: kemenangan yang cepat
23 chapter 23: babak kedua dimulai
24 chapter 24: asrama
25 chapter 25: makanan yang sangat enak
26 chapter 26: ujian babak final
27 chapter 27: berburu
28 chapter 28: ular air
29 chapter 29: buku jurus beladiri
30 chapter 30: aura hitam
31 chapter 31: pertarungan
32 chapter 32: juara 1
33 chapter 33: pedang iblis
34 chapter 34: lantai 100
35 chapter 35: berubah
36 chapter 36: penghianat kerajaan
37 chapter 37: bayi iblis
38 chapter 38: hutan kekaisaran meng
39 chapter 39: kekaisaran meng
40 chapter 40: 3 jenderal besar
41 chapter 41: eksekusi kaisar Shing
42 chapter 42: lie Jiao dan lie Chen
43 chapter 43: kabar buruk
44 chapter 44: masa kedewasaan
45 chapter 45: berevolusi
46 chapter 46: pertengkaran
47 chapter 47: penerus
48 chapter 48: pangeran ke dua
49 chapter 49: kedatangan 4 kerajaan
50 chapter 50: kerja sama
51 chapter 51: wabah aneh
52 chapter 52: hadiah
53 chapter 53: busur panah tingkat dewa
54 chapter 54: pria di dunia dewa
55 chapter 55: sampai di kerajaan Liao
56 chapter 56: siluman ular
57 chapter 57: menyelamatkan kerajaan Liao
58 chapter 58: mata elang emas
59 chapter 59: kunci dan token
60 chapter 60: masalah kota badai angin
61 chapter 61: masalah
62 chapter 62: festival Yuan Jian
63 chapter 63: permainan Xiang qi
64 chapter 64: ruang dimensi hitam
65 chapter 65: kembang api
66 chapter 66: bermain Xiang qi
67 chapter 67: jam tangan
68 chapter 68: sampai di kekaisaran Ling
69 chapter 69: bermain Xiang qi dengan kaisar Ling
70 chapter 70: pohon Yuan Jian
71 chapter 71: jiwa pohon Yuan Jian
72 chapter 72: peri elf
73 chapter 73: pergi ke kota pembuangan
74 chapter 74: mayat jiwa abadi
75 chapter 75: pembagian pasukan prajurit
76 chapter 76: gelang pelet
77 chapter 77: 5 kerajaan besar
78 chapter 78: pohon energi spiritual
79 chapter 79: latihan baru prajurit
80 chapter 80: menghancurkan segel
81 chapter 81: kekuatan langit & ruang angkasa
82 chapter 82: ikrar sumpah setia
83 chapter 83: pembunuh red fox
84 chapter 84: Jackson dan Angelica
85 chapter 85: peperangan di mulai
86 chapter 86: peperangan
87 chapter 87: bayangan hitam & monster
88 chapter 88: putra mahkota
89 chapter 89: 3 monster manusia bayangan
90 chapter 90: kemenangan
91 chapter 91 (S2): tempat rahasia
92 chapter 92 (S2): kultivasi tertutup
93 chapter 93 (S2): kasus misteri
94 chapter 94 (S2): pagoda 13 lantai
95 chapter 95 (S2): monster manusia iblis
96 chapter 96 (S2): lantai 9 yang aneh
97 chapter 97 (S2): siluman iblis
98 chapter 98 (S2): ujian tahap kedua
99 chapter 99 (S2): kekuatan Elf Lie Mei
100 chapter 100 (S2): kembalinya Jack dan Angel
101 chapter 101 (S2): seruling giok putih
102 chapter 102 (S2): ujian Elf sejati
103 chapter 103 (S2): klon Elf Lie Mei
104 chapter 104 (S2): 3 ujian Elf sejati
105 chapter 105 (S2): pertanda buruk
106 chapter 106 (S2): 3 benda pusaka
