chapter 20: masuk sekolah beladiri

"nanti saja aku mencari nya, sekarang sebaiknya aku pergi ke ruangan istri paman dulu" ucap lie mei lalu pergi

★ruangan istri paman pandai besi★

"paman bagaimana apa istri paman sudah sembuh??" tanya lie Mei

"tuan kau sudah datang, tabib yu bilang istri saya sudah baik baik saja tapi dari tadi dia tidak sadarkan diri" ucap paman pandai besi

"biar aku lihat istri paman dulu" ucap lie mei lalu mengaktifkan mata dewa

bahkan aku tidak melihat kalo tabib yu memberikan obat pada istri paman, aku memang harus mengeluarkan tabib yu dari rumah sakit ini

"paman seperti istri paman baik baik saja, aku akan berikan obat penyembuh untuk istri paman agar cepat sadar" ucap lie mei lalu menyuntikkan obat penyembuh pada istri paman pandai besi

"apa obat itu akan bisa membuat istri saya sadar??" tanya paman pandai besi

"yah tentu saja, istri paman akan segera sadar kalo begitu aku akan pergi meninggalkan paman di sini" ucap lie mei lalu pergi ke luar

"baiklah sekarang aku bisa mengeluarkan para serangga busuk dari rumah sakit ku ini" ucap lie mei

★di ruang pertemuan★

"pak kepala apa benar anda akan pensiun, lalu siapa yang akan menjadi kepala rumah sakit yang baru" tanya tabib A

"dia akan segera datang, aku sudah memberikan rumah sakit ini pada nya" ucap paman Shao

tok tok tok

"tuan akhirnya anda datang, silakan masuk" ucap paman Shao

"paman apa semua nya sudah berkumpul di sini??" tanya lie Mei

"seperti perintah anda saya sudah mengumpulkan semua tabib di sini" ucap paman Shao

"baiklah, saya adalah kepala rumah sakit yang baru nama saya Xian Mei saya mengumpulkan kalian semua untuk memperkenalkan diri dan mengeluarkan kalian" Ucap lie Mei tegas

"apa mengeluarkan kami apa dia gila ingin mengeluarkan kami " ucap tabib B

" kau yang sedang berbicara itu aku pecat kau pergilah" ucap lie mei

"A..apa tapi saya kan cuma bicara" ucap tabib B

"aku tidak mau tau, karena aku tidak bisa menerima tabib yang hanya bisa mengeluh" ucap lie mei kesal

"tabib yu, kamu, kamu, dan kamu juga aku pecat tidak ada alasan silahkan pergi dari rumah sakit ini" ucap lie mei

" dan kau siapa nama mu??" tanya lie mei sambil menunjuk seorang tabib

"nama saya kai pak kepala" ucap tabib kai

"mulai sekarang kau menjadi wakil kepala dan kau yang bertugas selama aku tidak ada di sini" ucap lie mei

"oh dan satu lagi aku akan berikan obat yang baru untuk digunakan pada semua pasien, lalu untuk biaya penyembuhan berikan biaya yang murah pada orang miskin dan ambil lah keuntungan dari para keluarga besar sekian dari saya" ucap lie mei lalu pergi ke luar

baiklah untuk wakil kepala aku sudah menemukan nya jadi aku bisa pulang sekarang

aktifkan teleportasi ke kamarku

★dikamar lie mei★

"tuan kau sudah kembali, kalo begitu saya pergi dulu" ucap lie mei 2

"yah pergi lah, hah benar benar hari yang melelahkan sebaiknya aku istirahat sebentar" ucap lie mei sambil berbaring di tempat tidur

lalu lie Mei pun tertidur pulas

besok nya

"kakak bangun kak kita akan telat pergi ke sekolah beladiri" ucap lie Hao sambil membangunkan lie mei

"ah aku lupa kalo hari ini sudah masuk ke sekolah beladiri, aku akan segera bersiap" ucap lie mei

setelah selesai bersiap

"kakak kau sangat cantik dengan pakaian ini" ucap lie Hao takjub

"hehe tentu saja karena aku memang cantik" ucap lie mei sombong

"putri dan putra ku kalian berdua sangat cantik dan tampan" ucap nyonya Feng

"ibu terima kasih" ucap mereka berdua

"sebenarnya ibu masih tidak rela membiarkan kalian pergi begitu saja dari ibu terutama kamu putri ku" Ucap nyonya Feng khawatir

"ibu kau tenang saja aku pasti akan baik baik saja di sekolah beladiri aku juga pasti akan menjaga lie Hao" ucap lie mei memeluk nyonya Feng

"kakak kau bicara apa harusnya aku yang menjaga kakak karena tingkat kultivasi ku lebih tinggi dari kakak" ucap lie Hao

"oh benarkah emang sekarang kau sudah di tingkat berapa lie Hao??" tanya lie Mei

"huh, sekarang aku sudah di tingkat prajurit level atas" ucap lie Hao dengan sombongnya

"oh kau cepat sekali sudah naik tingkat ke tingkat prajurit, tapi kultivasi ku sudah di tingkat perang level menengah" ucap lie mei

"kenapa tingkat kakak lebih tinggi dari ku, bukankah kakak waktu itu di tingkat prajurit level menengah" ucap lie Hao

"kau kira aku tidak bisa naik tingkat lagi" ucap lie mei

"cih kakak curang, harus nya tingkatan ku lebih tinggi dari kakak" ucap lie Hao sebal

"sudah sudah kalo kalian tidak pergi sekarang nanti kalian bisa telat jadi pergi lah sekarang" ucap nyonya Feng

"baik ibu kalo begitu aku pamit pergi dulu" ucap lie mei

"ibu aku juga pamit pergi dulu" ucap lie Hao

"iya pergi lah" ucap nyonya Feng sedih

lalu mereka pun meninggalkan istana dan pergi ke sekolah beladiri

★di kereta kuda★

"oh iya karena aku dan kakak sudah di tingkat lebih dari tingkat pemula sekarang kita bisa masuk menjadi murid dalam" ucap lie Hao

"murid dalam?? apa maksudmu lie Hao??" tanya lie Mei bingung

"aku belum beritahu kakak tentang ini yah, jadi di sekolah beladiri di bagi menjadi 3 bagian yaitu murid luar, murid dalam, dan murid khusus untuk menjadi murid dalam kita harus mencapai tingkat lebih dari tingkat pemula dan murid khusus adalah murid yang dianggap berbakat dan jenius untuk sekarang ada 3 murid khusus" ucap lie Hao menjelaskan

"baiklah sekarang aku sudah mengerti, jadi kita berdua sekarang harus nya menjadi murid dalam kan" ucap lie mei

"yah kakak benar saat sudah sampai sekolah beladiri nanti kita harus mengambil lencana murid dalam dan melakukan ujian beladiri" ucap lie Hao

"sekarang apalagi dengan ujian beladiri??" tanya lie mei

"ujian beladiri adalah ujian pengetesan elemen beladiri untuk murid dalam seperti elemen api milik kakak" ucap lie Hao

"eh, tapi bukan nya bisa diketahui oleh orang itu sendiri" ucap lie mei

"memang ada beberapa orang yang bisa mengetahui nya seperti kakak, tapi ada juga yang seperti aku yang tidak tau elemen nya" Ucap lie Hao

"tuan muda dan nona muda kita sudah sampai di sekolah beladiri" ucap pak kusir

"baiklah, ayo kita turun" ucap lie mei

"baik" ucap lie Hao

"wuah tidak ku sangka sekolah ini benar benar sangat besar dan hebat" Ucap lie Mei takjub melihat sekolah beladiri

"tentu saja karena sekolah beladiri ini adalah yang terbaik di kota ini' ucap lie Hao