107 chapter 107 (S2): Era Kehancuran
108 chapter 108 (S2): Era Kehancuran II
109 chapter 109 (S2): Era kehancuran III
110 chapter 110 (S2): Era Kehancuran IV
111 chapter 111 (S2): Berakhir
112 chapter 112 (S2): rahasia
113 chapter 113 (S2): Raja Elf dan Manusia
114 chapter 114 (S2): Batu besar
115 chapter 115 (S2): Anak kandung
116 chapter 116 (S2): Perubahan Biao Jin
117 chapter 117 (S2): Array segitiga
118 chapter 118 (S2): Kekuatan misterius
119 chapter 119 (S2): Monster Raksasa
120 chapter 120 (S2): Racun hitam
121 chapter 121 (S2): Mimpi aneh
122 chapter 122 (S2): Sulur tanaman raksasa
123 chapter 123 (S2): Tidak terduga
124 chapter 124 (S2): Kekuatan ajaib
125 chapter 125 (S2): Perpisahan
126 chapter 126 (S2): Sekte Zhan
127 chapter 127 (S2): Cerita Era Kehancuran
128 chapter 128 (S2): Ras Iblis Neraka
129 chapter 129 (S2): Pergi
130 chapter 130 (S2): Kekaisaran Yun
131 Chapter 131 (S2): Hong Zi si Naga Merah
132 Chapter 132 (S2): Pertarungan
133 Author Back (PENGUMUMAN)
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Chapter 1 (S1): Aku Seorang Putri Kaisar
2
Chapter 2 (S1): Pernikahan?
3
Chapter 3 (S1): Kemampuan Lie Mei
4
Chapter 4 (S1): Anak Naga Merah
5
Chapter 5 (S1): Pergi ke Paviliun Obat
6
Chapter 6 (S1): Immortal Dragon
7
Chapter 7 (S1): Naga Emas
8
Chapter 8 (S1): Kepulangan Pangeran dan Putri
9
Chapter 9 (S1): Akademi TianJin
10
Chapter 10 (S1): 4 Hewan Penjaga Goa
11
Chapter 11 (S1): Hewan Suci di dalam Goa
12
Chapter 12 (S1): Lamaran?
13
Chapter 13 (S1): Perang antara Kekaisaran
14
chapter 14: membuat obat peningkat
15
chapter 15: mempelajari buku kematian
16
chapter 16: pelelangan
17
chapter 17: pelelangan obat peningkat
18
chapter 18: mendapatkan pedang
19
chapter 19: membeli rumah sakit
20
chapter 20: masuk sekolah beladiri
21
chapter 21: ujian murid dalam
22
chapter 22: kemenangan yang cepat
23
chapter 23: babak kedua dimulai
24
chapter 24: asrama
25
chapter 25: makanan yang sangat enak
26
chapter 26: ujian babak final
27
chapter 27: berburu
28
chapter 28: ular air
29
chapter 29: buku jurus beladiri
30
chapter 30: aura hitam
31
chapter 31: pertarungan
32
chapter 32: juara 1
33
chapter 33: pedang iblis
34
chapter 34: lantai 100
35
chapter 35: berubah
36
chapter 36: penghianat kerajaan
37
chapter 37: bayi iblis
38
chapter 38: hutan kekaisaran meng
39
chapter 39: kekaisaran meng
40
chapter 40: 3 jenderal besar
41
chapter 41: eksekusi kaisar Shing
42
chapter 42: lie Jiao dan lie Chen
43
chapter 43: kabar buruk
44
chapter 44: masa kedewasaan
45
chapter 45: berevolusi
46
chapter 46: pertengkaran
47
chapter 47: penerus
48
chapter 48: pangeran ke dua
49
chapter 49: kedatangan 4 kerajaan
50
chapter 50: kerja sama
51
chapter 51: wabah aneh
52
chapter 52: hadiah
53
chapter 53: busur panah tingkat dewa
54
chapter 54: pria di dunia dewa
55
chapter 55: sampai di kerajaan Liao
56
chapter 56: siluman ular