"kakak ayo kita masuk" Ucap lie Hao

"baiklah, tunggu aku" ucap lie mei

aku harus bersikap dewasa, tidak boleh kelihatan seperti anak kecil

★di dalam sekolah beladiri★

"lie Hao apa kita boleh membawa hewan keramat ke dalam sekolah karena aku melihat di sekeliling kita ada beberapa anak membawa 1 hewan keramat" ucap lie mei

"yang membawa hewan keramat adalah murid dalam, karena murid dalam di wajib kan memiliki satu hewan keramat aku juga tidak sabar mendapat 1 hewan keramat" ucap lie Hao

"ternyata begitu" ucap lie mei

aku sudah mempunyai Shang Zhi,Shang Xie, dan Shang zuo jadi aku tidak perlu lagi mendapatkan hewan keramat kan

"kak lie Mei disana kita bisa mendapatkan lencana murid dalam" ucap lie Hao

"baiklah ayo ke sana" ucap lie Mei

★di tempat mendapatkan lencana murid dalam★

"guru Jan kami kesini untuk mendapatkan lencana murid dalam" ucap lie Hao

"lie Hao apa kau sudah di tingkat prajurit?? dan siapa gadis yang ada di samping mu??" tanya guru Jan

"saya sudah di tingkat prajurit level atas sekarang, dan dia adalah kakak perempuan saya sekarang dia akan menjadi murid baru di sekolah ini" ucap lie Hao

"murid baru kah dan lagi perempuan apa kau murid baru perempuan yang di bilang oleh kerajaan itu" ucap guru Jan

"guru Jan kau benar nama saya lie Mei " ucap lie mei

"walaupun kau anak dari kerajaan, tapi di sekolah beladiri tidak mementingkan status keluarga melainkan mementingkan tingkat kekuatan" ucap guru Jan

"saya mengerti itu" ucap lie mei

"lie Hao kau ikut aku untuk mengetes kultivasi mu" ucap guru Jan

"guru Jan kak lie Mei juga sudah berada di atas kultivasi tingkat pemula jadi apa dia boleh ikut juga" ucap lie Hao

"tidak ku sangka perempuan ini sudah di atas tingkat pemula, dan juga apa mungkin dia sudah berada di atas tingkat prajurit karena aku tidak bisa melihat kultivasinya yah itu tidak mungkin sih" pikir guru Jan tidak percaya

"baiklah lie mei kau juga bisa ikut" ucap guru Jan

†††††††††††††

maaf kalo ada typo yaa

jangan lupa berikan like dan komentar nya

nantikan chapter berikutnya

Terpopuler

Comments

senja

senja

penasaran apa ada Guru Cwe juga ya?