57
chapter 57: menyelamatkan kerajaan Liao
58
chapter 58: mata elang emas
59
chapter 59: kunci dan token
60
chapter 60: masalah kota badai angin
61
chapter 61: masalah
62
chapter 62: festival Yuan Jian
63
chapter 63: permainan Xiang qi
64
chapter 64: ruang dimensi hitam
65
chapter 65: kembang api
66
chapter 66: bermain Xiang qi
67
chapter 67: jam tangan
68
chapter 68: sampai di kekaisaran Ling
69
chapter 69: bermain Xiang qi dengan kaisar Ling
70
chapter 70: pohon Yuan Jian
71
chapter 71: jiwa pohon Yuan Jian
72
chapter 72: peri elf
73
chapter 73: pergi ke kota pembuangan
74
chapter 74: mayat jiwa abadi
75
chapter 75: pembagian pasukan prajurit
76
chapter 76: gelang pelet
77
chapter 77: 5 kerajaan besar
78
chapter 78: pohon energi spiritual
79
chapter 79: latihan baru prajurit
80
chapter 80: menghancurkan segel
81
chapter 81: kekuatan langit & ruang angkasa
82
chapter 82: ikrar sumpah setia
83
chapter 83: pembunuh red fox
84
chapter 84: Jackson dan Angelica
85
chapter 85: peperangan di mulai
86
chapter 86: peperangan
87
chapter 87: bayangan hitam & monster
88
chapter 88: putra mahkota
89
chapter 89: 3 monster manusia bayangan
90
chapter 90: kemenangan
91
chapter 91 (S2): tempat rahasia
92
chapter 92 (S2): kultivasi tertutup
93
chapter 93 (S2): kasus misteri
94
chapter 94 (S2): pagoda 13 lantai
95
chapter 95 (S2): monster manusia iblis
96
chapter 96 (S2): lantai 9 yang aneh
97
chapter 97 (S2): siluman iblis
98
chapter 98 (S2): ujian tahap kedua
99
chapter 99 (S2): kekuatan Elf Lie Mei
100
chapter 100 (S2): kembalinya Jack dan Angel
101
chapter 101 (S2): seruling giok putih
102
chapter 102 (S2): ujian Elf sejati
103
chapter 103 (S2): klon Elf Lie Mei
104
chapter 104 (S2): 3 ujian Elf sejati
105
chapter 105 (S2): pertanda buruk
106
chapter 106 (S2): 3 benda pusaka
107
chapter 107 (S2): Era Kehancuran
108
chapter 108 (S2): Era Kehancuran II
109
chapter 109 (S2): Era kehancuran III
110
chapter 110 (S2): Era Kehancuran IV
111
chapter 111 (S2): Berakhir
112
chapter 112 (S2): rahasia
113
chapter 113 (S2): Raja Elf dan Manusia
114
chapter 114 (S2): Batu besar
115
chapter 115 (S2): Anak kandung
116
chapter 116 (S2): Perubahan Biao Jin
117
chapter 117 (S2): Array segitiga
118
chapter 118 (S2): Kekuatan misterius
119
chapter 119 (S2): Monster Raksasa
120
chapter 120 (S2): Racun hitam
121
chapter 121 (S2): Mimpi aneh
122
chapter 122 (S2): Sulur tanaman raksasa
123
chapter 123 (S2): Tidak terduga
124
chapter 124 (S2): Kekuatan ajaib
125
chapter 125 (S2): Perpisahan
126
chapter 126 (S2): Sekte Zhan
127
chapter 127 (S2): Cerita Era Kehancuran
128
chapter 128 (S2): Ras Iblis Neraka
129
chapter 129 (S2): Pergi
130
chapter 130 (S2): Kekaisaran Yun
131
Chapter 131 (S2): Hong Zi si Naga Merah
132
Chapter 132 (S2): Pertarungan
133
Author Back (PENGUMUMAN)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!