2020-06-06

16

senja

senja

oh jadi maksudnya cari "wakil kepala" itu penyeleksian toh

2020-06-06

13

glory_

glory_

up up lagi... semangat ya

2020-04-25

11

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 (S1): Aku Seorang Putri Kaisar
2 Chapter 2 (S1): Pernikahan?
3 Chapter 3 (S1): Kemampuan Lie Mei
4 Chapter 4 (S1): Anak Naga Merah
5 Chapter 5 (S1): Pergi ke Paviliun Obat
6 Chapter 6 (S1): Immortal Dragon
7 Chapter 7 (S1): Naga Emas
8 Chapter 8 (S1): Kepulangan Pangeran dan Putri
9 Chapter 9 (S1): Akademi TianJin
10 Chapter 10 (S1): 4 Hewan Penjaga Goa
11 Chapter 11 (S1): Hewan Suci di dalam Goa
12 Chapter 12 (S1): Lamaran?
13 Chapter 13 (S1): Perang antara Kekaisaran
14 chapter 14: membuat obat peningkat
15 chapter 15: mempelajari buku kematian
16 chapter 16: pelelangan
17 chapter 17: pelelangan obat peningkat
18 chapter 18: mendapatkan pedang
19 chapter 19: membeli rumah sakit
20 chapter 20: masuk sekolah beladiri
21 chapter 21: ujian murid dalam
22 chapter 22: kemenangan yang cepat
23 chapter 23: babak kedua dimulai
24 chapter 24: asrama
25 chapter 25: makanan yang sangat enak
26 chapter 26: ujian babak final
27 chapter 27: berburu
28 chapter 28: ular air
29 chapter 29: buku jurus beladiri
30 chapter 30: aura hitam
31 chapter 31: pertarungan
32 chapter 32: juara 1
33 chapter 33: pedang iblis
34 chapter 34: lantai 100
35 chapter 35: berubah
36 chapter 36: penghianat kerajaan
37 chapter 37: bayi iblis
38 chapter 38: hutan kekaisaran meng
39 chapter 39: kekaisaran meng
40 chapter 40: 3 jenderal besar
41 chapter 41: eksekusi kaisar Shing
42 chapter 42: lie Jiao dan lie Chen
43 chapter 43: kabar buruk
44 chapter 44: masa kedewasaan
45 chapter 45: berevolusi
46 chapter 46: pertengkaran
47 chapter 47: penerus
48 chapter 48: pangeran ke dua
49 chapter 49: kedatangan 4 kerajaan
50 chapter 50: kerja sama
51 chapter 51: wabah aneh
52 chapter 52: hadiah
53 chapter 53: busur panah tingkat dewa
54 chapter 54: pria di dunia dewa
55 chapter 55: sampai di kerajaan Liao
56 chapter 56: siluman ular
57 chapter 57: menyelamatkan kerajaan Liao
58 chapter 58: mata elang emas
59 chapter 59: kunci dan token
60 chapter 60: masalah kota badai angin
61 chapter 61: masalah
62 chapter 62: festival Yuan Jian
63 chapter 63: permainan Xiang qi
64 chapter 64: ruang dimensi hitam
65 chapter 65: kembang api
66 chapter 66: bermain Xiang qi
67 chapter 67: jam tangan
68 chapter 68: sampai di kekaisaran Ling
69 chapter 69: bermain Xiang qi dengan kaisar Ling
70 chapter 70: pohon Yuan Jian
71 chapter 71: jiwa pohon Yuan Jian
72 chapter 72: peri elf
73 chapter 73: pergi ke kota pembuangan
74 chapter 74: mayat jiwa abadi
75 chapter 75: pembagian pasukan prajurit
76 chapter 76: gelang pelet
77 chapter 77: 5 kerajaan besar
78 chapter 78: pohon energi spiritual
79 chapter 79: latihan baru prajurit
80 chapter 80: menghancurkan segel
81 chapter 81: kekuatan langit & ruang angkasa
82 chapter 82: ikrar sumpah setia
83 chapter 83: pembunuh red fox
84 chapter 84: Jackson dan Angelica
85 chapter 85: peperangan di mulai
86 chapter 86: peperangan
87 chapter 87: bayangan hitam & monster
88 chapter 88: putra mahkota
89 chapter 89: 3 monster manusia bayangan
90 chapter 90: kemenangan
91 chapter 91 (S2): tempat rahasia
92 chapter 92 (S2): kultivasi tertutup
93 chapter 93 (S2): kasus misteri
94 chapter 94 (S2): pagoda 13 lantai
95 chapter 95 (S2): monster manusia iblis
96 chapter 96 (S2): lantai 9 yang aneh
97 chapter 97 (S2): siluman iblis
98 chapter 98 (S2): ujian tahap kedua
99 chapter 99 (S2): kekuatan Elf Lie Mei
100 chapter 100 (S2): kembalinya Jack dan Angel
101 chapter 101 (S2): seruling giok putih
102 chapter 102 (S2): ujian Elf sejati
103 chapter 103 (S2): klon Elf Lie Mei
104 chapter 104 (S2): 3 ujian Elf sejati
105 chapter 105 (S2): pertanda buruk
106 chapter 106 (S2): 3 benda pusaka
107 chapter 107 (S2): Era Kehancuran
108 chapter 108 (S2): Era Kehancuran II
109 chapter 109 (S2): Era kehancuran III
110 chapter 110 (S2): Era Kehancuran IV
111 chapter 111 (S2): Berakhir
112 chapter 112 (S2): rahasia
113 chapter 113 (S2): Raja Elf dan Manusia
114 chapter 114 (S2): Batu besar
115 chapter 115 (S2): Anak kandung
116 chapter 116 (S2): Perubahan Biao Jin
117 chapter 117 (S2): Array segitiga
118 chapter 118 (S2): Kekuatan misterius
119 chapter 119 (S2): Monster Raksasa
120 chapter 120 (S2): Racun hitam
121 chapter 121 (S2): Mimpi aneh
122 chapter 122 (S2): Sulur tanaman raksasa
123 chapter 123 (S2): Tidak terduga
124 chapter 124 (S2): Kekuatan ajaib
125 chapter 125 (S2): Perpisahan
126 chapter 126 (S2): Sekte Zhan
127 chapter 127 (S2): Cerita Era Kehancuran
128 chapter 128 (S2): Ras Iblis Neraka
129 chapter 129 (S2): Pergi
130 chapter 130 (S2): Kekaisaran Yun
131 Chapter 131 (S2): Hong Zi si Naga Merah
132 Chapter 132 (S2): Pertarungan
133 Author Back (PENGUMUMAN)
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Chapter 1 (S1): Aku Seorang Putri Kaisar
2
Chapter 2 (S1): Pernikahan?
3
Chapter 3 (S1): Kemampuan Lie Mei
4
Chapter 4 (S1): Anak Naga Merah
5
Chapter 5 (S1): Pergi ke Paviliun Obat
6
Chapter 6 (S1): Immortal Dragon
7
Chapter 7 (S1): Naga Emas
8
Chapter 8 (S1): Kepulangan Pangeran dan Putri
9
Chapter 9 (S1): Akademi TianJin
10
Chapter 10 (S1): 4 Hewan Penjaga Goa
11
Chapter 11 (S1): Hewan Suci di dalam Goa
12
Chapter 12 (S1): Lamaran?
13
Chapter 13 (S1): Perang antara Kekaisaran
14
chapter 14: membuat obat peningkat
15
chapter 15: mempelajari buku kematian
16
chapter 16: pelelangan
17
chapter 17: pelelangan obat peningkat
18
chapter 18: mendapatkan pedang
19
chapter 19: membeli rumah sakit
20
chapter 20: masuk sekolah beladiri
21
chapter 21: ujian murid dalam
22
chapter 22: kemenangan yang cepat
23
chapter 23: babak kedua dimulai
24
chapter 24: asrama
25
chapter 25: makanan yang sangat enak
26
chapter 26: ujian babak final
27
chapter 27: berburu
28
chapter 28: ular air
29
chapter 29: buku jurus beladiri
30
chapter 30: aura hitam
31
chapter 31: pertarungan
32
chapter 32: juara 1
33
chapter 33: pedang iblis
34
chapter 34: lantai 100
35
chapter 35: berubah
36
chapter 36: penghianat kerajaan
37
chapter 37: bayi iblis
38
chapter 38: hutan kekaisaran meng
39
chapter 39: kekaisaran meng
40
chapter 40: 3 jenderal besar
41
chapter 41: eksekusi kaisar Shing
42
chapter 42: lie Jiao dan lie Chen
43
chapter 43: kabar buruk
44
chapter 44: masa kedewasaan
45
chapter 45: berevolusi
46
chapter 46: pertengkaran
47
chapter 47: penerus
48
chapter 48: pangeran ke dua
49
chapter 49: kedatangan 4 kerajaan
50
chapter 50: kerja sama
51
chapter 51: wabah aneh
52
chapter 52: hadiah
53
chapter 53: busur panah tingkat dewa
54
chapter 54: pria di dunia dewa
55
chapter 55: sampai di kerajaan Liao
56
chapter 56: siluman ular
57
chapter 57: menyelamatkan kerajaan Liao
58
chapter 58: mata elang emas
59
chapter 59: kunci dan token
60
chapter 60: masalah kota badai angin
61
chapter 61: masalah
62
chapter 62: festival Yuan Jian
63
chapter 63: permainan Xiang qi
64
chapter 64: ruang dimensi hitam
65
chapter 65: kembang api
66
chapter 66: bermain Xiang qi
67
chapter 67: jam tangan
68
chapter 68: sampai di kekaisaran Ling
69
chapter 69: bermain Xiang qi dengan kaisar Ling
70
chapter 70: pohon Yuan Jian
71
chapter 71: jiwa pohon Yuan Jian
72
chapter 72: peri elf
73
chapter 73: pergi ke kota pembuangan
74
chapter 74: mayat jiwa abadi
75
chapter 75: pembagian pasukan prajurit
76
chapter 76: gelang pelet
77
chapter 77: 5 kerajaan besar
78
chapter 78: pohon energi spiritual
79
chapter 79: latihan baru prajurit
80
chapter 80: menghancurkan segel
81
chapter 81: kekuatan langit & ruang angkasa
82
chapter 82: ikrar sumpah setia
83
chapter 83: pembunuh red fox
84
chapter 84: Jackson dan Angelica
85
chapter 85: peperangan di mulai
86
chapter 86: peperangan
87
chapter 87: bayangan hitam & monster
88
chapter 88: putra mahkota
89
chapter 89: 3 monster manusia bayangan
90
chapter 90: kemenangan
91
chapter 91 (S2): tempat rahasia
92
chapter 92 (S2): kultivasi tertutup
93
chapter 93 (S2): kasus misteri
94
chapter 94 (S2): pagoda 13 lantai
95
chapter 95 (S2): monster manusia iblis
96
chapter 96 (S2): lantai 9 yang aneh
97
chapter 97 (S2): siluman iblis
98
chapter 98 (S2): ujian tahap kedua
99
chapter 99 (S2): kekuatan Elf Lie Mei
100
chapter 100 (S2): kembalinya Jack dan Angel
101
chapter 101 (S2): seruling giok putih
102
chapter 102 (S2): ujian Elf sejati
103
chapter 103 (S2): klon Elf Lie Mei
104
chapter 104 (S2): 3 ujian Elf sejati
105
chapter 105 (S2): pertanda buruk
106
chapter 106 (S2): 3 benda pusaka
107
chapter 107 (S2): Era Kehancuran
108
chapter 108 (S2): Era Kehancuran II
109
chapter 109 (S2): Era kehancuran III
110
chapter 110 (S2): Era Kehancuran IV
111
chapter 111 (S2): Berakhir
112
chapter 112 (S2): rahasia
113
chapter 113 (S2): Raja Elf dan Manusia
114
chapter 114 (S2): Batu besar
115
chapter 115 (S2): Anak kandung
116
chapter 116 (S2): Perubahan Biao Jin
117
chapter 117 (S2): Array segitiga
118
chapter 118 (S2): Kekuatan misterius
119
chapter 119 (S2): Monster Raksasa
120
chapter 120 (S2): Racun hitam
121
chapter 121 (S2): Mimpi aneh
122
chapter 122 (S2): Sulur tanaman raksasa
123
chapter 123 (S2): Tidak terduga
124
chapter 124 (S2): Kekuatan ajaib
125
chapter 125 (S2): Perpisahan
126
chapter 126 (S2): Sekte Zhan
127
chapter 127 (S2): Cerita Era Kehancuran
128
chapter 128 (S2): Ras Iblis Neraka
129
chapter 129 (S2): Pergi
130
chapter 130 (S2): Kekaisaran Yun
131
Chapter 131 (S2): Hong Zi si Naga Merah
132
Chapter 132 (S2): Pertarungan
133
Author Back (PENGUMUMAN)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!